DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Laki laki paling gila


__ADS_3

Sore harinya meysha nekat mendatangi rumah mertuanya untuk bertemu dengan Razu. Namun sayangnya Razu malah tidak ada dirumah sehingga gadis ini harus terjebak dirumah tersebut dengan mertua dadakannya tersebut.


"Kamu kuliah semester berapa?"tanya Anton.


"Semester 4 om" jawab meysha dengan sangat lembut sekali.


"oooo angkatan dua berarti ya?"tebak sang papa mertua.


"hehe iya om" sahut meysha. "mmmm bang razunya masih lama pulang nya ya om?" tanya meysha kembali sebab sudah dua jam ia berada disini namun tidak menemukan batang hidung pria tersebut.


"Masih lama. Karena dia jarang pulang." ujar alira dengan nada ketidak kesukaannya kepada meysha.


"hah jarang pulang, tante ?" ujar meysha syok. Dia duduk dua jam dengan segelas jus mangga itu hanya untuk menunggu Razu. Razu nya ternyata jarang pulang.


"Mmmm, kalau begitu biasa nya bang Razu mainnya dimana Tante.?"tanya meysha dengan rasa takutnya, karena mata wanita ini terlihat sangat tajam sekali. Bahkan matanya mirip dengan mata anaknya yang kejam dan berkehandak semaunya.


"Kamu kan istrinya,masa iya selama seminggu kau belum tau juga dimana suami mu bermain.. oh jangan katakan kau juga tidak tahu dimana dia tinggal?" semprot alira dengan tatapan sinis nya tersebut. Sedangkan meysha memang tidak tahu hal itu hanya terkekeh menunduk menandakan itu berarti dia benar benar tidak tahu.


"cih.. payah sekali kau." ketus alira. “suami sendiri tidak tahu.”


"mah." ujar papanya agar menyuruh sang istri diam dan tidak mengintimidasi sang menantu terus menerus.


"ini ada alamatnya, kamu susul aja dia kesana oke." Ujar anton memberikan selebaran kertas itu yang baru saja ia tulis.


"terimakasih om." Sahut meysha meneriam kertas tersebut dan mengecek alamatnya. Untung dia tau tempat ini. jadi mudah ia mendapatkannya.


Meysha pun pergi ke alamat tersebut namun sayangnya ia juga tidak menemukan keberadaan pria galak tersebut. “kemana sih perginya, orang kejam itu!” ketus meysha frustasi. Meysha berdiri disitu begitu lama, pada akhirnya ia bertemu dengan seorang security yang sedang berpatroli.


"pak, permisi."


"iya non." jawab security-nya melihat meysha dari ujung kaki sampe ujung kepala.


"Ini benar apartemen Razu Aulia Nugraha kan pak?"tanya meysha.


"iya non.. itu kan ada namanya non" ujar security-nya menunjuk papan nama dengan warna gold tersebut.


"hehe iya pak.. tapi kalau boleh tau. Razu kalau tidak diapartemen biasanya dimana ya pak?" tanya meysha.


"Wah kebetulan saya tau " jawab pak security-nya tersenyum lucu. "kalau nggak disini, biasanya dikampus, kalau tidak dikampus palingan dirumah orangtuanya atau bisa jadi di clubnya non. kalau boleh tau non ini siapanya?" tanya securyti


"Temannya pak, hehe... kalau boleh tau clubnya dimana pak?"tanya meysha kembali.


“wah sekali lagi saya tau tempatnya.” Pak security-nya menyebutkan alamatnya.


Meysha pergi ketempat yang tak seharusnya berada. Namun ia kesana untuk mencari seseorang yang kini memegang statusnya sebagai seorang istri. Saat dirinya memasuki tempat ini betapa takjubnya ia melihat dunia bebas itu. ia baru tau betapa cantiknya tempat ini bisa melakukan apa saja.


“no meysha mari fokus kita cari saja orang gila itu.”


