DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
saat kenyataan harus di jalani


__ADS_3

POV


Amel


" Bagaimana Vi .... Kamu sudah siap ? "


Ku lihat Selvi masih menghapus air matanya terdengar hela nafasnya , menandakan dia berusaha menenangkan dirinya sebelum mendengar semua kenyataan yang akan Aku sampaikan ke dia .


tak beberapa lama terdengar suaranya lirih dan agak berat " A_ aku siap Mel .... " ucapnya sambil memainkan gawai di tangannya di putar putar dari tangan satu ke tangan yg satu lagi begitu saja


Aku tau itu cara dia membuat dirinya tenang ,Aku pun mulai menghela nafas dalam " Jadi begini , semalam saat kamu pingsan , Mama mu sempat menemui Ku untuk tetap menunggu di depan ruang ICCU "


ku teguk air mineral sebelum melanjutkan ceritaku dan kuletakkan kembali , sebenernya aku takut selvi pingsan menerima kenyataan ini


kutarik lagi nafas panjang " Mama mu menangis dan memelukku "


" Mel.... semua beban papa pindah seutuhnya ke tante " belum sempat mama mu cerita aku menyela


" kenapa dengan om " aku pikir papamu sudah tiada Vi


" Om ...sudah sadar mel , hanya saja om terkena stroke jadi tangan dan kakinya tidak dapat di gerakan , hanya bagian kepala saja yang bisa normal " sambil menangis mama mu bercerita


" tante bigung mel ,masalah datang bertubi - tubi "


kupeluk mamamu dan kuberikan air mineral biar agak tenang serta dukungan agar beliau tetap semangat menghadapinya


" mel , ada satu masalah lagi " sambil mengelap air matanya


aku belum bertanya mamamu langsung berbicara " selvi , berbadan dua kata dokter , sebab itu dia pingsan karena usianya seharunya belum bisa , terlalu beresiko tinggi , apalagi dia kelelahan dan stress dengan masalah ini " aku hanya bisa menguatkan


selvi langsung memutus ceritaku " maksudmu , aku hamil mel ? kamu gak bohong kan , kamu jangan bercanda mel " sambil menguncang guncang badanku


dia memukul meja dengan amarah dan rasa bersalah " gara - gara aku papa juga harus menderita , anak macam apa aku mel , seharusnya aku gak pantas hidup , seharusnya aku yang di posisi papa saat ini " sesalnya


" mel ... aku jahat banget dan aku nga berguna " isaknya semakin nyaring


kupeluk tubuhnya dan ku sapu pundaknya " kamu harus kuat ,mama mu saja kuat Vi , seharusnya kamu bisa lebih kuat " bujuk ku agar selvi tenang dan gak selalu menyalahkan dirinya


" semua udah terjadi dan kita manusia hanya harus menjalaninya , ini sudah jalannya vi " tegas ku lagi


******


POV


selvi

__ADS_1


ah aku malu sama amel dia bisa begitu bijak , menanggapi semua ini , dia benar benar sanggat menolong kami , saat kami semua mulai rapuh dia datang mendampingi ku bak saudara perempuan ku


" aku harus bagaimana mel " tanyaku ke amel untuk memastikan kedepannya


sedangkan ujian sekolah tinggal 2 bulan lagi , aku takut guru guruku mengetahuinya dan aku di keluarkan dari sekolah


" sabar vi ,mudahan masih sempat , tapi kamu harus bicara sama aldo karena ini gak bisa di diemin begitu aja, aldo musti bertanggung jawab " saran amel ke aku


tapi aku masih enggan berbicara dengan Aldo " ah aku malas Mel bicara dengan dia , aku masih benci menginggat kejadian itu ,karena aku gak sadar sama sekali apa yang terjadi Mel " ujarku dengan nada sedikit keras sambil melempar tutup botol air mineral


" oke , kalo kamu gak mau , aku yang akan mendatanginya dan menyampaikan ini " ucap amel dengan nada tinggi


" terserah....... kamu lah mel " jawabku lirih


amel pun mengambil gawai ku mencari nomor atau apa aku tidak tahu ,mungkin dia membuat janji temu dengan Aldo


sore harinya amel pamit untuk pulang terlebih dahulu karena gak enak sama ortunya udah 2 hari belum pulang


*******


POV


Amel


dalam perjalanan ku pulang aku sempat membuat janji temu dengan aldo ,di cafe dekat perumahan selvi


ada sesosok pria putih , tinggi dan ganteng mulai berjalan ke arah ku , ya benar dia Aldo


