DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Kakak meysha yang aneh


__ADS_3

...****************...


Sedangkan dikampus. Razu baru membuka ponselnya jam enam. Ia melihat 70 pesan dan salah satunya adalah meysha.


SEMUT MERAH


Hari ini


Hari ini aku pulang kerumah orangtuaku.


Jangan menghubungiku, sampai aku menghubungi mu kembali.


^^^Oke^^^


Razu pun heran dengan pesan tersebut. Tumben centang satu, profil tidak ada dan terakhir aktifnya juga hilang. “apa gue diblok?, atau kehabisan paket?. Atau paket habis?. Eh sama aja coy.” tidak mungkin itu terjadi. Rumah gadis itukan memiliki wifi yang stembai 24 jam.


“kalau gue diblok, apa salah gue?”. Kenapa harus berpikir panjang, tidak mungkin dirinya diblok tanpa sebab bukan.


Razu pun mengambil motornya kemudian pulang ke apartment. Tiba di apartment ia melihat ponselnya kembali, namun tetap centang satu. Karena penasaran akhirnya ia menyalin kontak meysha Ke Hp lainnya. Saat ia membuka aplikasi whatsapp betapa terkejutnya pria ini melihat profil meysha ada.


Bahkan gadis ini sedang online. “what!, dia blok gue?. Apa salah gue?. Apa karena gue mengerjainya?. Tapi mengapa dia segitunya.” Ujar razu terkekeh sendiri.


Razu pun meletakan hpnya menggeleng tak bisa berbuat apa apa karena ia tak tau kesalahannya dari mana. tapi malah diblok begitu saja. Dia emang gitu. Wanita yang sangat aneh. Sulit dimengerti.


Setengah jam kemudian razu sudah selesai ia meraih kunci mobil untuk datang kerumah mertuanya meminta keterangan kenapa dia diperlakukan seperti itu tanpa di ketahui apa salahnya.


Ia tiba dirumah mertuanya. Tiba disitu razu disambut oleh kakak pertamanya meysha. “eh ada razu, mau jemput meysha ya?” ujar baim sambil senyum senyum.


Razu membalas senyumnya,namun melihat kakak iparnya ini senyum senyum aneh itu membuat dirinya merinding juga. tidak hanya baim tapi semua yang melihat razu malah senyum senyum yang aneh begitu.


“kamu datang tepat sekali, kebetulan kami akan makan malam.” Tutur Carissa.


“yuk kita makan sama sama” ujar bian. Membawa razu untuk makan.


Ketika mereka sudah duduk bersama. Carissa menyuruh pelayan memanggil meysha untuk turun karena serapannya sudah siap. Razu masih menahan diri dan mencoba menanggapi keluarga dari istrinya. Nggak tau lah. Sekarang tersenyum aja dulu.


“Maaf mah pah kakak dan kakak, kenapa kalian semua melihat ku begitu?. Ada yang aneh kah?” Tanya razu memberanikan diri.


“ No, semoga cepat jadi ya.” Ujar bimo.


“meysha masih kecil, nggak usah keburu buru gitu bim.” Tutur baim.


“tapi kalau jadi, mau bagaimana?” ujar bian sepemikiran dengan bimo.


“kalau jadi pun bagus dong. Kapan perlu tiga sekalian. Bian udah dua bimo juga dua dan bian satu, semoga aja meysha tiga.”


Razu makin ngelek. “apa sih yang mereka omongin.” Batin razu berkata kata.


Tak lama pelayan datang dengan meysha. Meysha menaikan alisnya saat melihat razu bergabung dengan keluarganya. “sejak kapan kau datang?” ketus meysha.

__ADS_1


“baru saja” sahut razu.


"Sayang kok ngomong nya nggak sopan gitu." tegur sang mama.


"tau nih,mau jadi istri durhaka ya sayang." ledek Bimo. Membuat yang lain terkekeh.


"Aku hanya bertanya." sahur meysha tanpa melihat ketiga kakaknya.


“udah sayang, jung duduk. Kita harus makan.” Ujar Carissa. Meysha pun duduk disamping razu. ia melihat razu beberapa kali. Pertanyaannya masalah semalam belum terjawab.


Mereka pun mulai makan. Setelah makan, meysha meminta izin lebih duluan untuk kekamar dan meninggalkan razu begitu saja. Razu melihat gadis ini tampak kesal sehingga ia berdecak kesal. Kemudian menunduk melihat piringnya kembali.


“apa kalian sedang bertengkar?” Tanya Carissa.


“aku tidak tahu,maa. Kenapa dia marah denganku.” Jawab razu juga bingung.


“kamu habis mencuri sesuatu dari nya mungkin mangkanya dia marah.” Ledek tiara.


“me_mencuri… ah tidak mungkin aku mencuri. Apa yang ku curi.” Ujar razu terkekeh.


“yakin?” ledek bimo dengan wajah nakalnya. “kalau dicuri juga nggak papa. Kalian Kan sudah menikah.” Tambah bimo


“hehe… aku boleh bertemu meysha kan mah pah,kak.”


“silahkan silahkan. Jangan buru buru ya. Nikmati saja.” Tutur bian.


Razu tak mengerti dengan mereka semua, ia pun menyusul meysha. Tiba dikamar meysha ia mengetuk pintu kemudian masuk kedalam kamar meysha. Meysha sedang duduk di sofa sambil memegang pena dan laptopnya menyala. Razu langsung menghampiri meysha.


“Nin, mereka semua kenapa?” Tanya razu.


“kenapa emang?” jawab meysha begitu acuh.


“mereka semua berbicara aneh.” Sahut razu.


