Dipaksa Arus Kehidupan

Dipaksa Arus Kehidupan
Segelas Es Teh Manis


__ADS_3

Rindang membawa nampan yang di atasnya terdapat 2 mangkok bakso, segelas es teh manis, dan sebotol air mineral. Asap mengepul dari 2 mangkok bakso dengan kuah yang masih panas.


Pyukk


"Aakkkhhhh," Nisa menjerit kaget.


Segelas es teh tumpah membasahi baju Nisa. Hampir semua bagian baju sudah basah terkena tumpahan segelas es teh. Tangan kirinya juga terasa lumayan panas karena kuah bakso itu sedikit menumpahinya. Untung hanya sedikit. Kalau semua kuah menumpahi tangan Nisa yang hanya mengenakan seragam lengan pendek, tangan kiri Nisa pasti melepuh.


Flashback on


Cecil, Jeje, Lala, dan Rere melihat Rindang membawa nampan yang di atasnya terdapat 2 mangkok bakso, segelas es teh dan sebotol air mineral. Kebetulan gelas es teh nya berada di pinggir sisi kanan dan kebetulan dilihat dari sudut pandang Cecil, Nisa duduk di sebelah kanan Okta. Ide jahil muncul di otak Cecil.


Cecil menjentikan jari. "Gue punya ide," Cecil tersenyum miring lalu menginsyaratkan kepada teman - temannya untuk merepatkan diri.


Cecil membisikan sesuatu kepada teman - temannya. Seketika dia merubah rencananya untuk mengerjai Nisa. Tadinya dia ingin berjalan mendekat lalu berpura - pura tersandung hingga menumpahkan air minum yang akan dia bawa ke arah Nisa namun sekarang berganti dengan hal yang lebih apik menurutnya. Dia akan membuat kejadian itu senatural mungkin agar semua orang tetap membelanya walau dia sengaja.


Di saat Rindang mendekati meja tempatnya duduk bersama Nisa dan Okta, Cecil dan teman - temannya ikut berjalan membuntuti Rindang mendekati bangku mereka. Jeje berjalan agak cepat untuk melancarkan misi mereka.


Gubrakk


Jeje menyenggol tangan kiri Rindang hingga segelas es teh penuh menumpahi baju seragam Nisa. Kuah bakso ternyata juga ikut tumpah walau tidak semuanya.


Flashback off


"Nisa Nisa maaf - maaf. Aku nggak sengaja," Rindang panik melihat baju Nisa basah dan tangan kiri Nisa memerah.


Dia tidak sengaja menumpahkan segelas es teh dan kuah baksonya. Dia merasa ada yang menyenggol tangan kirinya hingga keseimbangannya oleng ke kanan. Rindang membantu Nisa meniup tangannya yang memerah. Dia sudah tidak memikirkan lagi siapa yang menyenggolnya.


"Nggak papa Rin," ucap Nisa sambil membersihkan air yang semakin merambas ke dalam bajunya. Okta membantu Nisa membersihkan bajunya berharap bajunya cepat kering dan tidak terlalu merambas ke dalam bajunya.


"Upss maaf, gak sengaja," Jeje merubah raut mukanya seakan - akan merasa bersalah, padahal yang di dalam hatinya perasaan itu salah besar. Dia tertawa jahat.

__ADS_1


Ucapan permintaan maaf Jeje yang tidak tulus membuat Okta yang semula panik melirik tajam ke arah Jeje. Okta melihat orang - orang yang paling dibencinya muncul di hadapannya. Okta berspekulasi bahwa ini semua kerjaan mereka. Sedangkan Nisa hanya menoleh lalu terdiam. Dia merutuki kebodohannya. Seharusnya dia menahan saja rasa laparnya agar dia tidak perlu bertemu dengan Cecil untuk sementara waktu.


"Ooohh oohhh jadi ini semua kerjaan lo hahh??! Dan lo (menunjuk ke arah Jeje) pasti lo sengaja kan nyenggol tangan Rindang agar airnya tumpah ke bajunya Nisa??!Tanggung jawab!" ucap Okta dengan suara keras.


Semua orang yang berada di kantin memusatkan perhatiannya ke arah keributan yang sedang terjadi. Tak terkecuali seorang siswa laki- laki yang memperhatikannya dari tadi secara diam - diam.


"Siapa yang hamil dan yang menghamili?" Lala angkat bicara. Lala berpikir keras.


Maklumlah lolanya mulai kambuh makanya ucapan seseorang akan dia telan mentah - mentah. Semua orang kecuali yang baru bersitegang berusaha menahan tawa mereka. Rere yang berada di samping Lala langsung membekap mulut Lala agar Lala tidak berbicara lebih nglantur lagi. Dia merutuki sahabatnya yang lola di waktu yang tidak tepat.


"Hehehe maaf gangguan teknis silahkan dilanjut lagi," ucap Rere cengengesan menahan malu lalu melepas bekapan tangannya. Lala kesal karena lagi - lagi Rere membekap mulutnya tanpa permisi.


