
Aku makin cemas karena dokter dan timnya tak kunjung keluar , mana mamanya selvi belum sampai
aku pun menelpon papah ku " hallo... pi "
terdengar suara dari sana " iya do ... ada apa " tanyanya dari ujung ponselku
" papi sibuk gak ? kalo gak bisa temani aku , aku takut pi saat ini dokter diruangan selvi dan sedari tadi belum ada keluar aku takut ada apa - apa sama dia pi ... buruan ya pi " pintaku
" oke " jawab papaku singkat
******
di dalam ruangan
terdengar suara bising dan riuh jauh disana , hanya cahaya putih yang terlihat , inggin ku buka mata tapi terasa berat sekali ,seperti mata ini tak dapat ku buka lagi , terasa dingin badan ini
tak lama suara itu makin terdengar nyata di telinggaku
" periksa denyut nadi " terdengar lagi dari sisi lain
" detak jantungnya pantau permenit " makin terasa jelas
mencoba menggerakkan tanggan ini tapi tak bisa , aku seperti tak mampu merasakan tubuhku , berat banget seperti terpisah tak menyatu
kudiamkan diriku sejenak hingga terkumpul tenaga , aku buka mataku perlahan walau tak seutuhnya , ku berkedip sedikit .
******
Pov Aldo
sudah ada 1 hari lebih selvi diam dalam komanya dan sudah berapa kali terlihat kesibukan dokter dan perawat dari ruangan itu aku hanya terdiam
hingga papa ku datang menghampiriku di sudut ruangan dekat hiasan pohon hidup, diruangan itu , kuangkat badanku dan ku ambil tanggannya
" pi... aku cemas sekali " aku memeluk papi
aku tampak lusuh dan seperti kumal banget ,terlihat kantung mataku
" kamu gak bisa tidur ya do .. " ucap papa sambil menghela napas panjang
anggukku sambil duduk lagi ketempat semula
" sekarang kamu istirahat biar papi nemenin disini , jadi gak ada cemas lagi " ujarnya seraya mengelus rambutku
tak lama akupun tertidur di bangku sebelah papa ku , mungkin ada 2 jam aku bisa tertidur pulas
" do ... bangun sebentar " suara ibu mertuaku saat ini yang ku dengar , aku pikir sedang bermimpi
__ADS_1
" do.... " panggilnya lagi , ku buka mataku dan ku kucek sedikit menghilangkan rasa kantuk
masih agak ngantuk " eh mama , dari tadi ya ?maaf aldo ketiduran , papi aldo kemana ya tadi waktu aldo tidur ada disini " tanya ku sambil mengumpulkan tenaga
" Cuci dulu mukanya , papimu tadi nyari minum katanya " sambil melempar senyum karena melihat aku masih belum sadar betul .
akupun segera membersihkan wajahku dan bergegas kembali kedepan ruangan itu
" bagaimana selvi mah masih belum ada kabar lagi " tanyaku
" karena tadi sebelum aldo tertidur ,sudah beberapa kali dokter bolak balik keruangan itu seperti tergesa gesa " ucapku lagi memastikan keadaan istriku.
sampai saat ini mama ku sendiri tidak pernah menginjakkan kakinya kerumah sakit tampak sekali bahwa dia tidak merestuiku dan selvi
" udah tenang belum ? " ibu mertuaku memastikan kondisi ku saat ini
" sudah ma, sudah seger lagi " sambil kulemparkan senyum walau wajahku agak kucel
" nah kalo udah, tadi mama terpaksa bangunin aldo karena , dokter minta aldo keruangannya " jelas mamanya selvi ke aku
ucap mamanya lagi " aldo kesana ,mama disini jaga selvi ,ok " menegaskan lagi ke aku bahwa selvi aman bersamanya
" iya " sambil menganggukkan kepala ku
aku langkahkan kakiku dengan cepat karena aku takut dokter menyuruhku memilih menandatangani surat operasi ,karena sampai saat ini dia belum kunjung sadar dari komanya .
