DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Cuma 14 hari singgah


__ADS_3

...****************...


“dokter, bagaimana keadaan putri kami?” tanya Carissa sejak tadi tak berhenti menangis karena untuk pertama kalinya meysha masuk rumah sakit setelah pernah masuk rumah sakit diusia 6 tahun karena alergi udang dan kacang.


“keadaan pasien, sudah stabil tapi..”


“tapi apa dokter?” tanya razu seketika.


“karena dentuman yang sangat keras menyebabkan pendarahan yang besar, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan bayi yang pasien kandung.” Jelas dokter membuat razu menganga.


“kandung?, meysha hamil?” tanya razu seketika karena dia tidak tahu bahwa istrinya sedang hamil.


“hamil?”


“hamil?”


Seketika kata hamil itu nyambung nyambung dari mulut ke mulut.


“iya, pasien sedang mengandung, 14 hari.” Sahut dokter.


Seketika razu mundur dua langkah. Tubuhnya terasa tak bertulang saat harus kehilangan sesuatu yang tidak pernah ia ketahui kehadirannya sebelumnya. “tidak, ini tidak mungkin. Anda pasti bercanda bukan?” ketus razu seketika mengamuk, membuat kakak meysha manarik badan razu akan melepaskan dokter tersebut.


“razu!. kendalikan diri mu.” ucap kakak kakak iparnya.


"Meysha tidak mungkin hamil." ujarnya membantah kehamilan tersebut. "Dokter, anda pasti bercanda bukan?" tanya razu kembali.


Dokter pun hanya menggeleng. Seketika razu merasakan ragam kesedihan berkecamuk dalam benaknya. Ia harus menghadapi kenyataan kehilangan calon bayi pertama nya dan kehadiran nya pun ia tak tahu.


"Nggak mungkin!!.. anda pasti salah periksa. Tidak mungkin aku harus kehilangan anakku padahal aku sendiri tidak tahu kehadirannya. itu tidak mungkin!!" bentak Razu melihat sifat aslinya yang kasar bila sedang marah.


"Razu!!!, tenang!. umur nya masih 14 hari. Itu bukan masalah. Ini adalah kecelakaan." bujuk alira menenangkan putranya. "Dia saja yang nggak becus." tutur alira menyalahkan meysha.


"Apa kau bilang?!.. kau bilang putri kami tidak becus?..!" pekik Carissa langsung marah besar.

__ADS_1


"Kalau dia becus mengurus diri mungkin dia bisa menjaga cucuku." ketus alira berdiri menantang Carissa.


"Wah.. kau menyalahkan putri ku!. Kalau begitu kau cari saja sana wanita yang bisa becus mengandung cucu kau.!!" ketus Carissa sangat marah.


"Bisa tidak kalian tidak bertengkar!!" hardik Anton membuat semuanya terkejut. "ini rumah sakit, dan didalam sana anak kita menantu kita. sedang berjuang untuk hidupnya." tambah Anton. "ini malah membuat keributan." merungut


"Yang pergi bia lah pergi, berarti tuhan belum bisa mempercayai kalian untuk memiliki anak,mangkanya diambil lagi." ujar Dino. "tidak usah disesali. Kalian masih muda, masih dibuat lagi kok. apa yang perlu kamu sesali." ujar Dino blak blak kan membuat semua orang yang bersedih menjadi ternganga karena kata masih bisa dibuat lagi.


"Papa, apakah pantas ngomong kek gitu disaat kita berduka begini hah?" ketus Carissa kesal banget.


"Tapi memang benar kan. papa nggak ngomong salahkan." ujar Dino menaikan bahunya.


Razu pun pergi masuk kedalam ruangan Meysha. ia melihat Meysha berbaring dengan infus terpasang dimana mana. Seketika pria ini berlutut dilantai memohon maaf karena telah menyebabkan meysha seperti itu.


Andaikan saja dia tidak terlalu keras menarik gadis ini mungkin dia tidak apa apa dan anak pertamanya juga tidak akan pergi Secepat ini.


"Meysha. aku minta maaf." isaknya. "Aku minta maaf karena aku kamu harus dirawat dirumah sakit dan karena aku kira harus kehilangan anak pertama kita." Isak Razu dengan deraian air mata.


"Andaikan aku suami yang peka, mungkin aku sudah tahu disaat kehamilan dihari pertama saja. mungkin aku tahu dan mungkin ini tidak pernah terjadi."