Meysha melihat seisi tempat tersebut namun tak menemukan sosok yang dia cari. Karena tak menemukanya meysha pun memutar tubuhnya kembali untuk keluar. Saat tiba diluar dia melah berpapasan dengan razu. Razu menatap meysha.


“kau?, ngapain?” tanya razu mengerutkan keningnya. "Berani sekali kau mengikuti aku sampai kesini." ketus Razu Tampak tidak mood melihat siapa pun saat ini.


“bg razu,Aku mencari bang Razu kemana mana ternyata bang Razu disini" tutur Meysha.


"Ada apa?,kenapa kamu mencari ku?. Bukankah semua nya sudah selesai tadi siang?" ujar Razu lepas landas.


"Selesai dari mananya bang. Kita belum menemukan titik terang tentang hubungan kita" ketus meysha kesal.


Razu pun menarik tangan gadis ini ke parkiran mobil. Kemudian Ia membawa meysha masuk kedalam mobilnya lalu menyetir mobil tersebut dengan kecepatan tinggi dan tak beraturan karena asal memotong saja.


“pelan kan mobil mu. Nantik kita bisa mati. ” teriak meysha memegang sabut pengaman pada mobil teresebut.


“ya, mari kita mati bersama. haha.” Ujarnya ketawa semakin menjadi jadi menyetir mobilnya. pria ini memang nggak waras sama sekali.


"Apakah hidup mu sebegitu kesepian nya sehingga kamu selalu mencari cara untuk mati.!" Teriak meysha.


"Tidak usah banyak bacot ah."


“bisa nggak, kalau mau mati itu nggak usah ngajak!?, gue belum mau mati goblok” teriak meysha menangis.


Seketika razu ngerem mendadak membuat meysha benar benar shock. Pria ini keluar dari mobil kemudian berjalan ke seberang dan membuka pintu.


“turun”


“what?, nggak mau.”


Baiklah, razu tak mempedulikan dirinya, namun dirinya malah menjauh dari situ. Ia membelakangi meysha. Kedua tangannya didepan. “bg razu? Kamu sedang apa?. Please antar aku ke club lagi. Mobil ku disitu.” Sorak meysha. Karena razu tak menjawab meysha memutuskan turun dari situ.


Ia berjalan kearah razu, namun razu menghentikan meysha. “ jangan kesini, bila kau tidak ingin melihat burung beoku.” Tutur razu membuat meysha berhenti.

__ADS_1


“bu_buburung beo?. Kamu punya?” Tanya meysha begitu polos. “mana?, coba ku tengok.” Ujar meysha melanjutkan langkahnya hendak menghampiri pria ini.


“berhenti! Semut merah. Aku sedang buang air kecil!” bentak razu membuat meysha menganga. Jadi burung beo yang dia maksud itu adalah miliknya sendiri.


“k_kakakaaka.mu. dasar cabul” pekik meysha segera berlari kedekat mobil kembali.


Razu kemudian berbalik badan sembari menarik resleting celananya. Setelah itu dirinya meraih kotak rokok yang ada di sakunya dan mengambilnya satu batang. Dengan santainya dia menyalakan rokoknya kemudian mengisapnya kemudian menghembuskan asap rokoknya denagn bergaya.


Semoga saja kau keselek. batin meysha. biar mampus!


Ketika itu meysha melihat pria ini dengan lekat “Apa sih mau dia,kenapa dia tidak mau melepaskan ku?, masa gara gara papanya dia mempertahan aku.” Rungut meysha bermonolog sendiri.


“mau?” ujar razu menawarkan kotak rokok tersebut. meysha menggeleng takut. Razu sepertinya mengambil kesempatan ini. ia mendekat kepada meysha sehingga membuat meysha mundur dan akhirnya punggungnya beradu dengan mobilnya.


Razu manarik napas “aku suka dengan Wajah polos mu ini, menipu banyak orang.” Razu makin mendekatkan tubuhnya, ia membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke telinga meysha. Pria ini menghirup aroma gadis ini, aroma alami dari tubuh gadis ini.


