DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Menunggu meysha siuman


__ADS_3

...****************...


“aku sangat membenci mu bella, karena aku menyelamatkan mu. aku harus kehilangan calon anak ku dan istriku, istriku harus dirawat. Bahkan sampai sekarang dia tidak bangun bangun. Kamu tahu aku takut bila dia tiada lalu menyusul calon anak kami.” Oceh razu menyalahkan bella semua yang terjadi.


Bella menarik nafasnya, bersamaan dengan memejamkan matanya, gadis ini mengeluarkan berbutiran air mata rasanya hatinya benar benar hancur saat menerima kenyataan mulut pria yang sangat ia cinta harus mengeluarkan kata membenci mu tersebut.


“razu, bukan aku yang menyebabkan bila calon anak mu meninggal. Tapi ini semua salahnya. Dia yang memulai semua ini. andaikan saja dia tak menyerang ku. Mungkin aku. Mungkin aku tidak akan menyerangnya juga. razu, aku mohon percaya dengan ku. Aku tidak bisa menahan bila kamu membenciku begini” mohon bella berlutut dihadapan razu membuat razu mundur satu langkah.


“aku tidak akan memaafkan mu, selamanya. Jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Nggak ada baik baikan dan pokoknya enyah dari hidupku. Jika tidak aku akan memenjarakanmu atas kecelakaan ini.” bentak razu.


Bella tersenyum miris “lebih baik aku mendekam dipenjara, dari pada aku disuruh menjauh darimu!. Kamu tau betapa sayangnya aku kepadamu. kamu tahu betapa hancurnya aku. Bahkan aku rela memberikan tubuhku untuk mu bila kamu menginginkannya.” Lirih bella.


Emosi razu sudah sampai ubun ubun. Tangannya mengepal saat melihat kebodohan bella dalam cinta. “jangan memancingku?. Karena aku akan dengan tega memukul mu. karena bukanlah kamu lagi orang yang paling istimewa untukku!”


“apakah aku begitu tidak berarti sampai gampang sekali kamu mencampakkan ku seperti ini, padahal kita sudah sama sama selama tujuh tahun.” lirih bella mendongak menatap mantan kekasihnya tersebut.


Razu menghela nafas kasar. Lelaki ini mengusap rambutnya dengan kasar dan melirik bella dengan tajam. “jangan jadikan 7 tahun itu alasan!. Untuk kita masih bisa bersama.” Razu menunduk menatap wajah bella. “berhenti menggangguku, atau aku akan penjarakan dirimu.” Ancam razu. lalu pergi dari sana, sedangkan bella menangis sejadi jadinnya.


….


Setelah razu berbicara dengan bella, razu pun kembali masuk seketika carissa langsung menghampiri razu. “razu, apa yang sebenarnya terjadi dengan anak mama?. Apakah benar kamu menyelamatkan kekasihmu itu dengan cara melukai putri kami?” tanya carissa memegang tangan razu.


Razu tak menjawab, pria ini hanya berdiri dengan tatapan kosong. “razu katakan.?. razu!!!” bentak carissa.


“eh!. Berani sekali kau membentak anak saya!” ketus alira menarik tangan carissa. “kau nggak dengar hah?, razu itu berusaha menolong putrimu dan berusaha agar nama baik putrimu baik baik saja. Emang kau mau anak kau dicap sebagai pembunuh hah?” ketus alira berdiri dihadapan carissa.


“saya tidak bicara dengan anda!, saya bicara dengan menantu saya.” Tekan carissa mendorong alira untuk menghindar dari pandangannya.

__ADS_1


“tapi menantumu itu, putra saya.” Ketus alira kembali berdiri dihadapan carissa untuk melindungu putranya dari serangan nenek lampir tersebut.


“kenapa kalian selalu bertengkar?.”tanya razu lirih. “apakah tidak bisa disituasi seperti ini kalian menunda pertengkaran dulu?” tanya razu. “aku capek.” Lirih razu kemudian pergi dari sana.


“razu!, mama belum selesai bicara. Apakah kamu penyebab meysha masuk rumah sakit dan kehilangan janinnya hah?!” teriak carissa. “kalau begitu kau membunuh anakmu sendiri.” Teriak carissa sekali lagi.


“anakku tidak membunuh anaknya, tapi anakmu sendiri yang tidak becus mengurus dirinya. Masa hamil saja dia tidak tahu!. Dasar keluarga kriminal.” Ketus alira menantang carissa.


