
POV
Aldo
sengaja ku gandeng selvi menuju meja makan dan ku temani karena aku tahu watak orang tuaku , mereka tidak suka menunggu terlalu lama di meja makan aku takut selvi akan di marahi atau sekedar di tegur
apalagi ibuku yang selalu inggin sempurna , kondisi saat ini jika aku meninggalkannya pastilah istriku akan kena sindirannya , aku takut selvi tersinggung
agar dia tetap merasa nyaman selama perjalanan aku ajak dia bercanda agar saat di meja makan dia tidak merasa sendiri , karena ada aku disisinya
terlihat orang tuaku di meja makan ,namun yang membuatku menghela nafas , ada gladis ikut bersama kami , ntah apa maksud orang tua ku
gladis adalah teman kecilku dia tinggal sekitar 3 rumah dari tempat tinggalku , aku menganggapnya seperti sahabatku sendiri , tapi aku tidak pernah berbagi cerita dengan nya , hanya dia yang banyak berbicara , biasa seorang wanita lebih senang di dengarkan saat mereka berbicara ntah sekedar untuk mencari simpati atau berbagi cerita yang sebenarnya
" aduh ... kenapa ada dia ,mudahan selvi tidak berfikir macam macam" gumam ku dalam hati
POV
Selvi
aku berjalan tetap sambil tersenyum karena mendengar candaan aldo sepanjang perjalanan kami , walau sebenarnya ada penasaran dengan gadis itu
" itu dia " seru ibu mertuaku
aku melempar senyum tapi agak aneh yang kurasa ibunya mengalihkan pandangan , ah ku anggap mungkin dia tidak melihat
" do .... buruan kasian gladis nunggu dari tadi , ngapain sih nunggu orang lelet " ucap ibunya lagi
ku abaikan saja mungkin maksudnya bukan aku , tapi siapa lagi selain aku dan aldo yang di tunggu , ku tahan rasa kecewaku , sabar vi , ini baru hari pertama , gumam ku dalam hati
aldo hanya tersenyum tapi seakan di paksa , mungkin dia sadar juga dengan ucapan ibunya sehingga tidak enak dengan perasaanku , walau saat mamanya berucap dia malah mendekatkan badanya ke aku , aku yakin maksudnya agar aku sabar
di meja makan aku duduk bersebelahan aldo dan sebelah aldo gadis itu dan ibunya , di sebelahku lagi ayahnya walau agak jauh jaraknya aku tetap risih sama cara ayahnya memandangku .
" apa kabar do ... " gadis itu membuka suara
aldo hanya menjawab sedikit ketus " baik "
mungkin aldo menjaga perasaanku
" kok selama liburan gak kelihatan do ... " tanya nya lagi
mama aldo langsung menyela " oh aldo lagi liburan di rumah temannya kenalin itu teman aldo namanya selvi " aldo melihat mamanya dengan membelalakan mata ke mamanya , malah mamanya memberi kode seperti mengancam balik
tak lama ayah aldo membuka suara " ayo kita makan jangan bicara terus ,soalnya papi masih mau ketemu klien lagi " jelas ayahnya kepada kami
akhirnya pembicaraan pun di tutup dan kami menyelesaikan makan malam kami
selesai makan aldo langsung mengajakku ke kamar sembari berbisik kecil " sudah kelar makannya sayang "
aku hanya mengedipkan mataku pertanda iya. di genggam tangan ku " mah , pah dan gladis ..... maaf saya duluan ya kasian selvi dia lelah perlu istirahat yang banyak " ucapnya sembari menggandengku dan aku hanya melempar senyum tanpa sempat mengucap sepatah kata pun
dari jauh terdengar per bincangan mereka samar samar , mamanya mengatakan bahwa aku hamil dengan temannya Aldo , dan saat ini aldo menolongku untuk tinggal dirumahnya karena orang tuaku mengusirku dari rumah ...
oh hancurnya hatiku kenyataan ini begitu pahit kurasa tak terasa air mata ini menetes , tetap ku ikuti langkah aldo yang berada di depanku sambil menarik tanganku
" pelan pelan do .... aku tak bisa membersamai langkahmu " celetukku agak ketus dan serak
__ADS_1
aldo menghentikan langkahnya " kamu kenapa ? kenapa menangis ? " tanyanya sambil memegang wajahku
" aku terlalu cepat ya menariknya hingga keram lagi perutnya? " tanya nya lagi untuk memastikan
sengaja kututupi apa yang ku dengar walau samar samar sambil mengangguk kujawab " iya , kamu cepat sekali , kakiku sempat terpelecok alasanku kepadanya
tanpa kusadar aldo tiba tiba langsung mengendongku , " gak usah aku bisa jalan sendiri " seruku , tapi dia tidak mengubris ucapanku sedikitpun
" gak papa , biar cepet sampai dan istriku tersayang cepat istirahat " ujarnya sambil mengangkatku
" peluk dan pegangan ya biar tidak terjatuh " ucapnya lagi
kurangkul kan tanganku di leher dan bahunya , tapi mata ini melihat ke arah gadis tersebut dan ibunya , mata mereka pun memperhatikan kami , ada binar cemburu tersirat dari wajah gadis tersebut dan kernyitan dahi ibunya menunjukkan tidak senang dengan suasana ini
tapi dari lubuk hatiku ada rasa kemenangan , kondisi ini membantah ucapan ibunya tadi akupun tersenyum kepada aldo ... hahaha yang sebenernya senyum kemenangan .
