Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)

Dijodohkan Dengan Musuh(Penculik Hati 2)
Mulai Dekat


__ADS_3

Malam hari Razi ke kafe Vandi karena dua hari ini ia tidak pergi ke sana,ia pun menikmati secangkir kopi dengan bermain ponsel. Temannya Vandi tak bisa menemaninya karena ada urusan keluarga. Jadi,ia hanya menikmatinya sendiri. Di rumah ia bosan karena Ziva dan Papa Daniel pergi mengunjungi salah satu teman Mama Lusi yang baru saja datang dari luar negeri.


"Boleh aku temani?"tanya Nessa yang membuat Razi mendongakkan kepalanya.


"Kamu tidak kerja?"tanya Razi tanpa menjawab pertanyaan Nessa.


"Kebetulan jam kerja aku sudah selesai,"jawabnya.


Razi pun tersenyum dan Nessa duduk dihadapannya.


"Kok tumben malam begini,kamu ke sini?"tanya Nessa.


"Lagi bosan di rumah,"jawabnya.


"Oh, begitu. Besok di ujung jalan ini ada acara festival kuliner . Jika kamu mau ke sana,aku bisa temani," tawar Nessa.


Razi mengerutkan keningnya dan menatap tajam Nessa.


"Hmm.. maksudku kita sama-sama ke sana. Anggap saja sebagai teman,"jelas Nessa setelah mendapatkan tatapan tajam dari pria di depannya itu.


Razi terdiam dan memikirkan ajakan Nessa di terima atau tidak.


"Bagaimana?"


"Baiklah,aku mau."


Nessa tersenyum Razi menerima ajakannya.


"Ya, sudah. Aku tunggu kamu di kafe jam 7 malam, kebetulan besok aku libur,"ujar Nessa.


"Biar aku jemput kamu di rumah!"tawar Razi.


"Tapi, tunggu depan gang saja!"tutur Nessa.


"Baiklah,"sahut Razi.


"Baiklah,kalau begitu. Aku pamit pulang,"ujar Nessa.


Razi menarik tangan Nessa lalu berkata,"Biar aku antar pulang!"


Nessa kemudian mengangguk tanda mengiyakan seraya tersenyum.Ia pun mengambil tasnya di ruangan karyawan.


"Sepertinya ada yang lagi dekat,"sindir Metha dengan bercanda.


Nessa tersenyum senang.


"Jangan lupa traktir makan!"ucapnya lagi.


Nessa terkekeh melihat Metha dan berkata,"Kami hanya teman saja!"


"Awalnya teman tapi lama-lama jadi benaran,"ucap Metha lagi.


"Tunggu saja traktiran dari aku!"bisiknya membuat Metha tersenyum.


Nessa berjalan menghampiri Razi yang menunggu di mobilnya. Kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah Nessa.


"Kamu ambil dua pekerjaan ?"tanya Razi membuka percakapan mereka.


"Tidak juga!"jawab Nessa.


"Jadi roti dan kue yang kamu beli setiap hari itu buat siapa?"


"Oh,itu. Buat majikan Ibuku,dia lagi sakit jadi aku yang menggantikannya bekerja,"jawab Nessa santai.


"Oh, begitu !"ucap Razi."Oh,ya. Aku bisa minta nomor ponselmu?"

__ADS_1


Nessa mengerutkan keningnya.


"Biar aku bisa menghubungimu,"jawab Razi asal.


"Aku akan menunggumu sebelum jam 7 malam,jadi kamu tidak perlu repot menelepon."Jelas Nessa.


"Baiklah,kalau begitu!"


...****************...


Malam harinya sesuai janji ,Razi bersiap menjemput Nessa di ujung gang. Entah mengapa wanita tidak mau dijemput di rumah. Tapi itu tak masalah bagi Razi. Nessa menepati janjinya, tepat sebelum jam 7 malam ia telah menunggu.


"Maaf! Kamu tidak terlalu lama menunggu 'kan?"tanya Razi.


"Aku di sini baru lima menit,"ucap Nessa tersenyum.


Razi pun tersenyum lalu berkata mengajak,"Ayo, kita berangkat!"


Nessa membalas ajakan dengan senyuman.


Mobil mereka meluncur ke acara festival kuliner. Sesampainya di sana dan memarkirkan mobilnya,Nessa dan Razi berjalan menyusuri setiap outlet makanan.


"Kamu mau makan yang mana?"tanya Nessa.


"Aku terserah kamu!"jawab Razi.


Nessa memilih makanan bakso bakar dengan saos madu. Mereka pun duduk di tempat yang telah disediakan.


Razi hanya menatap makanan yang ada di depannya, sedangkan Nessa sudah menghabiskan 2 tusuk .


"Kenapa?"


"Tidak!"


"Ini cuma bakso ayam saja 'kan?"tanya Razi.


