
...****************...
Jalan pulang meysha mengomel. “bang razu tau, apa yang bang razu lakukan tadi itu benar benar membuat ku malu. Malu banget bang. Bang razu tau itu?” ketus meysha. “dan bang razu apa apa an cobak melarangku berteman dengan sahabat sahabatku.” Ketus meysha.
Razu menyentir. Ia tidak peduli perasaan meysha. Meysha pun menghela nafas kasar karena tidak mendapatkan respon yang dia ingin kan dari bibir pria tersebut. Tiba di apartement gadis ini langsung masuk tampa membawa tasnya, sehingga razu yang membawa tas tersebut.
Tiba didalam meysha mendudukan pantatnya disofa. Gadis ini menggeram ditempat tersebut. “hari ini, benar sangat memalukan. Memalukan.” Ketusnya beberapa kali.
“kamu tidak meminum obat dan tidak menyentuh makanan yang kubuat?” tanya razu meletakan tas meysha dikursi dan melihat makanan yang utuh tersebut.
Meysha melihat razu. “tadi aku benar benar buru buru, mana aku keturan lagi.” Ujar meysha.
“jadwal mu saja sama dengan ku masuknya. Hari ini kau ada satu matakuliah fisika modren dengan 3 sks. Kau bilang kau buru buru?. Jam berapa kau bangun hah?”ketus razu karena meysha tampak tidak tempat memberikan alasan kepadanya.
“ck, kau nggak sempat makan dan meminum obatmu itu. apakah kau sudah sangat gatel ingin ketemu dengan pacarmu itu hah?” ledek razu dengan senyum sinisnya.
“bang razu!” pekik meysha.
“jangan membentak ku!!” teriak razu lebih garang dari meysha.
Meysha melihat kedua mata pria itu dalam amarah. Sehingga ia merasakan amarahnya juga akan meluap jika tidak segera pergi dari hadapan razu. untuk itu meysha langsung menarik diri meninggalkan razu ditengah ruangan tersebut. bahkan meysha membanting pintu kamar.
Gadis ini berdiri dihadapan cermin, ia melihat dirinya didalam pantulan cermin. Ia melihat wajahnya dengan penuh amarah. Tak lama gadis ini menarik rambut cantiknya sendiri. “aaaaa” teriaknya berkali kali tak terima.
Tak lama razu ikut masuk kedalam kamar tersebut. tiba tiba saja pria ini memeluk meysha dari bekalang. “ maafkan aku, ini murni salahku. Aku lah masalahnya. Aku benar benar cemburu melihat mu dengan pria itu.”ujar razu kemudian mencium bahu meysha membuat meysha bergidik.
Meysha melihatnya dari pantulan cermin. “Kamu tau, kenapa aku marah?... itu karena kamu terus diam diam dekat dengan wanita itu. padahal kamu suami ku, tapi wanita itu terus saja mendekati mu.”
“yang penting aku tidak meresponnya” sahut razu membalikkaan tubuh meysha menghadap dirinya. Jawaban razu membuat meysha terkekeh pelan. “kenapa kamu tertawa?” tanya razu seketika merubah mimik wajahnya.
“bukan apa apa… aku hanya ingin tertawa saja. Ketika mendengar kata kata mu itu. kamu memang tidak meresponnya, tapi dia akan tetap mengejar dirinya lalu kau akhirnya jatuh cinta lagi dan,, aku ditinggalkan. Bagaimana?” tanya meysha. “karena 99 % laki laki pasti bakal tetap menemui masalalunya meskipun sudah bucin banget sama yang baru. Buktinya. Kamu tadi pagi datang kekossan bella bukan” ujar wanita ini sambil melepaskan tangan razu dari pinggangnya.
“ka.. kamu tau dari mana aku ada disana?” tany razu seketika.
“haha. Kalau bang razu menyangkalnya mungkin tadi aku masih menerimanya. Tapi ternyata bang razu benar benar datang kesana ya?. Ternyata mama memang benar banget bila filing seorang istri nggak pernah salah.” Ujar mesyha. “padahal aku mengatakan itu, karena filling saja.”
Seketika razu terdiam. Meysha pun cukup tersenyum, “kamu ngapain kesana pagi pagi?” tanya meysha kembali.
“aku..
“bang razu, aku sudah katakan berkali kali, bahkan beribu ribu kali. Kalau bang razu memang belum mov on darinya, bang razu boleh kok kembali kepada dia.” Ujar meysha. “jangan begini, kalau bang razu kayak gini, yang ada bang razu bukannya membuat meysha jatuh cinta tapi meysha makin ilfil dengan bang razu.” ujar meysha menyipitkan matanya berbicara dengan tertatih tatih karena menekan nekan setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
“bang razu bilang bang razu cinta sama meysha, tapi bang razu masih saja menemuinya. Bagaimana mesyha percaya dengan bang razu kalau bang razu tidak konsisten begini.” ucap gadis ini.
“aku memang datang kesana, tapi aku datang kesana bukan karena aku ingin kembali kepadanya meysha. Tapi aku datang kesana karena temannya mengatakan bahwa bella bunuh diri.” Jelas razu. “temanya benar benar khawatir, mangkanya aku datang kesana lalu membawanya kerumah sakit dan setelah itu aku langsung kekampus mey.” Tambah razu menjelaskan dengan jujurnya.
“kenapa bang razu harus mengurusin urusan bella. bang razu bisa bilangkah suruh hubungi ibunya atau sahabat sahabatnya gitu. Kenapa harus bang razu juga yang mengurus dia?. Kan nggak harus. Kan nggak cinta.” Ujar meysha kembali.
“meysha. Bella itu mantan aku, dia melakukan itu prustasi karena aku. Dia..
