Diriku Yang Lain

Diriku Yang Lain
Bodyguard


__ADS_3

" Ke rumah papi..." minta Ar pada kedua orang didepannya itu. Ia ingin menanyakan perihal mobil dan dua orang bertubuh kekar yang ada didepannya itu.


Perjalanan memakan waktu setengah jam hingga mereka sampai pada sebuah ruma mewah dengan dinding berwarna putih dipadukan dengan warna gold.


Tanpa menunggu dibukakan pintu mobil, Ar langsung keluar.


Sedikit berlari kedalam mencari keberadaan kakek dari keponakan imutnya itu.


" Selamat sore nona muda..." sapa beberapa pelayan sambil membungkuk saat melihat kedatangan Ar.


" Kak, kakak pelayan lihat papi tidak?" tanya Ar sedangkan 2 orang bertubuh kekar itu mengikutinya dari belakan setelah memarkir mobil.


" Tuan besar sedang berada di taman belakang nona, apa perlu saya antarkan nona kesana?" kata salah satu pelayan.


" Oh, tak usah kak, kakak pelayan kerjakan saja tugasnya, Ar pergi ke belakang ya..." ucap Ar kemudian pergi. Saat Ar pergi, seperti gerakan alami, mereka membungkuk hormat melepaskan kepergian Ar.


" Papi, papi..." panggil Ar.


" Kenapa bunny?" tanya si papi dambil menikmati kopi dicangkirnya.


" Papi, siapa mereka? Mereka ngikutin Ar terus kayak Ar induk mereka..." Tanya Ar diikuti protes.


" Mereka bodyguard bunny, mereka akan melindungi kamu dari keluarga kamu yang tak menginginkan kamu, papi gak suka kamu kaya kemarin, enak aja, anak imut gini disuruh mati, orang mereka yang udah tua gak disuruh langsung gali kuburannya sendiri, udah tua kan biar gak repot..." ngelantur si papi.


" Tapi mereka aneh papi, mereka kayak penjahat..." kata Ar.


" Gak, ini demi kebaikan kamu, mereka mau buang kamu, biar papi yang pungut, bodoh sekali mereka buang berlian. Orang kayak mereka itu, biar kamu nunjukin prestasi kamu sesempurna apapun mereka gak akan peduli jadi biar papi aja yang ambil anak jenius seperti kamu..."


" Jadi papi gak mau narik mereka dari aku?"


" Gak..."


" Tapi masa Win sama kakak-kakaknya gak punya Ar punya?"


" Mereka punya, hanya lagi nyamar, kamu gak tau..."


" Nama mereka siapa pi?"


" Kenalin diri kalian..." pinta papi dingin.


" Saya Jacob dan dia Gabby..." suara berat dan menyejukan telinga keluar dari salah satu pria bertubuh kekar.


" Kamu mau kemana bunny?" tanya papi lagi.


" Mau ke salon pi, rambut Ar udah panjang lagi, sekalian mau warnain..."

__ADS_1


" Nih, pakai ini aja, angap aja ini gaji kamu karna ngajarin cucu-cucu papi..." kata papi menyodongkan kartu ATM dan lembaran uang merah berjumlah 5.


" Kok kayak Ar dimanja banget ya, dikasih uang sama papi, kak Indah, kak Harna, kak Herman, kak Rian, kak Ronald, kak Mariana juga kasih, kak Fitri apalagi..." kata Ar. Ia bingung dengan uang yang mereka suruh habiskan.


" Itu artinya kamu masih disayang mereka..."


" Pi, uang papi bisa Ar pake beli rumah?" tanya Ar sekedar bercanda.


" Kamu mau rumah? ultah nanti papi kasih..."


" Becanda pi, Ar pergi dulu..." kata Ar kemudian mencium pipi papi.


" Iya..."


***


" Aduh rambutnya bagus banget mau diapain dek?" tanya su kakak pekerja salon.


Ar yang Awalnya duduk langsung berdiri. Diambilnya gunting dan...



Digunting rambutnya sendiri. Rambut yang di guntingnya masih digenggam. Diberikan pada Jacob karena Gabby sedang melakukan perawatan pada rambutnya juga. Atas permintaan Ar, keduanya juga ikut perawatan rambut namun karena tam mau membiarkan Ar sendiri maka mereka akan bergantian.


