DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Perceraian dan Pertunangan


__ADS_3

Mereka sudah berada di dalam satu mobil kembali menuju ke perumahan di Balikpapan Baru. Tanpa sengaja Abrisyam keceplosan menceritakan kelakuan Andra.


"Ayah tahu tidak. Adik Andra makin pintar Dia tuh lucu banget suka jahil sama Abang." ceritanya terhenti saat dilihat lirikan mata Opanya dari kaca spion Mobil.


"Memang Andra itu siapa." tanya Aldo mencari tahu.


"Anaknya tante Wina." kilah Abrisyam sambil memainkan robot Ironman.


"Loh bukannya hari itu Isyam pernah cerita Kalo Adik Andra itu Anaknya Bunda?" tanya Aldo seakan menyinggung Papinya.


Aldo seperti inggin menguak sesuatu rahasia dari Papinya. Dalam prasangkanya ada sesuatu hubungan rahasia antara Selvi dan Papinya sehingga Dia berusaha mencari tahu yang sebenarnya.


Siapa Lelaki yang berada di vidio itu. Lalu bagaimana Abrisyam pernah bercerita bertemu Selvi bahakan Anak keduanya.


Banyak hal yang inggin di cari tahu Oleh Aldo. Hingga Aldo membuka suara.


" O,iya Pi bagaimana proses perceraianku dengan Selvi."


"Oh soal itu. Kemaren pas persidangan Selvi tidak datang hanya di wakilkan pengacaranya saja. Mungkin minggu depqn keputusannya sudah keluar. Bagaimana untuk pertunangan mu apakah sudah Kamu pikirkan masak-masak."


"Mungkin Akhir bulan ini dan rencananya akan di laksanakan di sini. Karena, Mami mau Aku benar-benar memulai dari awal. Buang sial katanya." jawab Aldo.


" Buang sial bagaimana? Jelas-jelas Mamimu yang pegang kendali semuanya. Kamu juga jadi Laki-laki tidak tegas."umpat Papi sinis.


"Ngak salah, Papi juga ngak tegas. Buktinya selama ini Papi ikuti saja pola kehidupan Mami. Bahkan Papi kurang lebih dengan Aldo di setir oleh Mami." cetus Aldo membalas.


"Hahahaahaha. Lihat saja nanti." tawa jahat Papi


Aldo semakin penasaran mendengar jawaban Papi yang terakhir, kali ini makin yakin ada sesuatu yang di rahasiakan Papi.


...----------------...


13 Juni 2012 hari ini keputusan pengadilan tentang status pernikahan Ku dengan Selvi. Sengaja Aku bersiap-siap unyuk datang kesana berharap Selvi pun datang menghadirinya mungkin Aku bisa bertemu dengan Suaminya yang baru.


"Pagi Mi, Pi" sapa Ku.


"Pagi sayang. Akhirnya hari yang dinanti tiba dan minggu depan pertunanganmu dengan Zahra." jawab Mami dengan wajah ceria


Tidak eengan wajahku hari ini bhkan hari yang Aku harapkan seumir hidup Ku. Bercerai dengan Dia merupakan mimpi buruk bagiku. Tapi takdir berkata lain hari ini merupakan akhir kisah cintaku dengan Selvi.


" Iya Mi. Sebentar lagi Aldo mau ke pengadilan agama untuk mendengarkan keputusan hakimnya " jelasku dengan menaruh gelas sisa susu yang Aku minum.


" Papi antar atau Aldo mau berangkat sendiri." tanya Papi.

__ADS_1


" Aldo berangkat sendiri saja." jawab Ku.


" Yakin berangkat sendiri" tanya Papi memastikan.


" Iya Pi, sendiri saja."


Aku pun mengambil kunci motor. Semenjak kecelakaan Aku lebih sering mengunakan motor Karena, trauma mengendarai mobil untuk saat ini.


Jam di dinding menunjukkan pukul 9.00 pagi. Tapi matahari sudah sangat terik sehingga Aku kembali masuk untuk mengambil jaket agar tidak terlalu terkena sinar matahari langsung.


Kupacu motorku menyusuri aspal yang terbentang di temani pepohonan hijau di tepi jalan, Anggin menerpa seakan menyejukan perasan tidak ikhlas karena, harus bercerai dengan Selvi.


Saat Aku parkir kendaraan Ku terlihat sosok perempuan berkulit putih dengan rambut ikal yang berwarna merah maron. Apakah itu Selvi , batinKu. Jika iya sungguh menyesal Aku meninggalkannya.


Langkah Wanita itu seperti model yang berjalan sangat indah bahkan bisa mengalihkan semua mata kaum Adam.


" Subhanallah." terdengar seruan Lelaki yang tanpa sengaja berdampingan jalan denganKu.


Tiba-tiba saja Aku nyeletuk ." Luar biasa cantik ya Pak." tanyaku.


Lelaki itu spontan menjawab. " Iya mas, Seandainya Dia Istriku tidak akan ku bercerai dengannya."


" Iya Pak betul, Saya pun pasti akan seperti itu. Tapi jika takdir berkata lain bagaimana?" tanyaku lagi.


Ternyata Wanita yang menjadi topik pembicaraan Ku tadi memang benar Selvi yang dahulu adalah Istriku, Perubahannya makin membuat Aku menyesal. Penampilan saat dahulu saja sudah membuatku mencintainya dan saat bercerai penampilannya semakin menarik dan sangat cantik.


"Hai..." sapa Ku dengan sedikit kagok.


Dia hanya melempar senyum kekecewaan. Mungkin Dia kecewa sama sikapku selama ini. Aku berusaha duduk hampir dekat dengannya tapi, gelagatnya seakan berusaha menghindari keberadaanku.


