DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Kembali ke apartemen


__ADS_3

...****************...


TING…TONG


TING….TONG


Ceklek


“ngapain lo kesini?,kenapa lo tidak tinggal ditempat pacar lo saja.” Ketus razu melihat meysha begitu tajam. Suara dingin nya menyapa ujung tulang. Karena sakin dingin nya.


"Bang razu yang meminta ku untuk pulang,tentu aku akan pulang. Karena aku capek harus membuat banyak pertengkaran diantara kita terus menerus." ujar meysha melihat mata pria ini Dengan mendongakkan kepalanya.


"Atas apa yang kau lakukan kepada Bella. kau kira aku akan memaafkan mu hah!!!. kau itu kurang ajar tau Ndak!!!.. kau sudah menyerang mental dia dengan menghinanya mentang mentang anak pelayan." bentak Razu.


“hariku sangat melelahkan, bisa kah kamu memberiku tempat istirahat.” Ujar wanita ini tiba tiba saja menangis. Gadis ini mengabaikan bentakan Razu masalah pacar nya tersebut.


Razu masih dengan dinginnya. “ini bukan tempat penampungan” jawabnya karena iya masih kesal dengan meysha yang telah membuat hidupnya kacau. "Pergi saja kau tempat pria itu. Diakan pacar Lo!!!" usir Razu tanpa melihat meysha dengan harga diri.


“aku tak memiliki tujuan hidup lagi. Please beri aku tempat disini.” paksa meysha karena ia malas harus kesana lagi dengan menggotong koper berat nya tersebut.


“tidak ada, kamu punya uang bukan?. Pesan hotel atau apa kek sana. Kenapa harus menggangguku.” Ketus razu.


“aku mau disini, bg razu.”


“nggak ada tempat buat wanita seperti dirimu.”


“kamu bilang, ingin aku tinggal bersamamu tapi kenapa tiba tiba kamu mengusirku setelah aku ingin tinggal disini?” ucap meysha berkali kali menghapus air matanya yang tak mau berhenti. Ini entah sudah kesekian berapanya dia menangis untuk hari ini aja.


“aku membawa kamu masuk, tapi kamu melangkahkan kaki kamu keluar. Dengan angkuhnya berteriak kepadaku. Aku tidak mau!”


“baiklah aku salah, aku minta maaf”


“meski kamu minta maaf aku tidak mengizinkannya.”


“aku pergi, aku akan tidur di mobil saja”


“aku tidak peduli”


Meysha menarik kopernya kembali dan menekan lift. Namun setelah lift itu terbuka razu menarik kopernya. “ayo masuk.” Tuturnya sembari membawa koper gadis tersebut kedalam apartemennya.


Namun meysha diam menatap razu yang membawa kopernya tersebut.


“apakah kamu mau diam disitu aja?” Tanya razu membuat meysha tersadar dan segera menyusul razu.


“terimakasih, bg razu.” Tutur meysha bersyukur.


“kamu tinggal disini tidak gratis.” Tutur razu sembari menutup pintu setelah meysha masuk.


“apakah aku harus membayar sewa?” Tanya meysha.


“bukan sewa. Tapi nantik kamu tau sendiri.”


“ Di apartemenku hanya khusus satu kamar, kamar yang satu lagi aku gunakan untuk kesenangan saya. Jadi kau hanya ada dua pilihan. Pilihan satu TIDUR Di Kamar Ku BERSAMAKU. Pilihan dua. TIDUR Di Sofa SENDIRIAN. Pilihan tergantung padamu. Aku tidak akan bernegosiasi.” jelas Razu dengan sangat malas.


“aku akan pilih pilihan dua.”


“pilihan bagus.”


“lalu dimana aku meletakan pakaianku?”Tanya r meysha.


“disamping kamarku ada ruang ganti, disitu semua pakaian ku aksesoris dan semacamnya disana. Tarok disitu aja pakaian mu. INGAT HARUS RAPI.” Ujar razu menunjuk ruang satu lagi.

__ADS_1


“okey bang.”


Razu pun meninggalkan meysha diruang tamu. Kemudian dia kembali membawakan meysha selimut dan bantal. Ia memberikannya kepada meysha.


“kamu yakin bisa tidur di sofa?”Tanya razu.


