DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Khayalan semu


__ADS_3

" Fix hari ini Kita harus pulang ke Balikpapan bagaimana kondisi Abrisyam Aku sangat kangen Mi.Biar bagaimanapun Dia anak Ku" pintaku sangat tegas.


"Oke, Kamu terlebih dahulu pulang Mami menyusul. Karena, saat ini Mami mempersiapkan untuk pesta pertunanganmu." jawab Mami tak Kalah tegasnya.


Aku pun segera mengabaikan Mami yang seakan mengharap agar Aku merubah keputusan. Tapi ntah tekat Ku sudah bulat harus kembali ke Balikpapan hari ini.


Segera ku bereskan koperku dan berpamitan dengan Mertuaku. Selama perjalanan menuju bandara teringat semua kenangan dari jaman SMA di kota ini. Sebab itu Aku inggin segera meninghalkan tempat ini, banyak kenangan manis yang membuat Aku semakin menyesal dan merasa bersalah.


Setibanya di Bandara aku segera check in dan menunggu di Gate tiga. Tidak ada tiga puluh menit semua penumpang mulai memasuki pesawat.


Terdengar suara Pramugari memberkkan arahan tentang keselamatan,cara mengunakan sabuk pengaman dan hal-hal yang tidak boleh Kami lakukan saat pesawat mengudara.


...----------------...


Hotel Green Senyiur Balikpapan terlihat Selvi sedang bersama beberapa rekan kerjanya. Aku segera menghampiri dan menyapanya.


"Hai, apa kabar." sapa Ku.


"Oh baik. Kamu sedang apa disini Do." tanya nya.


"Aku lagi mau santai saja. Kebetulan baru kembali dari Bandung." jawab ku saat itu.


Terlihat Dia seperti sibuk sekali sengaja Aku meninggalkannya duduk tidak jauh dari tempat Dia sedang berbincang dengan kliennya.


Tiba-tiba saja terbesit niat jahat di pikiranku. Ku kirimkan minuman untuknya.


Pelayan itu mengantarkan minuman dariku. Tetapi tidak tampak Selvi meminumnya. Saat rekan kerjanya sudah beranjak pergi Selvi menghampiriku denvan minuman yang berada di tanggannya.


"Terimakasih ya Do minumannya." Sambil duduk di sebelahku dan meminum sedikit minuman itu.


" Maaf tidak Aku habiskan karena Aku tidak minum yang seperti ini. Untuk menghormatimu saja Aku minum sedikit." jawabnya dengan suaranya yang lembut.


Aku terpaku menatap wajahnya yang manis. Ku pegang tangannya tapi seakan tidak ada perlawanan seperti biasanya. Seakan Selvi membiarkan Aku mengenggam tangan itu.


" Selvi, maafkan Aku terpaksa Aku kirimkan surat itu. Tapi sebelum Kita resmi bercerai mau kah Kamu jalan denganku hari ini saja." Tanyaku.


"Sebentar Aku ada kerjaan terlebih dahulu." jawabnya.


Saat Dia berdiri tiba-tiba saja pingsan. Aku segera minta bantuan pelayan di Hotel tersebut untuk membantuku membawanya ke Mobilku.

__ADS_1


Hari ini Aku akan mengulang kenangan kebersamaan Kita lagi tapi Aku tidak akan menyakitimu, ucapku dalam hati.


Ku kendarai mobil ini melewati bisingnya jalanan menembus hutan Kota. Hingga Aku sampai di Daerah samboja di salah satu rumah teman di sebuah perkebunan durian.


Kubangunkan Selvi. Matanya sedikit berat jntuk di buka sampai Dia menatap kaget kearahku.


"Bagaimana Aku bisa bersamamu?" tanyanya.


"Maaf kan Aku dengan cara seperti ini Aku bisa membawamu. Aku takut kehilangan kontak dan tidak bisa bertemu lagi." ucapku.


"Pleas pulangkan Aku sekarang Do. Aku masih ada urusan dengan Klien lalu Anak Ku dirumah.Pasti Aku akan di cariin Do." jelasnya lagi.


Aku sempat terdiam mendengar ucapan itu ada rasa bersalah membawanya kabur seperti ini.


"Aku mohon Kita sudah bukan siapa-siapa lagi. Ada hati yang harus Kita jaga." rayunya lagi agar Aku mau menuruti.


