
Zahra memang belum menarik perhatianku. Dari segi penampilan Dia seorang wanita berhijab yang lemah lembut dan cara berfikirnya lebih Dewasa, sebagai wanita Dia sabgat mandiri dan jauh dari kata manja. Sifatnya hampor kurang lebih mirip dengan Selvi hanya lebih banyak hal yang masih belum Aku ketahui.
Malam di saat Acara di mulai. Mataku tertegun dengan hadirnya Sosok seseorang yang membuat Aku mengalihkan Duniaku. Bahkan acara malam itu hampir berantakan Karena, ulahku.
Sel**vi!
Suaraku terdengar memekik sehingga ada beberapa mata menyadari hal itu. Tanpa sadar badanku melangkah maju menghampirinya. Seperti tidak ada komando dari Siapapun aku berusaha menghampirinya.
Saat Aku tinggal selangkah lagi langkahku terhenti dengan datangnya Mami tepat menghalang di hadapanKu. Mata Mami mengernyit seakan memberi kode agar Aku kembali melanjutkan proses pertunangan bersama Zahra.
Saat itu Aku baru tersadar ada Seseorang yang tidak mengetahui apa-apa sedang terdiam terpaku menatap kelakuan yang tidak wajar.
Akupun bergegas kembali menghampiri Zahra. Wajahnya tampak penuh ganda tanya. Ayolah Aldo apa yang kamu lakukan kali ink Kamu memulai hal gila lagi. Inggat Selvi hanya lah masalalumu dan Zahra lah masa depanmu suara itu berkecamuk di pikiranku.
Sambil mengelengkan kepala tetap terjadi pergelutan di pikiranku seakan memaki Diri sendiri. Aldo, Aldo terlalu bucin itu tidak baik apalagi dengan mantan istri sadar dan cepatlah move on.
Pov
Mami Aldo
Saat pesta pertunangan berlangsung Aku seperti di sambar petir melihat reaksi yang Aldo perbuat. Segera Aku mencari asal tatapan mata kosong yang Aldo berikan.
Shit! Apa mau wanita itu kemari, sengaja Dia ingin menghancurkan Aldo. Aku harus segera mencegah sebelum tetlambat. Lebih cepat langkah ini dari langkah Aldo.
Aku harus segera sampai disana jangan sampai semua penghuni ruangan ini menyadari hal ini. Apalagi saat ini Zahra terfokus dengan kelakuan Aldo.
Akhirnya Akupun berhasil mencegah langkah gilanya Aldo. Segera Aku mengernyitkan mata ini agar Dia segera kembali bersama Zahra.
Saat Aldo sudah melangkah kembali kesana Akupjn menghampiri Selvi. "Ada tamu yang tidak diundang ternyata." sengaja Aku membuatnya kesal.
"Bagaimana perasaanmu lihat Anak kesayanganku saat ini sudah bukan siapa-siapamu lagi dan Wanita di sana pandangi dengan baik-baik lebih cantik dan sempurna di bandingkan kamu. " mimik wajah penuh keangkuhan.
__ADS_1
"Hem, maaf ya Mami eh salah Wanita sombong dan sudah mulai berkeriput. Saya datang dengan undangan sangat spesial dan pasti itu akan menjadi petir buat Kamu jika Kamu tahu siapa yang membawa Ku kemari." Aku benci melihat wajah Selvi yang tersenyum seperti penuh kemenangan.
Apa maksud pernyataan wanita ini. Aku pun penasaran."Maksudmu?"
"Tunggu Saja sebentar lagi Dia akan kemari."
Seyum kecil itu seakan mengajak Ku perang. Akupun semakin kesal Seperti inghin Ku berikan pelajaran. Akhirnya rasa emosi ini memuncak melihat wajahnya yang seperti nyinyir kepadaku dan mengolok ku. Saat Aku akan menampar wajahnya Ada tanggan yang menahan tindakan ini.
"Papi!"
"Sampai Mami berani menyentuh wajah cantiknya walau hanya tercolek sedikitpun. Kamu tahu akibatnya Aku tidak akan Diam." tentang Papi yang membuat Aku seperti di sambar petir disiang bolong.
"Shit!. Maksud Papi apa?" Aku segera menariknya menjauh dari ruangan itu.
Yang membuatku kesal Wanita itu juga membersamai langkah Kami." Hei!. Kamu tetap disana ini urusanku dengan Suamiku." dengan geram Aku mengusirnya, tapi ntah Dia hanya melempar senyum skmbong dan sinis kepadaku.