Selama proses pembacaan keputusan perceraian hak asuh Abrisyam jatuh di tanganku. Aku merasa senang setidaknya Aku masih memiliki separuh hatiku darinya. Tetapi wajah Selvi seperti kecewa. Dia melontarkan keberatan dengan keputusan itu, kekecewaan Dia lebih tergambar lagi saat Hakim tidak menyetujui keberatannya.


Terlihat wajahnya memerah dan matanya berkaca-kaca. Aku berdiri menghampirinya belum juga Aku menyapa tiba-tiba.


Plak....


Plak....


Aw tamparan itu tepat mengenai dua kali di pipiku. Aku tidak membalas melainkan Ku tarik tubuhnya dan Ku peluk erat hingga terdengar suara tangisannya.Aku biarkan Dia menangis sejadi-jadinya agar Dia meluapkan semua kekesalan dan emosinya.


" Kamu jahat Aldo. Aku tidak percaya Kamu sekejam ini dengan Ku. Tidak puas kah Kamu memisahkan Aku dengan Anak Ku selama ini. Tidak cukupkah Kamu menyakiti hati Ku dan Keluargaku. Sudah Kau rengut Ayahku , Cintaku dan Kini Kau rebut juga Anakku." dalam dekapanku tangannya memukuli badanku.


Aku tahan ini mungkin tidak seberapa dengan rasa sakit yang Selvi rasakan. Tapi Aku tidak dapat berkata - kata. Aku takut setiap ucapan yang Aku keluarkan malah menyakiti hatinya.

__ADS_1


Semua mata menatap kearah Kami seperti ada suara berbisik seakan membicarakan Kami.


"Sepertinya mereka masih saling mencintai. Kenapa bercerai ya?" Aku menatap Orang tersebut hingga Dia menutup pembicaraannya dengan rekan di sebelahnya.


Saat tangisan Selvi mulai reda baru Aku berani membuka suara. "Jika masih merasa sesak didada menangis lah Sayang karena, hanya ini yang dapat Aku lakukan untuk Mu terakhir kali. Setelah ini Aku sudah tidak bisa memeluk Mu lagi.Maafkan Aku yang tidak dapat berbuat apa-apa slama ini dan tidak bisa menjelaskan kenapa Aku seperti ini."


"Kamu jahat Aldo. Jangan salahkan jika Aku membalas semua perbuatanmu." Kata-kata itu begitu jelas hingga Dia hilang dari hadapanku.


Aku terduduk lemas melihat tubuhnya menjauh dari hidup Ku. Seandainya Kamu tahu Selvi Akulah Orang yang akan tersiksa setelah ini.


" Mas Aldo. Bagaimana perasaannya sudah tenang." sapa Seorang Lelaki yang masih seumuranku, Dia adalah pengacara yang mengurus semua proses percerain Ku dengan Selvi.


Aku mengangkat wajahku dan menatap ke arah Lelaki itu dengan tatapan kosong seakan tidak ada kehidupan lagi.


"Mari Kita mencari hawa segar Karena, sudah ada 2jam Mas Aldo terduduk dengan pikiran kosong seperti ini." ajaknya seakan membuat Aku sadar dengan penyesalan Ku.


Aku pun menjawab. "Saya baik-baik saja Pak. Hanya saja separuh hati Saya pergi ntah kemana."


Lelaki itu seakan paham dengan keadaanku saat ini. Akupun menaiki mobil CR-V silver miliknya. Dia membawaku ke sebuah taman yang berada tidak jaub dari kantor pengadilan agama.


Disana Aku di bawakannya segelas kopi panas. Sambil duduk Dia mulai membhka pembicaraan.


"Jika ada yang menganjal Saya siap jadi pendengar." ucapnya.


Ku tarik nafas panjang " Saya baik-baik saja mungkin Saya hanya perlu menenangkan diri sejenak. Terkmakasih Pak Ricard bersedia menemani Saya saat ini."


" Santai saja Pak. Hal-hal seperti ini biasa terjadi saat keputusan tentang perceraian sudah di bacakan." jawabnya sambil meneguk minuman Kopi hitam di tangannya.


...----------------...


Hari pertunanganku dengan Zahra tinggal H-1 Saat ini Rumah benar-benar hiruk pikuk dengan persiapan acar. Padahal baru minggu kemaren Aku bercerai dengan Selvi.


"Aldo semua undangan sudah disebar ke Relasi dan Teman-teman Mami."


"Sudah Mi, hanya yang buat Tante Cia saja terpaksa lewat Whatshapp." jawabku.


hari yang sibuk itu pun berlalu dan tiba hari H dimana malam ini Aku akan melangsungkan pertunanganKu dengan Zahra.


Ya ini yang dimau oleh Zahra Dia tidak ingin mengenal terlalu lama, sehabis pertunangan ini Bulan depannya Aku akan melangsungkan pernikahan dengannya. Dia inggin mengenalku setelah Kami resmi menjadi pasangan Suami Istri.


Zahra memang belum menarik perhatianku. Dari segi penampilan Dia seorang wanita berhijab yang lemah lembut dan cara berfikirnya lebih Dewasa, sebagai wanita Dia sabgat mandiri dan jauh dari kata manja. Sifatnya hampir kurang lebih mirip dengan Selvi hanya lebih banyak hal yang masih belum Aku ketahui.


Malam di saat Acara di mulai. Mataku tertegun dengan hadirnya Sosok seseorang yang membuat Aku mengalihkan Duniaku. Bahkan acara malam itu hampir berantakan Karena, ulahku.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2