“iya” Sahut meysha tersenyum.


“kenapa tidak tidur dengan ku saja?”


“aku tidur di sofa aja.”


“apa kamu takut ku apa apakan?” goda razu dengan mimik wajah nakalnya. “sebenarnya kalau aku mau, aku bisa aja dimana pun. Mau di sofa atau pun ditempat tidur.” Razu tersenyum menakutkan.


“heyy, jangan bercanda” meysha kesal.


Sedangkan razu tersenyum miris. Kemudian balik badan dan pergi dari situ. Betapa bahagianya dia setelah membuat seorang meysha ketar ketir karena ulahnya. “aku yakin kamu tidak akan bisa tidur.” Batin razu merasa puas.


Meysha pun berjalan untuk mematikan lampu. Setelah lampu mati ia membaringkan dirinya. Aku harus mencari cara agar hubungan ku dengan bang Razu segera berakhir supaya tak ada orang yang tau Kalau kami adalah pasangan suami istri.


Gadis ini tak dapat tidur, saat ini yang ia perlukan adalah menangis. Tak peduli dimana dia saat ini. Iya hanya ingin menangis dan menangis. Itulah yang dilakukannya agar bisa tidur sepuasnya.


Seketika lampu hidup. Sedangkan meysha tampak menekuk tubuhnya wajahnya bersembunyi dibalik tekukan tersebut. rambutnya terurai bahkan sampe kelantai ikut menutup dirinya yang sedang terisak.


“anindya?,kamu kenapa?” razu menghampiri gadis ini setelah menghidupkan lampu. “ada yang menyakitimu?.” Tanya razu menyibakkan rambut gadis ini agar Nampak apa yang terjadi dengannya. Tapi tetap saja tak Nampak karena yang sakit itu hatinya bukan yang lain.


“bg razu, tidur aja.”suruh meysha.


“bagaimana aku bisa tidur bila kamu menangis kek gitu.”


“aku akan tidur, bg razu tidurlah.”


“iya.”


Paginya meysha sudah sibuk menyiapkan alat dan bahan untuk dimasak. Ia mulai mengiris bawang Dengan melihat tutorial YouTube. Sedangkan razu baru keluar kamar dan melihat meysha sedang berusaha membuat sesuatu yang mungkin tidak bisa ia lakukan.


“apa yang kamu lakukan, kenapa kamu mengupas kentang seperti ini hah?. Astaga yang benar saja.” Ujar razu menceloteh.


“lalu?” Tanya meysha merasa bersalah.


“kamu belum pernah masak?” Tanya razu, meysha pun menggeleng polos.


“astaga, kalau tidak bisa kenapa harus repot repot. Bagaimana kalau dapur ku kebakaran.” Ketus razu.


“maafkan aku. Aku hanya ingin membantu mu.”


“tidak perlu, kamu duduk saja. Biar aku yang melanjutkan.”


“kamu bisa masak?”


“tidak ada yang tak bisa ku lakukan.” Ujarnya kemudian mulai menyingkirkan bahan bahan yang tak dipakai.


“aku akan mandi.”


“pergilah.”


Setelah meysha pergi. Razu melihat gadis tersebut begitu aneh. “semalam dia menangis. Sekarang dia tersenyum.”


Meysha selesai mandi dan berpakaian. Razu juga sudah selesai merapikan semuanya dimeja makan. “anindya!”panggil razu.


“aku datang.” Balas meysha. Tak lama gadis ini muncul dengan rambut yang masih basah.

__ADS_1


“kamu tidak mengeringkan rambutmu?” tutur razu karena masih basah dan itu membasahi pakaiannya yang ia pakai. Sehingga baju itu menepak ke badannya. "Kau ini, sudah berapa kali aku katakan tolong pakai tanktop tapi kok malah cuma memakai bra. Kau ingin mancing ku hah?" ketus Razu melihat sesuatu dibalik baju yang dikenakan gadis tersebut.


“aku tidak bisa karena itu sangat tidak nyaman. untuk rambut ku biasanya pelayan yang melakukan ini semua. Aku juga tidak bisa menggunakan pengering rambut.” Tutur meysha mengerucutkan bibirnya.


“kau bukan gadis kampung tapi kau dikalahkan oleh gadis kampung.”