Saat Kami sudah jaub dari para undangan Akupun segera menegaskan kembali pernyataan Papi." Maksud Papi apa? Saat ini Wanita sialan itu bukan siapa-siapa lagi."
"Hei Wanita yang sosialita tinggi tapi tidak sadar usia. Kamu salah besar tentangku, Aku adalah" belum selesai Dia menjelaskan tiba tiba telunjuk Papi menyentuh bibirnya mesra dan mata Papi seakan menunjukkan sesuatu yang membuat Aku tidak nyaman melihatnya.
"Selvi sekarang adalah istriku sejak perceraiannya dengan Aldo Akupun melangsungkan pernikahan dengannya."
*Plakkkk
Plakkkk*
Suara tamparan itu refleks Aku lakukan. Saat itu Duniaku seakan badai besar Dia yang selama ini Aku pikir setia dan sabar. Mungkin itu juga salahku yang angkuh dan sombong. Aku lebih fokus dengan kebahagiaan Diri sendiri. Hingga Dia selingkuh dariku.
"Lelaki brengsek tidak terpikirkah bodohnya menikahi mantan menantumu sendiri." Umpat Ku geram dengan perbuatannya.
" Dasar Pelakor. Aku tahu maksudmu menikah dengan Papi Aldo, Kamu mau harta Kami kan. Sebutkan saja nominalnya nanti akan Aku bukakan cek untukmu. Enyah lah dari hadapanku.
__ADS_1
Bukannya pergi Dia merangkul Suamiku mesra." Maaf ya mantan Mami saat ini kedudukan Kita sama. Ambil saja uangmu Jika hanya uang saat kni kekayaan yang Aku miliki lebih dari cukup buatku bahkan cukup untuk membeli saham mu. Tapi Aku hanya inggin Suamimu bukan hartau catat baik-baik ya."
" Oh iya hampir lupa mulai besok Kita akan tinggal serumah lagi seperti sahulu. Jadi catat Aku datang bukan sebagai menantu tapi sebagai madumu. Siapkan jamuan yang enak ya dan catat lagi baik-baik Aku bukan Selvi menantumu, jadi Aku tidak akan memberi peluang untuk menurut atau patuh padamu. Jaga hati Anak dan calon Menantumu ya karena, Dia akan merasakan lebih sakit dari yang Aku rasakan dahulu."
Terlihat wajahnya seperti mengejek dan mengancam Ku. Aku terduduk di lorong antara tempat acara dan ruangan di rumahku. Apa yang terjadi padaku.
...----------------...
Selvi
Akhirnya Aku bisa merasakan kebahagiaan kemenangan, puas rasanya bisa menghardik dan mencerca Wanita perusak rumah tanggaku dan Aldo. Tahu rsa Dia betapa sakitnya jika rumah tangga di rusak.
Saat ini Aku benar -benar tertawa puas. Langkahku mengandeng Fredik yang merupakan Papi Aldo yang saat ini berperan berpura-pura sebagai Suamiku.
Akhirnya saat Aku memasuki ruangan acara itu beberapa mata melihat ke arah Kami dan memaaang wajah penuh tanya. Terdengar suara - suara netizen saling berbisik. Terserahlah Kalian mau berkata apa Aku tidak Ambil pusing. Saat ini yang terpenting Aku menang walau masih ada rasa takut gagal dan ketahuan tentang kebohongan ini.
" Selvi tunggu sini ya Saya akan kesana menemui relasi."
"Siap silakan Pi."
Terlihat Aldo sedang berbicara dengan Wanita itu dari jauh. Sengaja Aku menghampirinya untuk memberikan ucapan.
"Selamat ya atas pertunangannya."
Saat Aku akan meningalkan tempat itu tampak Aldo menarik tanganku. Untung saat itu ada beberapa orang yang memberikan ucapan selamat sehingga wanita itu tidak melihat apa yang Aldo perbuat.
Aku menoleh terlihat senyum di wajahnha seakan kode bahwa Dia akan menemuiku. Aku hanya berusaha melepas genggaman tanggannya.
" Maaf ya" Saat Aku berusaha melepas tak sengaja Aku menyengol wanita yang sepertinya Aku tidak Asing.
Kenapa tiba-tiba Aldo melepaskan genggamannya dan kembali fokus terhadap calon Istrinya. Oh sepertinya Orang yang menabrak tadi memiliki sesuatu yang di takuti Aldo.
__ADS_1
Siapa ya kira-kira Orang yang tadi menabrakku?
Bersambung....