
...****************...
….
SUAMI HOT
Aktif 12 menit yang lalu
Bang razu meysha kerumah mama ya,kengen mama.
Nantik aku pulang jam 7 malam diantar sopir.
Bye bang razu.
Setelah memberikan pesan meysha pun mulai pecking dan memesan taxi online. Setelah itu ia pun turun dan meninggalkan apartemen. Untuk sampai kerumah orangtua meysha membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Saat tiba dirumah orangtua meysha. Mesyha langsung disambut oleh mamanya.
“aku sangat merindukan mama” ujar meysha memeluk carissa dengan hangat. Begitu juga papanya yang muncuk. “hallo papa, aku juga sangat merindukanmu” ucap meysha beralih memeluk papanya tersebut.
Abang abang meysha berkumpul bersama anak dan istrinya di ruang keluarga. “hay abang abangku dan kakak kakak ipar cantik aku.” Sapa meysha dengan senyum cantiknya.
“hay meysha. Razu mana?” tanya baim.
“bang arzu ada kelas kak” sahut baim.
“owh”
Baru saja meysha duduk, kelima keponakannya langsung berkumpul dan bergantian cipika cipiki sama auntinya yang comel ini.
“ada apa datang kesini?” tanya bimo.
“emang nggak boleh?” jawab meysha balik bertanya.
“haha, boleh, kok sewot gitu sih kek macan tutul” ledek bimo.
“haha, masak iya”
“aunty, kemana aja?” tanya gemas keponakannya.
“owow.. aunty belajar sayang.” Sahut meysha menyentuh pipi gemas keponakannya.
“aunty… aunty. Kata papa, aunty masuk rumah sakit dan dedek bayi…
Seketika baim langsung menarik putra tampannya dan menutup mulutnya sehingga membuat meysha terkejut sekali, begitu juga yang lain ikut tegang melihat meysha.
“kenapa?, dedek bayi siapa?” tanya meysha seketika.
“bukan apa apa meysha” jawab sang kakak. “itu tiara, katanya dia akan berencana ingin punya dedek bayi” ujar bian ngasal aja. Sehingga mata meysha melihat tiara.
“rencana.” Jawab tiara seperti menyembunyikan sesuatu.
“regan, sini sama aunty. Regan mau ngomong apa tadi sayang.” Ujar meysha malah ingin ngomong bersama regan karena ia curiga dengan semua orang dirumah ini bahwa pasti sedang menyembunyikan sesuatu.
“nggak ada aunty.” Sahut regan seperti ketakutan begitu.
__ADS_1
“apasih yang kalian sembunyikan dariku?. Maa pah” ujar meysha melihat orangtuanya.
“hehe, ya rencana tiara mau nambah adek bayi untuk leo dan lea.” Tutur carissa ikut berbohong.
“apakah telah terjadi sesuatu selama aku terbaring dirumah sakit?” tanya meysha.
“no, kamu hanya sempat kritis itu aja sayang.” Sahut carissa.
“mama yakin?. Soalnya kalian sangat aneh tau nggak sih. Bahkan bang razu juga seperti menyembunyikan sesuatu gitu.”ujar meysha masih benar benar penasaran dengan apa yang disembunyikan oleh mereka semua.
“bukan apa apa meysha, mungkin itu hanya perasaanmu saja. Tenang ya.” Ujar bimo dengan manisnya.
“apakah dikeluarga ini kejujuran juga sudah mulai memudar?” tanya meysha seketika membuat semuanya terdiam.
“kamu yakin ingin dengar apa yang kita rahasia in dari kamu?” tanya baim seketika. Membuat semua mata melihat ke arah baim semuanya. Sambil semuanya menggeleng geleng.
“katakan saja” sahut meysha.
“tapi kamu harus janji tidak akan mempermasalahkan ini dengan razu?. karena ini bukan keinginan razu untuk berbohong tapi kita yang minta?” tanya baim lagi.
“jadi benar kalian semua sedang menyembbunyikan sesuatu dari aku?, bahkan suami ku sendiri?” meysha mengerutkan keningnya.
“meysha ini tidak lah perlu kamu tahu, karena ini bukan apa apa.” Tutur carissa. “bila kamu tau pun, itu hanyalah biasa biasa aja untuk mu meysh.” Ujar carissa.
“OKE.” Sahut meysha mengubur rasa ingin tahunya tersebut.
“anak anak semuanya, bagaimana kalau kita bermain ke bekalang. Aunty udah kangen banget main dengan kalian semua. Kalian semua pasti juga kangen sama aunty bukan?” ujar meysha.
“disaat kamu kritis, kamu keguguran” ujar baim sketika membuat ruangan itu hening. Meysha langsung terkejut melihat baim.
“baim, apa apa an sih” ketus carissa.
“ma, nggak papa diberi tahu. Lagian kalau nggak dari kita dia pasti akan penasaran dan akan bertanya kepada regan. Pasti itu.” tebak baim. Baim bisa membaca pikiran meysha.
“anak anak ayo kita main” ajak meysha tanpa mempedulikan orang orang dewasa tersebut. “ini bukan tempat kita” tutur meysha berdiri dan membawa semua keponakannya kebelakang rumah.