“memang aku bukan gadis kampung,tapi aku gadis yang diurus oleh satu ibu dan 3 pelayan dengan sangat baik.”


“wah.. kamu memiliki sindrom tuan putri yang parah.” Tutur razu.


Razu mendekati meysha. “ikut aku.” Razu membawa meysha ke kamarnya.


"Ngapain kita berdua didalam kamar?" tanya meysha seketika menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.


Razu pun terkekeh kemudian mengeluarkan pengering rambut. “duduk sini, biar ku keringkan.” Pinta Razu menyuruh meysha duduk didepan cermin tersebut.


Dengan Ragu meysha melangkah mendekati pria ini. "Kamu serius tidak akan ngapa ngapain aku kan?" tanya meysha sembari duduk kemudian melihat dirinya dengan cermin.


"Kalau aku pengen akan ku lakukan, tapi untuk sekarang aku belum tertarik dengan bocil seperti ini. lagian kau masih banyak salah kepada ku. apa yang telah kau lakukan kepada pacar ku kemarin itu keterlaluan." ujar Razu tiba tiba mengungkitnya kembali.


"Bang razu, aku benar benar tidak menggangu kak Bella. kak Bella duluan yang memulai nya.. aku...


"Jika kau masih membela diri, aku akan menjadi kan mu istriku dengan utuh." peringatan Razu membuat meysha mengatup bibir nya karena gadis ini mengerti dengan kata tersirat utuh tersebut.


Pria ini mulai mengeringkan rambut meysha. “rasanya, aku bukan punya istri tapi punya anak.” Rungut razu.


“kalau begitu, izinkan aku membawa pelayan ya” pinta meysha.


“nggak boleh” ketus razu dengan cepat.“aku tidak mau ada orang lain di apartementku.” Ujarnya telah selesai mengeringkan rambut gadis ini.


“apa kamu punya jepit rambut atau ikat rambut?. Rambutmu pasti akan menganggu proses makan nanti.”


“ada ini.” tutur meysha memberikannya kepada razu.


Razu menggulung rambut gadis ini,kemudian menjepitnya. “selesai. Sekarang kita makan.” Ujarnya meninggalkan meysha dikamar.


“ternyata dia perhatian juga.” ujar meysha tersipu melihat dirinya di cermin.


“anindya!. Kamu mau makan atau tidak. Kalau nggak gue duluan.” Sorak razu.


Meysha langsung teringat dan segera keluar menghampiri meja makan. Saat melihat meja makan. “wah. Ini bg razu sendiri yang masak.?” tanya meysha terpesona melihat makanan enak enak diatas meja. Begitu mengunggah seleranya.


“Kalau bukan gue siapa lagi.” Razu melihat meysha. “kamu bisa mengambilnya bukan?, jangan bilang kamu tidak bisa juga?” Tanya razu mengerutkan keningnya.


“bisalah.” Jawab meysha menyendok nasinya ke piring.


Ketika mereka makan bersama, meysha melihat razu dengan lekat. Ia membayangkan kejadian jadian yang tak menduga membuat mereka bersatu. Padahal mereka tak saling mengenal. Tepatnya razu tak mengenal meysha dan hanya meysha yang mengenali razu karena sebuah tuntutan ospeknya.


“ternyata bg razu pandai masak ya, masakannya enak lagi.” Ujar meysha memuji.


“Makan saja, saya tak suka dipuji.” Jawab razu menatap mata meysha. Sehingga membuat jantung meysha berdebar.


Meysha mengangguk pelan. “aku tidak bisa melakukan apa apun. Bahkan menyisir rambut saja tidak bisa.”


“kamu bisa, Cuma belum pernah mencobanya aja.” Potong razu. “Mulai besok belajarlah, melakukan apa apa itu sendiri, karena kamu tinggal bersama ku bukan dengan orangtuamu dan beberapa pelayanmu.”


“baik bg razu” jawabnya tersenyum lembut.


Razu membalas senyuman itu,kemudian melanjutkan makanya. Setelah mereka selesai makan meysha merapikan tempat tersebut. Razu mencuci jejak makan mereka dan meysha menyusun sesuai tempatnya.


Bersambung:)

__ADS_1


__ADS_2