
...****************...
Selamat pagi dunia. Meysha terkejut kemudian melihat apa yang telah terjadi dengan dirinya. Teriakan nya memekakkan seisi rumah. Sehingga Razu juga ikut terbangun.
“kenapa pagi pagi ribut sih.” Ketus razu masih dalam alam sadarnya. Apalagi Razu paling tidal suka bila tidurnya terganggu.
“apa yang telah bg razu lakukan kepadaku?” isak meysha langsung menangis, membuat razu langsung sadar.
"Anindya, apa yang telah terjadi?. Kenapa kamu tidak memakai pakaian mu... Ak..." seketika Razu langsung terdiam saat melihat dirinya dari cermin yang ternyata tak memakai baju. Kemudian matanya beralih pada pakaian yang berserakan.
"Anindya?... Apa yang terjadi?" tanya Razu. "Aku tidak melakukan apapun kok.. aku tidak..." Saat Razu mengintip kedalam selimut ia langsung terdiam. "Aku pasti telah melakukan nya." Batin Razu seketika berkata kata.
Perlahan tangannya mengepal kuat saat teringat dengan momen yang telah terjadi semalam. Seketika ia meminta maaf kepada meysha dan mengutuk dirinya sendiri karena di bayangan itu ia melihat dirinya menikmati nya juga.
Razu bersandar di kepala dinding dengan rasa sesalnya. Ia melihat meysha yang terus menangis. “maafkan aku, meysha.” Lirihnya. “aku sudah berusaha menahannya. Tapi aku tidak bisa melakukan itu.” tutur razu.
Meysha diam dan tak menjawab. ia tidak bisa berbuat apa apa lagi karena ia juga menikmati sentuhan itu. razu menatap punggung meysha. “maafkan aku” lirihnya kembali.
“ Apakah dengan minta maaf bisa mengembalikan semua yang telah terjadi?. ...kenapa kamu melakukan ini, padaku!.” ketus meysha. “ kamu berjanji tidak akan melakukan ini. tapi akhirnya kamu melakukanya. Apa ini alasanmu membawa ku kesini?” teriak meysha benar benar terisak.
“tenang lah, aku tidak bermaksud melakukannya. Aku sudah menahan diriku. Percayalah.” Bujuk razu.
Meysha pun seketika menarik selimut itu membuat razu segera meraih bantal untuk menutupi miliknya. Dengan marah meysha turun namun sempat terjatuh. Razu ingin menolong namun meysha menolak pertolongan tersebut.
Gadis ini memungut pakaiannya yang berserak kemudian berlari kekamar kecil dengan perasaan hancur. Dibalik pintu tersebut meysha merosot kan tubuhnya kelantai dan menangis sejadi jadinya.
Razu memasang pakaiannya kembali dan segera keluar dari kamarnya. Ia berteriak mencari keberadaan orangtuanya. Ketika ia menemukan kedua orangtuanya razu langsung menatap keduanya dengan kecewa. “permainan murahan apa ini?” bentak razu.
“mama hanya sedikit ikut campur.” Tutur alira.
“mama menghancurkan masa depan gadis itu paham tidak sih!” bentak razu.
“dia istrimu!. Kalian tidak mau berpisah maka itu berarti kalian juga akan melewatkan ini bukan?” bentak alira dengan tegas. “masa depan apanya yang akan hancur.” Teriak alira.
“aku sudah katakan, jangan ikut campur dengan hubungan kami. Tapi mama melakukannya. Mama memperkeruh suasana rumah tanggaku tauk nggak sih!” bentak razu.
Selang waktu berlalu meysha turun dengan tergesa gesa dan keluar dari rumah itu tanpa permisi sedikitpun. Razu pun langsung mengejar meysha. Takut dalam kemarahan gadis itu melakukan sesuatu yang merugikan.
“mey!
__ADS_1
Plak
Dua tamparan keras langsung melayang kedua pipi razu. meysha melampiaskan dengan memukul razu berkali kali. Dan razu pun hanya diam dan menerima sampai akhirnya kedua orangtua razu datang dan alira menarik anaknya dari pukulan meysha.
“jangan memukul anakku!. Apa yang dia lakukan itu adalah hal yang wajar.” Bentak alira membuat meysha terkejut.
“apa yang kau lakukan, kepadaku. Iya apa yang dia lakukan itu adalah hal yang wajar, tapi wajarkah ibunya ikut campur dengan hubungan pernikahan anaknya??!” tunjuk meysha kepada alira.
“apa yang membuat mu begitu sulit hah?. Kamu menikah dengan putraku, itu berarti kamu harus siap untuk apa yang terjadi baik itu sekarang maupun di masa depan.”
“tolong jelaskan kepada mama hebat mu ini!. Betapa pentingnya untuk tidak ikut campur dengan privasi orang lain.” Ketus meysha melihat razu. “ dan satu hal. Aku akan menuntut mu ke pengadilan. Kita bercerai!” bentak meysha.
