DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Dasar, Manja!!


__ADS_3

...****************...


Meysha masuk rumah dengan lesu. “malam mah pah kak” sapanya sambil berlalu kekamar.


Orangtuanya dan kakaknya hanya melihat adiknya itu berlalu. Setelah meysha menghilang tatapan mereka pun berpindah ke ujung pintu sosok pria muda yang berdiri di sana dan takut untuk melangkah masuk kedalam rumah itu kalau tidak dipersilahkan oleh pemiliknya.


“razu, kenapa hanya berdiri disitu?. Masuklah.” Tutur carissa.


Razu melangkah ragu, terakhir kali ia ingat keluar dari rumah ini karena kekacauan yang telah ia buat bersama sang mama.


“mau langsung kekamar mu?, atau mau duduk dulu sama kita kita?” tanya dino tampak biasa aja. Seperti tidak terjadi apa apa dimasa lalu.


Razu pun memilih bergabung dengan mereka.


“habis dari mana?” tanya carissa.


“itu.. kami.. kami habis kuliah” sahut razu.


“kuliah atau kuliah ah”


“bimo!.” Ketus bian menjewer adiknya yang berotak mesum membuat Razu tersipu malu.


“udah baikan?” tanya baim.


“mm udah kak” sahut razu.


“terus ini mau kemana?” tanya dino.


“tujuannya tadi hanya ingin mengantar meysha pulang aja , pah.” Sahut razu.


“lah, kok nganterin. Kamu nggak tidur disini juga?” tanya baim.


“iya loh.. suami istri masak pisah, kan nggak baik” ledek tiara.


“haha.”


“terus bagaimana?, nggak jadi ceraikan?” tanya bimo. “kalau cerai rugi banget” ledeknya balik blakan. "Masak, gadis secantik dan se comel dia harus dilepaskan. Kalau aku ya ya jadi kamu.. nggak kasih ampun deh.. nggak akan ku lepaskan sampai maut memisahkan."


“haha… nggak kak” jawab razu ragu ragu.


“jangan mengambil keputusan dalam amarah. Lain kali pikirkan mateng meteng dulu.” Nasehat dino.


“iya pah, maafkan razu dan mama untuk kekacauan sampai terbawa ke awak media.”


“ya lah ya lah.. santai aja. Tidak usah diingat ingat hal itu.”


“yaa, lagian itu tidak mencemari nama baik kita juga. meski ada sebagian yang mengira buruk.”


“pergilah. kekamar. Bersih bersih.”


“ada baju kan?” tanya Carissa.


“ada mah”


“okey”


Razu pun meninggalkan ruang tamu tersebut pergi menaiki anak tangga mengarah kamar meysha. Meysha membuka bajunya tiba tiba terkejut saat melihat sosok pria ini sudah berada di kamarnya. Ia segera menarik kemeja putihnya kembali kemudian memakaikan kancing bajunya.

__ADS_1


“hay sayang” sapa razu dengan senyum cantiknya.


“bang razu kenapa disini?” tanya meysha.


“karena istriku disini”


“hah?”


“lagi lagi kamu nggak pakai tank top. Kok bisa sih.” Geram razu. “padahal aku aja yang cowok selalu pakai singlet loh. Masa kamu malah nggak.” Celoteh razu.


“bang, bang udah deh.. lagian aku nyaman kek gini."


"Nyaman sih nyaman,tapi baju putih mu itu bahannya tipis.. jadinya kelihatan bra hitam mu itu. Masa iya dipamerkan begitu.


"Ribet ah,bg Razu.. kenapa harus mempermasalahkan bajuku segala. diluar sana banyak tuh gadis gadis kampus memakai baju kurang bahan. nggak kamu masalahkan. satu lagi banyak sekali tuh junior junior di bawahku yang songong songong.. nggak diajarkan sopan santun ya."


"Kok merambat kemana mana,sih sayang. aku hanya menegur cara berpakaian kamu loh sayang."


"Bg razu ngapain disini.?” Meysha pun mengalihkan topiknya karena merasa malas membahas hal begituan.


“aku akan tinggal disini sampai kamu mau tinggal kembali di tempatku.” Ujar razu sambil duduk di ranjang dan ikut melupakan masalah nya.karena iya mengerti bahwa saat ini istrinya tidak ingin diajak bicara dengan masalah penampilan nya.


“auk ah gelap.”


Meysha pun pergi dari kamar untuk masuk kedalam kamar mandi. Razu pun malah menaruh tasnya kemudian berlari menahan kamar mandi.


“bang razu mau ngapain?” tanya meysha mengerutkan keningnya.