"Yeee kan gue gak sengaja menyenggol tangan Rindang. Lagian gue juga sudah minta maaf. Orang kesandung mah mana tau jatuhnya mau dimana. Jadi gue juga gak tau kalau bakalan menyenggol tangan Si Cupu dan berakhir seperti ini," elak Jeje.


"Halaahh alasan lo doang itu mah. Ngaku aja lo. Ngaku aja kalau temen lo yang manja itu yang nyuruh lo buat bales dendam sama Nisa karena nggak terima atas kejadian tadi pagi. Udah tau kepleset sendiri malah nyalahin orang lain. Karma lo tuh! Dasar gak tahu diri! Atau sebenarnya temen lo itu iri dengan apa yang Nisa punya?? Cihh," Okta menunjukkan tangannya ke arah Cecil dengan ucapan sarkasnya.


"Hei heii. Kalau ucapan itu dijaga ya! Mana mungkin gue yang cantik dan kaya ini masih iri dengan cewek sialan ini? Hellooww! Ngaca dong ngaca!" ucap Cecil ketus.


"Dan lagi, jangan sembarang nuduh kalau gak ada bukti!" imbuhnya lagi. Okta semakin geram dengan sikap Cecil dan teman - temannya.


"Cihh yang kaya itu bukan lo tapi bokap lo. Gitu aja sombong. Gue juga nggak sembarang nuduh, tapi itu F A K T A, FAKTA!" ucap Okta benar - benar marah.


Dia tidak terima sahabatnya dibully terus. Rindang juga sangat kesal tapi dia hanya bisa diam dan mengelus pundak Okta agar bisa mengontrol amarahnya.


Perdebatan demi perdebatan terlontar semakin panas dan tidak ada yang mau mengalah. Bahkan penghuni kantin tidak ada yang mau melerai. Pembullyan di kantin oleh Cecil dan teman - temannya sudah kerap terjadi kepada mereka yang dianggap mengganggu. Jadi mereka sudah menganggap sebagai hal lumrah yang mengasikan untuk ditonton.


"Udah Ta, gue gak papa," ucap Nisa untuk mengakhiri keributan mereka namun Okta tak mendengarkannya.


Nisa semakin khawatir karena suasananya menjadi semakin panas. Sedangkan dirinya juga mulai merasa tidak nyaman karena selain tangannya memerah dan terasa lumayan panas, Nisa mulai kedinginan karena yang menumpahinya itu tergolong air es.


Dan sialnya kebetulan seragam hari ini putih abu- abu. Bajunya yang basah jadi tembus pandang, menampilkan lekukan tubuh Nisa dan warna tank top yang dia pakai untuk dalamannya. Sebagian besar perhatian siswa laki - laki pun sudah mengarah kepadanya. Nisa menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Rindang segera menutupi tubuh Nisa dengan berdiri di depannya.

__ADS_1


Seorang siswa laki - laki sudah tidak tahan lagi. Dia sudah geram karena keributan semakin memanas. Dia juga gerah dengan tatapan haus siswa laki - laki yang seakan - akan ingin menelanjangi Nisa.


"Mau kemana men? Udah duduk dan lihat aja," ucap salah satu temannya yang bernama Bagas melihatnya yang sudah berdiri dari duduknya.


Dia tidak menggubris ucapan temannya. Malahan ia berjalan cepat menghampiri keributan itu. Teman - temannya heran dengan sikapnya yang lain dari biasanya.


"Kesambet apa tuh bocah," ucap Ivan sama herannya dan Bagas menyetujuinya.


Sret sret


Dia melepas satu persatu kancing baju seragamnya dan memakaikan bajunya untuk membalut tubuh atas Nisa yang basah. Nisa tertegun atas perbuatannya yang mendadak. Semua orang pun juga terbengong. Seketika keributan itu menjadi hening. Mereka tidak menyangka bahwa dia bisa berbuat demikian.


Dia dikenal sebagai cowok yang dingin dan cuek, apa lagi dengan lawan jenis. Dia tidak pernah menggubris cewek - cewek yang selalu mengejarnya. Bahkan ia tidak pernah mencampuri urusan buli membulinya Cecil karena dia tidak peduli selagi tidak menyinggungnya.


"Aakkk aa gue juga mau dong diromantisin,"


"So sweet,"


"........"


Terdengar suara beberapa kaum cewek yang ikutan meleleh karena perbuatannya.


"Elehh sok jadi pahlawan,"


"Ahh dia gak asik,"


"........."


Terdengar juga suara beberapa kaum cowok protes dengan perbuatannya.


Kebencian Cecil pada Nisa semakin dalam. Dia iri melihat Nisa mendapatkan perhatian dari cowok yang dia sukai. Padahal Cecil yang terang - terangan mengejarnya tidak pernah sekalipun dia diperhatikan. Dilirik pun tidak pernah, bahkan ditolak mentah - mentah.

__ADS_1


"Kurang ajar!" Cecil menggeram marah. Jeje, Rere, dan Lala yang sudah mengetahui isi hati Cecil hanya berpikiran bahwa bendera perang sudah dikibarkan.


__ADS_2