Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Antara aku, kau dan dia( Masa Lalu bag. 2)


__ADS_3

Ratih masih menunggu Darwin menjemputnya. Karena kekasihnya itu akan mengajaknya berbelanja kebutuhan persiapan lamaran mereka.


Mario berlari menghampiri Ratih yang duduk dengan beberapa temannya kebetulan belum pulang.


"Di mana Lusi?"tanya Mario pada Ratih.


"Dia sudah pulang, kau lama sekali."


"Tadi bus yang ku tumpangi mogok, jadi terlambat ke sini," tuturnya.


"Lusi mau pergi jauh hari ini juga," ucap Ratih.


"Apa!" Mario terkejut mendengar Lusi mau pergi. "Dia mau ke mana?" tanyanya lagi.


"Dia mau melanjutkan pendidikan ke luar negeri," jelas Ratih. "Cepat ke sana. Susul sebelum terlambat," ucapnya lagi.


"Baiklah, aku akan menyusulnya. Terima kasih," Mario berlari meninggalkan sekolah lalu dia menaiki bus menuju rumah Lusi.


Sesampainya di sana ia berkali-kali memencet bel. Namun, sang pemilik rumah tidak kunjung keluar. Mario mondar-mandir di depan pagar terus memanggil nama Lusi.


"Kamu cari siapa?" tanya seorang ibu paruh baya yang kebetulan lewat.


"Anak pemilik rumah ini," jawab Mario.


"Lima belas menit yang lalu, mereka baru saja pergi menaiki taksi," jelas ibu itu.


"Tidak, tidak mungkin." Mario tidak percaya dia harus berpisah lagi dengan gadis itu.


Selama ini ia bekerja di luar kota, jadi ia tidak memiliki waktu untuk menemui Lusi. Dirinya tidak pandai menulis surat cinta.


Dengan langkah gontai, ia meninggalkan rumah Lusi dan kembali ke kota tempat ia bekerja. Ia bertekad akan menjadi orang sukses dan melamar gadis itu. Ia juga mencari tahu Lusi dari Ratih sebagai sahabatnya.


Bulan berganti bulan, Mario kembali datang ke rumah Lusi sekedar menanyakan kabar dirinya dari kedua orang tuanya sekaligus ingin menyampaikan maksud dan tujuannya. Lagi-lagi dia harus menanggung kekecewaan, ternyata keluarga Lusi telah pindah. Ia pun mencari informasi dari Ratih, sahabat Lusi pun juga pindah mengikuti suaminya. Orang tua Ratih pun juga tak lagi ada di rumah. Ia pun pergi meninggalkan kota yang menjadi kenangan buatnya.


Sementara itu, Daniel mengenggam erat tangan Yuni yang tampak gemetaran.


"Aku takut mereka menolakku," ucap Yuni gugup.


"Tidak akan," ujar Daniel menyakinkannya.


Orang tua Daniel pun menyambut gadis yang berhasil mencuri hati anaknya itu. Mereka mengajak gadis itu sekedar makan siang bersama di rumahnya.


"Siapa nama kamu?" tanya Mama Daniel sedikit angkuh.


"Yuni Saraswati, Tante." Jawabnya.


"Apa pekerjaanmu?"


"Saya bekerja sebagai buruh di pabrik roti," jawab Yuni.


"Apa! Kau cuma seorang buruh." Ucap Mama Daniel tidak suka.


"Mah, memang kenapa jika ia bekerja sebagai buruh?" tanya Daniel.


"Mama tidak setuju, keluarga kita cukup berada. Aku tak mau punya menantu pekerjaannya seperti itu," ucap Mama Daniel ketus.

__ADS_1


"Mama, bicaramu kasar sekali!" hardik suaminya.


"Biarkan saja, Papa. Biar tahu kalau dia tak pantas untuk anak kita," ucap Mama Daniel.


Mata Yuni sudah berkaca-kaca, ia tak sanggup menerima penghinaan yang di ucapkan orang tua kekasihnya itu.


Yuni pun pamit pulang, Daniel berusaha berbicara pada kekasihnya. "Aku akan memperjuangkan cinta kita dan aku akan berusaha menyakinkan mereka bahwa kau pantas untukku," ucap Daniel.


"Kau tidak berbohong?"


"Percaya padaku," ucap Daniel memeluk Yuni yang menangis.


...****************...


Beberapa bulan kemudian..


"Ada apa Papa dan Mama memanggilku?"


"Daniel, ada yang ingin kami bicarakan kepadamu," ucap papanya.


"Duduklah dulu, Nak!" ucap mamanya.


Daniel pun di ruang tamu rumahnya.


