
Suasana di atas udara ini sunghuh indah , semua yang terlihat di bawah sana tampak sangat kecil.
Tak lama terdengar suara dari sang Pramugari. "Perhatian kepada para Penumpang Kita memasuki Bandara Sepingan Balikpapan Timur. Mohon Sabuk pengaman di kencangkan.bla ... bla... bla...."
Informasi tersebut terdengar renyah banget seperti di nina bobok kan.
"Vi, nanti sesampainya Kita di sana gak langsung ke Site ya." Ucap Andri
"Siap Pak!" Jawabku sedikit melempar senyum.
"J**angan terlalu formal. Kecuali, di jam kerja atau depan Klien baru panggil Pak" Sambil di usapnya kepalaku seraya kembali berbalik tatapannya ke arah majalah di tangannya.
Mak jleb....
Aku tertegun sebentar tak percaya apa yang terjadi baru saja. Andri senyaman itu dan sesantai itu mengusap rambutku. Oh, Selvi 'sadar' Dia atasanmu sekarang dan statusmu masih Istri sah Aldo.
Akhirnya pesawat telah landing dengan selamat. Kalimantan kini Aku datang menhemput Putraku. Pokokny Aku harusbyakin bisa bertemu Putraku.
Kami menginap di salah satu Hotel yang lumayan terkenal juga di Kota Minyak ini. Kali ini Aku berada di salah satu Kota di Kalimantan Timur yang terkenal dengan Kebersihan dan ramah tamah Penduduknya.Terlihat salah satu Karyawan Hotel yang menjemput Kami.
"Selamat datang." ucap penjemput dari hotel Le Grandeur. Mobilpun melesat kencang. Hingga sebentar saja Kami sampai di Halaman Hotel tersebut.
Sesampai di Kamarku Aku akan meluruskan badan ini. Perutku terasa keram, segera Aku minum Vitamin dari Dokter Kandunganku. Mungkin efek terlalu lama duduk.
Kamarku di 306 dan Adrian di 307. Saat Aku akan memasuki Kamar Adrian memegang pergelangan tanganku. Oh Tuhan kenapa ada adegan seperti ini Aku bisa baper.
"Ntar sekitar jam 8.00 ketemu disini lagi ya. Kita makan malam." Lalu di lepasnya tanganku. Ternyata dia memegang tanganku takut Aku gak keluar kamar lagi hahahaha Aku udah baper duluan.
"Iya,Pak !" wajahnya mengernyit segera Ku rubah "Eh maaf . Iya Ndri." ucapku mengulang perkatan.
Aku segera masuk ke ruangan itu. Cepat Aku hempaskan badan ini di atas tempat tidur berwarna putih ini. Aku menyalakan alarm terlebih dahulu agar tidak terlewat.
Alaram berbunyi , segera Aku bangkit dari tidurku Lumayan badan ini jadi segar lagi. Segera Ku bersihkan badan ini dan bersiap-siap. Saat bersiap ada message masuk
Ku ambil gawaiku dan mulai ku pencet pasword layarnya. "Vi, malam ini pakai baju formal ya, Kita mau ketemu Klien."
__ADS_1
"Oke,Bos." balas Ku dengan emot senyum.
Aku pun sudah siap dan segera Ku buka pintu kamar tak lama terdengar suara pintu di buka dari sebelah kamarku.Andri melihayku tanpa berkedip bahkan Dia menjadi terdiam dan terpaku.
"Ndri, ada yang salah dengan pakaian Ku?" tanyaku sambil memperhatikan pakaian yang Ku kenakan.
Sedikit terbata ."O-oh... ngak . Kamu cantik sekali malam ini walau perutmu sedikit buncit. Tapi malah terlihat seksi."
Aku jadi tertunduk malu. Ayo Selvi jaga hatimu, Dia sudah berumah tangga. Aku berusaha menenangkan Diri ini agar tidak terhipnotis suasana
"Ayo Bos. Masih ada yang di tunggu?" Tanyaku.
"Ayo." Jawabnya.
Aku pun nyeletuk. "Jujur saya mulai lapar."
Terlihat senyum simpul di bibirnya dan Kami pun bergegas ke salah satu restauran. yang kebetulan berada masih satu gedung dengan Hotel yang Kami tempati.
Kami menuju ke salah satu meja yang berada di sudut. Tempat itu terkesan VIP Karena, di dalam ruangan yang terpisah dengan pengunjung yang lain. Ada pramusaji yang menunggu di bagian depan dan membukakan pintu itu.