Aroma tersebut, bukanlah parfum. Tapi itu hanya aroma bedak bayi kemudian aroma sampo dari rambutnya yang sangat harum. Razu pun mengangkat wajahnya kembali. “kau tak menggunakan parfum?” Tanya razu. Meysha langsung mencium aroma tubuhnya, wajahnya benar benar merah.


“kenapa kamu mencium tubuhmu sendiri, kenapa tak mencium diriku saja.” Goda razu kembali.


Mata gadis ini kembali tajam. “sekarang, kamu antarkan saya ke club kembali, mobil saya disitu.” Ketus meysha memalingkan wajahnya.


“hanya mobil, kalau hilang pun bisa beli lagi.” Tutur razu.


“itu hadiah ulang tahunku dari orangtuaku.”


“tinggal minta hadiah satu lagi, atau perlu gue belikan hadiahnya satu lagi.”


“ck..” meysha hanya berdecak kesal.


“mau merokok dengan ku?” Tanya razu.


“ Aku tidak merokok!, lagian pasti itu ada kumannya.” Ketus meysha.


“Coba dulu.”


“nggak mau. Nanti aku sakit karena kuman yang menempel pada rokokmu itu” ketus meysha berusaha menghindarkan tangan razu, karena meysha membayangkan razu habiz menyentuh itunya lalu tanganya nggak dicuci malah langsung merokok saja.


“kamu kira milikku kotor ha?. Milikku bersih dan tidak ada kuman.” Ucap razu yang paham apa yang dihindari oleh gadis ini.


“is, menjijikan” ketus meysha geli mendengarkan razu berbibicara.


“bang razu. apakah kau segila ini?. Apakah kau memperlakukan semua wanita seperti ini juga.” ketus meysha mengerutkan keningnya. “atau hanya kepada aku dan bella saja.” ketus meysha.


“aku tidak pernah melakukan itu kepada bella ataupun kepada wanita lain, tapi ini aku lakukan hanya kepadamu saja.” tutur razu menghisap rokoknya kembali. “karena kamu adalah istriku”


Razu memberikan rokok bekasnya, kemudian meraih tangan meysha dan setelah itu ia mengangkat tangan meysha mendekati mulutnya. “coba hisap.” Ujarnya. Meysha berusaha menghindar namun pria ini memgang pipi gadis ini membuat meysha dengan nurut melakukan itu, namun gadis ini menelan asapnya membuat dirinya batuk batuk anehnya razu malah tersenyum melihat gadis ini batuk.


“kamu tidak papa?.” Tanya razu seketika saat meysha menunduk karena batuk tersebut.


“hmm,” meysha hanya mendehem. Dan terus batuk batuk, rasanya dadanya perih bersamaan dengan hidungnya.


“bagaimana rasanya?” tanya aneh pria ini


“Nggak enak sama sekali. Rokok itu membunuh mu. tau nggak sih.” jawab meysha memalingkan wajahnya.


"Kan membunuh mu, bukan membunuh ku."jawab Razu lepas bagaikan angin yang bergerak bebas.


“what?”


“mama dan bella memarahiku, karena aku merokok. Padahal rasanya nikmat dan sekarang istri ku juga memarahi ku bahkan mengatakan bahwa rokok ini membunuh ku." Kekeh razu.


“karena mereka sayang dirimu. Mangkanya mereka melakukan itu.” ketus meysha.


“kalau kamu?”


“a.. aku?.. cihk. Bg razu, sekarang pikirkan saja permintaanku.” Ujar meysha sedikit mendorong razu kemudian membuka pintu mobil dan masuk kedalam sana. Sedangkan razu malah tertawa.


“ ada apa?,kenapa kamu tertawa melihat ku.” Ketus meysha sangat kesal.


“aku ingin tinggal denganmu. Gimana ya rasanya main kuda kudaan denganmu. kebetulan aku sangat penasaran tentang ini.” Tutur razu.


“bg razu!” bentak meysha kesal


“besok aku akan datang ke rumahmu. Dan aku akan meminta dirimu tinggal dengan ku. Sepertinya bakalan seru kalau kita tinggal serumah, sayang.” Ujarnya menyentuh pipi caby meysha.