“kamu menceraikan suamimu karena dia menyentuhmu?. Ingat kau bukan gadis perawan lagi!”. Ketus alira.
“mah”
“biarkan mama bicara dengan bocah tengil ini.” bentak alira membuat razu terdiam begitu juga dengan papanya.
Meysha sontak langsung memberi tatapan sinis karena dipanggil bocah tengil.
“dengar aku, bocah tengil. Bila kamu menceraikan razu, maka tidak akan ada laki laki yang mau dengan mu satu pun lagi, sebab tidak ada yang mau menikahi wanita yang sudah dirusak oleh laki laki lain. Apalagi diusia mu yang muda.” Tutur alira.
Meysha menatap intens kedua mata alira. Kemudian menarik nafasnya dalam dalam lalu membuangnya sangat kasar. “ itu sudah pasti tidak benar, mama mertua. Siapa bilang tidak ada yang ingin dengan wanita sepertiku. Diluar sana pasti banyak yang menungguku untuk menjadi menantunya. Apakah kamu sudah lupa, siapa aku?” titah meysha begitu sombong.
“….” Meysha terdiam saat citra dan reputasi keluarganya disangkut pautkan dengan keadaan sekarang.
“Razu, bila itu yang diinginkannya. Talak dia sekarang.” Suruh ibunda nya membuat mata meysha membola sempurna begitu juga dengan anton dan razu.
“mah itu!” anton menghalangi.
“dari sejak awal dia sudah tidak menghargai mu. Jadi kamu jangan bodoh jadi pria. Setiap manusia itu ada harga diri dan batasannya.” Tutur alira kembali.
Razu menatap meysha dengan tatapan yang sulit diartikan, jujur dilubuk hatinya ia memiliki rasa sedikit untuk meysha. Rasa yang sedikit itu membuat dia bertahan sejauh ini. “anindya meysha. Aku..
“razu!, jangan lakukan itu” ujar anton menghentikan putranya.
Razu menutup matanya dengan kuat, ia pun bertekad dengan kuat. “ Aku tidak akan menceraikan mu, apapun keadaannya.” Ujarnya dengan tekat sudah bulat. “aku meminta mu meminta maaf kepada mamaku.” Pinta razu.
“bang razu, aku tidak salah. Mamamu yang memulainya.”
__ADS_1
“ Tidak peduli apapun itu, meysha. Melawan kepada orangtua tidak diperbolehkan.” Tegas razu. “segera minta maaf kepada mamaku”
“ Benar, razu benar. Meysha. Kami adalah orangtuamu juga disini. Minta maaf lah” pinta ayah mertuanya.
“orangtuaku!..”
“minta maaf, meysha!.” Bentak razu membuat semua orang terkejut.
“maaf” ketus meysha.
“mama juga!” perintah anton.
“kenapa harus saya, saya hanya melakukan..
“mama!.” Desak anton.
“maaf” ketus alira kemudian pergi dari sana.
“pah, razu balik ya.” Tutur razu meminta izin.
“baik, hati hati nak” ujar anton. “meysha, papa minta juga atas kesalahan istri papa.”
Meysha tak menjawab ia begitu langsung pergi menaiki mobil razu. razu pun permisi. Dan menyusul meysha. Diperjalanan meysha menangis membayangkan ia harus dipaksa melakukan segala hal. Dirumah ia dipaksa untuk bersama suaminya dan ditempat mertuanya ia dipaksa untuk segera hamil dan dirumah suaminya ia harus menghadapi sifat suaminya yang bisa berubah dalam waktu yang sama.
“aku minta maaf” lirih razu.
“gelap sekali hidupku. Tak satu pun dari manusia manusia di bumi ini yang membelaku.” Rintih meysha. Kemudian menunduk menangis sejadi jadinya.
“Maafkan aku, tapi bisakah kamu melupakan masalah ini. kita juga suami istri dan yang terjadi itu adalah diluar kendali ku. Kalau kamu takut hamil atau apapun mari kita kerumah sakit. Kita akan minta obat untuk mencegahnya.” Ujar razu.
“kau memintaku melupakan masalah ini?. kau gila hah?” teriak meysha menatap razu dengan sangat tajam. “ sejak aku menikah dengan mu tidak ada satu pun hari ku yang tenang, bukan. Bahkan sebelumnya juga. Sejak pertama kali aku melihat wajahmu kau selalu membuat ku marah.” Pekik meysha.
“ aku mengerti. Tapi apakah salah itu terjadi. Aku ini suamimu!” bentak Razu membanting stir.
“ck.. lalu kau membenarkan yang telah kita lakukan semalam hah?” pekik meysha.
“tentu!” teriak razu. "Apa yang kita lakukan semalam itu adalah hal yang benar dan itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai suami istri" jawab Razu Dengan lantangnya.
“arghh.”
__ADS_1
Meysha menghentakkan kakinya dengan kesal. Razu pun menatap jalan penuh dengan amarah. Ia menginjak gas sehingga mobil tersebut melaju sangat kencang. Entah kenapa dia sampai bisa semarah itu.
Bersambung;)