Saat Lelaki yang terlihat seperti Karyawan itu berdiri. Dia berbisik ke Bapak yang di sebelahnya tersebut seakan memberitahu bahwa Kami sudah datang .
Tidak lama kemudian." Silahkan duduk Pak Andri! Maaf membuat Anda belum sempat beristirahat lama." Ucap Lelaki muda tersebut.
"Oh. Tidak apa-apa Pak Hendrik. Karena, waktu Saya memang hanya malam ini. Besok pagi-pagi sekali Saya sudah harus menuju ke Site yang di Labanan." Jawab Andri sembari menarik kursi untuk duduk.
Akupun mengikuti di sampingnya, Ku tarik kursi tersebut dan mulai duduk . Namun mata ini seperti melihat setan di malam hari.
Aku sempat terdiam dan tertegun . Begitupun Lelaki Tua yang berada tepat di hadapanku yang saat masuk ruanban itu membelakangi Kami.
Ini pertanda bagus buatku hanya saja moment nya tidak tepat . Bahkan yangnlebih membuat kaget Wanita yang menempel di sampingnya itu Siapa. Wanita itu tampak lebih muda dan lebih glamour . Rambutnya hitam lurus terurai, berkulit putih dan memiliki mata coklat muda.
Aku masih memperhatikan tanpa berkedip tapi pikiran ini melayang dan menerka-nerka. hingga bibir ini tak dapat Ku tahan.
Pa~pi.....
__ADS_1
Andri pun melihat ke arah Ku penuh tanya dan sedikit menyadarkanku dengan menyenggol kaki Ku. Akhirnya Ku alihkan pandanganku. Ayo Vi kamu harus profesional bisik Ku dalam hati.
Terdengar Lelaki itu berdehem. " Apa Kabar Selvi?."
Aku tak berani mengangkat wajah ini hingga Andri mencolek kaki ku lagi . "Baik,Pi." Jawabku.
" Pak Andri, mau pesan Apa? maaf Saya tersanjung Bapak memenuhi undangan Saya untuk membicarakan kelanjutan kerjasama Kita. Mohon maaf Saya sedikit bertanya. Apakah Selvi Istri Bapak?". Tanya Papi seakan penasaran .
Andri sempat terdiam sejenak dan membalas dengan senyuman sebelum menjawab. "Selvi, Karyawan Saya Pak Fedrik."
Akhirnya mereka melanjutkan pembicaraan tenyang bisnisnya dan Aku pun menjelaskan beberapa hal yang akan Kami kerjasamakan. Sebelum Kami menyudahi pembicaraan Kami akan bertemu lagi besok pagi untuk Saya presentasi sebelum Saya dan Andri meneruskan perjalanan.
***
Hari ini penub kejutan, saat Aku akan kembali ke Kamarku. Andri menyetopkan langkahku. Dia memegang jariku. Akupun sempat terkejut, apa lahi ini kenapa ini.
" Iya ,Ndri. Ada yang perlu ku bantu lagi?" tanyaku untuk memecah suasanan dan menarik tanganku dari gengaman tangannya.
"Oh, maaf. Selamat malam Selvi, mimpii yang indah." hanya kata itu yang terucap dan senyuman manis.
Aku hanya membalas dengan senyuman dan segera meninggalkannya. Aku tidak mau dia berfikir yang Aneh-aneh tentang Aku.
Baru Aku akan memejamkan mata terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Ugh ngantuk banget kupaksa mata ini berjalan ke arah pintu dan ku buka pintu di kamar itu.
"Apalagi Ndri... Aku ngantuk berat. mana besok mau presentasi . trus Aku tuh belum nyiapin materinya. Jadi, besok pagi aja ya Bos baru nanya nanyanya."
Mata ini berbicara tanpa melihat jelas Siapa sebenarnya yang berada di depan pintu itu. Saat akan Ku tutup pintunya Prang itu menutup mulutku dan mendorongku masùk ke dalam Kamar dan menutup pintunya lagi.
Ku kucek mataku dan ku angkat wajah ini menatap sosok pria yang membungkam mulutku. Mataku pun langsung cerah seketika saat ku perhatikan Pria yang ada di hadapanku, dada ini berdetak kencang seperti tidak percaya Orang ini nekat sekali seperti menyanderaku. Aku bingung dan ku gigit tangannya.
"Aw.... shit." Erangnya lalu membungkamku lagi.
Tak lama suaranya terdengar lagi. "Apa Kabar Sayang...."
Bersambung........
__ADS_1