Razu pun melangkah pergi ke seberang, sedangkan meysha terdiam dan bingung melihat tingkah razu yang sangat aneh. Kemudian mereka balik jalur kembali. Tiba diparkiran club malam. Ketika mobil berhenti meysha langsung keluar dan masuk kedalam mobilnya.


“orang gila, aneh. Singting. stress” ketus meysha sembari memutar kunci mobilnya.

__ADS_1


“sampai ketemu besok sayang.”


Meysha benar benar merinding melihat senyuman gila tersebut.


….


“razu, anak ganteng mama. Akhirnya pulang juga.” ujar alira berdiri dari duduk saat mendapati putra satu satunya pulang juga setelah sekian bulan tak pernah pulang kerumah.


“hy, mah pah.” Sapa razu ikut bergabung dengan mereka yang sedang menikmati acara televisi kesukaan mereka.


Ayahnya masih menatap layar televisi sedangkan ibunya menatap gemas kepada anaknya yang sudah lama tak ia temui karena anaknya tersebut selalu menghindar untuk kerumah. Razu memilih tinggal di apartement dan mencari uang sendiri. Sedangkan uang pemberian orangtuanya ia tabung.


“ma pa” panggil razu.


“iya” jawab papa.


“iya, ganteng mama.” Sahut alira penuh semangat.


Razu mendehem singkat. “mah pah,.hm.. aku ingin istriku.”


“apa?!” histeris orangtuanya menatap sang anak.


Razu pun melemparkan senyuman lucu dan meminta. “ Mintakan istriku pada orangtuanya itu ya. Pah mah… aku tak berani sendiri. Hehe.”


“anggak mau, mama tidak mengizinkan dirimu tinggal bersama dengannya. Dia itu gadis kasar dan sombong. Lebih baik kamu akhiri aja hubungan mu dengan nya. Ceraikan!” Ujar alira sambil melipat kedua tangannya ke dada dan merajuk.


“tapi ma”


“kamu serius?, kamu tidak akan main main dengan gadis itu bukan?” Tanya sang papa dengan serius.


“iyah aku serius.” jawab razu menunjukan sisi terbaiknya.


“papah” teriak mamanya histeris.


Beda lagi dengan meysha, ia dirumah merengek membujuk orangtuanya untuk membantu dirinya membuatkan surat cerai mereka.


“tidak bisa” tegas papanya.


“kamu dan razu, baru saja menikah. Seharusnya kamu ikut dengannya. Mengapa masih disini?” Tanya sang papa.


“pa!, pernikahan itu palsu dan terpaksa.”


“anggak ada yang palsu,semuanya nyata. Besok aku akan menanyakan hubungan ini lebih lanjut kepada keluarganya. Apa yang diputuskan keluarganya, maka kita akan mengikutinya”


“ma, aku tidak mau ma” meysha merengek kepada sang ibunda yaitu Carissa.


Carissa pun hanya tersenyum ayu. “kamu tau bukan?, keputusan papa bersifat mutlak” ujar mamanya membuat gadis ini cemberut.


“meysha?, kenapa emang? Kamu takutkah?” ledek sang kakak.


“takut apa?”


“dia bukankah senior yang sering kamu ceritakan itu. dia sangat galak bukan?”


“hahaha siap siap saja kebebasanmu akan di per sempit.”


“hahha


“hhaha


Kakak kakaknya meledek adiknya.


“kita sudah memberi keponakan cantik dan tampan kepadamu. ini giliran mu yang memberikannya kepada kami.”


“mommy!.. kakak!”


“eh kalian, jangan mengganggu adek kalian.” Ujar mamanya.


Sedangkan kakaknya tertawa puas.


“eh, mereka mau datang besok” ujar sang papa baru saja membaca pesan masuk dari ponselnya.


“hahaha.. mampus kamu meysha. Razu akan meminta haknya.”


“mommy kakak jahat.”


Eh kalian.


Bersambung;)

__ADS_1


__ADS_2