"Tidak tahu juga 'sih. Di daftar menu ada bakso udang juga,"jelas Nessa.


"Oh,ya sudah!"


"Memang mengapa? Kamu alergi makanan laut?"tanya Nessa.


Razi menganggukan kepalanya.


"Apa perlu kita pesan makanan yang lainnya?"tawar Nessa.


"Tidak usah,ini saja!"ujar Razi. Ia pun mulai menikmati setiap gigitan bakso.


Nessa memandang wajah Razi,ia takut bakso yang dimakan pria di depannya itu salah satu bahannya ada makanan laut.


"Mengapa memandangku seperti itu?"


"Aku cuma memastikan saja,kamu makan bakso ayam!"ujar Nessa.


Nessa pun kembali memakan bakso sesekali mereka bercanda. Ia begitu lega ternyata makanan yang dipesannya tidak mengandung bahan seafood.


"Sudah malam, pulang yuk!"ajak Nessa.


Razi pun mengantar Nessa, seperti biasa ia menurunkan wanita di depan gang.


"Kamu yakin tidak perlu aku antar sampai rumah?"tanya Razi.


"Aku tidak apa-apa turun di sini,"ujar Nessa.


"Baiklah, terima kasih sudah menemani aku!"ucap Razi.

__ADS_1


"Sama-sama!"jawab Nessa tersenyum.


"Hati-hati!"ucap Razi.


Nessa pun berjalan menuju rumahnya,Razi tetap memantau di dalam mobil dari jarak jauh. Namun, tiga orang pria mencegat langkah Nessa.


Razi pun turun menolong Nessa,ia pun berlari mendekati wanita itu.Pria yang mencegat Nessa melirik Razi yang datang menghampiri.


"Wah,ada kekasihnya!"ujar pria itu.


"Kalian mau ngapain?"tanya Razi berusaha santai.


"Kami hanya ingin bersenang-senang dengan kekasih anda. Kamu kelihatan pria kaya!"ucap salah satu pria itu menyeringai jahat.


"Jangan sentuh dia atau kalian akan berhadapan denganku!"ancam Razi memberikan peringatan.


Tiga pria tersebut tersenyum mengejek mendengar ucapan Razi.Dua orang pria mulai menyerang Razi, ia pun membalas serangan para pria itu.Mereka memukulnya dan membuat tubuh Razi tersungkur.


Nessa berteriak meminta tolong.


"Hentikan !"teriak Nessa mendorong tubuh salah satu pria dengan tangan yang ingin mendaratkan pukulan di wajah Razi.Tak lama beberapa warga mulai berdatangan mendengar suara teriakan. Tiga orang pria berlarian menghindari amukan massa.


"Apa kalian baik-baik saja?"tanya seorang pria tua salah satu warga.


"Tidak apa-apa,Pak. Terima kasih banyak!"ucap Nessa.


"Sepertinya para pria tadi bukan warga sini!"ujar salah satu warga yang usianya lebih muda dari Razi.


"Mungkin mereka sengaja mengikuti kalian,"ujarnya kembali pria tua.


"Entahlah,Pak!"ucap Razi.


"Ya, sudah. Apa kalian butuh bantuan?"tanya warga yang lainnya.


"Tidak,Pak. Sekali lagi terima kasih,"ucap Nessa.


Warga pun pada bubar dan kembali ke rumah masing-masing. Nessa membantu membawa Razi ke rumahnya untuk di obati. Ia memapah tubuh Razi yang memegang perutnya.


Sesampainya di rumah,Nessa membaringkan tubuh di sofa tamu.


"Aku akan mengambil obat,"ucap Nessa. Tak lama ia membawa kotak berisi obat-obatan dan segelas air putih. Ia menyuruh Razi minum terlebih dahulu kemudian mengompres luka di bibir pria yang telah menolongnya.


"Kamu tinggal sendiri di sini?"tanya Razi.


"Iya, terkadang dengan adikku. Tapi hari ini mereka berdua di rumah sakit menemani Ibu,"jelas Nessa yang mulai memberikan salep pada bibir Razi.


"Auww !"


"Maaf, ya. Karena aku kamu jadi terluka begini,"ujar Nessa.


"Tidak apa-apa, beruntung aku belum pergi. Kalau tidak bagaimana dengan dirimu,"ungkapnya.


Nessa pun tersenyum lalu berkata,"Terima kasih. Perut kamu apa masih sakit?"


"Tidak!"


"Kamu mau istirahat di sini atau pulang?"tanya Nessa.


"Aku pulang saja!"ucap Razi berdiri.


"Aku antar sampai depan gang!"tawar Nessa.


"Tidak perlu, kamu di rumah saja. Aku bisa sendiri ke sana!"ujar Razi.


Nessa pun memandang Razi dari kejauhan dengan menarik sudut bibirnya lalu ia membalikkan badannya dengan tersenyum penuh misteri.

__ADS_1


__ADS_2