Dipaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Dipaksa Menikah Dengan Pria Dingin
Bab 30 Berbelanja


__ADS_3

Jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, membuat Delia maupun Gibran bergegas untuk kembali ke rumah mereka, matahari yang sudah sedikit naik membuat Delia benar-benar semakin merasa kelelahan ketika harus berjalan menuju parkiran. Orang-orang yang semula memenuhi taman kota kini sebagian besar sudah kembali pulang namun ada pula yang masih nongkrong di kafe-kafe pinggir taman. Delia memepercepat langkahnya agar cepat sampai di mobil mereka.


"Sayang, kita mampir di mall dulu yuk!" ajak Gibran yang sungguh membuat Delia tak bisa menolak bila di ajak di tempat seperti itu.


"Mau beli apa sayang?" tanya Delia.


"Mau beli sesuatu, dan sekalian beli persediaan makanan untuk dirumah!" ucap Gibran sambil membuka pintu mobil dan mulai menghidupkan mesin.


"Persediaan makanan masih ada sayang!"


"Gak apa-apa, biasanya kalau hari minggu begini di mall ada discount!" Delia hanya manggut-manggut mendengar ucapan suaminya itu. Dan mereka pun pergi menuju mall yang lokasinya dekat dengan taman kota.


Dan benar saja, setelah sampai di mall, suasana mall memang tampak ramai, karena banyak barang discount. Gibran berjalan menggandeng tangan Delia, yang kemudian mengambil trolli untuk tempat barang yang mereka beli.


"Kamu ambil aja barang-barang atau kebutuhan dirumah, biar aku yang mendorong trollinya!" ucap Gibran sungguh manis. Dengan segera Delia mengambil beberapa sayur dan buah untuk kebutuhan dirumah, serta tak lupa untuk membeli perbumbuannya juga, Delia membeli cukup banyak kebutuhan dapur karena harga discount yang lumayan besar membuatnya lapar mata, sedangkan Gibran hanya geleng-geleng melihat apa saja yang Delia beli. Setelah selesai mereka pun menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka.


"Sayang! Sebenarnya aku lagi pengen beli sesuatu!" ucap Delia, ketika mereka sedang antri di kasir yang antriannya lumayan panjang itu, maklum jika holiday begini harga-harga di mall ini memang lumayan miring dari harga biasa, jadi tak ayal membuat pengunjung beramai-ramai untuk berbelanja.


"Memangnya kamu mau beli apa?" tanya Gibran.


"Pengen beli baju sport untuk berolahraga sayang!" ucap Delia sedikit merengek seperti anak kecil yang meminta manisan. Mendengar hal itu spontan membuat Gibran tertawa.


"Apa sih, kok malah ketawa?" ucap Delia bingung dan sebal.


"Gak apa-apa, baiklah, kita taruh barang belanjaan kita ini dulu di mobil, terus kita cari baju sport buat kamu!" ucap Gibran sambil merengkuh pundak istrinya itu. Sedangkan Delia begitu kesenangan karena Gibran mau menuruti permintaannya.

__ADS_1


Akhirnya antrian panjang sudah mereka lewati dan saatnya untuk mereka membayar belanjaan mereka. Delia sudah tidak sabar untuk mencari baju sport yang dia inginkan, setelah mereka menaruh barang belanjaan mereka tadi, mereka pun menuju ke galeri olahraga, yang khusus menjual baju atau kostum-kostum untuk olahraga. Banyak berbagai model baju olehraga disini, dari baju untuk sepak bola hingga baju renang juga ada, dari ukuran anak-anak hingga dewasa.


Delia mencari-cari baju yang dia ingin beli, namun masih belum mendapat yang cocok untuk dirinya.


Namun kini netranya melihat baju sport cople yang dipakai oleh patung manaqin sungguh sangat menarik hatinya. Dengan warna abu-abu dan variasi warna navy.


"Sayang! Itu bagus, aku mau yang itu!" ucap Delia sambil berlari kecil menghampiri manaqin itu. Gibran hanya mengikuti langkah Delia dengan berjalan cepat dibelakangnya.


"Bagus kan sayang?" tanya Delia pada Gibran, sambil memegang baju itu.


