DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Selvi terlihat berusaha melepas tanggannya dari gengaman Aldo , tapi sangat kuat sehingga Dia tanpa sengaja menyenggol Seorang Wanita paruh baya.


Tiba-tiba Aldo melepaskan gengaman itu saat melihat Wanita yang menabrak Selvi. Pikiran Selvi mulai bertanya -tanya Siapa sebenarnya Wanita ini sehingga Aldo dengan cepat melepaskan cengkeraman tangannya.


Selvi merasa pernah melihat tapi ntah dimana. Merasaterbebaskan dari Aldo segera Dia meninggalkan tempat itu menuju tempat yang lebih tenang dan damai di sudut acara tersebut. Diambilnya segelas minuman dingin untuk menemani nya malam itu dengan rasa penuh kemenangan.


Saat Dia menikmati kesunyian tiba-tiba saja ada sosok dari belakang yang mengagetkannya.


"Tersentuh hatiku saat Kau datang malam ini Sayang."


Selvi pun segera menoleh ke belakang dimana suara itu berasal. "Aldo!"


Dengan wajah kaget seharusnya Lelaki itu saat ini sedang menyematkan cincin pertunangannya.


"Kenapa melihat seperti itu? tidak senangdengan keberadaanku."


"Bukan begitu Do, seharusnya saat ini Kamu menyematkan cincin pertunangan di Wanita itu"


" Zahra."


"Iya seharusnya Kamu bersama Zahra. Bukan berada disini."


"Aku hanya memastikan bahwa memang Kamu sudah tidak mencintaiku lagi Selvi."


"Bukannya Kamu yang mengugat cerai? Tapi Aku berterimakasih banyak atas keputusanmu itu. Setidaknya saat ini Aku sudah mempunyai status yang jelas."


Seketika pembicaraan mereka terhenti saat seseorang mencari-cari Aldo. Saat semakin dekat Orang tersebut yang tertabrak Selvi.


" Aldo, Mami cari ternyata disini." Mami Virgin


" Oh, maaf Mi tadi Aldo sedikit enggap di dalam jadi mencari anggin disini."


Kebetulan juga tidak lama gawai Selvi berbunyi jadi Wanita itu tidak memperpanjang pertanyaanya.


Aldo dan Wanita itu pergi meninggalkan Selvi sendiri. Saat Selvi menerima telepon tiba-tiba saja Seseorang menarik tangannya hingga Dia terputar.


"Dasar Wanita tidak tahu Diri." Sambil dilemparkannya Cek 1 buku di badan Selvi. "Tulis berapaun nominal hang Kamu butuhkan disitu dan tinggalkan Keluargaku."


"Kalau hanya uang Aku mungkin lebih kaya darimu Nyonya. Tapi sayang Kamu telah menyia nyiakan Dia hingga saat ini Dia di pelukanku. Bagaimana rasanya?Sakit bukan, begitu yang kurasakan dahulu dan ini belum seberapa karena, Kamu pantas menerima semua ini. Lihat saja bukan hanya Kamu yang akan sakit tapi Anak kesayanganmu pasti akan lebih sakit dari yang kurasakan." Sambil dilemparkan kembali 1buku cek itu telak di wajahnya.


Mami Aldo mulai geram hingga tangannya yang di kepal melayang hampir mengenai wajah Selvi. Tapi Selvi tak kalah cepat menangkap tangannya dan menepisnya lalu di pelintir hingga Mami Aldo tak bisa menahan sakitnya.


"Sudah Aku katakan ini belum seberapa. Siaplah akan penderitaanmu selanjutnya karena, Kau telah membangunkan macan beranak yang sedang tidur." Di tinggalkannya Mami Aldo dengan senyuman sinis.


...----------------...

__ADS_1


Aldo


Seandainya tadi Mami Virgin tidak datang Aku akan mendapatkan jawaban dari Selvi. Tapi sepertinya Selvi memang tidak mencintaiku lagi.


Akan Aku laksanakan saja pertunangan ini. Agar Ku tahu Selvi merasa sakit hati atau tidak.


"Aldo"


"Ya, Zahra. Maafkan Aku tadi sempat membuatmubmenunggu terlalu lama. Ayo Kita mulai pertunangannya."


"Aku boleh bertanya?"


"Silahkan"


"Jika Kamu memang belum Siap. Kita boleh menunda pertunangan ini. Karena, Aku takut jika ada hati yang tersakiti dan Aku tidak mau jika dalam perjalanan Kita ternyata Aku di bohongi."


