Diriku Yang Lain

Diriku Yang Lain
Dijaga Ronald


__ADS_3

Ar merasa sesak nafas, ia membuka matanya meraba- raba dalam keadaan gelap,mencari dimana tas obat-obatannya itu. Ia hendak turun dari kasur dengan nafas cepat karena susah meraup banyak udara.


Ronald kembali dengan senapan bubur yang baru dimasak, untuk berjaga-jaga jika Ar bangun karena bubur yang Harna bawa tadi sudah terlalu dingin.


Ia terkejut melihat Ar yang duduk di tepi tempat tidur... "Dek kamu udah bangun, makan dulu ya..." Kata Ronald, ia mendekati Ar.


" Dek, kamu kenapa? Sesak ya, kamu simpan dimana inhaler kamu?" tanya Ronald saat melihat Ar sedang kesulitan bernafas. Ar menunjuk tas di atas meja belajarnya, Ronald melihat 2 tas berbentuk sama tapi yang satunya lebih kecih kecil dari yang lain.


Ronald mengambil tas yang berukuran lebih besar, ia memberikan tasnya kepada Ar, dengan cepat dan sedikit bergetar Ar membuka tas dan mengambil yang ia inginkan.


" Udah gak sesak lagi?" tanya Ronald, ia sedang mengantar Ar ke kamar mandi untuk berkumur setelah menggunakan inhaler.


" Iya..." jawab Ar singkat.


" Ayo, kata kak Harna kamu belum makan, kamu makan dulu baru tidur ya..."


...****************...


Ar duduk di meja makan, mengenakan pakaian sekolah dengan sweater ditambah hoodie, ia masih sedikit demam, pagi tadi Ronald melarangnya ke sekolah karena ia masih sangat pucat, dengan suara serak tapi karena alasan ujian Ronald menyetujui dengan syarat Ronald juga ikut ke sekolah.


" Kak, aku ikut ke sekolah bareng adek..." ucap Ronald di sela-sela sarapan.


" Ar, gimana kalau kamu gak ke sekolah aja, biar gak ngerepotin Ronald?" tanya Harna


" Tapi sekarang ujian kak..."


" Kita bisa telepon Indah untuk ngijinin Ronald masuk sekolah sebentar, minta Indah beralasan aja bilang Ronald dari kantor pusat yang datang untuk menjadi pengawas ujian..." Usul Herman.


Dan sekarang Ronald bersama keempat keponakannya dan Ar bersama Harna, mereka berangkat sekolah secara terpisah.

__ADS_1


" Kamu beneran gak apa-apa? kok bisa kamu sakit di saat ujian gini..." Harna bertanya.


" Kemarin mungkin tanpa sadar Ar memakan es krim terlalu banyak..."


Harna mengantar Ar hingga ia masuk ke dalam, ia menurunkan Ar tepat di lobi depan, ia juga turun bersama dengan niat mau menyapa Indah, sahabat sekaligus adik iparnya.


Ar mendapat tatapan aneh dari penghuni sekolah, tentu saja, tidak ada mobil yang bisa masuk seenaknya ke dalam kompleks sekolah kecuali mobil para guru namun tidak melewati gerbang depan melainkan melewati gerbang timur dan gerbang barat, sedangkan gerbang belakang biasanya untuk mobil kebersihan atau bis sekolah. Gerbang utama adalah yang memiliki akses khusus seperti kepala sekolah atau pegawai tinggi di kantor swasta pusat.


Ar berjalan memasuki gedung sekolah bersama dengan Harna, Harna mengantar Ar ke hingga kedepan kelasnya, ia sempat dihadang oleh beberapa murid kelas dua.


" Bibi buat apa di sini, apa bibi tidak tau kalau bibi dilarang masuk berkeliaran di lorong kelas..." kata seorang siswa bersama para komplotannya yang dulu pernah membuli Ar


" Ayo, kamu masih kuat jalan kan? kelasmu di lantai 4 kan?" tanya Harna pada Ar dan mengabaikan mereka.


" Hei, anda tidak mendengarkan saya?" tanya si anak tadi.


" Freya Sanjaya, untuk apa anda menanyakan nama saya?" tanya Fay.


" Kamu apanya Wibowo?" tanya Harna.


" Apa? Wibowo, anda pikir anda siapa memanggil nama Ayah saya tanpa sedikitpun kata hormat..."


" Aku jadi kasihan padanya yang punya anak sepertimu..." ucap Harna kemudian pergi. " Tanya pada ayahmu siapa Arharna Violeta, kurasa itu akan membuatnya mendidikmu dengan baik..." Harna benar-benar pergi.