Segera ku genggam tanggannya dan Aku arahkan wajahnya menatap Ku. "Mungkin ini pertemuan terakhir Kita jadi beri Aku waktu untuk bersamamu." ucapku.


Terlihat mata nya berkaca suasana menjadi sunyi Aku dan Dia beradu pandang hingga Ku rapat kan wajah ini berusaha mendapati bibirnya yang merah bak buah cherry yang matang.


Matanya yang bulat dengan lensa berwarna coklat dan rambugnya yang tertiup anggin sepoi sepoi di antar pepohonan membuat Aku makin mengaguminya. Tidak salah Aku mencintainya Dia wanita yang sangat cantik dan tidak bosan untuk di pandang hingga bibir Kami bertemu.Ku rapatkan tubuhnya kediding. hingga Aku terhalang oleh salah satu anggota tubuh yang menonjol di daerah dadanya.


Selvi,Selvi ucapku. Hingga Dia seakan mendorong akibat guncangan keagresifan Kami membuat Aku terpental dan kepala ini menghantam sesuatu. Saat kurasakan sakit di kepala ini tiba - tiba di sekitarku bukan Selvi. Aku terhantup bangku penumpang di depanku.Ternyata guncangan tadi Akibat pesawat ini akan Landing di Bandara Sepinggan Balikpapan.


"Maaf Pak, Bagaimana keadaan Anda baik-baik saja." tanya salah satu penumpang yang berada di site sebelahku.


"Oh iya. Saya baik-baik saja." jawabku.


Ternyata semua itu hanya mimpi Aku terbawa mimpi seperti kenyataan. Kenapa Aku terbangun dalam keadaan seperti ini.Sayangnya tidak bisa diulang.


Selvi seakan nyata dan semua kejadiannya seperti bukan mimpi. Sepertinya Aku mulai gila hahahahaha tawaku dalam hati.


Terdengar suara dari operator di bandara. "Selamat datang di Kota Balikpapan dan bla, bla ,bla..."


Segera Ku ambil smartphon di tas kecil, menghubungi Papi untuk di jemput di Bandara.


" Hallo, Pi . Bisa jemput Aldo di bandara. Nanti Aldo tunggu di Cafe dekat Roti'O." pintaku.


" Tunggu ya Do. Saat ini Papi lagi menjemput Abrisyam dahulu setelah itu langsung meluncur kesana." jawab Papi.

__ADS_1


"Aman saja Pi."


Aku pun segera melanjutkan langkahku ke salah satu Cafe yang berada dekat dengan stand roti O. Kupesan secangkir kopi susu unyuk menemaniKu saat itu.


...----------------...


**Pov


Papi Fedrik**


Aku segera melaju ke rumah Selvi untuk menjemput Abrisyam.Tapi sebelumnya Aku hubungi Selvi terlebih dahulu.


" Assalamuallaikum iya Pi."


"Waallaikumsalam, Selvi bisa siapkan barangnya Abrisyam. Papi jemput hari ini,sekarang Papi sudah dalam perjalanan kesana." pintaku.


Terasa sekali Selvi berat menjawab permintaanku."Baik Pi, jika boleh tahu tumben dadakan."


" Maaf soalnya Papi juga baru tahu Aldo pulang hari ini. Saat ini Aldo sudah di Bandara." jawab Ku.


" Baik Pi." jawabnya.


Akupun segera melaju ke Perumahan Borneo.Untung kondisi jalan saat itu bukan jam ramai. Jadi aku bisa dalam 20 menit sampai di rumahnya Selvi.


"Opa!." teriakAbrisyam berlari kecil dari dalam rumah menghampiri mobil Ku.


"Kita pulang ya Sayang. Karena, Ayah Isyam pulang hari ini.Tapi janji sama Opa jangan cerita nnñķb


Kalau Isyam di titip sama Bunda bilang saja sama Tante Wina." sengaja Ku jelaskan agar Dia tidak terceplos saat bercerita denga ayahnya.


" Siap Opa. Abang paham biar bisa jjmpa Nda lagi." Jawab Cucu tersayangku itu.


" Abang pamitan terlebih dahulu ya Opa." ijin nya seraya kembali masuk kedalam rumah.


Aku dan Abrisyam segera meninggalkan Perumahan itu dan melanjutkan perjalanan Kami ke Bandara untuk menjemput Aldo.


Hingga Akhirnya Kami bertemu Aldo, Sebelumnya Aku pikir Aldo pulang bersama Maminya ternyata Dia hanya sendirian.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2