"Lumayan! Jika kamu suka yang itu, ambil saja!" ucap Gibran dengan santai Mebuat Delia sangat girang, Gibran senang melihat senyum ceria yang terlukis di wajah istrinya itu.


Setelah mendapat barang yang Delia inginkan, kini mereka pun hendak pulang, namun Gibran tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap Delia.


"Sayang! Aku lupa mau beli sesuatu juga!" kata Gibran, wajahnya berekspresi bahwa dia baru saja mengingat sesuatu.


"Ada deh, ayo balik lagi!" ucap Gibran sambil menarik tangan Delia. Mereka masuk ke salah satu tempat yang memajang berbagai macam pakaian dalam wanita maupun pria. Delia melihat-lihat bermacam pakaian dalam wanita dengan berbagai model dan warna, namun dia bingung, sebenarnya apa yang ingin suaminya beli, mereka terus saja berjalan masuk hingga mereka pun sampai pada manaqin-manaqin yang memakai sebuah baju terawang dengan berbagai motif, ada yang bermotif bunga dengan pita-pita cantik, ada pula yang mirip baju renang dengan renda-renda disetiap sisinya, bahkan ada pula yang lebih ekstrim dengan motif macan, memberi kesan binal siapa saja yang memakai baju itu.


Delia bingung, kenapa Gibran mengajaknya masuk ke area baju-baju aneh ini.


"Sayang, aku pengen kamu pakai baju seperti ini jika mau tidur!" ucap Gibran sambil tersenyum nakal pada Delia, dan Delia hanya membelalakkan matanya.


"Apa? Baju apa sih ini?"


"Ini namanya Lingerie, ini tuh baju tidur!"

__ADS_1


"Ihhh... Gini amat bajunya sayang, kaya baju kekurangan bahan tau gak!" kata Delia, membuat Gibran terpingkal mendengarnya.


"Udah, gak usah banyak komentar, pokoknya kamu harus beli tiga macam model!" ucap Gibran membuat Delia semakin memebelalakkan matanya.


"Oh iya, ini sepertinya bagus!" tunjuk Gibran, ke salah satu model lingerie berwarna hitam dan dilengkapi bando mirip telinga kucing. Melihat itu seketika Delia langsung membayangkan dirinya memakai lingerie itu didepan Gibran sambil bergaya sexy dan berkata 'meong' seperti kucing. Seketika Delia menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hayo ngelamunin apa?" ucap Gibran membuat Delia seketika terperanjat.


"Ayo pilih, model mana yang kamu suka, kamu tinggal pilih dua model aja!" ucap Gibran sambil mendorong tubuh Delia pada manaqin-manaqin itu yang seakan mentertawakannya saat ini.


Akhirnya pilihan Delia jatuh pada sebuah lingerie dengan motif bunga dengan pita-pita cantik itu dan lingerie berwarna ungu dusty polos tanpa ada motif apapun namun terdapat bunga-bunga kecil di depan dadanya.


"Waw...! Aku tak sabar ingin melihat istriku dengan memakai baju-baju itu malam ini!" ucap Gibran yang berjalan sambil berbisik pada telinga Delia, membuat Delia langsung merinding mendengarnya, dan spontan mencubit lengan suaminya itu.


"Kamu ini ada-ada aja sayang! Kalau boleh tau kamu tuh tau baju kaya gini dari mana? Aku aja meskipun wanita, aku. Gak tau kalau ternyata ada baju model seperti ini!" ucap Delia.


"Ada deh, hehe!" kata Gibran, yang sebenarnya dia juga baru tau saat dulu dia mau menikah dengan Delia, ibu memberi saran untuk membelikan lingerie untuk Delia sebagai seserahan, namun Gibran menolak saran ibu itu, dan sekarang dia malah membelikan Delia lingerie dengan tiga model sekaligus.


"Hmm! Jangan-jangan di pesantren dulu belajar yang aneh-aneh ya, ayo ngaku!" tanya Delia.


"Enak saja!" ucap Gibran sambil menjitak pelan kepala istrinya itu, dan kemudian merengkuh pundaknya.


Mereka pun pulang dengan hati yang tak menentu, membayangkan sesuatu yang akan terjadi nanti malam.


Bersambung.....

__ADS_1


Makasih untuk like nya😍🤗


__ADS_2