" Dek, mereka yang dulu gangguin kamu?" tanya Harna yang hanya dijawab anggukan. " Apa sekarang mereka masih mengganggumu?" tanya Harna lagi namun dijawab gelengengan oleh Ar. Mereka sudah sampai di depan kelas Ar.


" Kak Harna? Selamat Pagi..." sapa ketiga orang yang sangat Harna kenal.


" Apa kalian kembar, nada kalian bahkan terdengar sama hihihi... iya selamat pagi." Jawab Harna.

__ADS_1


" Eh tapi kalau di sekolah bukannya harus manggil ibu Harna ya?" Tanya Benny pada Betty dan Cris. Ar sudah duduk di kursinya mengabaikan ketiga temannya yang sedang mengobrol dengan kakaknya dan tatapan penasaran teman-teman sekelasnya. Hari ini mwmang ia sedikit terlambat, ditandai dengan sudah adanya ketigga orang ini yang biasanya selalu datang 5 menit atay bahkan kurang dari 5 menit sebelum kelas dimulai.


" Ian, dia siapa?" tanya Bian, Bian adalah anak yang menyukai wanita dewasa dan itu hanya diketahui Ar saja.


" Dia kakakku, sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak laki-laki, tidak ada peluang untukmu..." jelas Ar dengan suara bisikan membuat Bian saja yang sepertinya menyukai Harna, Bian mendengar dan langsung memerah sedangkan Jeisis memandangi keduanya dengan tatapan tanya.


" Dek kakak pergi dulu ya, kalian bertiga tolong jagain Ar ya..." Harna berpamitan pada Ar dan yang lain.


Terjadi perkerumunan di meja Ar, mereka semua mempertanyakan kehadiran Harna. Para lelaki ingin mengetahui status dari kakak cantiknya Ar, sedangkan para perempuan ingi mengetahui rahasia awet mudanya.


" Ian, badanmu hangat, kamu sakit?" tanya Betty kawatir, Betty yang tidak sengaja bersenggolan dengan Ar saat menyiapkan alat tulis karena kurang dari 5 menit lara pengawas ujian akan datang.


" Gak apa-apa kok, ayo fokus pada ujian hari ini..." ucap Ar memberi semangat pada Betty yang paling sering mengeluh tentang ujian. Ar sebenarnya merasa ingin tidur saja, kepalanya serasa tidak bisa bekerja sama dengan situasi, tapi apa boleh buat, Ia berencana untuk menyelesaikan ujian secepatnya agar bisa berbaring sebentar.


Tak lama setelah itu Para pengawas ujian datang, yang adalah Ronald dan satu pengawas lainnya. Tentu saja Betty, Benny, dan Cris terkejut, mereka tau bahwa ronald dokter tapi kenapa dia ada di sekolah...


Apa karena Ian sakit makanya kak Ronald sampai datang dang mengawasinya? Bisa jadi karna kata Ian, dia paling dekat dengan kak Ronald dari antara semua saudaranya yang lain... Begitulah yang dipikirkan Betty.


Ujian dimulai, Betty, Benny, dan Cris sejak tadi terus melihat kearah Ronald yang saat mengelilingi kelas, Ronald sempat mencuri-curi pandang ke arah Ian alias Ar.


Seperti hari kemarin Ar selesai paling awal, ia mengambil tasnya di loket di belakang kelas dan keluar. Ia turun ke lantai bawah yang merupakan lantai ruang kesehatan. Ia sempat mengchat Betty bahwa ia sedang berada di ruang kesehatan.


Ar berbaring di kasur ruang kesehatan, ia menolak obat penurun demam yang diberikan oleh dokter sekolah saat ia masuk dan diperiksa sebentar, tak lama Ronald datang karena ujian pertama telah berakhir dan akan dilanjutkan 30 menit lagi.


" Dek, gimana? ada yang sakit?" tanya Ronald, ia datang ke kasur tempat Ar berbaring, ia menarik rapat-rapat tirai yang hanya ditutupi setengah saja, ia tak mau adiknya dilihati saat tidur. Ia duduk di kursi sebelah kasur setelah menarik tirai, dan mengecek suhu tubuh Ar dengan punggung tangannya.


" Kakak berisik, aku ingin memejam sebentar..." ucap Ar tanpa membuka matanya.


" Baiklah, tidak usah pedulikan kakak, tidurlah, kakak akan menjagamu...

__ADS_1


__ADS_2