Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Pengakuan Jujur Nessa


__ADS_3

Bugh..


Razi memukul wajah Razka berkali-kali. Beberapa pengawal mencoba menarik tangan kakak iparnya itu dan akan membalasnya namun gerakan tangan Razka mengisyaratkan untuk tidak membalasnya.


Ziva yang berada di dapur berlari menghampiri dua orang pria yang sedang berkelahi itu. Nessa berusaha menahan amarah kekasihnya itu dengan memeluk tubuhnya.


"Sudah cukup!"ucap Nessa berteriak.


"Kakak, hentikan!"teriak Ziva.


"Lepaskan adikku!"ucap Razi dengan lantang dan dipenuhi emosi.


"Kakak ada apa ini?"tanya Ziva,ia menghampiri Razka dan membantunya berdiri.


Razka memberi kode kepada Gio untuk membubarkan pelayan dan pengawalnya.


"Ayo,ikut Kakak!"ajak Razi menarik tangan Ziva.


"Aku tidak mau,Kak. Ini rumahku,adikmu ini sudah bersuami,"Ziva menolak ajakannya.


Razka memegang pipinya yang terasa sakit dan tersenyum jahat menatap kakak iparnya itu.


"Lelaki ini jahat!"ucap Razi menunjuk Razka."Ia cuma ingin menyakitimu,"jelasnya lagi.


"Razka tidak pernah berbuat jahat kepadaku,"ucap Ziva berbohong.


Razka mengalihkan pandangannya ke arah istrinya itu."Dia membelaku!"batinnya berucap.


"Ziva kemarin .."ucap Nessa.


"Itu hanya salah paham,Kak. Kemarin Razka bukan mengurungku tetapi hanya menyuruhku di rumah saja. Karena ia pergi ke luar kota,"jelas Ziva berbohong.


"Jangan berbohong,Ziva?"tanya Razi.


"Aku tidak berbohong,Kak!"Ziva berkelit.


"Ayo,kita pulang sekarang. Kakak akan beri tahu Papa!"Razi berusaha menarik tangan adiknya.


"Tidak,Kak. Aku tidak akan keluar rumah tanpa izin suamiku,"tolak Ziva.


"Kenapa?Apa pria ini mengancammu?"tanya Razi dengan tegas.


"Tidak,Kak!"jawab Ziva.


"Kau dengarkan dari mulut adikmu kalau dia baik-baik saja,"sahut Razka.


"Aku akan bongkar kebusukanmu!"ucap Razi geram dan tegas."Ayo,kita pulang!"ucapnya lagi menarik tangan Nessa dan meninggalkan rumah suami Ziva dengan perasaan marah.


Ziva memegang wajah suaminya, membawanya duduk di ruang tamu dan mengambil kompres dan pereda nyeri akibat pukulan.


"Berapa kali Kak Razi melayangkan pukulan di wajahmu?"tanya Ziva.


"Aku tidak tahu,"jawabnya.


"Dia takkan memukulmu jika kau tak bersalah,"ucap Ziva.


"Jadi kau membelanya?"


"Aku justru membelamu, terpaksa berbohong hanya tak ingin Papaku kepikiran saja,"jawab Ziva. Ia mengompres luka di sudut bibir suaminya dan mengoleskan salep.


"Auww.."

__ADS_1


"Ini tidak seberapa dengan sakit yang kurasakan,"jelas Ziva.


Razka memandangi wajah istrinya yang tampak semakin cantik.


Selesai mengobati luka suaminya,ia pun pergi ke kamar. Ziva membenamkan wajahnya ke bantal ia menangis terisak."Aku akan cari tahu semuanya," ucapnya membatin.


Sejam yang lalu, sebelum menurunkan Nessa dari mobil.


"Aku ingin berbicara sesuatu tentang Ziva,"ucap Nessa.


"Ziva?Ada apa dengan dia?"


Nessa memegang tangan Razi,"Aku minta maaf padamu!"


Razi mengerutkan keningnya."Kenapa minta maaf?"


"Sebenarnya aku mendekati kamu karena disuruh seseorang,"ucap Nessa gugup.


"Aku semakin tidak mengerti dengan ucapanmu."


"Razka,suami Ziva yang menyuruhku mendekati kamu. Selama ini aku bekerja untuknya,"ungkap Nessa jujur.


"Jadi selama ini kalian saling mengenal?"


Nessa mengangguk.


"Tujuan kalian apa mendekati keluarga kami?"tanya Razi penasaran dan menahan amarah.


"Aku tidak tahu,tapi dia membayarku untuk melakukan ini,"jawab Nessa.


"Aku benar-benar tidak menyangka,kau seperti itu!"Razi mulai kesal dan memukul setir mobil.


