DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Duniaku Hancur


__ADS_3

Malam itu aku tertidur dalam tanggisku, ntah Aldo tidur di mana aku tidak tahu.Rasanya pagi ini aku masih nggan keluar kamar . seandanya Abrisyam tidak bangun dan merenggek minta makan ,walau aku tak tahu arti sesungguhnya tapi fikirku pasti minta makan , mungkin aku akan menghabiskan waktuku di kamar ini .


kubuka pintu kamarku ,dan kulangkahkan kakiku ke dapur , abrisyam kududukkan di a di kursi makannya . Akupun menyiapkan sarapan buatnya .


" nda " pangilnya


" sabar ya sayang " sambil kulemparkan senyum


" nda... nda ... " kata itu sudah keluar selalu hanya itu kata yang bisa di ucapnya lagi , kuberikan mainan agar dia tenang , dan suasan pahi itu sepi sekali seperti tak ada penghuni kecuali aku dan ART di rumah itu


tak lama mbok lewat " mbok... orang orang pada kemana ? " tanyaku sambil menyuapi abrisyam


" belum pada bangun non " jawabnya sambil membantuku membersihkan sayuran .


akupun menyelesaikan menyuapi abrisyam dan melanjutkan memasak sarapan serta sambil membereskan rumah , dengan harapan selesai kerjaanku aku bisa langsung kembali kekamar dan bermain dengan abrisyam di kamar.


akhirnya semua sudah ku selesaikan seperti biasanya , akupun bergegas mengendong Abrisyam untuk kembali ke kamar .


langkahku terhenti saat aku menemui aldo keluar dari kamar tamu ,sengaja ku alihkan pandangan ku ke arah lain saat berselisihan dengannya agar aku tak melihat dia lagi.


" aw.... " teriakku , aldo mengenggam tangganku keras seakan penuh emosi


" lepasin ...." teriakku sambil berusaha melepaskan tanganku , tapi aku tak berdaya karena saat ini aldo dalam gendonganku .


" lepasin do ... " sekali lagi aku berusaha menekan suara ku agar tanganku di lepaskan


aldo menarikku dekat dengan tubuhnya , mata kami saling bertemu dan ada amarah di wajahnya .


segera kupalingkan wajahku karena air mata ini mulai mau netes ,jika aku bertahan menatap wajahnya yang ada aku akan tampak rapuh di hadapannya .


" please.... ku mohon lepasin ,kasian Abrisyam nanti jatuh " tapi dia tidak bergeming aku di tariknya cepat sekali ke dalam kamar dan dihempaskannya aku ke tempat tidur , padahal aku saat itu sedang mengendong anaknya


hampir saja Abrisyam terlepas dari tangganku


" MAUMU APA ALDO............." Teriakku tersulut emosi


" Gak bisa ya kamu bicara baik baik sama aku " sanggahnya


" Loh ... gak salah ... seharusnya kata kata itu aku yang ucapkan " tegasku lagi


" sekarang kamu keluar dari sini aku mau menidurkan abrisyam , aku gak mau dia menangis karena suara kita yang tak bersahabat " aku mengusirnya dari kamar itu , tak peduli walau itu di rumahnya .


Aldo tidak beranjak dari kamarbitu yang ada dia malah menguncinya dan aku pikir dia akan memukul atau menyakitiku tapi dia memukul tembok dan duduk di sofa sambil menyambak rambutnya .


Abrisyam menangis , jadi walau sakit hatiku ku abaikan Aldo aku kembali fokus ke buah hatiku , kutidurkan dia karena memang jamnya abrisyam tidur .


*******


30 menit kami saling diam di dalam ruangan itu , dan anakku sudah ku tidurkan di box tempat tidur .


saat aku akan mengambil gawaiku , tiba tiba tanggan Aldo lebih cepat mengambilnya dari genggaman ku .


" ugh...... maumu apa do... gak cukupkah kamu sakiti aku , slama ini ku pikir sikapmu itu karena ibumu yang menghasutmu , ku pikir slama ini kamu sudah berubah tapi kenyataan yang kulihat , kamu sudah menghancurkan duniaku " ku utarakan semua yang ada di benakku dan semua sakit hatiku

__ADS_1


" Slama ini aku dim , aku mengalah ... tapi kali ini gak .. aku gak akan mengalah " kurampas lagi smartphone ku dari gengamannya .


" aw....." tanganku yang sebelah kiri di pegangnya kuat


" Sakit do ... please aku mohon jangan sakiti aku lagi " ucapku dengan air mata yang menetes di pipi


suara aldo pun keluar " ini memang pantas buat kamu ..." ucapnya


" salahku apa do..." tanyaku sembari menahan sakit di tanganku dan suaraku makin lirih .


dia dkam sejenak lalu dia menarikku duduk di sampingnya sambil tetap memegang pergelanganku erat .


" kamu tenang dulu " ucapnya


" aku sudah tenang...lepasin tanganku do .. kumohon " suaraku lirih


" gak ... gak akan ku lepas , karena aku tahu kamu marah sama aku sengaja aku mengenggam tanganmu agar kamu mau mendengarkanku sayang " jelasnya lagi


" gak ada yang perlu di jelaskan dan jangan pernah katakan sayang jika kamu tak paham arti kata sayang , karena seseorang yang di sayang itu bukan untuk disakiti atau di khianati . jadi ,gak ada hal yang perlu di jelaskan dan gak pantas kau bilang sayang " emosiku memuncak hingga air mata ini keluar seperti air terjun mengalir


dipeluknya aku ,kepalaku berada tepat di dadanya , aku berusaha lepas dari dekapannya ,tapi apa daya badan ini lemah tak bertenaga .


