Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Ziva,aku pamit pulang!"ucap Nessa kemudian melangkah terburu-buru.


"Kak!"teriak Ziva memanggilnya.Namun, Nessa tak menghiraukannya."Aneh?"gumamnya lagi.


Nessa mengendarai kendaraannya menuju suatu tempat dengan langkah cepat ia menyusul pria yang tidak sengaja bertemu di toko kue Ziva.


"Tuan!" panggil Nessa.


Pria itu menoleh dan tersenyum tipis lalu berkata,"Kamu pasti ingin menanyakan yang tadi?"


"Iya,Tuan!"


"Kamu terlalu lambat!"sentaknya.


"Tapi,Tuan. Aku juga lagi berusaha,"ujar Nessa.


"Usaha mencintai?"tanya Razka menyindir.


"Tidak,Tuan!"ucap Nessa menundukkan kepalanya.


"Aku tahu kamu sedang jatuh cinta dengan pria itu. Harus kamu ingat,aku membayarmu untuk menghancurkannya!"sentak Razka.


"Tapi,Tuan. Tolong jangan sakiti Ziva!"pinta Nessa.


"Terserah aku!"sahutnya menatap tajam Nessa.


"Aku mundur dari rencana ini!"ucap Nessa.


Razka terkekeh melihat sikap Nessa. Lalu ia berkata,"Kamu mau memberi tahu mereka?"


"Tepat sekali pikiran anda!"jawab Nessa lantang.


"Wow,berani membantah! Apa kamu siap membayar utangmu?"


Nessa terdiam.


"Kamu bodoh,Nessa! Jikapun kau memberitahunya,dia takkan percaya yang ada dia akan meninggalkanmu!"ucap Razka tersenyum menakutkan.


Nessa masih terdiam.


"Kamu ikutin saja apa mau aku,biar adiknya jadi urusanku,"ucap Razka.


"Baiklah,aku akan melanjutkan rencana ini. Tapi, Tuan jangan sampai menyesal telah menyakiti hati Ziva,"ucap Nessa menyindir.


"Menurutmu aku akan jatuh cinta pada gadis itu?"tanya Razka .


Nessa tidak menjawab.


"Itu tidak mungkin!"ucap Razka tegas.


"Kita lihat saja nanti,Tuan!"ucap Nessa kemudian berlalu.


...****************...


Pagi hari ini,Nessa mendapatkan jadwal bekerja di kafe karena dia mengganti salah satu temannya yang sakit.


Razi melihat Nessa lagi menunggu transportasi umum di pinggir jalan,ia pun menghentikan kendaraannya kemudian turun menghampiri Nessa.


"Kamu mau kerja?"


"Iya!"jawab Nessa ketus.


"Bagaimana jika aku antar?"tawar Razi.


Nessa menganggukan kemudian berjalan memasuki mobil Razi. Selama perjalanan ia hanya diam.


"Kamu masih marah padaku?"


"Tidak!"

__ADS_1


"Aku minta maaf,aku tidak bermaksud menyinggungmu waktu itu!"


"Tidak apa-apa!"


Razi memegang tangan Nessa. Namun, langsung dihentakkan wanita itu.


"Maaf!"


Sesampainya di kafe,Nessa kemudian turun tanpa mengucapkan apapun.


"Ya,ampun. Wanita itu!"gumam Razi.


Kemudian pria itu meninggalkan kafe dan pergi ke kantor.


Sore harinya,ia kembali ke kafe.Razi sengaja menelepon Vandi untuk mengetahui jadwal pulang Nessa."Aku antar pulang!"tawarnya.


"Tidak perlu!"sahut Nessa ketus.


Razi menarik paksa tangan Nessa kemudian mendorong tubuhnya masuk ke dalam mobil,ia memasang sabuk pengaman di tubuh wanita itu."Jangan teriak dan bikin malu!"ancam Razi.


Razi pun memutar mobilnya kemudian ia duduk di kursi pengemudi dan melajukan kendaraannya.


"Ini pemaksaan namanya!"protes Nessa.


"Diajak baik-baik kamu tidak mau,"sahut Razi.


"Aku mau dibawa ke mana?"tanya Nessa yang melihat jalan yang mereka lewati tidak menuju rumahnya.


"Kamu diam dan tenang,"ucap Razi santai.


"Hei, bagaimana bisa tenang kalau kamu tidak memberi tahu aku!"gerutu.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat,"ucap Razi.


"Kamu mau menculik aku!"ucap Nessa dengan suara tinggi.


"Iya ,aku akan menculikmu!"ujar Razi tersenyum.


Lebih kurang 20 menit, mereka sampai di suatu tempat. Razi membukakan sabuk pengaman Nessa, kemudian turun.


"Mengapa kita di sini?"tanya Nessa heran.