"Berarti Ziva dalam bahaya!"ujar Razi.


"Cepat,kita bawa pergi Ziva dari rumah itu!"usul Nessa.


"Aku tahu rumahnya,kita ke sana sekarang!"ucapnya lagi.


Razi segera mengendarai mobilnya ke arah rumah adik iparnya itu, sesampainya di sana pengawal mencoba menghalangi kedatangan Razi.


"Dia kakak ipar ,Tuan Razka!"ucap Nessa.


Pengawal pun mengizinkan mereka masuk. Razi berteriak memanggil nama sang adik namun Razka yang menghampirinya,tanpa bertanya ia melayangkan pukulan kepada adik iparnya itu.


...****************...


Pagi hari ini seperti biasa Ziva melayani sang suami. Namun,dia lebih banyak diam. Ayah Razka kembali datang kali ini ia bersama dengan Rena.


"Selamat pagi,Nak!"ucapnya.


"Ayah ! Kenapa dengan Rena?"tanya Razka.


"Tadi dia ke rumah Ayah karena kebetulan mau ke rumah kamu jadi kami berdua bersama ke sini,"ucap Ayah Razka.


"Mari sarapan,Ayah!"ajak Ziva.


"Kau tidak mengajakku sarapan juga,"sindir Rena.


"Ayo,Rena. Kita sarapan bersama,"ucap Ziva.


"Ada apa Ayah kemari sepagi ini?"tanya Razka.

__ADS_1


"Ada hal penting yang ingin Ayah bicarakan berdua,"ucapnya.


Razka melirik Ziva dan Rena. Kemudian ia mengangguk tanda mengiyakan.


"Ziva, tolong ambilkan. Aku mau sayur itu!"pinta Rena.


Ziva pun berdiri,ia mengambil sayur yang diminta Rena. Ia menuangkan sayur ke dalam piring Rena saat akan kembali ke tempat duduknya kakinya tersandung hingga membuat sayur di dalam mangkok tumpah mengenai baju Razka.


"Maaf!"ucap Ziva lirih.


Razka tersenyum dan berkata,"Tidak apa. Kamu tidak sengaja!"


"Sial ! Razka bukannya marah malah tersenyum,"geram Rena membatin.


"Aku akan mengganti pakaian,"ucap Razka permisi.


Ziva pun ikut menyusul suaminya ke kamar.


Rena semakin kesal,Razka tidak marah padahal biasanya pria itu akan kesal dan marah jika pakaiannya kotor diakibatkan oleh orang lain.


Ia teringat tanpa sengaja Rena pernah menumpahkan es krim ke celana Razka, wajah pria itu terlihat kesal dan ia hanya diam tanpa tersenyum atau berbicara sama sekali.


"Kau mengapa ikutin aku?"tanya Razka pada istrinya.


"Aku akan membantumu mencari pakaian,"ujar Ziva."Langkah kakiku tadi terhalang sesuatu jadi membuat tubuh tak seimbang,"jelasnya.


"Aku tahu,"sahut Razka dingin.


Ziva memilih dan menyerahkan pakaian yang akan digunakan suaminya itu.


"Aku harap kau tetap berhati-hati,"ucap Razka.


"Kenapa?"tanya Ziva mengernyitkan dahinya.


"Kau cukup waspada saja,aku tak bisa selalu menjagamu,"ujarnya lagi.


"Aku semakin tidak mengerti,kau mau ke mana?"tanya Ziva khawatir.


"Aku tidak ke mana-mana,"ucap Razka.


"Kau membuatku khawatir saja,"tutur Ziva.


"Kau mengkhawatirkanku?"tanya pria yang menjadi suami Ziva.


"Tentunya,aku istrimu,"jawabnya.


"Dia benaran tulus atau ia ingin mengetahui sesuatu dariku?"batin Razka bertanya."Kau tidak perlu mengkhawatirkanku,aku bisa jaga diri. Tapi dirimu yang harus tetap waspada!"ujar Razka lagi.


"Kau juga harus waspada, disekelilingmu ku lihat bukan orang yang setia,"ucap Ziva.


Razka menatap wajah istrinya itu,"Kau belum mengenal mereka,jadi kau tidak bisa menilainya."


"Aku hanya menebak saja, semoga saja tebakan ku benar,"ujarnya lagi.


"Aku mau ke bawah menemui Ayah,kau mau ikut juga menemani Rena atau tetap di sini?"tanya Razka.


"Ikut ke bawah,aku tak mau dia menggodamu!"celetuk Ziva.


"Apa kau sedang cemburu?"tanya Razka.


Tolong tinggalkan jejak, terserah mau jejak apa asal jangan jejak masa lalu....

__ADS_1


__ADS_2