"Meysha. bangun sayang. meysha. Aku janji akan menjadi suami yang peka dan bahkan satu titik perubahan mu tak akan ku abaikan. aku janji untuk esok."


....


Diluar alira dan Anton dikejutkan oleh kedatangan Bella yang menangis.


"Bella?.. kenapa kau ada disini?" tanya alira melihat penampilan Bella yang juga penuh luka.


"Bagaimana keadaan razu, Tante?"tanya Bella dengan lirih. "Dan bagaimana keadaan istrinya?" tambah bella menangis.


"Kau... kau bukankah wanita yang dibawa Razu ke mall itu?" tanya Carissa mengenali wajah Bella. "benar kau.. kau pacarnya Razu?" tanya Carissa.


"Dia,dia bukan pacarnya Razu, nyonya Carissa. Razu tidak mungkin memiliki hubungan dengan wanita seperti dia yang benar saja." ucap Anton memandang Bella dengan sebelah mata.

__ADS_1


"Ngapain kamu disini?" tanya alira.


"Aku kesini ingin berterimakasih, karena Razu telah menyelamatkan aku dari kejahatan istrinya. kalau bukan karena dia mungkin aku sekarang sudah meninggal ditangan istrinya." jelas Bella.


"Eh, kau ngomong apa hah?!. apa kau baru saja mengatakan adik kami berusaha membunuh kamu?". ketus Bimo langsung menghampiri Bella.


"Iya, Ini semua ada bukti nya." sahut Bella. melihat kan luka dan jejak cekikikan dari meysha begitu sangat kuat. "Tapi untung saya selamat karena ditolong oleh Razu."


"Maksudnya anda?... Razu menolong anda lalu membuat istrinya masuk rumah sakit begitu?" tanya Carissa.


"Razu tidak salah, dia hanya ingin membantu orang yang dia cintai. Dari terkaman Istri yang tidak ia cintai." jelas Bella entah punya keberanian dari mana dia berbicara omong kosong itu.


"What?,!"


"Omong kosong apa ini!!" ketus alira dengar kasar mendorong Bella. "Saya dulu memang pernah meminta anda untuk menikah dengan putra saya,tapi bukan berarti anda bisa menjelekkan menantu saya dan putra saya." ketus alira membela meysha.


"Dia memang anak kurang ajar,tapi menantu saya bukan seorang pembunuh. Dan putra saya memang pernah mencintai kau bahkan gila karena kau,tapi sekarang putra saya hanya mencintai menantu saya. Sebaiknya kau pergi dari sini." ketus alira begitu sangat emosional.


"Tapi Tante.. saya harus bertemu dengan Razu terlebih dahulu. Saya akan pergi kok tapi setelah bertemu dengan Razu." pinta bella.


"Pergi nggak, sebelum saya panggilkan security. kau mau diseret secara brutal hah disini?" ketus alira.


Razu keluar dari ruang rawat tersebut. Ketika ia melihat Bella seketika razu langsung menyeret Bella dari semua keluarga nya. tiba diluar ia mendorong Bella.


"Razu, kenapa kamu sangat kasar banget sih sama aku, aku ini bukan binatang." ketus Bella menangis.


"Penyesalan paling besar ku adalah aku punya mantan pacar murahan seperti mu ini. Aku tidak menyangka aku pernah pacaran, aku pernah makan sepiring berdua, aku pernah berciuman dan melakukan apa pun secara bersamaan dengan orang seperti mu ini. yang ternyata wanita paling hina yang pernah ku kenal!!!" maki razu.


"Razu,aku sudah menjelaskan semuanya kepada mu dan kamu juga melihat bukan bahwa dialah yang menyerang ku. dia adalah wanita jahat Razu!!" jelas Bella berusaha meyakinkan Razu.


"Bahkan disaat wanita itu masih berbaring tak sadar kan diri. Kau masih sempatnya mengatakan dia jahat." lirih Razu. "apa sih mau mu sebenarnya?. kurang cukup dengan apa yang kau lakukan kepada kami hah?. gara gara kau kami kehilangan anak pertama kami. apakah belum puas kau hah!!!.. apakah kau juga ingin menghilangkan nyawaku hah?" teriak Razu.


"Apa?, Kehilangan anak pertama?. jadi?. meysha sedang hamil?"tanya Bella seketika.

__ADS_1


"Iya!, Dia sedang hamil anak pertama kita. Tapi gara gara kau semua hancur. aku membenci mu Bella. bahkan aku sangat membencimu!!" ketus Razu menekan suaranya.


Bersambung:)


__ADS_2