“kamu sendiri ngapain?”tanya razu balik.


“bang razu!.”


“iya sayang, iya sayang. Tapi kamu membentak ku.” Ketus meysha betek banget dengan sang suami.


“maaf, maaf sayang. Habisan kamu membuat ku gemas banget.”


“nggak mau” teriak meysha masuk kedalam kamar mandi. Razu pun ikut masuk. Dikamar mandi mereka jadi sama sama terdiam. “bang razu ngapain sih ikut kesini?” tanya meysha setelah terdiam beberapa saat.


“aku mau mandi.” Ujar meysha.


“mandilah”


“mandinya sama kamu”


Seketika mata bimo langsung membola dibalik pintu kamar mandi adiknya tersebut. tiba tiba pria yang penuh kepo ini sedikit terkikik dengan percakapan orang dalam tersebut.


“bang razu gila!” pekik meysha didalam.


Bimo pun makin terkekeh dengan pekikan adiknya didalam sana. “hajar, gue dukung lo razu. hajar tu bocah tengil.” Ujar bimo ngomong sendiri.


“kok gila sih. Mana ada pria seganteng ini gila. Sayang.” Rengek razu.


“kata siapa nggak ada. Ini buktinya ada.”


“ih sayang, kamu jahat banget sih bilang aku gila.” Razu makin merengek manja membuat telinga siapa aja terasa digelitik oleh rengekan manjanya itu.


“bang razu jangan macem macem deh.. pliss. You go..” usir meysha menunjuk pintu untuk menandakan agar razu keluar lewat pintu tersebut.

__ADS_1


“ngapain kamu?” bimo langsung terkejut. Saat ia melihat kebelakang dan ternyata.


“eh, mama” Bimo menggaruk kepalanya pelan.


“ngapain kamu didepan pintu kamar mandi meysha, bimo?” tanya sang mama.


“itu… anu… aku duluan.” Tutur bimo segera pergi dari sana. Pria ini pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.


“bimoo”


Ceklek


Pintu terbuka. “mama!” pekik meysha refleks saat menemukan sang mama membelakangi pintu kamar mandi tersebut. begitu juga razu ikut terkejut. Tak kalah kaget lagi carissa saat melihat anak dan menantunya keluar dari kamar mandi berduaan.


“ka_kakalian. Kalian berdua habis dari kamar mandi?. Ngapain?” tanya mamanya refleks sekali.


“kita mandi”


“eh maksudnya?


“kalian mandi barengan?” tanya carissa lagi mengintimidasi mereka.


“no.. kita.. tadi cran rusak. Bang razu memperbaikinya ma. Ya cran itu rusak ma.”jawab meysha ngeles sedangkan razu hanya terdiam tanpa kata kata. “lah mama sendiri ngapain disini?. Ngapain di pintu kamar mandi.. jangan bilang mama ngintip aku?” ledek meysha.


“ngintip?. Eh enak aja. Nggak dong. Justru mama kesini ingin melindungi privasimu” tutur mamanya.


“privasi?” razu sedikit terheran.


“privasi apa ma?. Apa ada yang masuk.”


“iya.. tadi bimo..eh..


“kak bimo?” tanya meysha terkejut banget. Apalagi razu seketika wajahnya langsung merah.


“maksudnya tadi mama mau kekamar bimo. Eh mama tak sengaja melihat kamar mu berantakan. Jadi mama bereskan. Ini aja mama mau membawa baju kotor kebelakang agar dicuci pelayan.” Jelas mamanya.


"Tadi kak Bimo disini, Mah?" tanya meysha.


Razu pun menggaruk kepalanya yang tak gatal. Pria ini khawatir bila Bimo mendengar sifat manjanya. tercoreng nama baik gue sebagai senior galak dikampus. Razu Razu apa sih yang Lo lakukan. memalukan. sumpah.


"Nggak kok..." ujar mamanya ngeles.


“hmmm, oke deh ma.”


“mmm, mama keluar dulu ya.”


“iya ma” jawab meysha sedangkan razu tersenyum malu.


Setelah mamanya keluar meysha pun merungut. "Kak,Bimo benar benar kebiasaan. suka menguping aktivitas ku. Dia itu harus diberi pelajaran." ketus meysha kesal.


"Mungkin,nggak sengaja kali dia." jawab razu.


"Nggak, pasti disengaja aku tau banget kak Bimo itu."


"Terus gimana?. Gimana kalau dia dengar aku bicara." ujar Razu panik.


"Mana aku tau... bang Razu sendiri sih. manja." ledek meysha.

__ADS_1


Bersambung:)


__ADS_2