DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
perasaan tanya


__ADS_3

Perasaan Selvi saat itu di bilang hancur atau bahagia itu tidak dapat di gambarkan yang pasti Dia bisa melihat sosok Aldo di hadapannya walau hanya sepintas lalu. Setidaknya Sosok itu sempat mengalihkan dunianya sekejap saja.


Cinta pertama yang menoreh luka dan bahagia. Mungkin itulah judul yang pantas untuk kisah cinta Selvi dan Aldo.


Pov


Selvi


Sepertinya ada sesuatu yang membuat perhatian ini menuju ke arah lain. Lelaki itu kenapa lengannha di perban. dan sepertinya kepalanya habis di botakin. Apa yang terjadi dengannya.


Sayangnya Aldo tidak melihat ke arah Ku. Inggin menyapanya Seandainya tidak ada Nenek Sihir di sampingnya.


"Deh kebiasaan Anak Mama ini dari tadi melamun. Tiba -tiba bengong eh trus bahagia gak jelas." Suara Mama membubarkan pandanganku.


"I_iya nih Mah. Tadi Papinya Aldo ngajak ketemuan lagi. Mudahan saja Abrisyam di ajak lagi ya Mah." Sengaja Aku menjawab seperti itu agar Mama tidak tahu apa yang baru saja tampak jelas di depanku.


Cukup sudah Mama melihat penderitaanku setidaknya Kami harus mencari kebahagiaan sendiri.


"Ayo mah kita lanjut nyari keperluan rumah. Tapi, mainan ini lucu ya Andra terlihat senang sekali."


celotehku lagi.


"Bu Sum. Ntar Ibu juga belanja untuk keperluan di rumah Ibu ya dan beli beberapa perlengkapan Sekolahnya Anak Ibu."


" Tidak usah repot repot Non. Di rumah Ibu masih ada yang kemaren di bawain Ibunya Non Selvi." Jawab Bu Sumirah.


Dia orang yang rajin dan baik. Bahkan Dia tidak pernah mengecewakanku hasil kerjanya seperti menganggap Anak Ku Cucunya sendiri.


Tanpa basa basi karena, Bu Sumirah malu Aku yang memilihkan dan mengambilkan untuk keperluannya.


"Mah jangan lupa ya Buah pisang." pintaku ke Mamah.


Mama hanya memberi kode Oke dari jauh. Senang masih memiliki Dia di usianya yang sudah tidak muda lagi. Hanya Dia satu satunya seseorang yang Aku miliki saat ini yang bisa berbagi kisah denganku dan selalu memahami keadaanku.


Selesai berbelanja Aku mengajak Mama makan di salah satu restauran di Mall itu. Tidak lupa Aku membungkuskan untuk keluarga Ibu sumirah. Seharian berbelanja sehingga tidak terasa Andra sudah tertidur lelap dengan boneka mobil kecil di tangannya. Kami segera pulang kerumah.


...****************...


Matahari seperti tersenyum bahagia pagi ini. Aku tak sabar inggin segera bertemu dengan Papi, ada rasa penasaran berita baik apa yang akan disampaikan oleh Papi.

__ADS_1


Aku segera menuju meja makan, terlihat mama sedang menyuapi Andrasyam.


"Selamat pagi jagoan Bunda. Hari ini Bunda mau ketemu Opa dahulu ya. Mudahan Opa bawa Abang." ucapku sambil mengantikan Mama menyuapi Andra


"Mah, nanti saat Aku pergi jika Amel jadi datang kabarin ya."


"Memangnya Amel hari ini penerbangan jam berapa?" tanya Mama.


"Infonya sih penerbangan siang Mah. Tapi katanya kalo ngak langsung kesini Dia ke Kantor terlebih dahulu. Ada Customernya dari Brunei mau datang melihat Perkembangan pembangunan rumahnya. Amel 1 bulan di Balikpapan Mah." Jelasku dengan menikmati sarapan favorit roti isi coklat buatan Mama tersayang.


"Mama masakin capcay sama ikan goreng siram sambal hijau ya Vi." seru Mama.


"Wah enak banget, boleh plus lalapan ngak Mah." pintaku.


" Bolehlah, tar Mama buatin sambal tempe penyet juga ya." segera ku cium Mama menandakan Aku setuju dengan rencananya.


" Ayo Andra sayang Kita mandi." Ku angkat Andra dan memandikannya.