" hai mel .... apa kabar " sambil mengulurkan tangan bersalaman denganku


"duduk do " pintaku


aldo memesan minuman dingin terlebih dahulu sambil membuka percakapan " ada apa mel , kamu disuruh selvi ya buat nemuin aku ,emang dia cerita apa aja ? "


ku hela nafas panjang " gini do ..... to the point aja ya , aku ngajak ketemu bukan mau bahas semua kejadian antara kamu dan selvi "


kutarik lagi nafasku dalam dan ku hembuskan " hemmmm.... jadi malam itu sepulang kamu antar selvi , ada papa selvi di teras dan selvi memeluk papanya dalam keadaan hancur dia bercerita semua ke papanya , dan ....." aku terhenti sejenak menghela nafas


tapi aldo memutus pembicaraanku dengan nada kaget " Dan... Apa Mel , papanya marah ? Selvi di usir atau bagaimana ? "


ugh geregetnya belum aku selesai di sela " diem dulu napa do .. aku masih bernafas ... papa nya Selvi marah besar tapi karena kemarahannya itu papanya saat ini masuk rumah sakit , di ruang ICCU ... kondisi terakhir papanya sudah sadar namun terkena stroke semua anggota tubuhnya tak dapat di gerakkan hanya bagian kepala saja yang mampu di gerakkan "


aldo menunduk sambil menyambak rambutnya terlihat penyesalan " kalo boleh antarkan aku kesana mel aku takut sendiri ,lalu selvi kondisinya bagaimana ? dia masih marah sama aku ?" tanya aldo dengan wajah gusar


"kamu siap menerima informasiku lagi " tanyaku memastikan

__ADS_1


" iya mel bilang saja .... aku siap apapun itu , tapi selvi baik baik aja kan dia gak berbuat aneh anehkan mel ? " tampak sekali aldo takut ,ada ketakutan di wajahnya dari cara dia berbicara


" di hari kedua di RS ,selvi jatuh pingsan .. dia kelelahan dan saat itu juga dokter mengatakan kalo dia berbadan dua " ujarku


seperti petir menyambar aldo saat itu dia terdiam sangat lama bahkan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya


" do... aldo kamu baik baik saja kan " tanyaku sambil melambai di depan wajahnya


" hai ... kamu baik baik aja kan do " tak lama aldo mulai mengedipkan matanya sepertinya dia syok


" Mel .... aku harus bagaimana " tanya aldo lagi


ku hela nafas lagi sambil menyeruput minumanku " kamu harus tanggung jawab , berani berbuat harus berani bertanggung jawab "


Aldo berpikir kencang " mel ,gimana aku bicara ke orang tuaku "


dengan tegas kujawab " itu tugasmu untuk meminta ijin "


" baik lah mel aku akan tanggung jawab ,selesei dia ujian aku akan menikahinya ,mungkin aku hanya berharap di rahasiakan dulu karena sat ini aku masih kelas 2 SMK " ujarnya lagi


" ya ,jawab ku " setidaknya dia mau bertanggung jawab


kami pun menuju rumah sakit , di ujung lorong di depan ruang ICCU ku lihat tante duduk namun disebelahnya ada orang lain


makin cepat langkahku , ternyata Selvi.


aldo masih berjalan jauh di belakang ku ,kutinggalkan dia .


" bagaimana kabar om ? " tanyaku


" alhamdulillah mau di pindah ruangan , tapi tante minta di rawat di rumah aja ,biar tante bisa mengurus perusahaan dan selvi bisa nemeni papanya tiap hari" tante terdiam sejenak melihat Aldo ,kulihat tanggannya menggenggam


segera kutahan genggamannya dan ku bisikan " sabar nte , sabar ... karena kita mau cari yang terbaik ,jika kita marah takutnya dia berubah fikiran " akhirnya kepalan tanggannya mulai dia lemaskan


tapi tanpa kusadar


plakk...... plakkkk... plakkkkkkk...


tangan lain mendarat di wajah Aldo tapi habis itu Aldo memeluknya seraya berucap " maaf ,maaf kan aku sayang , aku sudah membuatmu susah "


selvi melampiaskan amarahnya tadi dan terus menangis ....


" Aku pantas menerima ini ,karena ini salahku ,berapapun pukulan yang kau beri itu tidak akan membayar semua rasa sakitmu "


akhirnya selvi mulai tenang dalam pelukan aldo

__ADS_1


tante dan aku pun hanya terdiam menyaksikan semua itu


bersambung ......


__ADS_2