Tiara pun menyusul, karena tiara adalah orang yang paling dekat dengan meysha. Ketika tiara menghampirinya meysha pun tersenyum tak seperti biasanya.
“sha, kakak minta maaf ya. Ikut ikutan bohong.” Ujar tiara.
“bukan masalah kok kak, lagian benar kata mama kok. Bukanlah apa apa untuk ku itu.” ujar meysha dengan senyum cerahnya.
“aunty, ayo main sini aunty.” Ajak regan.
“hehe iiya sayang” meysha meninggalkan tiara sendiri tanpa minta izin.
Meysha menghabiskan waktunya sampe sore disana lalu segera pulang. Tiba dirumah ia ternyata sudah melihat razu sedang berkutik dengan leptopnya. Meysha pun melewatkan dia begitu saja.
“udah pulang saja, katanya pulang jam 7” tanya razu, namun meysha tetap berlalu.
Gadis tersebut masuk kamar lalu bersih bersih dan tak keluar keluar dari kamar. Razu yang selesai bikin makalahnya pun menutup leptopnya dan masuk kamar kemudian menaroh leptopnya dimeja kerja.
“meysha aku tadi menghubingmu, tapi kok nggak aktif ?” tanya razu.
__ADS_1
“HP ku kan udah nggak ada” sahut meysha seperti orang ngajak ribut tersebut.
“lah terus kamu chat aku dengan apa?” tanya razu kembali masih belum sadar istrinya ini sedang marah.
“dengan leptop” jawabnya.
Razu pun melihat meysha. “kamu kenapa. Kok betek gitu?” tanya razu melihat wajahnya.
“nggak papa” sahut meysha.
“mey. Aku ada salah ya?” tanya razu.
“nggak kok, mana ada razu pernah salah” ujar meysha dengan senyumannya.
“mulai lagi” decak razu betek dengan tingkah sang istri yang sangat labil tersebut.
“alasan kenapa aku marah adalah, karena kalian semua menyembunyikan hal sebesar itu dari ku.” Pekik meysha. “tapi nggak papa, karena saya sudah terbiasa dibohongi semenjak tinggal dengan mu kok, jadi nggak perlu dikhawatirkan.” Sahut meysha sendiri.
“apa masalahnya?. Aku tidak paham.” Jawab razu meraih tangan meysha. “apa?. Apa yang telah kami sembunyikan darimu?” tanya razu.
“kau tidak merasa sedang menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya meysha menaikan alisnya.
Razu pun menggeleng bukan untuk membantah namun ia benar benar belum paham dengan kata kata meysha.
Meysha pun terkikik sendiri. “nggak papa kalau kamu nggak merasa, tapi akan kusebutkan biar kau tau.” Meysha menghela nafasnya kemudian mengelurakannya dengan pelan. “disaat aku kritis, aku keguguran. Kau menyembunyikan itu dariku” tutur meysha.
Sehingga razu pun langsung ingat. “kami, tidak memberi tahu mu tentang itu, karena itu sudah hilang. Untuk apa mengasih tau yang sudah pergi.” Ujar razu. “dan karena itulah kita tidak membahasnya, kami hanya tidak membahasnya bukan menyembunyikannya meysha.” Jelas razu lagi agar meysha mengerti.
“tapi dia berkembang ditubuhku!, beraninya kalian tidak membahasnya dengan ku!. Dan kau. Beraninya tanpa surat izin menyemainya didalam sana.” Teriak meysha menarik kerah baju meysha.
Razu tak bisa menjawab, ia tidak bisa lagi menyusun kata kata untuk meyakinkan istrinya. “kenapa diam?, nggak ngoceh lagi?”
“kalau misalkan kamu tahu kamu sedang hamil. Apakah kamu akan menerima anak itu?” tanya razu.
Meysha pun melihat razu dengan tajam. “tentu tidak, aku juga akan menggugurkannya. Apakah itu yang ingin kau dengar dari mulutku hah?” pekik meysha.
Razu meraih tubuh meysha dan memeluknya, meski meysha memberontak tapi pria ini bersikokoh memeluk gadis ini. “maafkan aku, sayang.” Lirih razu.
Akhirnya meysha diam. “aku benar benar kesal” rutuk meysha.
“mmm, aku tau. Maafkan aku ya, sayang. Mulai hari ini aku akan berjanji tidak ada yang akan ku sembunyikan lagi dari mu.” ujar razu menggosok punggung meysha supaya lebih rileks.
“bagaimana denganmu?, apakah kamu marah karena aku anak pertama mu harus pergi jauh dan tidak kembali lagi?” tanya meysha.
“aku tidak marah, tapi aku hanya menyesal. Karena aku lah kita harus kehilangan calon bayi itu.” tutur razu karena bagaimana pun ia bersalah atas semua itu.
“maafkan aku, kalau aku tahu aku hamil. Mungkin aku tidak nekat bertengkar dengan wanita itu” sahut meysha menatap wajah razu dengan lekat.
“tidak papa sayang.” Sahut razu mencium bibir meysha membuat meysha memejamkan matanya. “sekali lagi yang minta maaf ya sayang.” Ujar razu.
Mereka sama sama berpelukan.
Bersambung:)
__ADS_1