DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Kehilangan Abrisyam


__ADS_3

Selvi


Tak terasa Aku sudah berbulan-bulan di Rumah Sakit ini. Sejak Amel ada Aku krmbali bersemangat lagi, siang ini selang infus yang menempel di lenganku akan di lepaskan.


Tak sabar rasanya ingin bertemu Putra semata wayangku Abrisyam. Aku harus kuat biar bisa menjemputnya pulang bersamaku. Pikiranku penuh dengan sejuta rencana bersama Abrisyam.


Tok ,tok,tok~


"Masuk." Jawabku.


Terlihat Amel dari balik pintu berwarna putih itu.Amel melangkahkan kakinya ke arahku sambil melempar senyuman manis , di letakkannya bingkisan di tanggannya ke atas meja.


"ehem, sudah siap pulang kah sahabatku?" tanya nya.


Aku menganggukan kepala." Iya."


Sambil mulai menyimpun barang-barang yang ada di ruangan itu, Sesekali Amel mrlempar senyum seperti ada hal yang di sembunyikannya.


"Mel, senyumanmu penuh pertanyaan." godaku.


Dia melirik sedikit mendelik ke arahku. "Gak salah denger? bukannya Kamu yang lagi banyak pertanyaan." sindirnya sambil diiringi senyum mengejek seakan mengetahui semua permasalahanku.


"Lanjutkan saja apa yang Kamu kerjakan. Aku mau istirahat dulu." sanggahku cepat.


***


Akhirnya sudah tiba di rumah. Teringat sambutan hangat dari Papah, penuh kenangan bahagia di rumah ini.


Abrisyam....


Aku tak memperdulikan siapapun .segera Aku berlari meninggalkan rumah seperti tidak waras. ku telusuri jalan ini dengan berlari bahkan tak terasa lelah sama sekali.


Kekuatan apa yang menyertai tubuh ini hingga tiba di deoan pintu pagar Penjara Sangkar Emas itu.


Aldo...


Aldo.....


"Buka pintunya!." teriakku.


Aku sudah mengetuk pintu ratusan kali bahkan sudah berteriak hingga ku tendang-tendang pintu tersebut.

__ADS_1


Shitttt....


Aku menangis terduduk di depan pintu pagar berwarna ccoklat itu. Penuh emosi di dadaku rasanya ingin aku merusak semua yang ada di hadapanku.


"Kau bawa kemana Anak Ku. Tidak cukupkah penderitaan yang di berikan kepada Aku dan Keluargaku selama ini." Aku mengerutu sendiri di situ


Hingga terdengar suara Perempuan dari belakang dan memeluk tubuhku yang terpuruk. "Selvi, Aku mencarimu kemana-mana. Kenapa tidak mengatakan jika Kamu mau kesini Sobat."


"Amel, Dia membawa Anak Ku kemana. Kenapa Mereka tidak ada satupun yang membuka gerbang ini." Sambil ku balikkan badanku menangis di bahu Amel.


"Ayo Kita pulang. Mereka semua sudah pindah ke Kalimantantan tapi Aku tidak tahu persisnya di mana." cerita Amel sambil membantuku ke arah pulang.


****


Pagi ini Aku mendapat surat dari Pak Pos di halaman depan tertera suatu nama perusahaan PT. Bara Adi Perkasa salah satu perusahaan Batu Bara yang berada di Kalimantan Timur, Hanya saja kantornya terletak di daerah Bekasi.


"Mah... Mah..." Aku senang kegiragan


" Kenapa,Vi." jawab Mama.


" Akhirnya Selvi menerima surat ini. Selvi di terkma kerja dan jika Selvi ke Kalimantan, akan Selvi gunakan juga untuk mencari Abrisyam " ceritaku bahagia.


Sudah dua Bulan lebih sejak terakhir Aku menangis di depan rumah Aldo. Hampir setiap hari Aku melewati sekedar mengecek rumahnya hingga terpampang tulisan For Sale. Sejak hari itu Aku mulai menganti kegiatan melamar pekerjaan. tapi selalu Aku cari pekerjaan yang di tugaskan ke Kalimantan.


Akhirnya hari ini Aku menerima surat jawaban dari perusahaan. Aku di tempatkan di bagian entertain menemani salah satu rekan kerja saat bertemu klien.


Senin pagi hari pertamaku mulai masuk Kantor.


Hari ini aku mulai training. tanpa sadar Aku bertemu Andri yang ternyata dia merupakan pemilik perusahaan di mana Aku di terima saat ini.


Awalnya Aku agak sungkan. tapi ah itu masalalu mungkin Andri sudah melupakan semua kejadian saat sekolah dahulu. Aki masuk keruangan itu mengantarkan berkas yang dimintanya.


