DIAM-DIAM MENIKAH

DIAM-DIAM MENIKAH
Mengikhlaskan


__ADS_3

...****************...


Sejak kejadian itu meysha memilih untuk tinggal di hotel untuk beberapa hari. Razu sering berkunjung kesana meski kadang tak mendapatkan izin dari meysha.


Hari ini Meysha dan teman temannya duduk bersama di balkon kampus tempat biasa menjadi langganannya setiap hari bersama teman temannya. Karena pemandangan disitu sangatlah bagus.


Ketika mereka sedang bersantai, mata meysha tak sengaja melihat alfano dengan wanita lain sedang bercanda gurau. Betapa lepasnya mereka bercanda sehingga tidak merasa mengganggu orang lain.


Meski sudah saling ikhlas namun hati masih ingin memilki. “meysha, lo sakit hati ya melihat alfano dekat dengan cewek lain?” Tanya Sonia yang menyadari sahabatnya ini terus melihat kearah alfano bersama cewek itu.


“ Apakah kita harus pindah saja?.” Usul dian.


“ Atau perlu kita usir tuh alfano” tutur febi.


Mereka juga sangat geram melihat alfano yang bermesraan dengan wanita lain disaat disini ada wanita yang bertahun tahun menunggunya. “mey. Kalau lo nggak nyaman kita pindah aja.” Usul Sonia.


“gue bahagia melihat dia bahagia sekarang” tutur meysha beda dengan kata hati kecilnya. Tapi apakah semudah itu dia melupakan ku. perasaan baru seminggu ini kita putus,tapi kenapa dia secepat itu melupakan ku


“tumben?. Biasanya lo benci dengan cewek yang dekat dengannya.” Ujar febi.


“kapan gue kayak gitu. Nggak dong.” Tawa meysha. “sekarang gue ingin melupakannya. Karena bagaimana mungkin aku mempertahankan seseorang yang tak pernah bisa ku hampiri dan tak ada kesempatan lagi untuk dekat dengannya. Aku tidak memilki apa apa untuk dibanggakan sebagai miliknya.” Tutur meysha.


“wah erotis sekali.”


“ini membuat aku merinding”


“saat ini aku hanya mempertahankan hal yang membuatku bahagia, selebihnya aku tak peduli lagi.” Ujar meysha tersenyum kepada sahabat sahabatnya. “ meski kebahagiaan ku terletak padanya.” Batin meysha.


“ Apakah sesuatu telah terjadi?, kenapa kamu menangis saat mengatakannya?” ujar Sonia memegang tangan meysha.


Meysha tak sadar air matanya jatuh. Karena itu ia segera menghapus air matanya, kemudian tersenyum. “bukan apa apa kok.” Sahut meysha.


“ Kalau ada masalah katakan saja. Kenapa kamu malah menyembunyikannya dari kita. Kita ini bukan orang lain lagi.” Tutur febbi.


“nggak ada kok” sahut meysha menjawab dengan mengerutkan keningnya.


“ya udah. Kalau gitu jangan sedih lagi. Harus mov on oke.” Tutur Sonia dan teman temannya ikut memeluk meysha.


“iya. Terimakasih ya teman teman semua.” Sahut meysha membalas pelukan mereka.


Ting


Meysha meraih ponselnya kemudian melihat pesan. Ia membukanya.


081290XXXXXX


Online


Nanti malam kita akan menghadiri pesta pernikahan teman sekolahku.


Kamu harus ikut, karena katanya harus membawa pasangan.


^^^Hah?, salah kirim kah?^^^


Tidak!.


“kenapa dia ngegas kepadaku?” ketus meysha kesal sekali.


^^^Kamu siapa?^^^


Suamimu!.


“ah dia bg razu. tapi kok nomor baru sih.

__ADS_1


^^^Aku banyak tugas.,^^^


^^^Aku tidak bisa ikut denganmu!.^^^


^^^Lagian kita sekarang masih musuhan.^^^


^^^Belum baikan. Aku belum memaafkan mu!^^^


Razu pun Cuma membaca pesan gadis tersebut. kemudian menyusul meysha yang bersantai dengan teman temanya. “meysha” panggil razu.


“ya” meysha memiringkan wajahnya melihat siapa yang memanggilnya. Seketika ia langsung berpaling dan tiba tiba wajahnya merah. “Aku tidak salah lihat bukan?” bisiknya ke teman temannya yang juga terdiam melihat razu yang sangat tampan ini.


“ah” ujar teman temanya linglung karena terlalu terpana melihat ketampanan mantan bella ini.


“ah kenapa bg razu, sangat tampan sekali.” Tutur dian keceplosan.


“sungguh menawan.” Tutur febi.


“hm” razu mendehem singkat. “aku tau itu” sahutnya dengan pede.


“hei!!” ketus meysha menyadarkan mereka. “ada apa dengan kalian.?” Ketus meysha kesal.


Teman temannya langsung sadar, kemudian tersipu malu. Meysha pun melihat razu dan razu melihat meysha. “jangan terlihat gugup meysha, apapun yang telah terjadi itu hanya kesalahan semalam. Pasti dia sudah lupa.” Batin meysha berkata kata.


“ kamu akan datang bukan?” Tanya razu.


“kemana?” meysha balik bertanya sambil memalingkan wajahnya dari razu.


“ aku rasa aku tak perlu mengatakannya untuk kedua kalinya.” Sahut razu dengan cool nya.


