Dipaksa Arus Kehidupan

Dipaksa Arus Kehidupan
Peringatan Kematian


__ADS_3

Sudah tepat tiga tahun Elin pergi. Hari ini Keluarga besar Kevern memperingati hari kematian Elin. Mereka melakukan doa bersama. Warna hitam mendominasi pakaian mereka. Suasana duka kembali menyelimuti.


Sejak kepergian Elin, tertawa adalah suatu hal yang paling mahal, khususnya Dhika. Rumah mereka bagikan raga yang kehilangan nyawa. Kosong dan hampa yang terasa, keikhlasan baru kelihatan rambutnya.


Mereka pergi ziarah ke makam Elin seusai doa bersama di kediaman Kevern. Semua anggota keluarga mengelilingi makam Elin. Ada yang berdiri ada yang jongkok. Mereka memanjatkan doa kembali, memohon agar roh Elin diterima di sisi Sang Pencipta.


Satu persatu dari mereka mulai pulang. Hingga tinggal Dhika seorang yang tersisa. Dhika memandang kediaman terakhir adiknya. Nama Carolin Sasmita Kevern terukir pada nisan itu. Hanya pandangan kosong yang Dhika layangkan, menatap lurus nisan itu.


Lama kelamaan matanya memerah, berair meneteskan apa yang ia tahan sejak tadi. Dhika memegang nisan itu. Kenangan - kenangan masa lalu bersama adiknya berdatangan satu persatu. Dhika teringat senyumnya, tawanya, kesalnya, marahnya bahkan tangisnya. Semuanya muncul bagaikan film lama yang ia putar.


Senyum pahit dalam tangis terukir di wajahnya. Sakit menggerogoti hatinya. Rindunya begitu membuncah, tak tertahankan. Namun apa daya, tak ada yang bisa dia lakukan kacuali doa yang tak pernah berhenti ia panjatkan.


Sudah Dhika putuskan. Hari ini hari terakhir ia menggenggam erat kepergiannya. Dia ingin menangis sepuasnya, agar hari esok ia bisa melepas kepergiannya. Memberikan kedamaian untuk sang adik terutama untuk ketenangan hatinya sendiri. Biarlah hanya kenangan yang masih bisa ia genggam, menjadi sebuah cerita yang akan terus ia simpan.

__ADS_1


"Dek baik - baik di sana. Jaga kakak, papi, dan mami dari sana ya. Kakak akan mengikhlaskanmu sepenuhnya, namun kamu tenang aja. Kakak akan mengingatmu seumur hidup kakak," Dhika menangis sambil tersenyum.


"Namun maaf dek, untuk memaafkan dia aku masih belum bisa," imbuh Dhika dalam hati. Dhika mengambil napas dalam - dalam. Ia menyeka air mata yang membasahi wajahnya.


"Kakak pulang dulu Dek. Kapan - kapan Kakak main kesini lagi." Dhika melangkah meninggalkan pemakaman itu.


Sedangkan di waktu yang sama di negeri yang berbeda, seseorang menatap foto lamanya bersama dengan gadis kecil yang cantik. Foto itu terpasang cantik di sebuah figura yang ia pegang. Cukup lama ia memandanginya. Setelah cukup, ia meletakkan figura itu di atas nakas.


Dia berjalan menuju balkon apartemennya. Dia menghirup dalam udara segar hari itu hingga memenuhi rungga dadanya untuk mengurangi rasa sesak di dalam hatinya. Rasa bersalah masih singgah di hatinya.


Sesampainya di rumah, Dhika langsung melangkah ke kamarnya.


"Sudah pulang Dhik?" tegur Mami Dhika.

__ADS_1


Dhika menoleh ke arah maminya itu. Dhika mengangguk lalu menghampiri maminya yang duduk bersama papi.


Hening. Dhika bingung kalimat apa yang akan ia ucapkan. Demikian juga dengan kedua orang tua Dhika.


"Pi, Mi," Dhika memandang mereka bergantian. Stevan Kevern, papi Dhika dan Tante Santi menunggu kelanjutan kata yang akan diucapkan Dhika.


"Mulai hari ini dan seterusnya aku akan mengikhlaskan kepergian adek, Pi, Mi," Dhika menatap dalam kedua orang tuanya. "Maaf kalau selama ini bikin Papi sama Mami tabah sedih. Maafin aku, Pi, Mi."


Tuan Kevern berdiri merentangkan tangannya. Dia tersenyum bahagia. Dhika langsung memeluk Papinya. Maminya juga berdiri lalu menghampiri mereka. Ia ikut memeluk Dhika dan suaminya. Suasana haru menyelimuti mereka, melihat Dhika yang dulu akan kembali menggeser Dhika yang sering murung. Mereka menangis bersama. Bukan tangis pilu yang terdengar, namun air mata penuh keikhlasan.


**************


Maaf readers untuk up di part ini singkat. Author sengaja membuat part ini sesingkat mungkin karena part ini marupakan part Peringatan Kematian 😆

__ADS_1


Terimakasih bagi yang sudah mau mampir, mau baca, mau beri like, comen, fav and Vote 😊😊


Sukses untuk kita semua 😘😘


__ADS_2