DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Prahara pertama di mulai di rumah Aldo


__ADS_3

Oh tuhan kenapa Dia bisa sampai disini. Senekat itukah Kamu Aldo, kenapa setelah Kita berpisah Kamu baru sadar keberadaanku. Terlambat sekali.


Apa Karena penampilanku semakin berbeda dari terakhir saat Kita bertemu dengan perutku yang buncit. Terlambat sekarang Aku sudah sangat membencimu Aldo. Saat ini baru Security yang mengusirmu tetapi nanti Kamu akan mendapatkan yang lebih sakit lagi.


Pesan dari Papi Fredrik pun masuk sekitar 30 menit lagi Dia akan menjemputku. Aku beranjak dari sofa yang berada di kamar dan melihat dari balkon memastikan Aldo sudah pergi. Setelah pasti Aldo pergi baru Aku membalas pesan dari Papi Fredrik.


"Siap Pi, saat ini Selvi sudah siap. Sebelum masuk di Security pastikan tidak ada Aldo ya. Karena, baru saja Dia dari sini menghampiriku."


Tidak lama kemudian pesan Papi masuk." Kalau begitu Selvi pesan taxi online saja nanti ketemu Papi di daerah Mall Balikpapan Baru, bagaimana?"


"Iya Pi, begitu saja."


"Soalnya lebih bagus Aldo tahu saat sudah dirumah."


"Iya Pi, Selvi ikut saja sarannya bagus."


Akupun segera memesan Taxi Online. Sekitar 15 menit pun Abang Taxi Online sudah menjemput. Aku bergegas turun dan menutup semua pintu di rumah. Sebelum Aku tinggalkan Ku perhatikan dulu hal-hal yang membahayakan seperti kompor atau alat elektronik yang masih tercolok di listrik agar tidak terjadi konsleting.


Abang nya membantu memasukkan koper kedalam mobilnya. "Bang nanti Kita nunggu di deket Mall itu ya soalnya saya janjian di jemput di sana."


"Siap Mbak. Kita berangkat sekarang ya."


"Iya Bang."


Mobil pun melaju menuju ke arah Mall Balikpapan Baru sekitar 25menit Aku pun sudah berasa di sekitaran Mall tersebut, terlihat mobil Papi Fredrik sudah menunggu. Aku menyelesaikan pesanan Onlineku membayar melalui Akun Wallet dari provider Taxi tersebut.


"Maaf ya Vi, terpaksa janjian disini."


"Iya Pi ngak masalah. O,ia saat ini Abrisyam sedang ada di rumah atau tidak?"


"Oh Abrisyam lagi ada kegiatan di sekolahnya jadi ngak ada di rumah."


Akupun merasa lega karena, Anak Ku tidak perlu tahu apa yang Akan terjadi. Karena, ini awal prahara sengit akan di mulai.


Mobil Papi mulai masuk di salah satu perumahan elit yang berada di Balikpapan Baru. Saat mobil berhenti tepat di depan rumah berwafan putih dengan profilan Silver bak sebuah istana. Aku mulai dag dig dug seperti antara ragu dan nekat.

__ADS_1


"Bagaimana sudah siap Selvi karena, Papi yakin ini lebih keras dari yang semalam."


Benar kata Papi karena, Mami Aldo merupakan wanita yang tidak senang jika tidak perfect apalagi menhangkut kehidupannya. Dengan hadirnya Aku yang sebelumnya menantunya yang kini menjadi madunya pasti akan menambah kemurkaan lebih-lebih Aku menempati satu atap dengannya.


Aku pun melangkah tepat berdampingan di belakangnya Papi. Saat pintu di buka benar - benar hampir mirip di sinetron Mami Aldo berada tepat tidak jauh dari tempat Kami berdiri.


"Apa maksudnya semua ini Pi!" teriakannya memenuhi seisi rumah seperti murka.


"Ya jika, Mami mau Saya tetao disini. Biarkan Istri Saya ini tinggal bersamaKu juga Karena, Dia yang ajan memenuhi kebutuhan jasmani Ku. Karena, Mami selama ini kan sibuk sehingga tidak dapat mendampingi dan mengurusku."


"Mami tidak terima, Dasar Wanita tidak tahu diri, Tidak puas kah Kamu sudah merengut Anak Ku sehingga mencintaimu sekarang Kau rebut lagi Suamiku."


"Cukup!" teriak Papi, "Jika masih menyalahkannya maka Kamu akan Aku tinggalkan saat ini juga." ancam Papi tegas.


"Pi!" Air mata nya menetes


Sebenarnya Aku tidak tega melihatnya tapi ntah dari sisi lain dalam hatiku seperti tertawa seakan merasa menang dan merasa terbalaskan.


"Papi tega! Janjinya dulu sebelum menikah akan setia shidup semati dan tidak akan menyakiti hatiku sekarang kenapa begini." cercah Mami Aldo mengungkit masalalu


Mami geram dan mendorong tubuhku, tapi Aku tidak ambil diam sebelum tangannya menyentuh tubuhku Aku segera mengelak sehingga bukan Aku yang terjatuh melainkan Dia yang terjerunggup ke lantai.


