DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Kembali nya meysha dengan senyuman indahnya


__ADS_3

...****************...


Paginya mereka duduk diruang makan,sambil menyantap makanannya dengan lahab. Sekali kali mereka tak sengaja saling pandang kemudian meysha segera memalingkan wajahnya.


"Kenapa kamu kayak gitu?"tanya Razu karena bingung dengan tingkah ke kanak-kanak sang istri.


"Kayak mana bg?"tanya meysha. Gadis ini menaikan alisnya matanya pura pura sangat cool.


"Ngapain kamu melihat ku begitu." tanya razu lagi.


"Nggak kok. kepedean aja" ketus meysha mengunyah makanannya. Meski didalam hatinya ada rasa cemas dan penasaran tentang pria yang sedang makan bersamanya ini.


Razu kini telah selesai sedangkan meysha akan menyantap suapan terakhirnya.


Setelah meysha menghabiskannya, ia pun minum air putih. Saat itu razu menatap gadis ini kemudian menopang dagu dengan kedua tangan nya.


“berapa umurmu?” Tanya razu.


“kenapa bang Razu tiba tiba bertanya?” ledek meysha.


“karena aku ingin tahu.” Tutur razu. “saat pengisian formulir buku nikah aku tak sempat melihatnya. Berapa umurmu?” ujar razu mengulanginya pertanyaan nya.


“menurut bg razu, coba tebak aku umur berapa?” jawab meysha.


“bagaimana aku bisa menebak. Aku bukan dukun.” balas razu sambil berdiri mengangkat piring kotor mereka.


“kalau bg razu, umurnya berapa?” Tanya meysha balik.


“Aku.. 23 tahun.” jawab razu membuat meysha terkejut. “kenapa ekspresi kamu begitu? Apakah kamu tidak percaya umur ku segitu”


Meysha menggeleng tak percaya umur razu 23 tahun. “atas dasar apa kamu tidak percaya. Karena aku terlihat terlalu muda atau karena aku terlihat terlalu tua?” Tanya razu kini berbalik mengangkat yang lain.


“tidak keduanya.”


“lalu.”


“karena kamu terlalu tua dari aku” ledek meysha. “makanya aku terkejut. Aku kira aku menikahi pria dibawah umur 20 han. Eh tak taunya ternyata umur mu lebih dari ekspetasi ku.” Jawab meysha.


“emang berapa umurmu?”Tanya razu menaikan satu alisnya.


“biasanya angkatan kedua itu berumur berapa?” kata meysha balik bertanya..


“19, 20, kebanyakan 21 sih. Kalau kamu antara 19 dan 20 bukan?” tebak razu begitu sangat pede sekali.


“salah!” teriaknya.


“20 kah”


“salah”


“21?”


“apakah aku tampak setua itu?” Meysha mengerucutkan bibirnya karena dibilang umurnya 21 tahun.


“lalu berapa?”


“18 tahun!” jawab meysha membuat sendok yang dipegang razu jatuh kelantai karena terkejutnya. Meysha langsung syok melihat ekspresi tidak percaya pria tersebut.

__ADS_1


“18 belas tahun.?” tanya razu menaikkan alisnya untuk memastikan bahwa dia salah Dengar atau bagaimana nya.


“kenapa?, apakah tidak sesuai?” Tanya meysha. “atau jangan jangan bg razu malu,karena usia ku ternyata beda jauh denganmu. Usia itu bukan apa apa. Jadi jangan khawatir.”


“benar., usia bukanlah apa apa.” Sahut razu akhirnya memungut sendoknya kembali dan mulai mencucinya setelah itu ia akan berangkat kekampus.


“bg razu.” Panggil meysha.


“iya”


“Aku mau kekampus dulu ya, makasi untuk masakannya hari ini. semuanya enak banget.” Puji meysha.


“kamu masuk jam berapa?”Tanya razu.


“jam 07 : 45”


“oke.”


“bg razu ada kelas kah hari ini?” Tanya razu.


“ada Cuma 1 sks. Jam satu siang nantik”


“ooh, aku duluan ya.”


“oke.”


Meysha pun pergi. Sedangkan razu hanya menggeleng.


Dikampus Sonia dian dan febi menunggu kedatangan meysha. Sebelum itu mereka tak sengaja melihat bella yang lewat di depannya seperti orang sudah kehilangan mahkotanya. Gadis itu hanya menunduk lewat bersama teman temanya.


“Sonia, apakah dia juga bekerja dirumah lo?” Tanya dian.


“nenek lampir,tukang fitnah itu?” tutur dian memonyongkan bibirnya.


“oooh,iya. Dia juga bekerja disitu. Bahkan orangtua ku memuji dia. Katanya dia anak hebat ini itu dan segalanya lah.” Jawab Sonia met malas membahas bella.


“ih apanya yang hebat.”ketus febi.