*********
" akhirnya ... " ucap aldo dengan nafas sedikit lelah
aku tersenyum kecil " aku berat ya do... " tanyaku malu malu
sambil menghela nafas " lumayan berat tidak seperti malam itu " sambil melempar tawa ejekan kecil
Ughhhh , dia membuka luka lama lagi yang sudah inggin ku lupakan , walaupun dia juga pembuat lukanya .
" aku ngantuk " ucapku lirih
" kamu gak mau kesana lagi nemeni gadis itu " tanyaku dengan sedikit nada cetus
" ngak , aku gak cemburu " tegasku lagi menutupi perasaanku
" jangan cemburu ,dia hanya tetangga di sini " jelasnya lagi
baru aku akan bertanya dia sudah tertidur disampingku ,perasaan aku yang lelah tapi dia yang tidur duluan , gumam ku dalam hati .
aku pun memejamkan mata , posisi tidur tetap sama selalu dia memelukku
*****
suasana di hari ke 3
tak terasa sudah tiga hari aku berada di rumah mertuaku , tapi pagi ini aldo sudah berangkat kesekolah aku tidak sempat bertemu dengannya .
aku membersihkan badanku dan menuju dapur untuk mengambil air mineral disana kudapati ibu mertuaku
" eh pemalas sudah bangun " cetusnya sambil memandangku sinis
ayahnya menyela
" jangan begitu mah ,.... ayo selvi sarapan dulu " ayahnya tampak baik denganku berbeda dengan ibunya
aku hendak duduk makan , namun aku belum duduk ibunya nyeletuk lagi " ntar habis makan kamu beresin ya , trus jangan lupa ngepel , nyapu , dan nyuci baju soalnya pembantu di rumah lagi cuti dua minggu , mama dan papa mau ke kantor , jangan malas - malas gak bagus juga kalo hamil malas tar susah lahirannya "
walaupun mengagetkan ucapannya , aku tetap menurut , kukerjakan semua tugas darinya .
kulalui hariku setiap hari seperti itu mengerjakan tugas yang sudah di berikan ibu mertuaku
__ADS_1
gak terasa sudah hari libur lagi , aldo masih pulas tertidur ,akhir akhir ini aldo terlihat lelah sekali banyak tugas di sekolahnya , terkadang aku membantu dia menyelesaikan tugas sekolahnya sambil bercanda , dan sesekali kami melakukan kegiatan suami istri juga .
" pagi sayang " aku membangunkannya karena waktu menunjukkan pukul 9 pagi " do... bangun " aku mengulangi lagi
bukannya bangun dia malah menarikku ,hingga aku menjatuhi badannya , lalu dia bisikan di telingaku " pagi juga sayang ... "
" boleh sarapan yang beda gak pagi ini " ucanya lagi di telingaku
" emang mau sarapan apa " tanyaku lagi
tanpa ada jawaban , bibirku tak bisa bergerak lagi
dan bibir ini sudah beradu dengan bibirnya , ntah bagaimana prosesnya cepat sekali yang ada hanya hela nafasnya terdengar mengelitik tubuhku , hingga posisi seperti biasanya , keringat membasahi tubuhku dan tubuhnya .
aku segera membersihkan tubuhku ,karena aku takut ibu mertuaku marah lagi karena saat ini aku harus mencuci pakaian .
oh lelah sekali , kondisi hamil aku harus mengurus rumah sebesar ini sendirian , setiap hari.
*******
sudah dua bulan berlalu aku tinggal di rumah aldo , yang gak habis fikir pembantunya kok belum kunjung datang
" vi....... " teriak ibu mertuaku
" iya mah ,... " sahutku dari ruang tengah saat itu aku sedang mengepel lantai
" buat minum, itu ada teman teman aldo lagi kerja kelompok , jangan lupa sama makanan ringannya " perintah ibunya
akupun segera meninggalkan ruang tengah , ternyata mereka ada di teras depan rumah .
kubereskan dahulu ruang tengah takut ada yang tergelincir atau siapa tau aldo mau mengerjakan tugas di ruang tengah
selesai aku membuat minuman dan makanan ku antarkan , benar pemikiranku mereka berkumpul di ruang tengah , ada perempuan dan laki laki bersamanya , namun perhatianku gagal fokus karena ada seorang lagi yang duduk di pangkuan aldo , betapa hancur hatiku
ku antarkan minuman itu lalu kutinggalkan dengan wajah penuh emosi
aldo menyadari hal tersebut tapi dia santai saja
" siapa itu ,yang hamil barusan " tanya perempuan itu
aldo menjawab dengan senyumnya " oh sepupuku "
aku seperti disambar petir di siang bolong ,hatiku yang sudah sembuh kini di sayat lagi oleh ucapannya suamiku sendiri
kenapa dia tiba tiba berubah , air mata ini menetes ,aku masuk ke kamar dan berkaca ,mungkin karena badanku berubah
air mata ini menetes terus rasa sakit didada inggin rasanya aku pulang tapi aku binggung apa kata orang tuaku
ternyata aku ketiduran karena menangis , aku terbangun dari tidurku hari sudah malam
tak lama kemudian terdengar suara teriakan mertuaku .
" begitu kerja istrimu , taunya tidur saja bangun makan ,tadi saja kalo gak mama suruh dia gak buatin minum ama makan buat teman temanmu " terdengar jelas celotehnya dan gerutunya seakan sengaja
aku enggan keluar kamar , sengaja kupejamkan mataku agar tak ada yang tau jika aku sudah terbangun.
bersambung ......
__ADS_1