"Kakek ingin kamu bergabung bersamanya menjalankan perusahaannya," ucap Mama Daniel.


"Pendidikan Daniel belum selesai,Mah." ujarnya.


"Kamu bisa melanjutkannya di sana," Papa ikut berbicara.


"Tapi..."


Setelah pembicaraan antara dirinya dan orang tuanya. Daniel menemui Yuni untuk membicarakan jika dia akan pindah.


"Bagaimana dengan hubungan kita selanjutnya?" tanya Yuni.


"Aku akan selalu mengirimkan kabar," jawab Daniel.


"Kenapa perasaan aku mengatakan semakin lama hubungan kita tidak ada kemajuan?"


"Jangan berbicara begitu, aku berjanji padamu akan kembali." Daniel berusaha menyakinkan diri Yuni lagi.


Yuni mengangguk lalu tersenyum.


...****************...


Waktu terus berlalu, kabar dari Daniel pun tidak ada sampai pada Yuni. Wanita itu berusaha mendatangi rumah Daniel tapi ia tidak mendapatkan informasi apapun. Penjaga keamanan selalu mengusirnya.


Hingga suatu hari ia mendapatkan kabar jika Daniel menikah dengan wanita lain. Perasaan Yuni berantakan, ia berharap kabar itu tidak benar.


Ia berusaha bangkit dari keterpurukannya tapi tidak bisa. Banyak pria mencoba melamarnya tapi ia menolaknya. Dia berharap kekasihnya itu akan datang menjemputnya dan menikahinya.


Beberapa tahun kemudian, ia mendapatkan kembali kabar jika istri Daniel meninggal. Ia berharap lebih jika Daniel akan mencarinya. Yuni juga berusaha mencoba mencari kekasihnya itu, namun lagi-lagi dia harus mendapatkan kabar buruk. Rumah orang tua Daniel di jual hingga ia pun kesulitan mencari informasi tentangnya.


"Kau di mana, Daniel? Aku rindu," ucapnya lirih menghapus air mata yang mulai menetes.

__ADS_1


Dua tahun kemudian, Yuni mendapatkan kabar jika kekasihnya itu menikah dengan Lusi tak lain adalah adik kelasnya,hatinya semakin sakit.


"Brengsek!" teriak Yuni. "Aku akan membalas perbuatanmu!" ucapnya geram.


Lain tempat di waktu yang sama, Mario ada tugas mendadak. Hari ini ia harus bertemu dengan CEO perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan tempat ia bekerja.


Ia tidak pernah tahu wajah pemilik perusahaan yang menjadi rekan bisnisnya.


"Tuan, anda silahkan masuk!" ucap sekretaris Daniel mempersilakan masuk dirinya.


"Terima kasih," sahutnya.


Mario terkejut ketika bertemu lagi dengan Daniel, setahu dia pria yang dihadapannya itu adalah kekasih dari teman seangkatan dirinya.


"Kau!" ucap Daniel terkejut.


"Ternyata kita jumpa di sini," ujar Mario.


Ia melihat foto kebersamaan Daniel beserta keluarga kecilnya.


"Itu siapa?" tanya Mario.


"Istri dan putriku," jawab Daniel.


"Aku kira kau akan menikah dengan Yuni," celetuknya.


Ada rasa rindu di dalam hatinya ketika Mario menyebutkan nama mantan kekasihnya itu.


Setelah membahas kerja sama, Mario pun turun ke lantai bawah bersama dengan Daniel.


"Apa kau sudah menikah?" tanya Daniel pada Mario.


"Aku masih mencari kekasihku yang hilang," jawab Mario.


"Ku berharap semoga kau bisa bertemu dengannya," ucap Daniel.


"Terima kasih," sahutnya.


Pintu lift terbuka, Mario terkejut dan bahagia. Gadis yang di cari selama ini telah berdiri di depannya. Hal yang sama juga dirasakan Lusi.


"Ada apa kamu di sini?" tanya Daniel lembut mengecup kening istrinya.


Lusi tak berkutik melihat wajah Mario menahan kecewa.


"Oh, ya Mario. Ini istriku tepatnya ibu sambung putriku," jelas Daniel.


"Kau mempunyai dua istri?" tanya Mario.


"Tidak, istri pertamaku meninggal." Jawab Daniel.


Mario hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum.


"Kamu di sini dulu, aku mau ke atas lagi ada yang ketinggalan," ucap Daniel.


Lusi menjawabnya dengan tersenyum .

__ADS_1


Selepas Daniel pergi, Mario mulai bertanya pada wanita yang masih mengisi hatinya.


"Aku mencarimu di mana-mana. Kenapa kau tega melakukan ini?" tanya Mario dengan tatapan tajam.


__ADS_2