
Ar bangun dengan terburu-buru hingga ia sedikit pusing. Ia melihat ketiga anak anjing yang kemarin dibawa pulang olehnya sedang tidur di karpet yang sama dengannya di depan tempat tidurnya. Ia mencium pucuk kepala mereka satu per satu kemudian pergi ke kamar mandi, dia berniat siap ke sekolah.
Ar keluar dari ruang ganti pakaian dengan seragam SMA miliknya, ditambah rompi rajut alias vest yang sudah menjadi gayanya sejak seminggu ini sudah melekat di badannya, ia juga membawa hoddie berwarna hitam karena baru saja ia membaca perkiraan cuaca hari ini yang katanya hujan. ia membawa satu buku kosong dan ipad baru yang menjadi catatannya, earphone, dan carger handpone serta ipad-nya, tak lupa ia membawa sebuah flasdisk kosong untuk berjaga-jaga ( entah untuk apa ).
Jam menunjukan pukul 5 pagi, ia turun kebawah dengan niatan membuat susu untuk ketiga baby dog, dan meminta bantuan Anisa untuk menyisir rambutnya.
Sementara ia membuat susu, Anisa datang dengan sisir dan beberapa karet kecil. Sejak Ar mulai sekolah, atau bepergian Anisa akan menjadi penata rambut yang baik. Rambut Ar yang panjang bergelombang sudah mencapai pinggang kalau digerai, jika diluruskan mengenakan catok mungkin akan membutuhkan waktu lebih dati sejam untuk keseluruhan rambutnya, dan saat rambutnya lurus, maka panjangnya bisa mencapai betis.
__ADS_1
Ar sering kesulitan saat tidur karena sering menindih rambutnya membuat kepalanya seperti dijambak tapi, saat mama atau kak Harna meminta untuk mengguntingnya ia berkata ' Ar menghabiskan banyak uang untuk merawatnya dan waktu untuk menyisirnya tidaklah cepat '.
" Nona, saya ingin memintal rambut nona, apa tidak apa-apa?" tanya Anisa, ia sudah menyisir keseluruhan rambut lebar milik Ar namun belum diapa-apakan, ia sering menara rambut Ar tapi, biasanya Ar hanya minta di kuncir dan tidak ingin membuat model yang lain.
" Tidak apa-apa, selama kak Anisa tidak mengguntingnya hingga pendek, aku tidak masalah." Jawab Ar yang sudah selesai membuat susu dan masih menunggu susunya sedikit hangat ia membaca ipad yang memang tadi memang sengaja belum dimasukan kedalam tas untuk membaca sekilas lagi catatan yang ia buat dari meminta rangkuman dan poin-poin penting dari guru pelajaran.
...****************...
__ADS_1
Ia duduk di kursinya, mengenakan earpone, sembari memejamkan mata sejenak, berharap kegugupannya menghilang sedikit saja. Ia cukup gugup untuk sebuah ujian biasa, tentu saja gugup, ini adalah ujian pertamanya di SMA dan ujian pertamanya setelah beberapa bulannya melewati ujian kelulusan.
Ar yang sedang memejamkan mata, tidak menggubris sapaan dari Betty, Benny, dan Cris. Ia masih mencoba mengingat kembali materi-materi yang ia baca beberapa hari yang lalu.
Tak lama setelah kedatangan mereka pengawas ujianpun datang. Pengawas adalah ibu guru dari jurusan IPS, perintahnya untuk menyingkirkan catatan dan barang lainnya kecuali alat tulis, dan menyimpan tas mereka di lemari di bagian belakang kelas.
Ujian berjalan dengan tenang, Ar dapat mengerjakan ujiannya dengan baik, ia keluar terlebih dahulu karena mengerjakan dan habis paling awal, tentu saja semua materi yang di uji adalah materi yang ada dalam catatannya. Ia menuju lemari belakang untuk mengambil ipad dan earpone dan pergi meninggalkan ruangan agar tidak terjadi keributan.
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Jeisis dan Bian pun ikut keluar, mereka baru saja menyelesaikan ujian mata pelajaran pertama. Diikuti oleh Priscilla, Joana tak lama kemudian, dan beberapa orang lainnya.
Merwka sempat mengobrol sebentar namun karena ujian mata pelajaran ke dua akan dimulai mereka masuk lagi.