
Alfano melihat meysha yang tengah menyendiri disebuah taman dekat kampus tersebut. ia mendekati gadis ini. Meysha yang menyadari kehadiran seseorang segera menghapus air matanya. Dari belakang alfano menyentuh bahu meysha.
“sha, kamu baik baik saja?” tanya alfano.
Meysha sedikit terkejut dengan kehadiran pria ini. Namun ia segera mengukir senyumnya, namun matanya jelas sudah menandakan bahwa gadis ini sudah lama menangis.
“ada yang sakit?. Mana yang sakit?” tanya alfano kini duduk disebelah pria ini.
Meysha hanya menggeleng dan membendung air matanya dihadapan pria yang sangat ia cintai.
“anin, bicara lah. Aku disini.” Tutur alfano.
Meysha menunduk dan air matanya berhasil lolos kembali menitik kerok maroon se lututnya itu. tak lama disusul suara tangisnya yang tak tertahan olehnya. Gadis ini menyatukan kedua tangannya dan membungkukkan tubuhnya sehingga wajah dan pahanya saling menyentuh.
“nin, aku mendengar kamu dipukul sama pak akman dari teman teman kelasmu. Mangkanya aku datang kesini.” Tutur alfano menatap iba melihat gadis ini.
Meysha pun makin keras menangis. "Aku benar-benar banyak pikiran, sehingga aku tak bisa mengerjakan soal latihan itu. terus bapaknya... bapak.. bapak itu memukul ku,hiks hiks" Isak meysha melihat alfano dengan cucuran air matanya.
"Aku paham kok, soalnya bapak itu memang sering main tangan." tutur alfano.
"Tapi..hiks.. bi_bi hiks.. biasanya aku mengerjakan soalnya.. baru kali ini aku nggak bisa. Kenapa aku..hiks.. langsung dipukul." jelas meysha benar-benar kesulitan dalam menjelaskan karena hidungnya terasa mampet karena nangis.
"Sabar sabar"
“ Bolehkah aku memeluk pria selain suamiku?” tanya meysha kini melihat pria yang ada dihadapannya. “aku tidak bisa membohongi diriku. Bibirku mengatakan aku benci kepadamu tapi entah mengapa hati ku… hat…”
Alfano langsung memeluk meysha. “udah udah… jangan dilanjutkan. Aku tau bagaimana perasaan mu saat ini.” gumam alfano dengan suara pelan.
__ADS_1
Meysha pun mengeratkan peluknya kepada alfano. Didalam pelukan pria ini meysha menangis sejadi jadinya. “rasanya aku akan mati. Membayangkan pukulan itu.” isak gadis ini. “Aku sangat takut”
“wah,pemandangan yang sangat menakjubkan untuk ku lihat.” Tiba tiba mereka langsung tersentak dan meysha pun langsung menyeret dirinya dari pelukan alfano saat melihat sosok pria yang telah berada dihadapannya itu dengan tubuh yang gusar dan bau amis akibat darah segar yang mengalir dimana mana.
“bang razu!” cicit meysha berdiri. Gadis ini menutup setengah wajahnya melihat tak menyangka dengan keadaan suaminya. “bang razu apa yang terjadi?” tanya meysha meraih tangan razu. “kenapa wajahmu berdarah” namun sayang razu malah menarik tangannya.
“ternyata kamu masih mencintai pria idaman mu ini.” ketus razu. “baiklah. aku menyerah!.” Pria ini mengusap kasar wajahnya. “Aku akan mengabulkan permintaan mu!. pergilah dengan pria idaman mu ini!” bentak razu. Razu pun pergi dari situ.
Meysha melihat alfano sejenak kemudian menggelengkan kepalanya. Ia pun mengejar razu “bang!.. bang razu!. bang razu!. bang dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan semuanya.”
Razu berhenti, ia menghela nafas kasar bukan hanya fisiknya yang sakit tapi juga hatinya. “kamu ingin bercerai bukan?” tanya razu membuat meysha langsung terdiam. Bagaimana mungkin hari ini dia harus dihantam begitu banyak masalah yang membuat mentalnya begitu down.
“Aku akan melakukan itu. aku akan urus suratnya. Jadi kau tidak perlu pura pura bahagia lagi di hadapanku. Dan dihadapan semua orang.”
