Dipaksa Arus Kehidupan

Dipaksa Arus Kehidupan
Memulai Sebuah Awal


__ADS_3

Hari demi hari Nisa lewati. Ia melewati hari yang cukup melelahkan. Kecewa dan bingung menjadi satu mengisi hari - harinya. Dan disanalah sekarang dia akan menapakkan kakinya. Di sekolah itu, di tempat yang baru.


Nisa membanting stir, mengubur semua impiannya dan mengganti impiannya dengan impian yang baru. Meski berat tapi apa boleh buat? Nisa memutuskan untuk mengikuti keinginan Sang Bapak untuk bersekolah di sekolah kejuruan. Sekolah yang merupakan sekolah kejuruan favorit di kota itu.


Di sekolah yang baru Nisa memutuskan untuk mengambil jurusan bisnis dan manajemen yaitu akuntansi. Ia berharap suatu saat dia bisa menjadi seorang accounting di perusahaan ternama atau dia bisa menjadi pegawai bank dimasa depan.


**********


Pagi yang cerah. Hari ini seorang gadis bangun dari tidurnya dengan keringat dingin yang bercucuran dan napas yang terengah- engah. Dia menghela napas kasar. Ia tak mengerti, kenapa mimpi yang sama selalu datang, terlebih mimpi akan terasa sangat nyata saat dia akan memasuki tempat baru.


"Kenapa harus mimpi ini lagi sih?" batin Nisa.


Ia sangat lelah harus sering memimpikannya. Ingin ia menghilangkannya, tapi bagaimana caranya dia tidak tahu.

__ADS_1


Dia menoleh ke jam dinding. Karena dirasa sudah waktunya, dia bergegas untuk bersiap siap pergi sekolah. Ya. Dialah Nisa. Hari ini adalah hari pertama Nisa masuk sekolah, dengan tingkat yang sudah bertambah.


Nisa memutuskan untuk bersekolah di SMK Guna Bakti. Nisa bersekolah di sini sendiri, tidak dengan Okta sahabatnya. Okta bersekolah di SMA Bangun Mulya, sekolah yang Nisa impi - impikan namun harus kandas karena hanya mimpi. Okta bersekolah di sana karena keluarganya mampu. Walaupun secara ekonomi berbeda, Nisa dan Okta bersahabat karib tanpa memperhatikan status ekonominya.


Sebenarnya Nisa memiliki kecemasan tersendiri karena harus terpisah dari sahabatnya. Dia merasa akan kesulitan menemukan teman karena sifatnya yang kurang terbuka dengan orang lain. Selain itu Nisa termasuk orang yang tidak percaya teman. Ia juga mempunyai trauma yang mendalam dimasa kecilnya.


Karena trauma itu, dia berubah menjadi pribadi yang cuek dan kurang terbuka dengan orang lain. Tak heran di SMP, Nisa dapat dikatakan hanya punya satu teman sekaligus sahabat yaitu Okta. Namun demikian dia tetap bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan.


Selesai sarapan Nisa berjalan ke jalan utama untuk mencari angkot. Nisa sudah tidak menggunakan sepeda bututnya karena jarak dari rumah ke SMK Guna Bakti lebih jauh dari sekolah smpnya dahulu.


Nisa menghirup udara dalam dalam seolah udara bisa memberikannya energi lebih. Ia harus menekan rasa kecewanya dan menggantinya dengan rasa syukur. Hanya dengan begitu ia bisa melewati semuanya.


Nisa berjalan sambil kembali melamun memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

__ADS_1


Dari arah lain terlihat seseorang sedang berjalan membawa buku. Dia terlihat menunduk meneliti buku yang dia bawa.


Brukk


Nisa bertabrakan dengan seseorang. Buku milik orang yang ia tabrak jatuh berserakan.


"Maaf maaf, aku gak sengaja," ucap Nisa sambil memunguti buku yang berserakan. Dia merasa bersalah karena tidak memperhatikan lingkungan sekitar.


Setelah selesai memunguti buku Nisa menyerahkan buku itu kepada si pemilik.


"Inu maaf ya," ucap Nisa lagi. Mereka berdua bersitatap. Betapa kagetnya mereka melihat siapa orang yang menabrak dan ditabrak.


"Lo!!!"

__ADS_1


"Kamu!!!"


__ADS_2