
Suara mobil mengkombinasi keadaan saat ini, sehingga membuatku fokus terhadap perjalanan dan melupakan kejadian kemarin.
"Vi, Tumben fokus bawa mobilnya." Tanya Mama menaruh curiga.
Sedikit melempar senyum. "Lagi rame Mah takut nginjek lubang. Biasa jalanannya banyak lubang tak terduga. Apalagi kondisi ramai gini jarak pandang Selvi agak terganggu Mah"
"Oh pantas. Serius betul bawanya biasanya sedikit santai. Seperti ada sesuatu yang sangat di pikirkan." celetuk Mama lagi.
Sepertinya naluri Seorang Ibu saat ini yang bertanya kepadaku. Aku hanya menjawab dalam hati benar Mah ada yang Selvi pikirkan sehingga membuat Selvi takut terjadi apa-apa di jalan ini Karena, kurang fokus. Mudahan Mama tidak menaruh curiga lagi.
Saat itu Aku berusaha memecah suasana dengan sambil menyanyikan lagi Evanescence yang Bring Me to life.
"Musik apa ini." Celetuk Mama.
"Nikmati aja Mah ini lagunya." Ucapku dan kembali fokus dengan laju kendaraanku.
Akhirnya Kami memasuki pelantaran parkir di Mall. Tetapi saat Aku melihat ke Arah Mama terlihat wajahnya sedikit emosi dan ada tanya besar. "Selvi, Apa yang Kamu buat sekarang membuat Mama curiga." gumam Ku dalam hati.
"Selvi,dari tadi sepertinya Kamu ada masalah ya." Tanya Mama.
Aku terdiam sebentar dan ku voba menarik nafas." Iya Mah. Kemaren saat bertemu Klien dan membicarakan kontrak kerjasama Selvi pingsan. Hanya saja Selvi bingung tiba-tiba Selvi sudah berada di salah satu kamar hotel itu.Seharusnya kan Selvi di bawa kerumah sakit." jelasku ke Mama.
"Lalu menurutmu dari pakaianmu atau yang lain - lain ada yang hilang atau berubah?" Tanya Mama lebih detail.
"Hemmmm.... ngak ada sih. Hanya yang bikin pagi ini Selvi berfikir kencang tentang pernyataan dari Klien Selvi tadi pagi." Jawabku .
"Apa yang di katakan sama Kliennya?" Tanya Mama lebih serius.
"Ada seseorang yang mengaku sebagai Suami Selvi. Jadi, Mereka percaya dan membiarkan Orang tersebut membawa Selvi pergi." Jelasku.
" Ya udah Mama yakin Kamu baik-baik saja. Semoga saja Orang itu tidak berniat jahat. Selepas ini Selvi harus melihat CCTV nya di Hotel itu." perkataan Mama sedikit menenangkan Ku.
Aku dan Mama keluar dari mobil. Sedangkan Sumirah dan Andrasyam sudah keluar dari tadi sebab Andrasyam sedikit rewel.
Saat Akan memasuki pintu mall Aku seakan mendengar suara seseorang memanggil namaku. Suara itu tidak asing bahkan seakan Aku ingin berdamai dengannya dan menyelesaikan status Kami.
"Kenapa lagi tiba-tiba jalannya terhenti?" tegur Mama lagi yang langkahnya terhenti Karena, Aku tiba -tiba terdiam.
"Selvi seperti mendengar suara Ayahnya Abrisyam." Jawabku dengan ekspresi sedikit memikirkan sesuatu.
"Aldo maksudnya?" jawab Mama.
"Iya." Jawabku dan mengangguk.
__ADS_1
"Sudah itu hanya karena, Kamu lama gak jumpa Dia. Lagian masa iya ada Aldo disini. Sudah ah ntar keburu sore Mama belum masak makan malam loh." Mama segera mengandengku masuk kedalam Mall itu.
Saat di dalam Mall terlihat Andrasyam senang melihat salah satu toko dimana di dalamnya terdapat mainan seperti pesawat terbang dan biang lala berputar.
"Andra mau ini." terdengar suara Ibu Sumirah bercanda dengan Andrasyam sambil menunjuk ke arah mainan tersebut.
Akupun segera masuk ketoko itu dan membelikannya mainan. Bahagia rasanya bisa membelikan Andra mainan ini dengan jerih payah Ku sendiri. Terkadang ada rasa sedih Karena, tidak bisa merasakan hal seperti ini bersama Abrisyam lagi.
Banyak waktu -waktu emas Aku dan Abrisyam terbuang Karena, keegoisan Ibu mertuaku serta lemahnya Aldo sebagai Ayah sekaligus Suamiku. Bahkan sampai saat ini pjn Dia belum pernah sekali daja mencari keberadaanku.
*Kring.....
Kring.....
Kring*......
Gawaiku berbunyi, segera Aku ambil dari dalam tas. Panggilan dari Papi Aldo, Ada apa ya padahal baru saja memikirkan Abrisyam. Semoga Jagoan Aku baik-baik saja.
"Assalamuallaikum. Iya Pi ada apa ya? Abang Isyam baik-baik saja kan Pi."
Terdengar suara Lelaki Paruh baya itu sedikit berat." Waallaikumsalam, Selvi bisa ketemu Papi besok Siang.Abrisyam baik-baik saja. Justru Papi telpon mau Kasih berita gembira buat Selvi."
"Siap Pi, di Klandasan saja ya Pi. Di watung makan Coto Makassar saja." Aku menjawab dengan senyum lebar seakan lepas semua beban setelah mendengar bahwa Papi membawa berita baik tentang Abrisyam.
