
...****************...
Pagi pagi meysha bangun,merasa kepalanya sangat sakit. “ooh kepalaku sakit sekali.” Rintih meysha memegang kepalanya. “arghh razu gila itu. berani sekali dia ngajari aku minum minum. Arghh” ketus meysha.
“kamu sudah bangun?”sapa Razu melihat gadis tersebut.
Meysha langsung terduduk dan melihat sebuah lemari kaca “sejak kapan lemari ada diluar?” tanya meysha. Namun setelah itu ia menyadari bahwa dirinya bukan lah di sofa tapi disebuah kamar.
Meysha melihat razu,seketika ia berpaling karena melihat pria ini hanya pakai handuk. “arghh. Apakah ini mimpi. Oh vulgar sekali.” Tutur meysha.
“kamu tidak mimpi” tutur razu.
Seketika meysha melihat dirinya, pertama tama ia memeriksa pakaiannya, sampai pakaian dalamnya. Ternyata masih lengkap.Tapi tiba tiba gadis ini langsung tersentak kembali saat melihat dirinya menggunakan baju yang berbeda. KOK BISA!?.
Meysha melihat jam. Ternyata jam masih menunjukan pukul setengah enam. Seketika ia melihat razu yang telah memasang baju kaosnya. Tapi masih memakai handuk di pinggangnya. Semalam pasti dirinya sendiri yang menggantinya, tidak mungkin razu mengganti pakaiannya dengan pakaian haram ini.
Yah pasti dirinya sendiri yang menggantinya. “tapi kenapa aku tidak ingat apa apa.” Ujar meysha.
“tidak ingat apa?” Tanya razu.
“ Semalam kita..
“ Kita bersenang senang.” Potong razu.
“Maksudnya?” meysha mengerutkan kening tak percaya. “kenapa bg razu mandi jam segini?” Tanya meysha mengalihkan pertanyaannya.
“ Karena kita habis bersenang senang.” Jawab razu dengan datar, pergi keruang ganti disebelah kamar.
“ Senang senang, maksud dia apa sih?!” ketus meysha benar benar penasaran. Meysha pun turun dari tempat tidur dan mengejar razu keruang ganti.
Razu sudah selesai berpakaian. “ada apa kau kesini. Sebaiknya kamu mandi sana, bersihkan dirimu.” Tutur razu.
“ Semalam aku pulang dari kampus, aku langsung menemani mu minum. Tepatnya kamu memaksa ku minum juga kan…
“terus?”
“aku masih ingat, aku tidak memakai piyama tapi aku memakai dress hitam. Pertanyaannya siapa yang mengganti pakaianku?” Tanya meysha setelah menjelaskan.
__ADS_1
“AKU” jawab razu dengan datar kemudian pergi dari sana. Tak lama dia balik lagi. “aku sudah memesan sarapan pagi untukmu kurirnya akan datang dalam 15 menit lagi kamu ambil ya. Aku tidak sempat memasak Soalnya ada urusan dikampus mendadak sekali.”
“oh ya satu lagi, kalau keramas tapi harus keramas sih. Kalau kamu tidak pandai memakai alat pengering rambut, coba secara manual dengan handuk oke. Belajar mandiri.”
Pria ini bawel sekali menyuruh dirinya mendiri. Tapi sekarang itu bukan ini yang ingin ia ketahui karena ia hanya ingin tahu apa yang terjadi setelah ia meminum minuman aneh itu. namun razu malah keburu pergi membuat meysha benar bertanya Tanya apa yang telah terjadi dan siapa yang mengganti pakaian.
Apa maksudnya menyuruh meysha keramas. Apa maksudnya dia menyuruh bersih bersih. Apa maksudnya dia mengatakan bersenang senang? Bersenang apa?. ???. arghh meysha menghentakkan kakinya. “ benar kah dia mengganti bajuku?.” Meysha menggeleng. “nggak mungkin. Dia pasti hanya berbohong.” tutur meysha meyakinkan dirinya.
“tapi kalau dia yang mengganti bajuku?, itu berarti dia… dia.. dia sudah melihat bentuk tubuhku. Bukan hanya itu jangan jangan maksudnya bersenang senang adalah dia sudah melakukan sesuatu dalam tubuhku.” Meysha menganga kemudian meringkuk membayangkan sesuatu yang telah dilakukan suaminya terhadap tubuhnya.
Dengan keyakinan yang penuh meysha pun menggeleng. “jangan khawatir. meysha, dia pasti berbohong. Kalau memang itu benar benar terjadi pasti aku tahu. Ini adalah tubuhku. Tentu aku merasakan sesuatu disana. Pasti!. Iyah. Dia hanya berbohong. Jangan khawatir meysha.” Ujar meysha terus meyakinkan dirinya. “lain kali aku harus mematuhinya. Dari pada aku dihukum suruh minum lagi.”
Meysha pun kembali kekamar. Ia meraih selimutnya. Tiba tiba ia melihat noda darah. “i_ini apa?” tuturnya melihat lebih dekat. “bukankah ini darah?. Aku halangan?. Tidak. Aku baru halangan seminggu yang lalu. HEII.. INI APA?!!” pekik meysha.
….
Sedangkan razu sudah tiba dikampus. Pria ini senyum senyum berjalan sambil memutar mutar kunci motornya. “pasti sekarang dia sedang berpikir keras apa yang terjadi. Arrghh bahagianya aku. Lain kali jangan main main dengan razu aulia nugraha anak tunggal berbakat keluarga ini.” tutur razu.
