Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Tiba-tiba Melamar


__ADS_3

Jam 7 malam,Razi menjemput Nessa di rumahnya. Malam ini ia begitu anggun dan cantik dengan gaun selutut lengan pendek berwarna hijau muda dengan high heels warna hitam. Rambut lurus sebahu di biarkan terurai dan di jepit dengan aksesoris kecil di sisi kanannya.Seketika mata Razi tak berhenti menatapnya.


"Apa bisa kita berangkat sekarang?"tanya Nessa membuyarkan lamunan Razi.


Razi pun tersenyum,ia membukakan pintu mobil buat Nessa. Kendaraan itu bergerak menuju rumah orang tua Razi.


Makan malam kali ini tidak dihadiri Rachel dan keluarganya karena lagi berlibur ke luar kota. Hanya ada Papa Daniel dan Ziva.


Adiknya Razi menyambut kedatangan Nessa, begitu juga dengan Daniel .


"Selamat malam ,Paman!"sapa Nessa ramah.


"Malam juga,ini teman wanita yang kamu sebut Ziva?"tanya Daniel melirik putrinya.


"Iya,Pa. Cantik 'kan?"ucap Ziva.


Daniel tersenyum kemudian mengajak anak-anaknya dan Nessa ke meja makan.


"Papa lagi menunggu seseorang ,kita makan setelah dia datang,"ucap Daniel.


Ketiganya hanya saling pandang ketika mendengar ada orang lain yang akan datang.


"Aku yakin Tuan Razka yang akan datang,"batinnya Nessa.


Tak lama yang ditunggu pun datang.


"Selamat malam semua,maaf aku terlambat!"ucap Razka.


Mereka pun menoleh ke arah suara."Acara belum dimulai,Tuan Razka,"ucap Daniel.


"Papa juga mengundang Razka?"tanya Ziva.


"Kemarin Tuan Razka mengajak Papa makan malam di luar karena Razi ingin memperkenalkan temannya jadi Papa sekalian saja ngajak dia makan bersama kita,"jelas Daniel.


"Oh, begitu!"ucap Ziva di sahut dengan anggukan Razi.


Razka melirik wanita di samping Razi,ia menyunggingkan senyumannya.


"Menyebalkan sekali ini orang, merusak semuanya saja. Aku tahu bekerja untuk dia, tapi setidaknya beri aku kesempatan menjalankan pekerjaan ini dengan sempurna,"ucap Nessa dalam hati.


"Wanita ini siapa Tuan?"tanya Razka pada Daniel menunjuk Nessa.


"Dia teman wanita Razi,"ucap Daniel.


Razka mengangguk dan menarik sudut bibir atasnya.


"Silahkan duduk!"ujar Daniel.


Razka pun duduk di sebelah kanan Daniel sedangkan Ziva di sebelah kirinya dan berada di samping Ziva duduk ada Razi dan Nessa.


Mereka pun menikmati makan malam bersama,Razka sesekali melirik pandangan ke arah Ziva.


"Mengapa kebetulan sekali Tuan Razka mengajak Papa Daniel makan malam?"tanya Razi curiga.


Razka tersenyum lalu menjawab,"Saya pun tidak tahu!"


Ziva merasa risih mendapat tatapan dari Razka,dia hanya mampu menunduk terkadang mengalihkan pandangannya.


"Tuan Daniel,ada yang mau saya bicarakan. Kebetulan di sini ada Kakaknya Ziva. Saya berniat mempererat hubungan kita,"ucap Razka .


"Maksudnya apa Tuan Razka?"tanya Daniel.

__ADS_1


"Panggil Razka saja,Tuan!"jawab Razka.


"Anda juga harus memanggil saya dengan Paman!"ujar Daniel.


"Baiklah,Paman!"ucap Razka.


"Maksud dari ucapan kamu tadi apa?"tanya Daniel sekali lagi.


Razka tersenyum lalu berkata,"Saya ingin melamar putri anda!"


Nessa yang mendengarnya tersedak,Razi segera menoleh ke arahnya dan mengambil air putih.


"Ziva yang dilamar, kenapa kamu yang tersedak?"bisik Razi di telinga Nessa.


Nessa hanya tersenyum nyengir.


Ziva yang mendengar ucapan Razka menatap mata lelaki itu. Adakah kebohongan yang terlihat di dalam matanya namun gadis itu sulit menerkanya karena pria di depannya itu membuang wajahnya.


"Semua Paman serahkan pada Ziva,"ucap Daniel.


"Hah!"ucap Ziva.


"Mengapa? "tanya Razka.


"Saya belum siap,"ucap Ziva ketus.


