
Mereka bercerita banyak saat jam pertama yang kosong ini. Tentang Jeisis yang linglung karena tak tau bertanya tentang imajinasinya ke siapa selain Ar.
Tentang Betty yang biasanya ribut mengoceh tentang most wanted kelas 11 dan 12, atau OSIS tampan, selama tak ada Ar, ia tak banyak berbicara.
Tentang Lynden, Veron, dan Daniel yang tak pernah muncul karena tak ada Ar yang menjadikan alasan mereka mampir ke kelas ini.
Tentang Benny yang menjadi kulkas berjalan atau Cris yang tak jahil seperti biasa, Bian yang selalu tunduk dan membaca buku, Priscila dan Joana yang menyendiri, Angel yang tak bergabung dengan mereka. Rina dan Rani yang kembali ke dunia mereka sendiri.
Teman-teman terdekat Ar seperti diubah 180 derajat oleh Ar. Meski tak melakukan apapun saat berkumpul kehadiran Ar saja dapat menjadi pengaruh besar untuk mereka.
Itulah Ar, si mochi imut dari X BAHASA 1.
" Yan, kok kelihatannya kamu lebih tinggi?" kata salah satu teman sekelas.
" Iya kah?" tanya Ar balik.
" Rok kamu udah kependekan, berarti kamu nambah tinggi dong..." kata teman tadi lagi.
" Mungkin, selama sakit aku tak bergerak jadi semua makanan ditumpuk ditubuhku menjadi lebih panjang saat berbaring dan lebih tinggi saat berdiri..."
" Penjelasanmu agak rada-rada..."
" Loh aja yang Omes..."
" Omes apaan?"
__ADS_1
" Otak mesum..."
***
Ar ke kantin bersama teman-temannya, mencari tempat duduk untuk banya orang sangatlah susah apalagi Ar dan teman-temannya berganggotakan banyak orang, namun berteman dengan most wanted memudahkannya.
Mo**st wanted memang selalu diagungkan oleh sisaw-siswa lain, dan setiap angkatan selalu punya yang namanya most wanted.
Sangat jarang para pangeran sekolah berteman dengan siswa yang mengincar mereka. Tempat duduk pojok menjadi tempat ternyaman mereka, begitu juga dengan Lynden, Tristan, dan dua curut.
Tristan tidak seprotektif pertama kali ia bersekolah. Menurut pengamatannya, bibi tercintanya itu memiliki teman-teman yang baik dan menerima bibinya.
Duduklah mereka di meja panjang bersama Linden with bestie. Saat ingin memesan makanan, Gabby dan Jacob datang dengan kotak bekal berbentuk silindris menuju mereka.
Menarik perhatian? Tentu saja, mereka seperti anggota organisasi hitam dalam anime detective conan. Berjas rapih dengan menenteng bekal bukankah itu lucu.
" Makasih kak..." kata Ar sambil menerima bawaan keduanya dan menaruhnya diatas meja.
Keduanya bergeser ke dinding.
Ar membuka yang berbentuk silindris, stoples besar berisi kentang goreng yang menjadi cemilan favoritnya saat ini.
Entah kenapa semenjak ia sakit hingga sekarang hanya makanan dengan bahan dasar kentang saja yang masuk utuh keperutnya tanpa dimuntahkan kembali. Ya, beberapa makanan tradisional seperti ubi atau pisang juga ia makan dan tidak muntah tapi sedikit mual.
Menatap tak percaya pada Gabby yang bisa-bisanya membawa stoples kentang goreng dari lemari cemilan, ia berpaling ke kotak bekal yang dibawa Jacob. Dibukakannya kotak tersebut dan 10 susu kotak kemasan dengan 5 jenis berbeda masing-masing susu putih dan susu coklat 1.
__ADS_1
Tak boleh menyia-nyiakan pemberian orang, bukan pemberian juga, tak mau mengecewakan Gabby dan Jacob, dan Ar memang ingin memakan kentang yang tersedia didepannya itu, ia mengeluarkan handpone dari sakunya.
Ia memutar anime yang telah ia copy dari salah satu flasdisk kakaknya, ia menonton sambil mengemil.
Asik dengan dunianya sendiri karena mengenakan Earpone. Ia menyedot susu melewati pipa sedotan tersebut hingga kotaknya kempis dan menimbulkan suara lucu.
Mereka menertawakan kelakuan Ar, yang ditertawakan malah sibuk menonton, sesekali bersenandung opening atau ending musik anime tersebut.
" Yan, kelompok belajar kita gimana? Dua minggu ini jalan sih hanya ada bolong-bolongnya, gak ada yang jelasin atau saling bantu karna kita juga gak ngerti..." Ucap Angel.
Memang selama Ar sakit, mereka masih aktif belajar kelompok seperti biasa hanya kadang mereka meliburkan diri dihari-hari tertentu.
" Emm, aku ada urusan sepulang sekolah ini, kalau kalian memang mau, lanjut aja, gak apa-apa kan kalau aku gak ikut sebentar?" kata Ar.
" Gak apa-apa, toh sebelumnya juga kamu tinggalin kita 2 minggu..." ceplos Daniel. Semua menoleh padanya. "... Ya iya kan yang aku ngomong..."
" Kamu ngomongnya kaya dia sengaja sakit bego..." plak, kata Veron dibareng pukulan dilengan Daniel.
" Aku minta maaf kalau gak bantuin kalian belajar padahal aku yang bentuk kelompok ini, aku yang ketua kelo..."
" Stop bi, bibi gak salah, si kodok ini yang salah..." bantah Tristan. Ia ikut menggeplak Daniel.
" Iya, kamu sakit bukan karena permintaan kamu, gak usah gitu..." ini Angel.
" Kita gak apa-apa, gak usa ngerasa bersalah..." ini Joana.
__ADS_1
" Iya, kalau kamu ijin hari ini juga gak masalah, kita maklumi soalnya kamu baru sehat, gak usah cape-cape kalau lelah, nannti sakit lagi..." Kata Reno.
" Makasih ya...