“aku ada tugas kuliah, sangat banyak sekali. Dlnya besok” sahut meysha.


“tugas?. Tugas apa?” Tanya teman temannya.


“arghh,,” ketus meysha kesal karena ketahuan. “aku tidak mau datang” ketus meysha.


“ kau sungguh keras kepala.


“ memohon lah dengan lembut kepadaku.” Tutur meysha dengan sinis kemudian mengangkat kakinya.


“Kamu pikir aku akan memohon kepadamu?. jangan mimpi!” ketus razu.


“kalau begitu aku juga tidak mau datang.” Sahut meysha.


“ baiklah. kalau begitu jangan salahkan aku. Bila mulai sekarang aku lebih sering memaksakan kehendak ku padamu. Lagian malam itu sudah terjadi. Jadi aku tidak perlu menahan diriku lagi untuk tidak menyentuhmu.” Tutur razu.


“kalian ngomong apa sih?” Tanya Sonia.


“jam berapa!” ketus meysha terpaksa.


“jam tujuh.”


“oke!” ketus meysha.


“aku akan menjemput mu di hotel itu nantik, sekalian kemasi barang barangmu dan pulang ke apartemen.” Tutur razu.


“ya”


“ lain kali. Jangan keras kepala. Aku hanya menginginkan gadis yang bersikap penurut dan baik hati.” Tutur razu kemudian pergi dari sana.


Setelah razu pergi teman temannya langsung bertanya. “menyentuhmu?, maksudnya bg razu menyentuhmu itu apa?” Tanya Sonia.


“malam, malam apa?” Tanya dian dengan otak mesumnya. “apa yang kamu lakukan dimalam hari sama hayo?” goda dian.

__ADS_1


“eh, buang otak mesum kalian itu.” ketus meysha. “aku dan bg razu saudara an.” Tambahnya.


“kalian kan hanya sepupu an. Siapa tau aja bukan.” Tutur febi terlalu jelas.


“arghh nggak ada yang terjadi kok.” Jelas meysha.


“tapi, makin kesini. Dia makin tampan saja.” Ujar Sonia. “gue makin jatuh cinta dengan nya. Bisa kah lo bantu aku dekat dengan nya?” tutur Sonia.


“apakah kau serius ingin dekat dengan bom waktu itu?” Tanya meysha.


“iyalah.”


“menurut gue, buang perasaan lo jauh jauh tentang dia. Dia milik gue.” Sahut meysha.


“lo suka kak razu?” Tanya dian.


“aku tidak menyukainya. Tapi dia milik gue” tegas gadis tersebut. “lagian dia itu adalah pria tidak normal” Bisik meysha.


“tidak normal bagaimana?” Tanya Sonia


“dia itu gay. Dia hanya tertarik dengan laki laki.” Tutur meysha.


“ah kau bohong!” hentak dian. “mana ada orang pacaran dengan wanita dibilang gay.” Ketusnya.


“bella hanyalah sebuah penutup, kekurangan dia.” Tutur meysha.


Febi pun menggubris meysha karena melihat sosok orang yang diceritakan kembali lagi. Kedua temannya lagi langsung menengok dan langsung mengatup bibirnya. Sedangkan meysha pun masih bersemangat menakut nakuti temanya.


“gue benar benar tidak menyangka juga dia seperti itu. Tapi ini lah kenyataannya. Dia pemuja laki laki. Aku katakan kepada kalian sekali lagi ya. Tapi janji jangan bilang ke siapa siapa oke. DIA ITU, LESU LOYO DAN PEMINUM YANG BURUK.” Ujar gadis ini tertawa.


“k_kamu, tau dari mana?” Tanya febi gagap.


“Aku sudah mencobanya..


“mencobanya?. Kau dan bg raz…”


“eh, bukan begitu. Maksudnya gue dan dia kan se apartemen dengannya. Jadi gue sudah melihatnya.”


“kamu melihat bg razu dengan teman nya… sedang.. aku. Arghh kau pembohong sekali meysha.” Ketus febi.


“argh, gue serius. Razu itu..”


Meysha langsung terdiam saat mencium aroma yang baru saja tercium oleh hidungnya. Dengan perasaan gugupnya ia berpaling untuk memastikan orang tersebut. seketika setelah melihat sosok orangnya. Meysha pun langsung cengengesan lalu berkata. “tentu saja aku bohong.” Lirihnya.


Sedangkan semua teman temannya mati ketakutan dan berkeringat dingin. “meysha kita duluan ya. Bye bye.” Sorak Sonia menarik semua teman temanya lalu lari terbirit birit.


Razu pun menggerakkan alisnya dan minta keterangan apa yang telah ia lakukan. “ lesu. Loyo?. Aku masih ingat kejadian itu.. aku masih ingat nada berteriak mu loh. Bahkan rekaman suara itu masih ada dalam benak kepala ku. Desahanmu...”


“cukup!,..” meysha berdiri. “aku juga ingat kok. Jadi tidak perlu diceritakan oke.” Sahut meysha.


“aku kira kamu lupa.” Ketus razu sangat kesal sekali.


“k_kamu ngapain datang kesini?” Tanya meysha dengan senyum ketakutannya itu.


“aku hanya mengingatkan mu.” tutur pria ini.


“iya.” Sahut meysha.


“ satu hal lagi. Tolong hati hati dengan kata kata mu itu. sebuah candaan bisa menghancurkan orang lain. Kau paham bukan?” tegas razu.


“iya”


Bersambung;)

__ADS_1


__ADS_2