
Ar naik ke atas menyusul para keponakannya, ia juga diajak oleh saudara Herman yaitu Indah untuk ikut ke taman bermain. Awalnya Ar menolak tapi dengan ajakan dari Harna dan juga Indah akhirnya ia ikut.
Selesai mandi ia masuk ke walk in clouse miliknya yang terdapat banyak pakaian yang Harna siapkan untuknya. Harna masuk.
" Kamu mau ganti pakaian, biar kakak yang pilih, jangan pakai training, pakai ini dan bajunya ini." Harna menyodongkan celana pendek hitam dan sweater berwarna merah, Ar mengambil dan tanpa pikir panjang lagi ia mengenakannya, ia pindah ke ruang ganti di sudut yang dihalangi kain saja. Keluar dengan tampilan seperti anak remaja pada umumnya.
" Rambutmu mau diapakan, diikat kayak biasa atau dilepas aja?" tanya Harna, mereka keluar dari ruang ganti dan sudah pindah ke meja rias tepat di samping ruang ganti.
Tidak banyak isi meja rias milik Ar, hanua terdapat sisir, deretan ikat rambut yang diganung di tiga sisi cermin.
" Menurut kakak dicepol atau dipintal yang bagus?" tanya Ar.
" Dicepol aja supaya kamunya gak gerah..." jawab Harna sambil menyisir rambut Ar yang tebal dan bergelombang. " ... kamu biasanya minta Anisa kan yang ikat rambut kamu?" tanya Harna.
" Iya, Ar pengen gunting tapi sayang, rambut Ar ini udah Ar panjangin, pake banyak sampo, masa di potongnya segampang itu..."
" Gimana ceritanya Anisa bisa jadi tukang nyisir rambut kamu?" tanya Harna lagi.
" Hari pertama Ar sekolah, paginya itu Ar turun, udah ikat rambut tapi gak disisir, trus ketemu kak Nisa, kak Nisa benerin rambut Ar, nah mulai dari situ Ar minta kak Nisa bantuin nyisir rambut Ar." Jelas Ar.
" Gitu, nah selesai, ayo turun, pasti yang lain udah nunggu..." mereka turun ke bawah. "Oh iya, kata mama udah hampir setahun kamu ga cek up mata kamu, selesai ujian kita ke dokter ya." kata Harna sambil menuruni tangga bersama Ar.
__ADS_1
" Iya kak."
...****************...
" Yeey ayo masuk..." teriak keempat anak SD ini secara bersamaan. Mereka keluar dari mobil I dah sedangkan Ar keluar dari mobil Herman. Mereka membawa 2 mobil, Indah bersama keponakannya sedangkan Ar bersama Herman dan Harna.
Dengan pandangan enggan Ar masuk bersama, mereka membagi menjadi 3 kelompok Herman memegang tangan Harun dan Win, Harna memegang tangan Vian dan Vin, dan Indah diminta memegang tangan Ar karena taman bermain cukup ramai.
Awalnya mereka jalan bersama namun terpisah karena terlalu untung saja saat dikontak mengenakan handpone semuanya aman.
Harna dibawa oleh Vian dan Vin ke kincir angin, mereka harus antri untuk naik, tapi sebelum itu mereka sudah memegan permen kapas di tangan mereka yang kosong.
Herman ditarik ke permainan dalam ruangan mobil-mobilan atau bom-bom car oleh Harun dan permainan basket yang keduanya berlawanan arah, akhirnya Herman mengambil halan tengahnya yaitu bermain mulai dari pintu masuk sampai pintu keluar.
" Tidak tau, saya tidak terlalu menyukai keramaian." kata Ar.
" Hm, mau ikut kakak ke tempat yang tidak terlalu ramai..." ajak Indah.
" Dimana Bu, disini ramai di semua tempat..." jawab Ar.
" Kakak, panggil aku kakak, Aku adiknya suami kakakmu dan sahabat kakakmu juga jadi panggil aku kakak, kalau di sekolah baru panggil aku Ibu." Jelas Indah yang merasa risih karena Ar memanggil ia ibu sedangkan Herman yang lebih tua darinya dipanggil kakak.
__ADS_1
" Iya kak, tapi kita mau kemana." tanya Ar, mereka sudah berjalan, tempat tujuan mereka adalah bagian paling belakang dari taman bermain.
Mereka sampai di halaman belakang taman,hanya kurang dari 10 orang yang berkunjung ke sini, terdapat banyak hewan, mulai dari kucing, anjing, kelinci, ular, dan beberapa hewan yang bisa dipelihara.
Mereka berjalan di melihat-lihat hewan hewan lucu, Ar duduk di depan 2 kandang anjing, ia duduk berjongkok.
Seorang petugas disana datang, " Adek ada apa datang ke sini, jika adek ingin berkunjung dan membeli salah satu diantara hewan-hewan ini adek bisa masuk kembali ke dalam." kata petugas.
" Saya anak SMA, bukan anak kecil,bolehkah saya tau kenapa dengan anjing ini..." tanya Ar pada anjing kecil berwarna coklat ini.
" Ini adalah anjing jenis Chow-chow umurnya baru 1 minggu dan ia mengalami kebutaan pada mata kirinya sehingga pemiliknya membawanya kesini kemarin." kata petugas wanita itu dengan ramah.
" bagaimana dengan kedua anak anjing yang ini?" tanya Ar pada sekandang berisi 2 anak anjing.
" Kalau yang hitam ini jenis Newfoundland, dia adalah anak anjing yang ibunya dianiaya oleh salah majikannya hingga tidak dapat terselamatkan, 2 hari yang lalu anak majikannya membawa kesini, anak ajing ini dalam keadaan tertekan dan belum makan sama sekali. Kalau yang berwarna cream ini baru ditemukan beberapa jam yang lalu, dan diidentifikasi jenis Golden Retriever kedinginan karena hujan malam tadi, setelah diperiksa mata kirinya juga mengalami kebutaan."
" Apa saya bisa menggendong yang sedang tidur itu kak, saya ingin mencoba memberi makan." kata Ar.
" Tapi dek di tidak akan mau apalagi dipaksa, dia bisa stres..." kata kakak petugas itu.
" Kakak hanya perlu membuka kandangnya saja, dan pergi mengambil makanannya, kalau dia mau aku gedong makan aku akan menyuapinya makanan." kata Ar lagi dengan bahasa semi formal. Kakak petugas itu membuka gembok kandang dan pergi.
__ADS_1
Ar perlahan mencoba membujuk anak anjing yang terlihat lemah itu, menyalak tanpa suara saat ingin disentuh membuat Ar menarik tangannya, ia mecoba mengelus anjing lain di kandang itu dan dilihat si anjing lemah, ia menggunakan tangan lainnya untuk memgelus kepala anjing lemah itu, ia mengangkat dan mengeluarkannya dari dalam kandang dan memangkunya, terus dielus sambil menunggu makanan yang dibawakan oleh si kakak petugas.