DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Permen Pencegah kehamilan


__ADS_3

...****************...


“Cuma karena itu, apakah kamu sudah kepancing?” goda meysha menyentuh perut kotak razu. Pria ini mendesah. Meysha pun bangkit dari sana karena ia tau pasti sesuatu telah bangun karena sentuhan kecilnya.


“meysha!!!, kamu harus tanggung jawab.” Teriak pria ini. “sayang, aku tidak mau tau. Puaskan aku sekarang” pinta razu berdiri.


“masuk lah kekamar mandi sekarang, mari bermain air.” Sorak meysha dari dalam kamar.


“okey sayang, bersiaplah aku akan menerkam mu sekarang juga” tutur pria ini pergi menyusu sang istri.


Dikamar mandi, meysha berdiri dibawah shower. Ia menekan tombol shower tersebut sehingga keluar air mancur membasahi baju putih tersebut. membuat baju putih tersebut melihatkan kulit gadis itu beserta bra putih yang ia gunakan.


Razu yang melihat semakin membuatnya bergairah. Pria ini pun menghampiri meysha dan langsung mencium bibiir gadis ini dengan lembut. Meysha pun membalasnya.


“wah kamu pintar sekarang ya” ujar razu berbisik ditelinga meysha kemudian mencium leher meysha dengan penuh gairah.


“bagaimana yang tadi?” tanya razu melihat meysha yang sedang membaca buku disofa setelah bermain panas di kamar mandi untuk pertama kalinya. “masih berani lagi menggodaku ha?” ledek razu karena sudah dikasih paham.


“jangan ditanya, kamu membuat ku merinding. Sepertinya besok aku harus apotik” ujar meysha terlihat kesal dan masih lelah.


“ngapain?”tanya razu seketika melihat gadis ini.


“beli permen, penghambat kehamilan.” Ujarnya polos.


“no, kamu nggak boleh mengosumsinya.” Ketus razu langsung berubah.


“lalu apakah kamu mengharapkan aku hamil begitu?” ujar meysha menatap razu dengan tajam.


“kamu tidak akan hamil” tegas razu, percaya dengan ku.


“bagaimana kamu yakin bahwa aku tidak akan hamil, ini udah kedua kalinya kamu mengeluarkan didalam. No bukan dua kali tapi 5 kali Sehari ini tambah kemarin 1 kali. Berarti 6 kali.” Ketus meysha menatap razu dengan tajam banget kek ingin membunuh razu.


“kalau pun kamu hamil, kamu punya suami. Aku akan merawat anak kita. Dua bulan lagi aku juga akan wisuda kok. Soalnya kuliah ku sudah selesai” tutur razu seperti memaksakan. “dari pada aku nganggur aja, aku bisa mengasuh anak kita. Percaya aku sayang.” Ujar razu membujuk sang istri agar tidak meminum permen penunda kehamilan itu.


“tapi masalahnya aku kuliah bang razu, masak aku kuliah sedang hamil yang benar saja” meysha benar benar sewot.


“pokoknya, kamu tidak boleh meminum permen pembunuh bibit aku. Biarkan mereka luruh sendirinya. Lagian belum tentu kamu hamil. Karena kamu habis keguguran sayang.” Bujuk razu.


“aku mohon izinkan aku”


“nggak” keputusan razu bulat. “kalau kamu mengesumsinya, kamu akan melihat kemarahan ku” tiba tiba pria ini kembali keras.


“kamu egois!!” pekik meysha kemudian berlari kekamarnya.


Razu bukannya malah membujuk meysha namun pria ini masuk keruangan pribadinya yang udah lama ia tinggalkan disitu ia membuka gorden besar sehingga melihatkan keindahan kota tersebut dikelilingi lampu yang membuat suasana kota menjadi sangat cantik.


Razu meraih botol winenya kemudian gelas, pria ini menuangkannya ke gelas tersebut. kemudian menghidupkan rokoknya juga. saat menyesap winenya tiba tiba meysha datang dan merebutnya dari razu dan membanting minuman tersebut sehingga membuat razu beteriak.


…..

__ADS_1


Meysha pun meraih ponselnya dan membuka aplikasi wattsapp.


COMEL


“guys keluar yuk” ajak mesyha pada grubnya.


“yakin nih?” dian


“ntar suami lo marah”


“jemput gue, geu tunggu diluar.”


“oke”


Meysha bergegas ganti baju dan setelah keluar tanpa sepengetahuan razu. lagian ia tidak melihat razu ada dimana. Tidak lama teman temannya tiba menjemput meysha depan apartement.


“kemana kita?” tanya dian.


“kita Cuma bertiga niih?” tanya meysha melihat dian dan sonia.