"Saya siap menunggunya ,"jawab Razka.


"Kamu yakin mau menunggu Ziva ?"tanya Daniel sekali lagi.


"Yakin,Paman!"ucap Razka tegas.


...Makan malam bersama pun usai, Razka pamit pulang begitu juga dengan Nessa yang di antar Razi pulang....


"Mengapa?Kamu seperti mengenal pria itu?"tanya Razi kembali.


Nessa gelagapan mencari jawaban dari pertanyaan Razi."Kami sudah dua kali bertemu, pertama saat di toko kue dan terakhir tadi di rumah kamu,"jelas Nessa.


"Semua tergantung dengan Ziva,tapi aku belum siap dia menikah,"ucap Razi.


"Mengapa?"


"Aku menyayangi adikku,ku tak ingin dia harus terluka bila salah memilih pasangan hidup,"ujar Razi.


"Tapi Papa kamu sepertinya menyukai pria itu,"ucap Nessa.


"Mungkin menurutnya pria itu baik,"tutur Razi.


"Kalian harus tahu,pria itu jahat!"Nessa membatin.


"Sudahlah,kita tak perlu bahas dia lagi,"ucap Razi. "Aku yakin Papa bisa memilihkan yang terbaik untuk Ziva!"lanjutnya lagi.


Nessa tersenyum kemudian pandangannya dialihkan ke arah jalan.


...****************...


Razka sengaja pagi ini yang mengantar Ziva ke toko,ia mengendarai mobilnya tanpa sopir dan pengawal pribadi.Ia lakukan agar Ziva leluasa mengobrol dengannya.


"Pagi,Paman!"sapanya.


"Razka kamu di sini?"tanya Daniel heran.

__ADS_1


"Mau ngantar Ziva ke toko,"ucap Razka.


"Oh, kalau begitu. Kamu sarapan sama kita saja. Belum sarapan 'kan?"tanya Daniel.


"Belum,Paman!"jawab Razka cepat.


"Ya, sudah. Ayo!"ajak Daniel.


Razka pun ikut sarapan bersama,Ziva terlihat tidak suka dengan pria yang duduk di depannya.


"Dia mau antar kamu ke toko,jadi Razi dan Papa akan langsung ke kantor saja,"ucap Daniel.


Ziva menghela nafasnya.


Selesai sarapan mereka beraktivitas seperti biasa. Razi dan Daniel segera ke kantor sedangkan Ziva di antar Razka.


"Harusnya kamu tidak perlu repot mengantarkanku,"ucap Ziva di dalam mobil yang menuju ke arah tokonya.


"Aku tidak repot ,Nona. Jika harus mengantarmu tiap hari,"ungkap Razka.


"Tapi aku tidak suka!"ucap Ziva.


"Nanti lama-lama kamu juga suka,"ucap Razka tersenyum.


Ziva menyebikkan bibirnya tanda tak suka.


"Paman ,menyetujui hubungan kita!"ucap Razka.


"Tapi,aku tidak!"sahutnya tegas.


"Cih... sombong sekali dia!"batin Razka.


Razka tersenyum lalu berkata dengan percaya diri,"Jangan menolak,Nona. Nanti kamu jatuh cinta!"


Ziva membuang wajahnya ke arah jalan. Sesampainya di toko, gadis itu segera turun tanpa mengucapkan terima kasih dan tanpa menoleh.


Razka juga turun mengikuti langkah gadis itu ke dalam toko dan duduk di sofa yang tersedia di dalam toko.


Ziva menghentakkan kakinya dan berdecak kesal.


"Kamu tidak menawarkan apapun kepada tamumu ini?"tanya Razka pada Ziva yang sibuk memeriksa harga belanjaan toko.


"Saya sibuk,"jawab Ziva. "Kalau mau saya akan menyuruh karyawan melayani anda!"ucapnya lagi.


"Tapi saya mau kamu yang melayani,"ujar Razka.


"Baiklah,"ucap Ziva mengalah."Anda mau apa?"tanyanya lagi.


"Terserah kamu,"ucap Razka menggoda.


Ziva pun menyediakan sebotol air mineral dan dua potong kue coklat di tabur keju.


"Silahkan,"ucapnya.


"Terima kasih,"sahut Razka tersenyum.


Ziva memaksakan tersenyum.Kemudian membalikkan tubuhnya ke arah dapur .


"Kamu mau ke mana?"tanya Razka.


"Aku mau ke dapur,kamu mau ikut juga?"tanya Ziva ketus.

__ADS_1


"Tidak! Lanjutkanlah pekerjaanmu!"ucap Razka.


__ADS_2