“bang razu, meysha nggak papa kok kalau bang razu harus menolong dia atau balikan pun sama dia sekalipun meysha nggak papa kok. Tapi asalkan bang razu minta izin kepada meysha. Kan meysha istri bang razu, istri bang razu ini manusia juga loh. Istri bang razu ini punya perasaan cemburu juga loh.”
“sejak kapan kamu cemburu?” tanya razu seketika mengangkat alisnya. “bukankah kamu tidak peduli dengan ku?. Bukankah kamu pernah mengatakan bahwa kamu tidak cinta dengan ku. Jadi kenapa kamu harus cemburu?. Kamu juga menyuruh aku balikan dengan bella lalu kenapa kamu harus cemburu?” tanya razu seketika menghujami meysha dengan pertanyaan pertnyaan konyol tersebut.
“ya karena aku istri bang razu dan bang razu suami aku.” Ujar meysha mengangkat kedua bahunya. “cemburu itu tidak harus tercipta karena cinta.”
“hah?. Hanya sebatas itu?” tanya razu lagi lebih mendekatkan wajahnya kepada wajah gadis ini.
“iya” jawab meysha dengan polosnya.
“lalu bila aku balikan sama dia, apakah kamu tidak akan cemburu?” tanya razu kembali.
Meysha menggeleng. “tentu tidak, kalau aku tahu bang razu ingin balikan sama dia. Bisa juga aku mentolerir perasaanku dan mengontrolnya kemana dan bagaimana nantiknya.” Ujar meysha lagi sampai membuat pembaca bingung. Canda bingung.
“meysha, kamu tau nggak. Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan orang gila yang gilanya separah ini. sumpah” ledek razu pada akhirnya mundur dan meninggalkan meysha yang tampak berdiri dengan polosnya.
Setelah kesal sendiri dikamar mandi, razu kembali keluar. Kini istri gilanya tersebut sudah duduk diranjang. “kamu tidak mandi?” tanya razu.
“nggak” jawab gadis ini dengan santai.
“kenapa?”
“tidak papa” sahut meysha meraih leptopnya.
“mandi dulu sana, bau” ujar razu sambil menutup hidungnya.
“nggak mau” sahut meysha. “kalau bang razu nggak nyaman karena bau badanku, maka potong saja hidung bang razu itu. aku iklas kok.” Ujar meysha dengan nada serius dan matanya yang juga sangat serius.
“meysha, kamu tidak salah makan obat bukan?. Jangan jangan kamu malah minum obat mejadi gila lagi” sewot razu.
“kan bang razu sendiri yang bilang, aku gila. Ya kan aku jadi gila benaran.” Sahut meysha.
“astaga!, meysha. Aku menyuruh mu mandi sana. Atau nggak aku yang mandikan kamu” ancam razu.
__ADS_1
“bang razu mau memandikan aku?, yakin?. Mau memandikan aku, atau mau gituan sama ku.?” Tanya meysha dengan ekspresi menyebalkan tersebut.
“meysha” teriak razu. “mandi sana!” perintah razu sekali lagi. Sehingga membuat gadis tersebut kembali berdiri dan berlari kekamar mandi.
Razu tiba tiba saja tersenyum tipis. “walaupun dia nggak jelas, tapi aku tetap menyukainya.” Batin pria ini. pria ini pun begegas keluar dan menukar masakan pagi dengan masakan baru lalu menatanya dengan rapi kembali.
1 jam selesai, meysha keluar dari kamar dan melihat razu disofa sepertinya sedang mengetik kaarena jarinya tak berhenti dari sejak ia datang. Namun razu menyadari keberadaan meysha. “aku sudah siapkan makanan yang baru untuk mu, segera makan lalu minum obatnya dan setelah itu tidur.” Tutur pria ini tak melihat meysha.
Meyshapun menghampiri meja makan. “bang razu nggak makan?” tanya meysha kembali melihat razu.
“aku sudah makan.” Sahut razu.
“haha, bahkan makan aja sekarang kita sendiri sendirian ya. Segitunya.” Ujar meysha.
“meysha jangan memulai pertengkaran lagi.” Cegah razu.
“oke.” Sahut meysha berbalik untuk kekamar lagi.
Razu langsung melihat meysha yang hanya memakai bathrobe. Seketika razu meletakan leptopnya disamping ia duduk. Lalu menyusul meysha kedalam kamar. Tiba didalam kamar tenyata meysha malah sudah membaringkan tubuhnya diranjang.
“meysha aku menyuruh mu makan, bukan tidur. Apalagi tidur memakai bathrobe itu.” nasehat razu.
“aku ngantuk, aku malas dan semuanya menjadi satu hari ini. aku hanya mau tidur.” Jawab meysha yang sudah memejamkan matanya.
“meysha, aku menyuruh mu makan.” Ketus razu meninggikan suaranya.
“jangan memaksa ku. Aku lagi pms.” Ketus meysha berbalik arah melihat razu.
“pms?” seketika razu langsung menghampiri meysha membuat meysha ikut ikut membolakan matanya karena terkejut.
“iya, tapi kenapa tampang mu begitu?. Aneh” ucap meysha meremas selimut dan menutup wajahnya dengan pelan pelan.
“apakah sakit?” tanya razu lagi.
“ya, biasa. Kek pms sebelumnya kok. Padahal aku cemas sekali karena sudah telat 18 hari. Tapi akhirnya datang juga hari ini.” ujar meysha.
Razu menggeleng sesaat. “aku menyuruhmu makan, ayok” ujar pria ini menarik tangan meysha.
“aaa”
“ayo, setelah makan ganti bathrobe itu baru tidur.” Ujar razu.
__ADS_1
Meysha terpaksa mengikuti kata kata suaminya.
Bersambung:)