“hay hay hayiiiiiii” meysha datang menyapa mereka dengan senangnya.


“kenapa kamu baru datang sekarang,apakah pesawat pribadi mu rusak sehingga harus terjebak macet.” Ujar Sonia meledek sambil tertawa.


“ I am so so so sorry. Begini. Tadi terjadi masalah dijalan sama mobil gue. Jadi gue harus memperbaikinya.”tutur meysha sambil bergabung dengan mereka.


“arghh. Alasan itu lagi. Ya udah yok ke kelas.” Tutur febi berdiri.


“dia kenapa?” tanya meysha mengerutkan keningnya.


“biasalah. Papanya marah karena telat pulang kemarin.” Tutur dian. “lo sendiri gimana tumben, apakah tidak kenak marah karena telat pulang kemarin.” Tanya dian. Biasanya meysha adalah orang yang paling pertama badmood.


“nggak dong, gue kan sudah bebas.” Sahut meysha.


“sepertinya teman kita sudah kembali. “WELCOME to MEYSHA.” Tutur Sonia memeluk teman nya dengan gemas.


“emang gue kemana selama ini?”Tanya meysha.


“semenjak pulang KL lo sangat menyebalkan dan nggak ada gairah hidupnya. Tapi syukurlah lo sekarang udah kembali, jadi gue senang juga nengok nya.” Tutur dian.

__ADS_1


“haha.. ya udah kita ke kelas. Pasti febi sudah sangat badmood.” Tutur meysha merangkul febi.


Tiba dikelas mereka melihat dosennya belum datang. “gue kira kita TELAT , ternyata dosennya belum datang.” Tutur meysha.


“nggak baca grub ya meysha” tutur si komting.


“ada pengumuman kah?” Tanya meysha.


“ya begitulah. Fis b memang sial setiap saat.” Tutur komting sangat frustasi


Wah parah dia datang hari ini hanya untuk satu mata kuliah eh tak taunya dosen malah tak masuk.


“arghhh bangsat benar deh, kalau gue tau gini. Kemarin Kan gue udah terbang.” Ketus febi kesal sekali.


Karena besok dia juga nggak ada kelas ada kelasnya besoknya lagi. “benar nih.” Ujar dian. Mereka pun duduk meysha dengan Sonia dan febi Dengan dian.


“eh alfano.” Ujar mimi teman kelas meysha yang tiba tiba saja melihat alfano masuk. Meysha langsung melihat alfano.


Alfano kebetulan juga melihat meysha. Mereka sama sama tersenyum malu. Semuanya menjadi heran dengan tingkah alfano.


"Ada apa nih?"


"Aroma aroma yang cinlok nih" ujar si Mimi.


"Nggak ada kok.


“pak komting. Ini tidak ada info atau apa gitukan. Kalau nggak kami akan pergi.” Ujar meysha


“ada, sha. Kelas lama harus berkumpul dulu. Kita ingin merapatkan masalah kelas kita.” Tutur mimi.


“what? Rapat apa?”


“jangan pergi dulu, sha.”


“oh oke”


Meysha pun menjauh dari mereka kemudian menengok teman temannya. “gue nggak bisa ikut kalian kali ini. kelas lama gue ada pertemuan.” Tutur meysha kepada temannya.


“yah, mau bagaimana lagi.” Tutur yang lain mengerucutkan bibirnya yang lain.


Anak yang bukan dari fis B lama pun meninggalkan tempat tersebut. Tinggal Cuma fis b lama dikelas. Kami tinggal 11 dua belas dengan alfano. Setelah teman teman meysha pergi. Meysha pun tinggal sendiri. Yah dikelas ini meysha tak punya teman untuknya karena mereka semua anti dengan orang pelit dari sejak semester satu.


Namun ia memilki komting yang selalu baik dan mengutamakan dirinya meski anggota kelas lain enggan bermain dengannya, maka dari itu meysha tambah dingin dan tak membatu mereka semua dalam urusan kelas. Kalau bukan karena permintaan komting mereka. Meysha pun meraih tasnya kemudian hendak pergi namun dihalangi oleh alfano.


“mau kemana?” Tanya alfano.


“aku akan kembali,jam satu bukan?” Tanya meysha.


“iya”


“Aku akan kembali.” Tutur meysha kemudian memilih jalan lain dari pada meminta permisi kepada alfano memberi jalan.


“lihatlah dia,sangat sombong angkuh dan pelit.” Ketus mimi setelah meysha keluar dari sana.


“nggak papa lah. Kan dia punya segalanya.” Tutur yang lain.


“dia kayak gitu karena kalian menjauhi. Sebenarnya dia nggak kek gitu.” Ujar alfano. “gue akan kembali juga ntar.” Alfano menyusul meysha.

__ADS_1


Bersambung:)


__ADS_2