Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Antara aku, kau dan dia(Masa Lalu bag. 3)


__ADS_3

"Aku mencarimu di mana-mana. Kenapa kau tega melakukan ini?" tanya Mario dengan tatapan tajam.


"A..aku bisa jelaskan Mario," ucap Lusi terbata.


"Aku tunggu penjelasan dari mu sore ini, di taman ujung jalan ini," ucap Mario.


Daniel pun kembali menghampiri mereka. "Kau masih di sini?"


"Iya, aku lagi mengobrol dengan istrimu. Dia mengingatkanku dengan seseorang," sindir Mario.


"Oh, begitu." sahut Daniel.


"Kalau begitu, saya permisi!" pamit Mario.


Sesuai janji sore ini Lusi bertemu dengan Mario. Wanita itu terlihat gugup, ia meremas tangannya.


Mario duduk di samping Lusi. "Jelaskan padaku!" ucapnya tanpa melihat wajah wanita itu.


"Aku dijodohkan dengan dia," jelas Lusi.


"Apa kau tidak pernah tahu jika aku mencarimu?"


"Aku tahu, Ratih memberitahuku jika kau saat itu datang. Maafkan aku," ucap Lusi dengan mata berkaca-kaca.


"Sekarang aku sudah berhasil, kau malah menikah dengan pria lain."


"Aku terpaksa menerima ini karena kau tak kunjung datang," ucap Lusi.


"Bagaimana aku bisa datang? Seluruh informasi tentangmu hilang. Aku berharap Ratih bisa memberikan kabar kepadamu ternyata dia juga ikut pindah bersama suaminya."


"Mario, tolong maafkan dan lupakan aku!" pinta Lusi.


"Sulit bagiku melupakanmu, jika saja bisa mungkin aku tidak akan mencarimu," jelas Mario.


Lusi mulai menangis.


"Aku tidak pernah melupakan kejadian ini," Mario bangkit dari bangku kemudian berjalan meninggalkan Lusi.


"Aku berharap semoga saja kau bisa bahagia dan menemukan seseorang yang lebih baik dariku," ucap lirih Lusi.


Sesampainya di rumah, Mario memijit pelipisnya. Rasanya sakit hatinya membuat ia tak semangat.


"Aku akan pastikan kalian tidak akan pernah bahagia!" geram Mario.


...****************...


Beberapa tahun kemudian, Yuni selalu saja berpindah-pindah tempat. Ia tak tahu harus apa. Hatinya benar-benar hancur, pria yang dianggap mencintainya ternyata malah mengkhianatinya.


Hingga suatu hari,ia bertemu dengan ibu dan seorang wanita muda yang lagi hamil. Yuni mengenal sang ibu, kebetulan bekerja di kafe itu jadi ia berencana melaksanakan aksinya. Serbuk dengan dosis tinggi selalu ia bawa. Ia memasukkannya ke dalam minuman mereka. Dia juga pun yang menyajikan kepada keduanya.


Wanita hamil itu sempat memperhatikannya. Ia memandang sekaligus berkata pada ibunya jika Yuni melihatnya. Tak lama, wanita hamil itu meminumnya beberapa menit kemudian ia mengalami muntah dan lemas. Semua orang panik melihatnya. Yuni tersenyum puas. "Harusnya kau yang lenyap!" batinnya geram.


Yuni segera meninggalkan kafe dan pergi menjauh. Ia tak mau Daniel mendapatkannya. Pindah rumah adalah solusinya.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, anak buah Daniel berhasil menangkapnya.


Pria itu tidak menyangka jika seseorang dari masa lalu dirinya pelakunya. Yuni mengeluarkan segala keluh kesahnya selamanya. Wanita itu menangis dihadapan Daniel. Berat hati dan terpaksa Daniel menyuruh anak buahnya membawa jauh Yuni pergi dari kehidupannya. Dia rela memberikan uang banyak agar wanita itu bisa memulai kehidupan barunya tanpa mengusik hidupnya lagi.


Akhirnya, Yuni di bawa menjauhi kota yang ditempati Daniel. Ia menolak makan hingga tubuhnya semakin lemah, selama di sana ia di rawat orang suruhan Daniel namun wanita itu berhasil kabur.


Tanpa sengaja ia bertemu dengan Mario, pria itu yang menolongnya. Ia membawa Yuni memulihkan kesehatannya.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Mario memasuki ruangan di mana wanita itu di rawat.


"Kau!"


"Aku menemukanmu di jalan, jadi ku bawa ke sini!"


"Terima kasih."


"Apa yang terjadi sebenarnya padamu?"


"Aku kabur dari Daniel."


"Bukankah pria itu sudah menikah? Istri keduanya adalah Lusi," Mario mengernyitkan keningnya.