Tok,tok,tok~


Ku ketuk pintu itu sambil ku ucapkan. "Permisi Pak Saya Selvi ingin mengantar berkas yang Bapak minta tadi."


Sementara Aku di letakkan sebagai Sekertaris Karena, Sekertaris yang sebenarnya sedang cuti tahunan seminggu.


Terdengar suara Andri dari dalam ruangan itu. "Masuk."


Ku buka gagang pintu itu dengan rasa campur aduk deg-degkan. Jantungku seperti bermain musik.

__ADS_1


Kle~teck....


Kulangkahkan Kaki ku menuju meja kerja Andri. "Ini berkasnya Pak. Ada yang bisa Saya ban**tu lagi Pak? jika tidak ada Saya akan kembali keruangan Saya." sangat lama Aku berdiri disitu tanpa ada jawaban sedangkan Andri aibuk membuka lembaran demi lembaran.


Menurutku Dia sudah tidak membutuhkan bantuan lagi . Aku akan kembali ke meja kerjaku di luar pintu itu .


Baru Aku akan melangkahkan kedua kaki ini keluar ruangan tiba -tiba terdengar suara dehem Ku hentika sejenak langkah ini hingga terdengar suara Andri.


" Selvi, nanti sore Kita akan ke Kalimantan. Kamu boleh pulang untuk menyiapkan keperluan Mu. Di sana sekitar 2 minggu Saya ada janji dengan salah satu Klien . Jangan lupa bawa berkas berkas ini dan beberapa Flash disk. Kamu boleh hubungi Siska di mana letak semuanya." Ucapnya tetap fokus di antara tumpukan kertas yang berada di atas meja dari bahan Kayu Jati itu.


Ku hela nafasku agr tidak terkesan gugup. "Baik Pak. Ada lagi yang ingin Bapak sampaikan?" Walau hati ini sedikit kaget mendadak sekali rencananya. Ah itu kan biasa di dunia kerja Namanya Bos, suka - suka Dia kapan saja mau berangkat.


Segera Aku memberi kabar ke Amel melalui pesan singkat san kuhubungi mba Siska serta bertanya kebiasaan - kebiasaan Pak Andri ahar Aku tidak melakukan kesalahan saat di Kalimantan.


Selesai Aku bereskan semua kebutuhan Kantor yang akan Ku bawa ke Site di Kalimantan. Aku bergegas pulang menyiapkan keperluanku. Tidak banyak yang ku bawa. hanya beberapa pakaian ganti.


"Hei... terburu-buru sekali Anak Mama? Memangnya mau kemana Vi bawa Koper begitu? Jangan bilang Kamu mau kabur ya." Goda Mama yang duduk di tempat tidurku.


Akupun menghentikan kegiatan sejenak sambil tersenyum bahagia. " Mama tau gak?" Mama mengeleng dan kulanjutkan lagi ceritaku. "Aku mau tugas ke Kalimantan Mah!. Untuk waktu dua minggu." Ku lambaikan jariku tepat di depan mama sejumlah dua jari .


"Terus apa istimewanya?" tanya Mama.


"Istimewanya, Aku akan ketemu Amel. terus ini awal Aku bisa mencari Abrisyam." ucapku percaya Diri.


Aku sudah siap, Mama memelukku erat dan mengantarkanku hingga ke Bandara. Cukup lama Aku menunggu di sana Karena, Aku memang berangkat lebih awal agar tidak terlambat. sambil menunggu ku habiskan waktuku bersenda gurau dengan Mama. Dia adalah wanita tebaik dalam hidupku yang selalu mensuportku semenjak Papah tidak ada. Mungkin dia merindukan sosok Lelaki tercintanya itu tapi Karena, ada Aku jadi Dia semakin tegar menghadapi semua ini.


Oh iya Aku belum cerita ya Kalo saat ini Aku sedang hamil Anak ke dua ku hasil dari pernikahanku dan Aldo. Saat ini usia kandunganku menginjak Usia Enam Bulan. Tapi perutku tampak kecil. Jadi tidak terlihat jika Aku sedang mengandung.


Akhirnya Andri terlihat, sebelum Aku menemuinya Aku segera berpamitan dan takzim ke Mama.


"Fii Amanilah." Ucap Mama sambil mengecup Keningku.


"Kabari Mama ya sayang kondisimu jangan lupa minum semua Vitamin sertajangan stress." pesannya lagi sambil melepas tanganku.


Aku mengangguk dan melambaikan tanganku ke wanita yang sudah mulai terlihat uban di rambutnya.


Aku dan Aldo mulai memasuki ruang tjnggu di Gate . Belum sempat Kami duduk, Kami sudah mulai masuk menuju ke Pesawat.


Terasa dag dig dug karena , ini penerbangan pertama dalam ke adaan mengandung semoga saja Aku dan Bayiku baik -baik saja do'a Ku dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2