Razu membayangkan apa yang telah ia lakukan semalam.
Malam tadi.
“hy” sapa razu dengan ganjen.
“hy” jawab mereka kecentilan.
“aku bisa minta tolong tidak.”
“tolong apa kakak.”
“begini, adek saya tadi pulang dia mabuk. bajunya bau alcohol jadi sebenarnya saya mau ganti bajunya tapi karena dia cewek sedangkan saya cowok tidak mungkin bukan saya yang ganti. Jadi saya boleh minta tolong gantikan tidak?” tutur arzu akhirnya meminta tolong.
“baik lah” jawab mereka.
Setelah selesai razu mengantar mereka keluar kembali. Dan mengucapkan terimakasih setelah itu dia pergi.
Awalnya razu minta tolong murni karena ia membayangkan meysha pasti tidak nyaman tidur memakai dress. Setelah itu ia berniat tidur lagi, tapi tak bisa tidur karena kata kata meysha yang sempat dia dengar. Ia pun memutuskan untuk makan buah. Jadi ia mengupas apel. “auu,, sakit.” Rintih razu.
__ADS_1
Razu terluka karena pisau tersebut. karena itu ia berlari kekamar untuk mencari P3K. setelah dapat entah kenapa pikirannya sampai sejauh itu. pria ini tersenyum melihat meysha yang tengah tidur nyenyak. “kalau gue teteskan darah luka disitu. Apa nantik reaksi dia ya?” ujar razu bertanya kepada dirinya sendiri.
“bikin cerita, pura pura udah di itukan aja kali ya. Sepertinya seru nih, ngerja in cewek resek kek dia” tutur razu sudah betapa serunya membayangkan meysha bakalan panik. "Salah lo sendiri membuat razu aulia nugraha susah tidur. Maka akan ku balas. Haha.” Tutur razu menghampiri tempat tidur. Darah lukanya ia jadikan bahan candaan mengerjai junior sekaligus istrinya ini.
“Razu.” Panggil bella yang berada dihadapannya. Seketika senyuman razu berhenti saat melihat bella .
“lo ngapain disini?” Tanya razu.
“aku ingin bicara dengan mu.” tutur bella menatap razu. “sebenarnya aku..” bella berhenti sejenak untuk mengambil nafas agar lebih rileks. “aku tidak bisa melupakanmu. Aku menyesal telah memutuskan mu. aku ingin kita balikan.” tutur bella.
Razu menatap bella dengan lekat. Jujur sampai saat ini ia masih berharap bila bella masih mencintainya. Namun membayangkan dirinya dicampakkan dan tak mau memberikan kesempatan kepada dirinya membuat ia berbalik kebelakang dan menyingkirkan hatinya. Kemudian mengizinkan logikanya yang menjawab.
“selama tujuh tahun dengan lo memang kenangan terindah dalam hidup gue. Bahkan bila membayangkan kenangan itu rasanya gue selalu ingin kembali kepada lo. tapi…” razu menghela napas panjang. “tapi… lo tau sendiri. Gue adalah suami anindya dan sampai kapan pun gue tetap menjadi suami anindya. Jadi gue tidak bisa balikan.” Tutur razu begitu berat mengatakan kata penolakan itu.
“tapi… kalian tidak saling mencintai. Bagaimana kamu bisa mempertahankan hubungan rumit itu.”
“kita..
“ Aku yang mencintaimu, aku yang merindukanmu. Apa hanya aku yang merasakan begini? Apa kamu juga tidak merasakan apa apa?. Setelah putus apakah kamu benar benar melupakan ku?, lalu berpaling kepada wanita baru datang di hidup mu itu.”
“bella, sudah ku katakan bila kamu sudah memutuskan kesempatan terakhir dari ku. Maka semuanya berakhir. Kita udah putus. Itu berarti kita tidak ada hubungan apa apa lagi. Jangan menganggu ku lagi.”
“ apakah aku benar benar tak ada lagi kesempatan denganmu?”
Razu diam menatap bella dengan mata berkaca kaca. “maaf bella. aku hanya memberi satu kesempatan untuk orang orang, kesempatan mu sudah habis disaat aku memohon maaf dihari itu.” tutur razu. Kemudian meninggalkan bella.
“kemarin, aku melihat meysha bersama alfano dari kafe. Mereka pegangan tangan. Bukankah dia menjalin hubungan dengan alfano.” Tutur bella membuat razu terhenti. “dihari itu aku juga melihat kamu mempersiapkan sebuah kejutan namun orang itu tidak datang. Apakah kamu yakin bila meysha adalah pasangan yang akan kamu pilih.?” Lanjut bella
“ orang yang ku sukai adalah dirimu, tapi semua sudah berakhir. Itu berarti aku tidak menyukai siapa siapa lagi. Dengan mengata ngatai anindya kepada ku. Itu tidak akan mengubah keputusanku. Mau dia jalan dengan siapa pun itu bukan urusanku.” Tutur razu kemudian benar benar pergi.
" 7 tahun kita pacaran, apa segampang itu kamu melupakan ku. Hubungan kita masih bisa diperbaiki bila kamu ingin melakukan nya ,sayang" bujuk Bella.
"Jangan memanggilku begitu!!, aku bukan pacar mu lagi!" pinta Razu memohon kepada Bella.
"Aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja. Razu aku mohon." pinta Bella keras ingin balikan dengan Bella.
"Sekali nya nggak tetap nggak" tegas razu, setelah itu Razu pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung;)