"Sialan, akan Aku adukan ke Aldo." jawabnya dengan nada tinggi.


Tapi belum Dia mengadukan Aldo sudah berdiri di hadapannya dan mebantunya berdiri. Namjn tatapan matanya tidak berhenti menatapku penuh senyum bahagia ntah apa yang ada dipikirannya. Aku yakin Dia belum paham dengan kejadian yang sebenarnya sehingga bukannya marah Dia malah tersenyum bahagia melihat Aku berada tepat di depan matanya.


...----------------...


Aldo


Akhirnya Aku menemukan keberadaan Selvi. Semalam saat Dia pulang dari acara pertunangan, Aku segera mengikuti kemana arahnya tanpa peduli dengan acara yang masih berlangsung ku ikuti mobil Selvi yang sedang melajjnkencang ke arah Balikpapan Timur.


Semoga Selvi mau menerima kehadiranku. Terlihat mobilnya memasuki perumahan yang terbilang elit di Balikpapan Timur.


Aku inggin langsung menghampirinya. Tapi Ku urungkan niatku karena, sudah malam dan Aku takut Dia tidak mau menemuiku. Ku putuskan menemuinya esok hari.

__ADS_1


Pagi ini terasa cepat tidak seperti biasanya matahari bersinar juga sangat terang. Teringat masa - masa di Sekolah saat masih bersamanya.


Mungkin Aku salah dengan perasaanku. Tapi nyamanlah yang Aku rasakan saat berada disisi Selvi. Kelamaan melamun ntar malah gak jadi ketemu Selvi.


Segera Aku membereskan bafan dan meninggalkan bilik itu dengan senyum merekah di pikiranku hanya wajahnya yang terbayang dan kecantikan yang semakin sempurna seperti saat bertemu di pengadilan agama. Penyesalan kata itu benar - benar pantas untuk Ku, seperyi yang di katakan Leaki yang tak sengaja berdampingan denganku saat itu.


Mobilku sudah memasuki perumahan Borneo Paradiso mobilku pun terparkir persis di depan rumahnya. Aku langkahkan kaki ini dengan penuh percaya diri dan mulaj kutarik nafasku sebelum memencet bel rumahnya. Hingga Aku pencet dua kali tidak lama pintupun terbuka.


Seraut wajah dengan ekspresi kaget tak percaya memandangi dan wajahnya itu benar-benar cantik sempurna.


Aku pun membjka percakapan memecah keheningan sesaat. "Maaf Aku tidak di harap ya." tanyaku lembut.


"Bagaimana Kamu tahu tempat tinggalku." tanyanya seakan tak percaya dengan keberadaanku saat ini


"Semalam Aku mengikutimu saat perjalanan pulang."


"Sekarang maumu Apa? Aku harap Kamu pergi dari sini Aldo. Aku dan Kamu sudah tidak ada hubungan lagi." tegas dan lantang Dia mengusirku.


"Aku mohon Selvi Aku benar-benar tidak dapat melupakanmu." belum selesai Aku menjelaskan maksud kedatanganku Selvi membanting dan menutup pintu rumahnya.


Dia tidak inggin melihat kedatanganku. Aku benar-benar tidak Dia harapkan lagi, Tapi Aku juga tidak menyerah dan berteriak-teriak memanggil namanya.


Selvi!


Selvi!


Ntah kapan datangnya Security Aku dipaksa dan diseret untuk menjauh dari tempat itu, Sekeras mungkin Aku menolak pergi yang ada Security mengancam akan memanggil Polisi dan melaporkan bahwa Aku membuat keonaran di perumahannya. Terpaksa Aku tinggalkan tempat itu dan lain kali Aku akan kembali menjumpai mantan Istri tercinta ini.Sebelum janur kuning melengkung harus Ku perjelas perasan ini dengannya.


Ku pacu mobil meninghalkan perumahan dan Aku berputar-putar mengitari Kota Balikpapan merasa tidak percaya dengan ekspresi dan perilaku yang di tunjukan kepadaku. Selvi sebegitu bencinya kah dirimu.


Aku pun mulai lelah berkendara dan Ku putuskan untjk kembali pulang beristirahat dirumah. Sepertinya ada Papi dirumah dan apa yang kudapatkan Mami akan mendorong Selvi tetapi malah Mami yang tersungkur. Inggin tertawa tapi Aku tahan karena, Kasihan Mami hanya hatiku bahagia ternyata Selvi menghampiriku. Semoga saja Dia datang untuk meminta maaf atas perlakuannya tadi, Tapi karena Mami fidak suka sehingga Mami Inghin mengusirnya.


Bahagianya hatiku Kulemparkan senyum manis untuknya agar Dia tahu Aku bahagia dengan kehadirannya disini. Tapi tidak lupa ku bantu Mami bangkit dari tempatnya tersungkur.


...----------------...

__ADS_1


Hai pembaca yang Aku sayangin Kasian ya si Aldo belum tahu kenyataan yang sebenarnya. Biar makin seru bagi like dan vote nya ya , komen juga jangan lupa bintang 5 ya sahabat love you Always sahabat pembaca setia Aku.


__ADS_2