
Selvi
matahari pagi menyusup masuk keruangan ini ,di mana aku terbaring tak bisa kemana mana ,kata dokter aku harus istirahat total
" do .... bangun " ku elus lembut rambutnya yang hitam , lembutnya rambut ini ucap ku dalam hati
sepertinya Dia lelah sekali , panggilan pertamaku sama sekali tak di gubris , bahkan tidak ada pergerakannya , yang ada dia menarik tanganku menjadikannya sebagai sandaran kepalanya .
panggil ku lagi " do .... sudah siang nanti terlambat " ku bangunkan lagi dengan suara agak lebih ku tinggikan 1 oktaf.
" hemmmm.... sudah siang ya " sambil di usik matanya sesekali , mengumpulkan energi .
sepertinya dia masih enggan beranjak dari tempat duduknya , semalam dia tidur menarik sofa mendekati tempat tidurku sembari di sandarkan kepalanya di tepi ranjang dan mengenggam tanganku erat .
kalo boleh meminta aku ingin tetap dalam keadaan seperti ini di mana hanya ada kedamaian antara aku dan dia .
****
terdengar gemericik dari toilet , tak lama pintu toilet dibuka Dia sudah rapi dengan seragam sekolahnya
di ambilnya roti isi coklat tak lupa dia membuat segelas susu untukku dan untuk nya , lalu dia duduk di tepi tempat tidurku .
" kamu , gak terlambat ?" tanyaku sembari meminum susu yang di berikannya
" gak sayang ,aku udah ijin semalam alasanku ke wali kelas masih ke dokter dulu pagi ini jadi , jam pelajaran ke 2 aku baru masuk " sambil menyuapiku roti lagi
" do... dari tadi aku terus yang disuapin , kamu gak sarapan? " tanyaku di sela sela suapan dia .
" kamu dulu kenyang sayang , baru aku sarapan . aku kan bisa kesana sini " sambil mencontohkan mondar mandir sedikit tertawa mengejekku.
aku hanya memasang muka manyun , semua yang sempat menyakitkan hati pagi itu sempat terlupakan sejenak
tak lama pintu di ketuk tok tok tok ....
terdengar suara mama dari luar sana " vi.... ini mama "
Aldopun bergegas membukakan pintu ruangan itu
" eh , Aldo ... mama pikir udah berangkat ? " tanya mama seraya masuk menaruh buah pesanan ku
cengirnya " hehehehe... iya ma ,semalam Aldo takut mama agak telat sampainya jadi , Aldo inisiatif ijin , hanya besok Aldo musti pagi ada piket kelas " ucapnya lagi
setelah dia menyuapi ku sarapan , dia duduk di sofa sambil berselancar di gawainya dengan roti di sebelah tanggannya .
tak lama dia beranjak dari sofa " ma , Aldo berangkat sekarang ya " ucapnya sambil berpamitan dengan mama dan di kecupnya keningku " Aku berangkat dulu ya sayang , itu ada seluler baru di laci beserta sim card nya , di kontak sudah ada nomorku " ujarnya
akhirnya dia sudah tak terlihat lagi di balik pintu ruangan itu
" ma... hari ini bisa kupaskan buah Pir ?" tanyaku
mama hanya tersenyum dan mengerjakan yang ku mau , kami pun mulai bercerita tentang kejadian selama mama pergi meninggalkan ku dan Aldo kemaren .
__ADS_1
*******
Pov Aldo
ku parkirkan motorku di halaman sekolah , lalu ku absen di bagian piket siswa ,karena aku ijin di 1 jam pertama
setibanya di kelas ,ku ikuti pelajaran Bahasa Indonesia hingga bel berbunyi . ada rasa males bergerak dari bangku ku , ku letakkan kepalaku di atas meja
pakkkkk...
" aw...." ada yang menepuk bahuku
" lesu amat bro..." ucap Jhon dari belakang ku
" ke kantin yuk " ajaknya sambil menarik tangganku
kami pun beranjak menuju kantin , langkahku terhenti saat mulai masuk di kantin terlihat Virgin di sudut kiri kantin sedang menikmati makan siangnya
" aduh malasnya " gerutuku kecil
" malas kenapa bro " ternyata Jhon mendengar
" oooohhh... ngak , aku agak males aja hari ini" kilahku
terlihat Jhon matanya liar kedalam kantin " aku tau kamu malas kenapa , ada Virgin kan " ku balas dengan senyum kecut .
