
...****************...
Tiba diapartemen meysha langsung masuk. Ia merebahkan dirinya disofa. “aku lelah banget, tapi untungnya semuanya selesai juga.” tutur meysha sangat lega sekali.
Razu juga duduk disampingnya. Meysha menatap wajah razu kemudian tersenyum. “terimakasih untuk hari ini, karena bang razu terlihat sangat keren sekali.” Puji meysha.
“serius?. Kalau begitu ada hadiahkan untuk ku?” tanya razu dengan nada khas pria dewasanya sehingga bulu kuduk meysha menjadi berdiri semua.
“hadiah?” meysha pun lagi lagi tersenyum. “sini” ujarnya meysha membuat razu mendekatkan wajahnya.
Cup
“hadiah untuk hari ini” tutur meysha setelah mengcup pipi razu sekali.
Razu mengerucutkan bibirnya. “hanya ini?” ujarnya kecewa.
“lah?”
“aku mau yang lebih” pinta razu.
“lebih?, apa lagi?” tanya meysha.
“mulai hari ini, mari kita sama sama melengkapi ya?” pinta razu mengalihkan pembicaraan entah kenapa tiba tiba ia ingin mengtakan ini.
Meysha mengangguk. “tentu, aku akan mencintaimu.” Tutur meysha.
“aku akan menantikan itu. aku mandi dulu.” Ujar razu kemudian pergi.
Meysha pun menyusul, ia menarik tangan razu agar berbalik kepadanya. Entah punya keberanian dari mana gadis ini. ia menjinjitkan kakinya lalu memberikan kiss kepada sang suami. Razu pun tersenyum,kemudian menarik tubuh meysha dan mengangkatnya kemudian mendudukkan dia diatas estafet tersebut.
Pria ini ******* bibir meysha dengan mengintimidasi begitu dalam. Razu segera melepaskan ciumanannya saat dirinya mulai merasa kekurangan oksigen. Sedangkan meysha menatap intens pada kedua mata razu dan berkata. “ini kah hadiah yang kamu inginkan?” tanya meysha tersenyum jahil.
Razu hanya membalas dengan senyuman tersipu. “apakah mau lebih dari ini?” bisik meysha ketelinga razu, tak lupa sedikit mengigit telinga razu membuat pria ini makin teransang akan dirinya.
“meysha!” teriaknya kaget saat telinganya digigit tersebut.
__ADS_1
Meysha tertawa. “bagaimana?” tanya meysha mengangkat salah satu alisnya. “kalau begitu biarkan aku mempersiapkan diri. Aku tunggu dikamar.” Ujarnya menggoda.
Sedangkan razu nampak ambyar, ia menggaruk kepalanya tidak sabar. Entah apa yang kini ia rasakan. Pokoknya rasanya bercampur aduk. Dengan jalan linglung seperti seolah sedang mabuk. pria ini menyusul kedalam kamar.
“sayang, aku datang.” Kikikan kecil razu mencari keberadaan sang istri.
Meysha pun keluar dengan baju haramnya. Yang benar saja gadis ini terlihat sangat liar sekali. “kita mau coba gaya apa?” tanya meysha.
Membuat razu langsung menganga. “sayang, dari mana kamu belajar menggoda?” tanya razu seketika saat mendengarkan godaan yang tak biasa itu.
“haha, kepo buanget” ledek meysha. “apakah aku terlihat bodoh?” tanya meysha mengerucutkan bibirnya.
“kamu baru saja membuat hatiku berdebar, karena kamu sangat menggemaskan.” Puji razu membuat meysha melayang layang.
Gadis ini langsung menutupi wajahnya dengan kedua tanganya. “aaa aku sangat malu. Pasti wajahku sangat memerah sekarang.” Rengek meysha terus menutup wajahanya. “aah, bisakah bang razu cepat saja melakukannya. Aaku benar benar malu.” Pinta meysha lagi.
Razu malah terkekeh. “untuk apa kamu malu?. Aku adalah suami mu sayang.”
“aaa, jangan bicara lagi. Kalau nggak aku ganti lagi nih.”
Meysha menatap mata razu dengan lembut. “aku adalah milik mu.” tuturnya. Razu pun mengecup bibir mungil gadis ini. awalnya Cuma sesaat. Namun pria ini pun melanjutkan aksinya. Ia terus mencium bibir gadis ini makin dalam sembari terus memapah keranjang. Disitu mereka menjatuhkan diri.
Razu melepaskan ciuman tersebut, kemudian mengusap pipi meysha dengan lembut. “apakah kamu yakin kita melakukan ini disiang bolong begini?.” tanya pria ini berbisik ketelinga gadis ini setelah itu kembali mencium bibir meysha saat gadis ini hendak menjawab namun dibungkam. Razu terus menciumnya dan ciumannya beralih kelehernya sehingga membuat beberapa kemerahan disana. Meysha mengelinjang hebat seperti ulat bulu dan mendesah tak karuan dengan sentuhan pria ini.
Mereka melewati sorenya dengan melakukan hubungan suami istri. Setelah mendapatkan kepuasan itu, razu mengecup kening meysha dengan hangat. Meysha pun mengeliat lelah.
“makasih untuk hadiah spesialnya. Sayang.” Bisik razu
“mmm,, jam berapa ini?” tanya meysha.
Razu meraih ponsel meysha dan melihat ponselnya. Meysha juga melihat ponsel tersebut. “jam 4 sore.”
“ah iya, aku belum sempat menggantinya. Maafkan aku.” ujar meysha segera meraih ponselnya kembali.
“aku cemburu”
__ADS_1
“iya, maafkan aku. Ini aku ganti.” Ujar meysha mengeluarkan tangan satunya lagi dari selimut. Meysha mengganti walpaper ponselnya menjadi foto razu. “puas sekarang?” tanya meysha menaikan alisnya.
Razu pun terkekeh. Kemudian memeluk meysha. “terimakasih, sayang” pria ini sangat manja sekali.
“bang, aku mau mandi duluan lah.”
“mmm, oke.” Razu pun melepaskan pelukaan nya. “mau ku mandikan juga?” goda razu.
“bang,” meysha melotot.
“iya.” Razu pun menutup wajahnya dengan selimut.
Meysha pun langsung mengambil baju haram tersebut dan memakainya. Setelah itu gadis ini berlari kekamar mandi. Selang meysha berlari kekamar mandi. Tiba tiba saja ponsel razu berdering.
“woi zuu, lo dimana!?” tanya danto berteriak didalam ponsel tersebut.
“dirumah cok” jawab razu dengan santainya.
“gila, kok bisa bisanya lo masih dirumah. Lo dicariin pak dono. Woi jangan bilang lo lupa!. Kita sidang begok!!!” teriak danto.
Seketika razu langsung terperanjak. “astaga, gue lupa. Guekan ada bimbingan sama bapak tu. Astaga!”
“stres lu. Mentang mentang ada istri. Bisa bisanya lo lupa.”
“15 menit gue akan sampai. Mohon bilang kepada pak dono ya”
Razu segera memasang pakaiannya kemudian meraih tasnya lalu pergi dari sana tanpa berbicara kepada meysha. Saat mesyha keluar diapartement sudah tidak ada lagi orang. “bang razu?” sorak meysha. Namun tidak ada suara.
“kemana dia?”
"kenapa dia meninggal ku tanpa pamit."
ujar meysha berkata kata dalam hatinya sambil mengeringkan rambut dengan handuk.
Bersambung:)
__ADS_1