DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Zahra menguak tabir


__ADS_3

Pov


Zahra


Aku harus cari tahu yang sebenarnya terjadi karena, ini masalah masa depanku apalagi setelah kejadian di rumah sakit kemaren aku yakin disini Selvi adalah korban dari semua ini.


Sengaja pagi ini aku pergi menengok lagi Abrisyam, untuk bertanya lebih detail mengenai Aldo, kusiapkan beberapa bingkisan mainan untuk Abrisyam.


Saat aku tiba di ruangan itu terlihat Selvi ditemani


oleh Papinya Aldo. Jadi cangung akan lanjut masuk atau tidak.


Tetapi aku paksakan memberanikan diri, ku ketuk pintunya.


"Assalamuallaikum," sapa ku.


"Waallaikumsalam," jawab Selvi.


"Bagaimana keadaan Abrisyam,"


"Mungkin hari ini sudah bisa pulang, Zahra sendirian kesininya," tanya Selvi.


"Iya, tadi janjian mau fitting baju dengan Aldo tetapi dia masih ada urusan katanya." jawabku lalu meletakkan bingkisan di atas meja.


"O,ia Selvi sudah sarapan? jika belum mau menemaniku sarapan pagi ini," tanyaku berharap Selvi paham dengan maksudku ini.


"Pi titip Abrisyam ya, saya keluar sebentar dengan Zahra," ucap Selvi meminta tolong.


"Iya sayang," balas Papi mesra.


Kami pun menuju salah satu resto yang berada di rumah sakit itu. Saat perjalanan tiba-tiba Selvi membuka perbincangan.


"Saya paham sebenarnya ajakan makan ini hanya alasan bukan?" tanyanya yang membuat aku tersipu malu.


"Jangan malu, saya senang jika masih bisa berbuat baik, saat ini saya juga sudah geram dan saya tidak mau kamu merasakan apa yang saya rasakan," jawaban Selvi semakin membuatku penasaran.


Sempat terpikir bahwa dia adalah seorang pelakor yang tidak punya akhlak menikahi mertuanya sendiri yang jelas-jelas itu tidak dibolehkan.

__ADS_1


Tetapi mendengar ucapannya pasti ada alasan yang kuat yang aku belum ketahui.


Aku memesan bubur Ayam samarinda dengan segelas teh hangat, ternyata Selvi memiliki selera yang sama dia juga memesan menu sama persis denganku.


"Selvi mungkin sudah tahu jadi aku ingin mendengar semua ceritanya dari awal kalian bertemu," tanyaku antusias sambil menunggu pesanan kami datang.


"Awal aku mengenal Aldo sebagai Adik kelas kami saling mencintai, tetapi saat aku kelas tiga dan mendekati lulus sekolah ntah setan apa yang membuat dia berpikir pendek saat itu ada acara di puncak dan minumanku di campur sesuatu yang membuat aku tidak sadarkan diri, hingga kejadian terlarangpun terjadi, karena peristiwa itu dia ayahku terkena strok, dia menikahiku tanpa restu orang tuanya dan saat itu ayahnya di luar kota, parahnya lagi saat aku hamil dia membawa perempuan yang tidak lain adalah Virgin dia tega memacari wanitavitu, Bahkan..." tiba-tiba dia terhenti saat menceritakan semua itu air mata Selvi menetes seakan sakit banget yang dirasakannya.


"Jika tidak sanggup menceritakannya, tidak apa-apa cukup sampai disini,"jawabku.


Karena, aku takut dia tidak kuat dan pingsan disini sempat pernah mendengar cerita dia sering pingsan dan penyakitan sebab itulah di ceraikan Aldo bahkan sempat dengar cerita kalau Selvi yang pergi meninggalkan Aldo sebab itu Virgin menikah dengan Aldo.


Tetapi kisah Selvi ini menjawab semua karena, seperti ini juga kisah yang di ceritakan Aldo tentang sosok Istri yang dia cintai, berarti selama ini cinta matinya Aldo bersama Selvi.


Terlihat Selvi menarik napas panjang dan meminum teh hanggat yang ada di hadapannya.