Seusai memandikan Andrasyam, Aku menidurkannya terlebih dahulu. Agar tidak menganggu Aktifitas Mama saat Aku tinggal.


Tak terasa waktu sudah mau siang Aku segera bersiap-siap, Kira-kira apa ya berita yang akan kudengar pikiran ini menebak-nebak.


Segera Aku berpamitan dengan Mama. " Selvi pergi dahulu ya Mah. Nitip Andra tadi Selvi sudah simpankan Asinya."


"Baik, Mama Sayang." Ku kecup kening dan pipinya tidak lupa takzim.


...****************...


Di sudut ruangan itu terlihat Aldo menatap gawainya. Melihat dan menaik turunkan seperti memutar Vidio berulang ulang.


POV


Aldo


Selvi kenapa Kamu tidak memberitahu bahwa sudah menikah lagi. Seandainya Aku tahu mungkin Aku segera melepasmu. Sakit sekali hati ini.


Padahal saat itu saat Kamu bekerja dengan Andri hati ini merasa bahagia. Apalagi saat kejadian itu seakan tidak ada penghalang di antara Kita, saat kita berhubungan seakan Aku adalah milikmu seutuhnya dan Kau adalah milikku seutuhnya.


Semuanya hancur dengan vidio dan foto-foto ini. Kubuka lagi gawai Ku. " Maaf saya mohon agar Kamu segera menceraikan Selvi. Karena, saat kni Dia adalah Istriku. Karena, status yang Kamu gantung Aku tidak dapat menikahi Selvi secara sah." Pesan singkat itu sangat jelas dan di dukung dengan Vidio Dia bersama Selvi di dalam Kamar tidur berdua, seperti pasangan Suami Istri yang bahagia.

__ADS_1


Memang Vidio dan foto itu tidak terlalu vulgar, tapi setidaknya melihat Selvi berdua satu tempat tidur denvan posisi tidur di peluk dari belakang membuat hati ku hancur Bahkan vidio itu seakan di buat sengaja. Lihat Dia istriku Selvi sedang tidur.


Yang membuat Aku penasaran wajah lelaki itu tidak tampak jelas seakan di tutupi. Siapa kira-kira Suaminya Selvi.


Terdengar langkah kaki mendekati Kamar ini. Tidak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk.


Tok....


Tok....


Tok....


"Aldo, ini Mami. Sudah siapkah? Jika, sudah Mami tunggu di ruang makan ya." Suara Mami terdengar dari luar.


"Iya Mi. Sebentar lagi saya kesana." sahutku.


Kututup gawaiku dan bersiap-siap. Hari ini ke Bandung untuk Kontrol ke doktersekalian bersilaturahmi ke rumah Zahra.


Mungkin itu hanya alasan Mami untuk mendekatkan Ku dengan Zahra. Tapi melihat kenyataan ini Aku akan mencoba membuka hati ini untuk Zahra.


Ku tutup kembali pintu dikamar ini dimana Aku habiskan hari Ku dengan memandangi wajahnya Selvi di Album foto yang Aku simpan rapi.


Segera Aku menuju ruang makan dan bersiap - siap untuk berangkat ke Bandung.


"Mi mana Abrisyam." tanyaku.


"Tadi di antar Papi sekolah, Pesan Papi tadi sebelum Dia berangkat Abrisyam akan di titip di rumah salah satu karyawan kantor yang sempat menjaganya saat Kamu masih di Rumah Sakit." jawab Mami sambil menikmati Nasi goreng seafood.


"Memangnya Kita lama ya Mi di Bandung?" tanyaku


"Nga juga tergantung hasil dari Dokter. Jika musti dirawat lagi ya agak lama, mudahan perbannya yang di tangan sudah bagus hasilnya dan semoga hasil ronsen kepalamu juga bagus ya." ucap Mami.


Ada rasa ke khawatiran tiba - tiba melanda perasaan Ku. Seperti trauma dengan perjalanan jauh. Aku takut terjadi kejadian kecelakaan lagi.


#Pengumuman#


Saya sebagai penulis mohon maaf atas segala sesuatu yang buruk dalam tulisan ini, bukan bermaksud menyebarkan keburukan tapi ketidak mampuan penulis dalam penyampaian cerita. Saya akan rubah cerita dengan judul baru tanpa ada nuansa sebelumnya dengan esensi yang lebih baik. Semoga bisa di maklumi.


Mohon maaf kepada semua pembaca. 🙏

__ADS_1


Terima kasih.


@indraqilasyamil


__ADS_2