Semoga saja Abang bisa bareng sama Adiknya lagi walau hanya untuk beberapa hari itu sangat membuat Aku bahagia.
...****************...
Tetapi Dia salah ternyata Maminya pun memperhatikan gerak geriknya sedari tadi. Seakan sibuk mencari barang untuk Zahra sesekali Mami Aldo membalas pesan dari gawainya.
Tidak lama Kemudian Aldo melihat sosok Selvi dari kejauhan. Dia berjalan mengejar sosok itu, bahkan Dia meninggalkan Mami yang sedang mencari gaun untuk Zahra.
Aldo.....
Aldo....
Bahkan Dia mengabaikan pangilan dari Maminya. Saat Aldo sudah hampir mendekat dengan Sosok seperti Selvi gawainya berbunyi. Ada pesan Masuk. Pesan itu ntah dari siapa tapi membuat langkah Aldo terhenti.
Sebuah pesan dengan kiriman Vidio dan beberapa Foto membuat Aldo mundur dari langkahnya bahkan Dia memutar balik langkanya kembali ke arah Maminya berada.
...****************...
POV
__ADS_1
Mami
Sengaja Aku mengajak Aldo untuk ke Mall hari ini Karena, Aku tahu Dia akan berubah pikiran dan akan kembali menuruti kemauanku.
Saat di pelantaran parkir Mall Aku langsung melihat sosok Selvi yang baru keluar mobilnya. Saat itu Akupun pura-pura tidak memperhatikan gerak gerik Aldo.
Maafkan Mami denhan cara ini Mami bisa memisahkanmu denganSelvi dan dengan cara ini Kamu akan sadar bahwa Dia memang tidak pantas untukmu.
"Pagi Bu, tugas sudah selesai tinggal eksekusi." pesan singkat dari seseorang yang bekerja denganku.
"Segera lakukan setelah Aku mengirim pesan selanjutnya sementara simpan dahulu." Perintahku.
Akupun mulai memasuki area bangjnan dan pertokoan di dalam Mall itu Tanpa basa basiAku mengikuti langkah Aldo dan melihat gerak geriknya. Saat terlihat Dia mulai mengabaikanku dan fokus dengan sosok Selvi. Aku memerintahkan agar segera melakukan tugasnya kepada Orang tersebut.
Bahkan Dia mengabaikan panggilanKu. Lanjutkan langkahmu Nak, gumam Ku dalam hati. Karena, itu langkah terakhirmu untuk melihat sosok yang Kamu puja - puja. Kamu akan kembali menjado Aldo yang hanya milik Mami seutuhnya.
Karena, wanita itu Kamu menolak perjodohan yang sudah Mami atur sejak Kamu masih kecil. Bahkan Kamu berani menentang Mami. Gara-gara Wanita itu juga sahabat Mami memutuskan persahabatannya Karena, gagal menjodohkan Anaknya denganmu.
Aku sangat benci denganmu Selvi. Karena, Papi Aldo pun terkesan sangat sayang dengan mu. Hanya ini cara satu-satunya agar Kamu menjauh dari Keluargaku.
Terlihat langkah Aldo kembali ke arahku. Segera Aku bertanya." Dari mana sayang. Tadi Mami mencarimu. Bahkan saat Mami panggil Aldo seakan mengejar Seseorang." Tanya Ku seakan bingung melihat tingkahnya.
"Oh, Aldo tadi melihat teman Sekolah. Tapi ternyata bukan Mi." terlihat sekali bahwa Aldo menutupi yang sebenarnya.
"Bantu Mami pilih gaun ini. Bagus yang pink atau merah maron." tanyaku seakan menganti topik pembicaraan.
"Yang Maron saja Mi. Karena, Cocok dengan kulit Zahra yang putih. Jadi, besok Kita ke Bandung ya Mi. Tapi Abrisyam gak bisa ikut Mi, Kasihan Dia nanti teringat Bunda nya." Jawaban Aldo seakan Dia menyetujui rencanaku.
"Mi!." panggilnya lagi saat Aku akan mencari tas untuk Zahra.
"Iya, Kenapa Do sampai teriak begitu." tanya Ku menegaskan panggilannya.
"Siang ini bisa panggilkan pengacara.Untuk mengurus proses perceraian Ku dengan Selvi." Jawaban Aldo itu seakan berat tapi ini kesempatanku sebelum Dia berubah pikiran lagi.
Aku berharap Aldo dan Zahra bisa menjkah dan memberikan Aku Cucu kelak.
"Oh baik nanti Mami suruh Pengacara Kita kerumah ya." Sengaja Aku tidak memperkeruh suasana. Aku berusaha mengikuti Alur dari kemauan Aldo , Agar terkesan Aku sudah tidak mencampuri lagi kehidupannya.
Aku berjanji dengan Aldo bahwa perjodohannya dengan Zahra untuk terakhir kalinya dan jika Dia sudah menikah Aku akan membiarkan Dia mandiri.
" Ayo Sayang Kita pulang." ajak Ku sambil mengandeng tangannya.
Di kejauhan Aku melihat Selvi sengaja Aku mengandeng Aldo dan fokus bersenda gurau melewati Selvi yang tertegun menatap ke arah Kami. Aku pun berlalu bersama Anak semata wayangku menjaub dari keberadaan Selvi.
__ADS_1
Tenang Selvi Kamu akan melihat Aldo lagi nanti untuk terakhir kalinya. Agar Kamu tahu bahwa Dia sudah tidak mencintaimu lagi.Senyum kemenangan merekah dari bibirku.
Bersambung.......