“ini yang tidak ku suka dari mu!. ini yang membuat ku tidak bisa mencintaimu!. Karena bang razu itu egois dan suka membesar besarkan masalah.” Teriak meysha. “mentalku sudah tidak baik baik lagi. Mentalku benar benar hancur. Aku sedang ketakutan. Aku hanya ingin menenangkan diriku. Tapi bang razu?. bang razu malah memperparah keadaanku!”
“seberapa banyak aku melakukan yang kamu suka, kamu tidak akan melihatnya karena kamu sudah dibutakan oleh pria idaman mu itu.”
“aku mengakhiri hubungan ku dengan orang yang ku cintai dan sudah ku kencani selama bertahun tahun. hanya untuk wanita tak tau diri dan tak tahu terimakasih seperti ini. rasanya ini benar benar membuatku menyesal”
“aku tidak menyuruhmu!”
Meysha pun pergi dari sana. Ia mengabaikan dua laki laki yang sama sama terpaku. Tak lama bella datang dengan khawatirnya. “razu, kamu nggak papa?” tanya bella menyentuh lengan razu.
“kenapa kamu melakukan ini!. kenapa kamu memukul pak akman. Apa kamu mau hancur ha?.”cerewet bella. “aku benar benar kehilangan akal saat membayangkan ini semua.”
Flashback.
__ADS_1
“pak akman!. Saya ingin bicara dengan anda!. Akman.!” Teriak razu masuk keruang komputer itu tanpa permisi dan melupakan sopan santunnya. kemudian menghantam satu pintu. Yaitu ruang khusus untuk pak akman. Pintu itu terbuka dan sosok pak akman berdiri dengan terkejut.
“berani sekali kau menyentuh istriku!” teriak razu.
Pak akman mengerutkan keningnya, “wah. Ternyata anda punya seorang istri dikampus ini?. apakah anda tidak melihat aturan kampus ini?” tutur akman.
Mata pria ini terlihat kosong, wajahnya merah padam melihat akman dengan mata yang sangat melotot. “jangan sentuh istriku!, bila kau tidak ingin berakhir seperti pak rivandi.” Tekan razu.
“pak rivandi?. Oh iya saya baru ingat. Kau melaporkan dia karena kekasihmu yang dipukul olehnya. Kemudian apakah kau datang untuk melaporkan saya atas pemukulan istrimu?. Istri anda yang mana?.”
Razu menundukkan kepalanya sesaat, tangannya mulai ia genggam bulat sempurna dan tampa rasa kasihan dan rasa hormat kepada orang tua ini. ia pun langsung memainkan tinjunya menghantam wajah dosennya tersebut.
“mahasiswi fis B yang anda pukul itu adalah istri saya!”
Pak akman membalas pukulan razu dan menarik kepala pria muda ini kemudian membenturkannya beberapa kali kedinding membuat pria ini kewalahan dengan tangan pria tua tersebut.
“j Saya bisa mematahkan tulang tulang kau itu. meski kau muda sekali pun. Paham!” bentak akman mengelap bibirnya yang berdarah.
Sedangkan razu memegang kepalanya yang sudah mengeluarkan darah segar dari kepalanya. Nafas pria ini benar benar memburu hendak menghabisi pria seumuran ayahnya tersebut.
“aakk” ketika ia hendak menghantam akman sekali lagi, namun dirinya langsung ditangkap satpam dan beberapa mahasiswa lain ikut membantu dan menyeret razu keluar. Sedangkan pak akman ikut dibawa entah kemana oleh jajaran jurusan untuk menghadap ketua jurusan.
“bisa bisanya kamu melawan pak akman. Apakah kamu tidak takut dikeluarkan dari kampus ini hanya karena memukul dosen.?” Bentak bella.
“aku pernah melakukan ini untuk seseorang yang bukan istriku. Lalu kenapa tidak aku lakukan untuk istriku.juga” Tutur razu tanpa melihat bella. namun ia melihat alfano yang terpaku juga melihat razu.
“tapi ini situasinya beda razu.”
__ADS_1
"Bedanya apa?!!" teriak meysha.
Bersambung:)