" sudah tenang belum ,kalo belum puasin nangisnya " ujarnya lagi


akhirnya aku pasrah dan duduk diam di sebelahnya


dia mulai menghelanafas , dan sedikit berdehem ,aku tetap menundukkan kepalaku dan kakiku kupeluk erat seraya duduk di sofa persis sebelah dia


suara beratnya mulai keluar " Oke , aku salah ... tapi aku terpaksa ... dan benar semua tak perlu ku jelaskan . Aku hanya memberi tahumu kalo sementara ini tahan semua demi kebaikan orang tuamu itu saja pintaku . aku sangat sayang denganmu jadi aku tak bisa melepasmu tapi disisi lain , dia adalah ancaman hidupku dqn aku harus menikahinya , kalau saja bukan mami yang meminta ,aku pun pasti menolak apa alasanku tak perlu ku jelaskan saat ini ,aku hanya butuh kesabaran mu " dia menjelaskan isi hatinya walau tak seutuhnya .


lama kami di dalam kamar hingga saat abrisyam bangun hanya bermain ku beri ASI ku tidurkan lagi hingga adzan magrib tiba baru dia beranjak meninggalkanku


" kalau itu maumu "


tak lama mbok datang " non selvi abrisyam sama mbok dulu ya " ujarnya seraya memelukku merasa iba dengan keadaanku .aku hanya bisa menganggukan kepalaku


akhirnya abrisyam di bawa mbok bersamanya ,pintupun di tutup


kurebahkan badanku di sofa dan aku berusaha memejamkan mataku berharap semua ini hanya mimpi dan aku tersesat dalam mimpiku ,,saat aku bangun nanti keadaan tidak seperti ini .


************


matahari mulai memancarkan cahayanya dan masuk lewat sela sela jendela mengusik wajahku ..


akupun membuka mata berharap semua itu mimpi .


belum kering air mata ini harus di hadapkan kenyataan pahit lagi , ada pesan masuk dari gawaiku .


mami " vi... buruan , bangun buat sarapan kali kni untuk 5 orang ya "


aku ngan membalasnya tapi malas juga mendengar gerutunya " iya ... "


abrisyam masih tertidur , akupun bergegas ke dapur .

__ADS_1


" mbok , bisa minta tolong temani Abrisyam saya takut dia jatuh saya mau buat sarapan " ucapku seraya membersihkan udang dan beberapa bahan lainnya , kali ini aku akan masak spageti , dan nasi briyani .


" non selvi sudah enakan " tanyanya


aku hanya nelempar senyum agar dia yakin aku kuat " baik non saya kesana " ucapnya


makanan sudah aku susun di meja , dan aku sediakan juga minuman teh hanggat dan susu


saat aku membuat roti bakar , tak lama datang papi , lalu mami dan yang mencengangkan lagi Aldo datang bersama Virgin dengan tertawa lepas .


Saat aku mau duduk di tempat biasa aku duduk tiba tiba saja .


" Kamu sini vi sebelah papi " ujar mami


" disitu biar virgin " aku inggin marah tapi ,aku coba tahan


segera aku duduk dan menyelesaikan sarapanku


" mi ... virgin biasa sarapan smoothies buah ... kalo gak salah hari itu kamu ada beli buah kan sayang " ucapnya manja ke Aldo


aku tak ingin melihat tapi kenapa tergerak untuk meliriknya , aldo hanya membalas dengan senyum ,ntah itu terpaksa atau memang senyum tulusnya .


Mami melirik kearahku, "Vi.... bisa buatin smoothies nya "


" Tapi stok buahnya tinggal buat makannya Abrisyam, Mi ." jelasku.


Mami melirikku dengan raut di kerlitkan "Selvi!"


Aku tanpa menjawab lagi dan meninggalkan tempat itu , kesel banget sambil jalan aku mengumpat, " Lihat saja suatu saat suamimu pun akan di ambil orang heheheee..... kalo gak dia akan jadi suamiku ,ups " langsung ku tepuk jidat ku apa sih aku ini , Selvi marah boleh tapi masa sampai menghujat seperti itu, ucapku dalam hati .


Setelah selesai ku buat smoothiesnya , akupun meninggalkan meja makan dan kembali kekamar, Ku sertakan makanan untuk Abrisyam karena aku tak inggin keluar lagi terserah mau makan siang apa mereka , umpatku dalam hati.


*******


Gemericik hujan menemaniku di dalam kamar , aku pun menikmati kesendirianku dengan membaca novel novel favoritku , sesekali aku iseng berselancar di youtube buat melihat perkembangan di dunia luar . Selama Aku kembali di rumah ini jangankan ke Mall ke taman saja aku tidak pernah , bahkan aku tidak tahu siapa saja Nama tetangga yang tinggal di perumahan ini .


Aku seperti berada di dalam sangkar emas ingin bebas tapi tidak memiliki sayap.


hiks.....


terdengar rintih suara Abrisyam , sebelum nyaring segera ku ambil dia dari box tempat tidurnya


"Cup,cup,cup anak Bunda sudah bangun." ucapku penuh sayang.


Abrisyam pun melempar senyum, "Nda."


Ku turunkan dia dari gendonganku dan ku ajak bermain ,dengan mobil-mobilan .


Dug.... dug.... gludug..... duar......


Abrisyam langsung memeluk tubuhku ketakutan.


" Tenang sayang, Nda disini jangan menangis." seruku menenangkannya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2