Dipaksa Arus Kehidupan

Dipaksa Arus Kehidupan
Siapa Dia?


__ADS_3

Rere mematikan teleponnya dengan Cecil. Dia pergi ke luar rumah untuk membeli camilan. Ternyata stok camilan di rumahnya habis. Dia pergi ke sebuah toko dengan mobil kesayangannya.


Setelah selesai membeli camilan, dia meninggalkan toko itu. Sesampainya di perempatan, Rere terjebak lampu merah. Dia menikmati perjalanannya dengan mendengarkan musik sambil mengamati lingkungan sekitar. Tak disangka Rere melihat Nisa dan Dhika berboncengan.


"Wah wah wah," Rere merekam Nisa dan Dhika. Tanpa berpikir panjang Rere mengirim video itu ke group gengnya.


Gemuruh hati Cecil saat dia membuka video itu. Rasa bencinya kian menjadi. Dia marah karena malah dia yang apes. Bukannya Nisa susah eh malah semakin nempel sama Dhika, begitu pikir Cecil. Ingin rasanya dia mengobrak - abrik isi kamarnya. Namun Cecil mencoba untuk mengontrol amarahnya. Dia mengepalkan jari - jarinya erat hingga buku - buku jari tangannya memutih.


Di sisi lain Dhika dan Nisa baru saja sampai di rumah Nisa. Nisa segera turun dari motor Dhika. Dia melepas helmnya.


"Benar di sini rumahmu?" Dhika memastikan alamat rumah Nisa. Nisa mengiyakan pertanyaan Dhika sambil tersenyum. Dhika tertegun. Ternyata Nisa benar benar anak yang kuat dan apa adanya tanpa adanya gengsi.


Nisa menatap Dhika sambil tersenyum.Dhika yang dipandang merasa heran. Dia mengerutkan dahinya.


"Makasih ya kak, udah dibantuin, bahkan dianterin segala sampai rumah. Maaf ya Kak udah merepotkan Kakak," ucap Nisa.


"Haiss Nis santai saja. Lagian aku ikhlas," ucap Dhika.


Di dalam rumah Pak Man, Bu Tin, dan Setyo sudah menunggu kepulangan Nisa dari tadi. Mereka khawatir dengan Nisa karena sampai malam Nisa belum sampai rumah. Bahkan tidak bisa dihubungi.


Saat terdengar motor yang berhenti di depan rumah mereka, mereka segera keluar dari rumah dan mendapati Nisa bersama dengan seorang anak laki - laki. Setyo menghampiri Nisa dan Dhika dengan perasaan marah namun juga khawatir. Dia marah karena Nisa pulang malam dengan seorang anak laki - laki tanpa mengabari orang rumah dia pergi kemana.


"Kemana aja sepulang sekolah? Pulang sampai malam diantar cowok lagi," ucap Setyo garang. Dhika menanggapi amarah Setyo dengan senyuman. Jika adiknya masih hidup, mungkin dia juga akan bersikap demikian saat melihat adiknya diantar oleh orang yang tidak dia kenal.


"Mas jangan emosi dulu. Dengarkan adikmu menjelaskan dulu baru berasumsi," ucap Pak Man menengahi sebelum Setyo semakin marah. Pak Man tahu kalau Setyo marah sama Nisa karena dia khawatir dan sayang sama adiknya itu.


Setyo menghela napas kasar dan memalingkan mukanya sejenak.


"Coba Nis jelaskan kemana saja kamu sepulang sekolah sampai sekarang," pinta Pak Man.


"Jadi gini pak...." Nisa menjelaskan apa yang telah terjadi. Dhika menyentuh pundak Nisa saat Nisa mau menjelaskan bagaimana dia bisa bersama Dhika. Nisa yang paham langsung diam, memberi ruang Dhika untuk menjelaskan.


"Saat saya mau pulang sekolah, saya melihat seorang siswi bersragam SMK Guna Bhakti menuntun motornya sendirian. Jadi saya menghampirinya. Dan ternyata itu Nisa om, tante, mas (Dhika melihat mereka bergantian).......... " Dhika menjelaskan semua yang telah terjadi tanpa kurang maupun melebih - lebihkan.


"Oalah gitu to. Dengarkan mas. Jangan langsung berburuk sangka dulu sama orang lain sebelum mengetahui kebenarannya," ucap Pak Man.

__ADS_1


"Nak terimakasih sudah mau membantu bahkan mengantar Nisa pulang," imbuh Pak Man.


"Iya om sama sama," ucap Dhika sambil tersenyum.


"Maaf, udah nuduh yang tidak - tidak dan terimakasih udah nganterin adikku pulang," ucap Setyo. Dhika hanya menganggukkan kepalanya.


"Nak mampir dulu yuk di gubuk kami untuk sejenak," ajak Bu Tin.


"Lain waktu aja Tan. Saya langsung pulang saja." Dhika menolak halus karena hari memang sudah malam. Dhika berpamitan kepada semuanya. Dhika menghidupkan motornya dan melajukannya meninggalkan rumah Nisa.


Melihat motor Dhika sudah tidak terlihat, mereka semua masuk ke dalam rumah. Nisa melangkahkan kakinya ke kamar untuk membersihkan diri. Ternyata Setyo mengikuti Nisa. Dia penasaran siapa siswa laki - laki itu.


"Astaga mas," Nisa kaget karena sewaktu dia berbalik dia melihat kakaknya berdiri di belakangnya.


"Siapa dia Nis?" tanya Setyo tidak sabaran.


"Namanya Dhika mas. Dia kakak tingkatku," jawab Nisa.


"Ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Setyo lagi.


"Cuma temen kak," jawaban Nisa membuat Setyo lega. Setyo ingin adiknya fokus sekolah dulu. Setyo mengacak rambut Nisa kemudian langsung pergi dari kamar Nisa tanpa sepatah katapun.



Nisa



Okta



Rindang (ini versi biasa dan cantiknya, bukan yang versi culun ya)


__ADS_1


Cecil



Rere



Jeje



Lala



Yosse



Dhika



Ivan



Bagas



Setyo


Hanya itu yang dapat author berikan. Cari - cari di lapaknya simbah sampai puyeng baru deh nemu itu 🤣 Ternyata mencari mereka sulit juga haha. Seperti mencari butiran debu yang tertimbun tanah 🤭 Nentukan siapa mau divisualisasikan jadi siapa aja author kesulitan 🤧🤧 harap maklum ya readers hahaha.

__ADS_1


Kubisiki, pasalnya author kalau ngebayangin orangnya mungkin kayak orang rabun lihat orang, mukanya gak jelas tapi ciri - cirinya bisa author kenali🤫🤫🤣


Happy reading dan berhalu ria 😊


__ADS_2