Sedangkan anton dan dino terlalu capek mengurus keduanya pria ini saling pandang dan memikirkan sesuatu. setelah itu sama sama bergerak dan menyeret istrinya secara bersamaan. Tiba dilapangan rumah sakit yang panas tersbeut.


“silahkan dilanjutkan” ketus dino membuat dua mama ini diam. “jangan masuk sebelum kalian damai.” Peringatan dari dino begitu juga dengan anton. Setelah itu keduanya pergi dari sana.


“Bagaimana kalau mereka bergulat?” tanya anton.


“tidak akan terjadi.” Sahut dino memastikan mereka tidak akan bertengkar.


“yakin?” tanya anton.


….


Disisi lain razu duduk terus memandang istrinya yang tak kunjung siuman sudah 13 jam dari sejak dirawat. Bimo si kakak ipar menyentuh bahu razu, “sebaiknya kamu istirahat, gantian.” Tutur bimo.


“nggak papa kak, aku akan menunggu meysha sampai siuman.” Jawab razu dengan suara seraknya.


“tapi zu,..”


“kak bimo kalau mau pulang duluan nggak papa kok. Biar aku sendiri yang jaga meysha.” Tutur razu karena disitu hanya ada razu dan bimo yang menunggu meysha siumana.

__ADS_1


“kalau begitu baik lah.” Sahut bimo. “kalau ada apa apa langsung kabari kakak ya.” Ujar bimo.


“pasti kak.” Sahut razu.


Bimo pun pergi meninggalkan ruang rawat tersebut.


Razu meraih tangan meysha, “meysha, kenapa lama sekali menutup matanya. Kamu marah ya dengan ku?. Sha.” Panggil razu mencoba untuk membangunkan meysha. Tak lama seorang dokter bersama dengan seorang suster.


“selamat malam, tuan razu” sapa dokter dan suster itu dengan ramah.


“malam,”


“izinkan kami memeriksa istri anda telebih dahulu.” Izin dokter tersebut.


Razu melihat dokter tersebut dengan teliti. “bagaimana dok?, kenapa dia lama sekali tertidurnya?, dia baik baik sajakan dokter?” tanya razu panik.


“itu disebabkan oleh efek bius. Dia akan sadar setelah efek nya hilang.”jelas dokter.


“tapi sampai kapan dok!?. Sampai kapan saya harus melihat dia seperti ini.” ketus razu meringis. “ini sudah 13 belas jam saya duduk disini tapi tak ada peregerakan pada tubuhnya. Bahkan saya tidak bisa mendengar dia bernafas. Apakah anda yakin dia baik baik saja?” tanya razu benar benar takut bahwa istrinya tiada.


Dokter hanya bisa menghela nafas panjang melihat ketidak sabaran suami daari pasien beranama anindya meysha. “tuan razu, jangan panik berdo’a lah kepada yang maha kuasa. Istri anda akan baik baik saja. Jangan berpikir negatif karena itu bisa membuat keshatan anda juga ikut tterganggu.” Jelas sang dokter menenangkan pria tersebut. “kalau begitu kami permisi”


Razu membiarkan dokter pergi, ia melihat istrinya. “rasanya aku ingin menggantikan mu. kenapa tidak aku saja yang disana. Pasti rasanya sangat sakit ya. Noo tapi lebih sakit lagi seperti diriku harus duduk tidak bisa apa apa hanya menunggu mu. rasanya sangat sakit meysha. Kamu tau disini..” pria ini menepuk dadanya. “sakitnya disini, disini meysha.”


Apalah jawab wanita yang tak sadarkan diri itu, meski berbicara teriak pun dia tentu tidak akan mendengarnya. “meysha, jangan lama lama tidurnya. Mey.” Panggil razu lagi setelah diam beberapa saat. Bahkan air mata pria ini sudah entah berapa banyak nya mengalir sejak kejadian menyakitkan tersebut. razu mengusap air matanya dan memncium tangan gadis ini beberapa kali.


Razu pun diam, merebahkan kepalanya disamping istrinya sambil memeluk tangan istrinya tersebut. “baiklah, aku akan tidur juga denganmu. Mari kita bangun besok pagi ya. Kamu harus janji ya, kita bangun besok pagi?. Oke meysha.” Tutur pria ini menyatukan kelingkingnya dengan kelingking itu.

__ADS_1


“iya” jawab razu meniru cara bahasa meysha. Razu pun memejam matanya.


Bersambung :)


__ADS_2