“palingan mereka sedang meledek kita.” Sahut meysha masih acuh.


“kenapa?” Tanya razu.


“palingan mereka sedang meledek kita” ulang meysha.


“maksudnya kenapa kita diledek?.” Tanya razu mengerutkan keningnya.


“tadi aku menceritakan apa yang terjadi kepada ku ke kak tiara. Eh tau taunya kak bimo menguping dan akhirnya mereka sebarkan.” Jelas meysha sambil membuka web referensi.


“Cerita?, cerita apa?” Tanya razu.


“ Masalah darah di ranjang.” Sahut meysha.


Seketika mata Razu langsung membelalak mendengar kan penjelasan menggelitik dari gadis tersebut. Meysha yang juga tiba tiba teringat dengan kejadian itu lagi langsung melihat razu.

__ADS_1


“ bg razu?, apakah semalam kita benar benar melakukan itu?” Tanya meysha langsung memastikan.


“jadi masalah itu lo ceritakan kepada kakak kakak lo. Arghh pantesan mereka ngomong aneh. Pasti dia menganggap kita benar benar melakukanya.” Ketus razu kesal.


“jadi itu tidak benar” tanya meysha lagi.


“nggak benar lah!..” tiba tiba razu terdiam ia memutar bola matanya melihat meysha kerena sudah keceplosan. “Arghh ketahuan” rintih razu.


“Bg razu, keterlaluan ya. Bercanda bg razu itu tidak enak tauk” ketus meysha betek banget melihat razu. “bikin lemas aja” ketusnya menjadi tidak mood lagi mengerjakan tugasnya.


Razu pun menatap meysha dengan serius. “ semalam aku tidak bercanda, Cuma itu baru simulasi.” Tutur razu.


“simulasi?, kata bg razu kita belajar pemrograman computer pakai simulasi segalak hah.” Ketus meysha.


“kalau lo berani pulang malam, berani menemui alfano lagi dan berani melanggar aturan gue lagi. Gue akan langsung bikin anak.” Ancam razu kembali. “gue nggak bercanda.” Tegasnya.


“semalam untung masih simulasi. Gue adalah pria yang tidak memberikan kesempatan dua kali kepada orang, jadi lo tolong hati hati sama gue. Kalau lo tidak hati hati bisa jadi gue menghukum lo seperti yang sudah ada dalam perjanjian.” Ketus tambah razu.


Meysha menelan ludahnya. “kamu ngapain kesini?” Tanya meysha mengalihkan topik nya sendiri.


“awalnya aku nggak mau datang tapi,..” razu menghentikan kata katanya dalam sejenak kemudian melihatkan hpnya kepada meysha. “kenapa lo blokir gue?, gaya lo kekanak kanakan tauk.”


“memang kekanak kanakan, tapi mau gimana lagi. Karena itu memang gaya ku dalam menghindar dari sakit hati dan rasa kecewa.” Ujar meysha menyusun semua kertasnya kemudian memasukannya kedalam tas.


“Lo sakit hati dengan gue?, kenapa?”


“karena kamu membohongiku” ketus meysha kini pergi ke tempat tidur. “ini adalah kamarku, jadi ini semua milikku. Kamu tidur di sofa atau cari aja sana kamar kosong oke.”


“aku tidak mau. Aku tidak pernah tidur di sofa.” Ujar razu kemudian berlari ketempat tidur meysha. “kamu saja yang tidur di sofa atau cari tempat lain. Kalau tidak kita berbagi saja. Nggak papa kok.” Tutur razu.


Meysha meraih tangan razu dan menariknya. “ini milikku!” pekik meysha terus menarik tangan razu agar beranjak dari tempat tidur tersebut. sedangkan razu malah memejamkan mata menikmati suara pekikan meysha dengan sangat tenang.


“baiklah jika kau tak mau pindah.” Ketus meysha akhirnya ikut berbaring disamping razu. bukan hanya berbaring ternyata meysha dengan antusias menggeser geser tubuhnya membuat razu ikut tergeser di tepi.


Ini sudah terlalu ditepi bila meysha masih menggeser bisa jadi ia akan jatuh dan kepalanya akan mengenai nakas disamping ranjang tersebut. Tak ada pilihan lain razu langsung memeluk gadis ini seperti memeluk bantal guling. Kakinya menjepit kaki meysha. Tubuh meysha dilahap habis dalam pelukan pria ini.


Meysha langsung terkejut, sampai sampai matanya mem bola hebat. Tubuhnya tiba tiba aja bergetar hebat dan jantungnya berdenyut begitu cepat dari biasanya. “dalam aturan nomor 5 kamu dilarang membantahku, tapi kamu malah selalu membantahku. Maka hari ini, jangan lakukan itu lagi. Bila kamu melakukan itu aku akan menghukum mu.” tutur razu tak bercanda dengan apa yang dirinya katakan.


Meysha pun berusaha lepas karena merasa sangat gugup karena wajah meysha berada di dada pria ini dan kepala pria ini berada diatas kepalanya. Ia terus gelisah. “jangan bergerak, nantik adikku bangun” tutur razu memperingati meysha.


“adikmu?, siapa adikmu?” Tanya meysha.


“yang dibawah.”


“kau!!..


“diam lah. Aku ngantuk. Hari ini benar benar melelahkan habis mengajar angkatan 1 yang tak kalah hebat nakalnya dari angkatan 2.” Tutur razu makin memperat pelukannya. Mata pria ini terpejam. Meysha menghela napas kasar kemudian pasrah. Akhirnya ikut memejamkan matanya.


Bersambung;)

__ADS_1


__ADS_2