"Akan kulanjutkan, sebenarnya Aldo saat itu termakan hasutan Maminya telepon yang sering masuk adalah Papahku dan semua di putar balikkan oleh Maminya hingga Aldo berbuat nekat, hanya saja aku binggung saat kami kembali bersama kenapa dia mau menikahi Virgin sampai sekarang aku belum tahu jawabannya, Aku sebenarnya memiliki dua anak dari pernikahanku dengan dia tetapi dia tidak tahu tentang anak kami yang kedua saat itu Aldo dan Abrisyam di rebut paksa dariku saat dirumah sakit di hari Papaku meninggal semua cintaku di renggut di hari yang sama." cerita Selvi di temani bulir kristal jatuh di pipinya


"Berarti selama ini Aldo salah paham denganmu?" tanyaku


"Selama ini dia pikir Anak kedua mu hasil pernikahan sirih antara kamu dan bosmu Selvi, jujur sebelum aku mengenal Aldo adalah suami sepupuku Virgin, Aldo sering ke Cafeku untuk menyendiri bisa dari pagi sampai petang hanya duduk termenung memainkan gawainya," ceritaku.


"Bukannya dia dan Virgin bahagia, saat itu Virgin sedang hamil bukan? mereka akan memiliki anak," tanya Selvi penasaran.


"Itulah yang aku ingin sampaikan juga,"


"Apa yang kamu ketahui Zahra?" tanya nya lagi.


"Jadi terakhir saat kami ketemu ada secarik kertas bekas bon di mejanya bertuliskan, akankah aku mencintainya dan melupakanmu sayang sedangkan anak yang di kandungan dia saja aku tidak tahu anak siapa?" tetapi awalnya aku berpikir dia sedang mencoret-coret saja seakan membuat cerita.


"Ini menjawab semua pertanyaanku Selvi, kalian berdua adalah korban, ntah siapa dalang dari perpisahan sejoli yang saling mencintai," jawabku lagi.


"Sudah pasti dalangnya Mami Aldo dan maaf Virgin. Maaf sekali lagi Zahra saat itu dia tahu bahwa Aldo dan aku sudah menikah bahkan saat itu dia sudah mendengarkan saat kami melakukan kegiatan suami istri."jawab Selvi dengan rasa segan karena Virgin adalah sepupuku.


"Tidak apa-apa Selvi aku paham itu, walau kami keluarga aku dan dia memang jauh berbeda," jawabku singkat.


"Seandainya Aku dan Aldo tidak di pisahkan paksa oleh dua orang algojo itu pasti kami masih bersama saat ini dengan kedua anak kami, tapi saat ini aku sudah sangat membenci Aldo dan Maminya jadi dia pantas merasakan semua yang kurasakan, soal aku menikah sama Papi itu tidak perlu kamu tahu setidaknya aku merasa bahagia saat ini."

__ADS_1


"Selvi boleh aku bertanya lagi?"


"Tentang apa Zahra?"


"Apakah kamu masih mencintai Aldo?" pertanyaan itu pasti sangat mengusik Selvi aku yakin itu.


Lama sekali Selvi menjawabnya hingga akupun berkata lagi, "Jika kamu tidak dapat menjawab aku paham bagaimana perasaanmu sesunguhnya," ujarku lagi.


"Aku masih mencintainya itu salah saat ini aku membencinya jika rasa cinta itu masih ada itu wajar karena, kami memang saling mencintai tetapi untuk kembali bersatu itu mustahil terlalu perih sakit yang kurasakan." Selvi pun berdiri dan meninggalkanku sendiri tetapi dia meninggalkan secari kertas untukku di meja.


Sepertinya ini sudah dia siapkan sejak lama, akan ku baca nanti saat aku menyendiri di rumah. Kusimpan kertas itu di dalam tasku lalu aku panggil pramusaji untuk menyelesaikan bon pembayarannya.


"Total semua berapa ya?" pintaku.


"Maaf Nyonya semua sudah di bayar oleh kawannya yang tadi maka bersama disini bahkan dia menitipkan ini untuk anda," jawab pelayan itu sembari memberikan kertas kepadaku.


Note :


Sebelum kamu membaca secarik surat yang kuletakkan di meja sebaiknya kamu mengenali Aldo terlebih dahulu, jangan sampai kamu jadi bimbang karena ceritaku.


by : Selvia Anastasya.


Bersambung....


Hai janggan lupa vote ya,


Buat yang mau berkenalan lagi dengan aku boleh deh mampir di ig atau fb ku.


Ig : indraqilasyamil


fb: indraqilasyamil


Aku menunggu jejak kalian di kolom komentar bantu share ya biar banyak yang bisa jatuh cinta dengan Novelku ini.


Love love love buat kalian semua...


maafkan ke typo an aku ya mudahan jika ini sudah end aku sempat memperbaikinya.💞💞💞💞💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2