Dengan cekatan si kakak pekerja salon mengikis dan menggunting rambut Ar agar terlihat bagus dan rapi.


Sementara diwarnai, Gabby datang dan bergantian dengan Jacob.


" Kalian nanti tinggal di mana?" tanya Ar.


" Saya dan Jacob bisa tidur dimana saja nona, nona tidak perlu kawatir..." jawab Gabby.


" Tinggal di rumah belakang ya, nanti aku bilang sama kak Herman. Kalian asal mana?"


" Kami anak yatim piatu nona, kami diasuh tuan besar di camp pelatihan untuk bisa berdiri di sini..."


" Setelah ini kita ke mall..." kata Ar.


Hingga setwngah jam kemudian, karena sudah malas Ar menolak rambutnya dicatok, jadi hanya dengan mengeringkan rambut setelah diwarnai, mereka kemudian pergi.



Beginilah rambut Ar tanpa dicatok.


Setelah membayar untuk merwka bertiga Ar kemudian meninggalkan salon tersebut.

__ADS_1


***


Ar memilih pakaian, tentu saja pakaian untuk 2 bodyguard-nya. Ia tau meski mereka telah digaji oleh papi, tapi ia berpikir untuk hadiah perkenalan.


Ia meminta mereka memilih pakaian, namun keduanya tak memilih. Saat dipaksa, mereka hanya memilih sepasang jas.


Ar yang kesal dengan keduanya memilih kemeja dan pakaian santai seperti kaos oblong atau kaos berkerak juga celana pendek dibantu oleh pekerja disana.


Jacob dan Gabby menenteng tas belanjaan mereka masing-masing keluar dari toko pakaian.


Ar dengan senang hati berjalan menuju toko sepatu. Memilih 3 model sepatu berbeda untuk keduanya, membayar 6 pasang sepatu dengan harga yang terbilang cukup besar.


Keduanya melongo, pakaian dan sepatu yang dibawa merwka ini seharga dengan 2 bulan gaji mereka.


Ar meminta pulang karena sudah menjelang malam. Tak mau membuat orang rumah kawatir.


***


" Kakak, papi kasih aku dua orang ini..." cerita Ar. Ia baru saja sampai, ia mengambil tempat duduk diantara Herman dan Harna.


" Kakak udah tau, papa udah bilang sama kakak, kamu habis jalan-jalan sama mereka?" Kata Harna. Ia bisa melihat 2 orang itu masih berdiri disana.


" Buat apa kalian masih disini?" tanya Herman dingin.


" Kakak ih, jangan kasar sama mereka ih, om Jacob sama om Gabby pergi ke belakang aja, kalian bisa tanya mbak Anin kamar untuk kalian..." kata Ar perhatian.


Keduanya menunduk hormat dan pergi menenteng tas belanjaan mereka.


" Kamu beliin mereka itu semua?" tanya Tristan, sejak tadi ia mencuri dengar percakapan mereka.


" Iya, uangnya papi yang kasih, katanya pakai aja, merka kayaknya gak punya pakaian santai jadi Ar belikan..." kata Sr polos.


Kamu itu terlalu baik... Ucap ketiganya dalam hati.


***


" Nona Bunny baik ya, beliau sampai belikan kita pakaian sama sepatu untuk kita..." kata Jacob.


Mereka sedang merapikan barang belanjaan yang dibeli tadi.


Mereka menempati 1 kamar. Kamar tersebut tak terlalu kecil, didalamnya terdapat 2 kasur sedang, 2 meja disebelah kasur, dan 2 lemari di kaki tempat tidur mereka. Saru sisi ada pintu yang tadi dilihat adalah kamar mandi dan disisi lain ada jendela yang cukup besar.


" Iya, aku pikir majikan yang akan kita layani adalah anak manja atau majikan galak, secara Tuan besar dan tuan muda Herman agak serem..." jawab Gabby.


Keduanya kemudian terus berbicara tentang keseharian mereka di pelatihan. Karena keduanya berasal dari camp yang berbeda. Jacob pernah bekerja juga di perusahaan milik Hendri, dan Gabby pernah dipanggil menjadi manager di restoran Prancis milik Indah.

__ADS_1


__ADS_2