“ya begitulah, febbi nggak bisa ikut bokap dan nyokapnya lagi dirumah” ujar sonia.


“ooh”


“jadinya kita kemana?” tanya dian kembali.


“keclub aja” sahut meysha.


Mereka pun berpesta ria dijalanan. Sampai diklub meysha ternganga. Sehingga menjadi pusat perhatian teman temanya. “serius aja kita kesini?” tanya meysha.


“kenapa emang?”


“ini club suami gue” jawab meysha mencicitt.


“hah serius loh. Dia yang punya tempat masksiat ini.” ujar sonia.


“ini luas, nggak akan ketahuan walaupun miliknya” ujar sonia menarik meysha untuk masuk.


Akhirnya meysha ikut masuk. Baru saja masuk mereka sudah mulai goyang goyang nggak jelas menikmati lagi yang disetelnya.


….


Razu masuk kamar. Ia hanya menemukan handuk yang dipak terakhir oleh meysha dilantai. “kemana dia?” tanya razu melihat se isi ruangan. Tiba tiba saja razu menerima pesan sebuah video lagi berpesta ria.


“gue nggak salah liatkan?” ujarnya.


Sekali lagi razu meneliti segerombolan gadis tersebut yang sedang bergoyang. Razu melihat sonia dan dian kemudian didurasi yang lumayan jauh pria ini melihat istrinya yang juga ikutan menikmati tempat tersebut.


Razu menggenggam tanganya dengan erat. Sehingga tangannya membulat sempurna. “berani sekali dia pergi kesana!” ketus pria ini segera meraih kunci motor lalu meinggalkan apartemen untuk menyusul sang istri kesana.

__ADS_1


Sedangkan anak anak muda tersebut menikmati pestanya sehingga lupa dimana mereka berada. Setelah lelah ketiganya memesan ruang vip dan pergi dari sana mengikuti pelayan untuk pergi keruang vip.


Seketika razu sampai sana langsung melihat dalam gerombolan tersebut namun sayangnya ia tak menemukannya. Pria ini pun menemui temannya yang mengirim pesan tersebut.


“hay zuu” sapa dia.


“lo liat dimana istri gue tadi?” tanya razu.


“oh dia sudah pergi, sepertinnya sudah memesan tempat.” sahut dia.


Seketika razu bertanya kemeja recepcionis. “apakah tadi ada yang memesan ruang VIP di antara mereka.” tanya razu kepada pelayan.


“ada tuan, dan mereka juga memesan pelayan cowok bertiga orang” ujar wanita tersebut.


“Arghh,, dimana ruangannya?” tanya razu seketika.


“di A002 tuan”


“oke”


Razu seketika datang, saat pria ini mamasuki ruangan namun tidak menemukan siapa pun. Sedangkan anak anak itu sudah kabur karena dian sempat melihat razu tadi.


“gila benget.” Ujar dian gemetaran.


“iya loh.” Jawab sonia. “hampir saja kita dibantai kalau kita ketahuan tadi” tutur sonia.


“tapi, apakah bang razu sering kesana ya?” tanya dian kepada meysha.


“mm” meysha hanya bisa mengeluarkan mm karena ia merasa sudah tak enak.


Meysha pun sampai diantar oleh teman temannya. “thanknyou ya untuk hari ini, padahal sebenarnya aseek loh, tapi pake datang pula suami lo itu” ujar dian.


“gue yang berterimakasih sama kalian, karena kalian sudah membuat gue senang.” Ujar meysha memeluk semua temannya.


Tidak lama lampu mobil menyinari wajah mereka. Mobil tersebut berhenti tepat disamping mereka, sonia dan dian langsung menunduk. “kenapa kalian ada disini?” tanya razu seketika.


“ah, kita ingin ketemu dengan meysha bang. Soalnya udah mulai liburkan ha” ujar dian.


“oh, kalau gitu saya duluan” sahut razu segera pergi meninggalkan mereka bertiga.


“gue masuk dulu ya” ujar meysha.


“oke..”


Meysha pun pergi. Gadis ini tiba masuk. Ketika ia masuk ia melihat razu yang duduk disofa. Meysha sudah menduga bahwa razu pasti kesana mencarinya. “nih, permen yang kamu minta” tutur razu memberikan kantong kresek kecil tersebut.


Meysha meraihnya dan melihat isinya. Ternyata itu pil kontrasepsi. “kenapa bang razu membeli ini?” tanya meysha.


“dari pada kau jadi pela**r diclubku. Mending nggak usah aja. Aku bisa mengalah kok.” Sahut razu. “aku mohon jangan datang kesana lagi” ketus razu kemudian pergi dari sana.

__ADS_1


Bersambung;).


__ADS_2