tok tok tok " masuk" terdengar suara dokter dari dalam bilik itu
" maaf dok, saya baru datang tadi sempat tertidur" seruku dari balik pintu yang kubuka sedikit
dokter melempar senyum " oh iya masuk pak aldo saya paham dengan ke khawatiran bapak , namun di usia yang cukup muda ini ,pak aldo atau mas saya panggil ya " ucap dokter tersebut untuk menenangkan suasana hatiku yang lagi galau
aku tersenyum kecil " apa aja pak dokter sama saja " sanggahku
" duduk dulu biar enak ceritanya , jadi begini "
aku memasang wajah penuh ketegangan
" rileks aja mas aldo , jadi begini rencana kita mau operasi tidak jadi ," ucap pak dokter
" Alhamdulillah " ucapku lega
" dan kabar gembiranya lagi istri mas aldo sudah sadar dan sebentar lagi akan saya pindah keruangan biar bisa di tengok sama mas dan keluarga "
tak henti - henti aku mengucap syukur dan berterimakasih , hingga air mata bahagia menetes di pipi
" mas aldo ini mencintai sekali istrinya ya , sampai saya gak habis pikir kok bisa terjadi hal seperti ini , saya sampai bingung sendiri " tanya pak dokter dengan rasa penasaran
__ADS_1
" tapi biar itu jadi opini saya " kata dokter tersebut sambil tersenyum
" saya permisi dulu ya pak dokter , saya mau memberikan informasi ini ke orang tua kami " ucapku seraya berpamitan
ku langakahkan kaki ku penuh percaya diri setidaknya dia sudah melalui masa kritisnya
" ma... " ku sentuh pundak mama dari belakang yang sedang berbicara sama papa ku.
" ma .... pi.... alhamdulillah selvi sudah sadar dan kondisi mereka baik baik saja , sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruangan rawat inap " binar kebahagiaan terpancar dari wajahku
aku tak perduli tentang opini papa tentang ku , saat ini aku hanya tau aku bahagia mereka selamat melewati cobaan ini .
*****
Pov Selvi
ku buka mataku dan coba ku lihat di sekitarku , terakhir yang ku inggat , aku kesakitan di rumah selebihnya aku tak inggat lagi apa yang terjadi
hingga perawat dan dokter menghampiriku
" jangan di paksa bergerak dulu bu ,karena baby nya lagi rentan untuk bergerak " ujar salah satu perawat
aku hanya mengedipkan mata pertanda iya
ku pejamkan lagi mataku untuk beristirahat , hingga aku ntah di bawa keruanggan mana lagi setidaknya benda - benda yang menempel di badanku tadi sudah berkurang
di ruangan yang baru , aku melihat mama , mama memelukku dengan air mata di pipinya , aku hanya bilang " jangan menangis ma selvi baik - baik saja "
" selvi istirahat saja dulu gak usah mikir macem - macem ,mama menangis karena bahagia selvi udah sadar " ucapnya sambil tersenyum , diusianya yang sudah terlihat tak muda lagi.
kuhapus air mata di pipinya , lama sekali mama dan aku melepas kerinduan , kami tertawa lepas walau aku agak sedikit menutupi apa yang terjadi
dan mama juga tidak banyak bertanya tentang apa yang ku alami di sana , kami hanya membahas semua kenangan manis semasa ku kecil kebersamaan dan kebiasaan kami.
" ma amel apa kabarnya " tanyaku
" sudah lama aku gak dapat berita dari amel ,vi kangen sama amel ma " tambahku lagi
sambil membukakan buah apel untukku " terakhir amel bekerja dia tidak lanjut kuliah , padahal mama menawarkan untuk membiayai kuliahnya , tapi dia menolak , lalu dia keterima di sebuah perusahaan bergerak di bidang property gitu , sekarang posisi dia di kalimantan katanya . sebelum berangkat dia kerumah tapi selvi udah di rumah aldo , mama coba telpon tapi di luar jaringan , kata aldo gawai selvi kecemplung air ya ? "
dalam hatiku sebenarnya inggin berkata jujur , tapi apa daya aku takut mama mencemaskanku jadi kuanggukkan kepalaku " iya .. ma " jawabku sambil mengalihkan pembicaraan memakan apel yang di kupas mama
" selvi mau istirahat rasanya lelah sekali seperti habis perjalanan jauh " ucapku
" yaudah selvi istirahat ,mama temanin disini " kata mama lagi sembari menyelimutiku
kupejamkan mata ini sambil mendengarkan mama bersenandung sholawat nabi .
__ADS_1
bersambung .....