"Do.... sini " teriak Virgin melihat kedatanganku
jhon pun mengikuti dari belakang
" jhon kamu pesen makan dulu ,aku ada perlu penting sama Aldo " usir Virgin ,agar Jhon meninggalkan kami
sambil menyapu rambutnya " oke " jhon pun seraya mencari tempat lain
aku tarik kursi dan ku duduk di depan virgin
" kamu mau bicara apa buruan " ucapku tanpa memperhatikan wajahnya
" males aku kalo ngomong tapi kamu liat ketempat lain " gerutu virgin
" oke ini aku udah liatin kamu , maumu apa buruan " ujarku lagi kesal .
" to the point aja kalo gitu , Aku mau kamu jadi pacar aku " pintanya sambil mendekatkan wajahnya di depanku
aku kaget " whatttt....... nga bisa lah " tak sadar semua mata mengarah ke kami
ku kecilkan lagi suaraku " gak bisalah ,Vir ... kamu tau aku sudah punya istri dan calon anak " sanggahku berharap dia paham
" Aku gak mau tau do ,atau aku laporkan ke kepala sekolah kalo kamu bukan singel tapi sudah menikah ?" tegasnya agar aku mau menuruti maunya
kucambak rambutku " arggggghhh.... terserah kamu "
__ADS_1
dalam hatiku seandainya dia laki laki sudah ku hajar dia bisa nya mengancamku
" tapi ada satu lagi ?" dia memberi syarat lagi
kutahan emosiku dan kutekan suaraku sedikit pelan " apaaaa... lagiiii "
" aku mau kamu selalu ada kapanpun aku butuh , terus kalo aku mau kerumahmu kamu akan tetap mengikutiku walaupun istrimu berada disana , dan jika aku inggin bermanja kamu tetap perhatikan aku tanpa perlu menghargai hatinya seperti hari itu " pintanya lagi
" jadi terserah kamu ,,,, " dia berdiri seakan inggin meninggalkanku
aku terdiam sejenak terpakasa aku katakan " iya kita pacaran "
" apaaaa ,kurang nyaring gak dengger " teriak Virgin yang sudah mau mendekati pintu keluar kantin
" oke... aku mau jadi pacar kamu " ujarku lagi agak keras dari yang awal .
" oh senangnya " dia lari memelukku tapi aku tak bergeming sedikit pun
ada rasa kesal di hatiku licik sekali dia .
*******
bel berbunyi aku akan segera pulang , di lorong kelas terdengar suara wanita itu lagi ,hufffff aku tarik nafasku .
" antar aku pulang ya sayang " ujarnya seraya menggandeng tangganku
jawabku ketus " aku gak bisa hari ini aku harus ke rumah sakit , soalnya mertuaku ada rapat dengan klien siang ini "
" pokoknya antar aku pulang atau .... " rengeknya sambil mengancam
seandainya sekolah tidak tinggal 1 semester lagi aku ogah ngikuti maunya tapi apa daya semester pertama pun belum .
" baiklah , ayo buruan " perintahku kesal
sepanjang perjalanan ada saja alasannya mampir kesini lah ,kesitulah ,ngafe lah .
" Virginnnn.... aku buru buru kalo kamu mau mampir mampir ku turunkan di sini silahkan cari kendaraan lain " tegasku dengan emosi .
" oke ... antar saja aku pulang " cetusnya agak kesal
ku abaikan saja karena waktuku benar benar sangat mepet . didepan rumahnya kuturunkan dia dan langsung ku tinggalkan tak perduli dengan omelannya.
kupacu motorku kencang , kali ini aku langsung kerumah sakit ,tanpa berbelok lagi kerumah .
kuparkir motorku di halaman parkir rumah sakit ,
ku sempatkan menelpon kerumah , sambil jalan menuju ruanggan istriku " bik..... tolong siapkan keperluanku dan non selvi nanti karyawan papi yang ambil suruh antar kerumah sakit ya "
" baik tuan ... " jawab bibi dari ujung telfon
bersambung..........
__ADS_1