Razi menarik tangannya kemudian mereka berjalan ke lantai atas gedung. Angin bertiup kencang membuat nyali Nessa menciut, pikiran negatif terus mengusik pikirannya.


"Kamu tidak ingin mendorongku dari lantai atas ini 'kan?"tanya Nessa ketakutan.


Razi tertawa kemudian kembali bertanya,"Apa aku memiliki tampang penjahat?"


Nessa menggelengkan kepalanya.


Razi menghadapkan tubuhnya di depan wajah Nessa hingga mereka saling pandang.Ia mengenggam kedua tangan Nessa dan tersenyum hangat.


"Tuhan,mengapa aku deg-degan begini?"batin Nessa berucap.


"Aku menyukaimu!"ucap Razi.


"Apa? Tidak,aku tidak boleh jatuh cinta. Harus tetap berpura-pura,"ucap Nessa membatin.


"Nessa! Kamu dengar aku!"panggil Razi melihat wanita di depannya terdiam membeku.


"Oh,iya!"ucap Nessa gugup.


"Kamu dengar yang aku ucapkan?"tanya Razi.


"De..dengar!"jawab Nessa terbata."Aku cuma pegawai kafe tidak pantas untukmu!"ucapnya lagi.


Razi memegang pipi Nessa dengan kedua tangannya dan menatap kedua manik matanya dengan hangat.


"Oh, sungguh aku tak kuat melihat tatapan matanya!"batin Nessa.

__ADS_1


"Aku tak melihat apa pekerjaanmu, tapi aku melihat ketulusan dari hatimu,"ucap Razi.


"Ayo,kita pulang sekarang!"ajak Nessa mengalihkan tatapannya itu. Ia mendorong tubuh lelaki itu dan melangkah pergi.


"Hei,kamu belum beri jawaban!"teriak Razi. Ia pun mengejar wanita itu.


Nessa pun kini sudah di dalam mobil begitu juga dengan Razi. Mereka meninggalkan tempat itu,pria itu selalu saja melirik wanita disampingnya. Tanpa Razi tahu,hati Nessa serasa ingin lompat.


"Hem.. ucapan aku tadi salah 'ya?"tanya Razi.


"Tidak, tidak,kamu tidak salah,"jawab Nessa gelagapan.


"Apa karena ucapan tadi jadi membuatmu diam begini?"


"Ya,tidak,"jawab Nessa gugup.


"Pipi kamu merah!"ucap Razi.


"Ha..!"Nessa memegang kedua pipinya dengan tangan kanannya.


Razi tergelak melihat Nessa salah tingkah.


"Kamu 'ya!"Nessa memukul lengan Razi lembut.


"Hei,aku lagi menyetir !"ucap Razi.


Nessa menarik pukulan tangannya.


"Besok aku ajak kamu berjumpa dengan Papaku!"


"Hah.. secepat itu!"ujar Nessa terkejut.


"Mengapa?"


"Aku belum menerima kamu,"jawab Nessa.


"Makanya terima aja sekarang!"celetuk Razi.


Nessa tertawa kemudian berkata,"Cinta tak bisa dipaksa!"


"Jadi intinya kamu menolakku?"tanya Razi memancing.


"Ya, tidak juga."


"Berarti kamu menerima aku!"ucap Razi.


"Hei,aku belum katakan menerima!"


Mobil pun berhenti di depan gang."Aku jemput kamu besok jam 7 malam!"ucap Razi.


"Baiklah,Tuan Razi!"jawab Nessa. Ia pun turun dari mobil dan berjalan menuju rumahnya.


Sepanjang perjalanan pulang,Razi terus saja tersenyum. Begitu juga dengan Nessa yang terkejut melihat mobil Razka terparkir di depan rumahnya. Nessa pun mempercepat langkahnya.


"Tuan!"


"Hei, baru pulang 'ya!"sahut Razka yang duduk menyilangkan kakinya.


"Ada apa anda kemari?"


"Aku cuma ingin memastikan kamu melakukannya dengan baik,"ucap Razka menyunggingkan senyumnya."Ada kabar baik apa darimu?"tanyanya lagi.


"Hem.. tidak ada, masih tetap seperti biasa!"jawab Nessa.


"Kamu yakin tidak ada,lalu bagaimana dengan obrolan kalian di atas gedung?"tanya Razka menyelidik.


Nessa terdiam tak mampu menjawab.


Razka tersenyum menakutkan lalu berkata,"Aku yakin kamu lagi jatuh cinta dengan pria itu!"

__ADS_1


"Dia mengajakku bertemu dengan keluarganya besok jam 7 malam,"ucap Nessa dengan cepat.


"Kabar itu yang ku tunggu!"ucap Razka kemudian berdiri merapikan pakaiannya


__ADS_2