Dipaksa Arus Kehidupan

Dipaksa Arus Kehidupan
Kado Pernikahan Edisi Terbaru


__ADS_3

Iyap, betul. Liburan semester telah tiba. Di liburan kali ini, sepupu Nisa ada yang menikah. Dia adalah kakak sepupu yang serasa kakak kandung. Dia berbeda dengan Setyo yang sangat usil dengan Nisa, namun dia sosok kakak idaman bagi Nisa. Dia lebih perhatian dengan Nisa. Ketika Nisa kesulitan belajar maka dialah yang membantu Nisa belajar.


Saat ini, adalah H-1 pernikahan kakak sepupunya. Tenda-tenda telah berdiri, dekorasi cantik menghiasi. Sungguh terlihat meriah.


"Ciyeee yang besok sudah nggak lajang, jauh dari kata bujangan," goda Nisa.


Dengan cepat Woro, kakak sepupu Nisa mengapit Nisa di bawah ketiaknya.


"Ihh Mas, lepasin Nisa. Bau asem tahu." geruntu Nisa.


Woro terbahak melihat ekspresi muka Nisa. Dia segera melepaskan apitannya.


"Aduh Wor kenapa dilepas! Seharusnya jangan dilepas biar tahu rasa tuh bocah tengil," ucap Setyo yang muncul dari dapur.


"Wah Mas Setyo durhaka sama adeknya!" ucap Nisa yang masih cemberut. Setyo memeletkan lidahnya ke arah Nisa dan Nisa membalasnya demean menabok pundak Setyo.


Woro terbahak bahak mendengar pertengkaran kecil kakak beradik yang bagaikan kucing sama anjing. Mereka memang sudah besar, namun kelakuannya seperti anak kecil.


"Haihh hahaha. Aku udah mau nikah, kamu kapan?" tanya Woro pada Setyo.

__ADS_1


"Aku?" tunjuk Setyo pada dirinya sendiri. Woro mengangguk.


"Nanti dulu deh, nunggu cukup umur. Umurku aja baru 22 tahun. Masih lama deh. Masih mau menikmati masa muda yang bahagia," jawab Setyo dengan santainya.


"Terserah deh terserah. Kalau punya pasangan jangan lupa kenalin ke aku."


"Siap Mas," ucap Setyo pada Woro.


"Iyuhhh geli aku dengerinnya kalau kau yang manggil Yo." Woro bergidik geli.


Umur mereka terpaut 6 tahun, tapi Woro tidak mau dipanggil mas sama Setyo. Dia merasa risi saja ketika ada laki-laki yang tidak terlalu jauh umurnya memanggilnya dengan embel-embel mas.


"Kalian belum kasih aku kado nikah loh! Mau kasih aku hadiah apa kalian?" tanya Woro.


"Ada-ada saja mereka. Terkadang mereka seperti Tom and Dog namun ada kalanya mereka sama sam Tom," gumam Woro sambil menggelengkan kepalanya, melihat Nisa dan Setyo yang berjalan menjauh.


****


Beberapa saat kemudian, Nisa dan Setyo membawa sekotak barang yang cukup besar. Mereka berdua menyerahkan kotak itu pada kakak sepupu mereka. Woro memandang mereka heran.

__ADS_1


"Apa ini?" tanya Woro.


"Terima aja Wor! Katanya tadi minta kado pernikahan."


"Iya Mas, terima aja. Udah dikasih kok nggak mau menerima." imbuh Nisa.


"Kado pernikahan edisi terbaru loh," ucap Setyo santai.


Woro menatap curiga ke arah mereka berdua. Ia menerima kado itu dengan ragu-ragu. Senyum tipis terukir di wajah Nisa dan Setyo. Tangan Nisa dan Setyo melakukan tos ringan tanpa diketahui Woro. Mereka memang berniat untuk mengerjai Woro


Setelah kotak itu ada di tangan Woro, Woro membuka kado dari Nisa dan Setyo. Betapa terkejutnya Woro melihat seekor kucing keluar dari dalam kotak. Nisa dan Setyo pun tertawa. Itulah kado pernikahan untuk Woro.


"Astaga kalian. Kasih kado kok nggak ikhlas?" geruntu Woro. Ia tidak menyangka mereka membuat ide gila untuk memberinya kado. Mereka mengisi kotak kado dengan seekor kucing.


"Ikhlas, Mas. Tapi yang nggak ikhlas kucingnya. Buktinya sekarang kucingnya pergi." ucap Nisa.


"Haihh kalian ini ckckc! Gak Mo-dal! "


"Justru kita malah kasih kado bagus loh. Bisa bergerak, bisa keluar masuk rumah tanpa memindah, gak bakalan ilang kecuali mati," ucap Setyo santai.

__ADS_1


"Bilang aja gak punya duit!" ketus Woro.


Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak, menghabiskan malam sebelum janur kuning melengkung.


__ADS_2