"Aku mencoba membuat celaka putrinya, sebenarnya targetku wanita itu!"


"Kau mencoba menyakiti Lusi?" tanya Mario geram.


"Iya, bukan hanya dia tapi juga dengan Daniel." Ungkap Yuni.


Mario tersenyum sinis."Bagaimana jika kita bekerja sama?" tanyanya.


"Kita akan menghancurkan mereka," jawab Mario.


Tampak Yuni masih berpikir.


"Berpikirlah. Aku akan kembali lagi," ucap Mario.


"Kau mau ke mana?"


"Istriku mengajakku cek kandungan," jawab Mario.


"Kau sudah beristri?"


"Aku menikahinya setahun yang lalu."


"Jika mencintainya. Kenapa mengajakku menghancurkan Daniel? Ini terlalu besar resikonya, kau bakal kehilangan istrimu!"


"Aku tidak mencintainya. Menikahinya karena dia kaya saja," tutur Mario.


"Ternyata kau jahat juga," celetuk Yuni.


"Aku begini juga karena mereka berdua," ujarnya.


Telepon Mario berdering, ia pun menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Iya, Raz. Ayah akan menjemputmu setelah itu kita mengantar Mamamu ke dokter," ucap Mario kemudian ia menutup teleponnya.


"Siapa?"


"Anak sambungku," jawab Mario."Aku akan kembali, segeralah berpikir!" ucapnya lagi.


Sore harinya, Mario kembali lagi dan bertanya. "Apa kau sudah memikirkannya?"


"Sudah, aku mau."


"Baiklah, kita akan buat mereka kebingungan mencari putrinya."


"Kau ingin menculik wanita hamil?" tanya Yuni heran.


"Bukan putrinya yang itu, tapi putri bungsunya. Dia masih 11 tahun, aku sudah mengikuti gerak-gerik mereka," tutur Mario.


"Aku ikut aja."


"Baiklah, kau ikutin permainan ku saja!"


...****************...


Beberapa anak buah Mario mulai menjalankan rencananya. Mereka mengintai gadis kecil itu dari jarak jauh hingga akhirnya ia berhasil diculik oleh anak buah Mario.


Ziva, gadis kecil itu. Dia berteriak sekencang mungkin, saat ia sadar jika dirinya tidak berada di rumahnya. Ia menangis dan membuat Yuni kesal dan jengkel hingga ia membentaknya.


"Apa yang akan kita lakukan pada gadis kecil ini?"tanya Mario


"Aku tak tahu,tapi dengan kita menculiknya itu udah cukup memberikan ganjaran kepada kedua orang tuanya,"jawab Yuni.


Anak buah Mario mengatakan jika ada mobil yang mendekati rumah yang menjadi tempat Ziva diculik.


"Kita harus lari,bawa gadis itu!"teriak Mario.


Yuni menghalangi jalan Mario, ia tak mau membawa gadis kecil itu resikonya terlalu besar. Tarik menarik tubuh Ziva dilakukan dua orang dewasa itu, gadis kecil itu terus berteriak meminta tolong dan memanggil orang tuanya.


Hingga suatu tembakan terdengar dan membuat posisi Ziva dan Yuni berpelukan. Wanita itu terluka karena peluru menembus perutnya. Dia berusaha tetap sadar sampai ia mendengar suara Daniel memanggil namanya. Pria itu terlihat cemas dan panik. Mario berhasil kabur.


Di rumah sakit, Lusi menangis karena Ziva belum sadarkan diri. Daniel mengajaknya bertemu dengan salah satu pelaku penculiknya.


Saat Yuni membisikkan nama di telinga Lusi membuatnya mendelikkan matanya mendengar namanya. Tak lama Yuni menghembuskan nafas terakhirnya.


Lusi memundurkan langkahnya, air matanya mulai menetes ia tak sanggup menahan kesedihannya. Begitu juga dengan Daniel, ia merasa salah. Dialah penyebab semua masalah ini.


Tak lama, Yuni pergi tuk selamanya. Mario berhasil di tangkap. Dia di jatuhi hukuman. Namun, ia tetap tidak berhenti membuat keluarga Daniel menderita walaupun sudah mendapatkan ganjaran atas yang ia perbuat.


Sekarang, ia melanjutkan dendamnya melalui putra sambungnya. Ia mendoktrin Razka dengan mengatakan kalau penyebab mamanya meninggal adalah Daniel padahal sebenarnya Mario sendiri yang membuat istrinya pergi selamanya. Karena dendamnya ia harus di tahan dan kehilangan istrinya. Mama Razka syok saat tahu suaminya itu harus menjalankan hukuman.


SELAMAT BERAKTIFITAS..


SELAMAT MEMBACA..


SEHAT SELALU..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote..


TERIMA KASIH ♥️


__ADS_2