Aldo menarik nafas panjang walau sedikit berbohong. "Aku sudah siap dan tidak ada hati hang tersakiti. Ayo Kita segera melangsungkannya. Kasian para undangan sudah menunggu."


Merekapun kembali ke tengah acara pertunangan. Hingga sang pembawa acara mengumumkan pertunangan mereka. Aldo mulai menyematkan cincin putih dengan berlian ke jari manis Zahra. Tidak lama Zahra pun menyematkan cincin pertunangan di jari manis Aldo.


Alhamdulillah...


Suara kebahagiaan memenuhi ruangan itu dalam hiruk pikuk suasana bahagia hanya dua Orang yang merasa hancur hatinya yaitu Selvi merasa sakit akan penghianatan dan perlakuan Aldo ke padanya sehingga semenjak perceraian Dia membulatkan tekat balas dendamnya ditambah dengan luka pertunangan Aldo malam ini dan disisi lain Mami Aldo merasa sakit karena, di hianati oleh Papi Fedrik yang lebih sakit nya Selvi lah sebagai madunya sehingga membuatnya benar-benar merasa sesak seperti di terpa badai.


...----------------...


Selvi


"Selvi"


Suara Mama memanggilku. Segera Aku memberi jawaban. "Iya, Ma. Andra masih tidur."


Tidak lama langkah kaki Mama mulai memasuki kamarku.


"Selvi beneran mau keluar Kota?"


"Iya Ma. Selvi titip Andrasyam ya Ma."


"Kira-kira lama gak Vi. Soalnya baru kali ini Selvi ninggalin Mama. Lebih baik sementara Selvi ke luar Kota Mama balik ke Bandung saja ya."


Aku langsung merasa dapat sinya lampu hijau dengan Mama di Bandung dan Andra sehingga ruang gerakku untuk balas dendam lebih leluasa.


"Oke kalo begitu Selvi pesankan tiket ya Ma."


"Eh coba tanya Mba Sumirah bisa ikut tidak. Biar ada yang jaga Andra dan bantuin Mama."

__ADS_1


Aku pun langsung menghampiri Mba Sumirah. "Mba maaf Saya mau minta tolong bisa?"


"Soal apa ya Non Selvi."


"Saya ada tugas luar kota sekitar satu bulanan lah tapi kayaknya ini sering. Mba mau tidak temenin Mama ikut ke Bandung."


Terlihat Mba Sumirah terdiam sejenak seperti berfikir. "Saya coba tanya Bapaknya gimana Non."


Segera Mba Sumirah menfhubungi Suaminya. Sekitar ada 20 menit kemudian Dia datang menghampiriku. "Non Selvi, tadi Saya sudah ijin sama Suami dan di bolehkan."


Akupun segera memesankan tiket untuk Mama,Andra dan Mba Sumirah. Mereka akan berangkat lebih awal dari aku. Jadi, Aku sempat mengantarkan ke Bandara. Tidak lupa Aku telpon Sinta salah satu karyawan di Bandung untuk mengirimkan supir ke Bandara menjemput Mama.


Saat ini Aku sedang dalam perjalanan pulang dari Bandara. Segera Aku packing barang-barang. Sementara Aku memasukan pakaian ke dalam koper seperti ada yang berhenti di depan rumah. Ak bergegas menuruni anak tangga dari Kamar Ku.


Ting tong...


Ting tong...


Saat Aku membukakan pintu ternyata. Seseorang yang tidak pernah Aku harapkan kedatangannya.


"Maaf Aku tidak di harap ya."


"Bagaimana Kamu tahu tempat tinggalku."


"Semalam Aku mengikutimu saat perjalanan pulang." ucapnya seakan tak memilik beban.


"Sekarang maumu Apa? Aku harap Kamu pergi dari sini Aldo. Aku dan Kamu sudah tidak ada hubungan lagi." tegas dan lantang Aku mengusirnya.


"Aku mohon Selvi Aku benar-benar tidak dapat melupakanmu." belum selesai Aldo menjelaskan maksud kedatangannya. Segera di tutup pintu itu dan di kunci.


Selvi!


Selvi!


Tak henti Aldo berteriak memanggil Nama Selvi di luar rumah. Hingga Security datang dan memaksanya untuk segera pergi dan meninggalkan perumahan itu atau jika tidak mau akan di panggil kepolisian karena, sudah berbuat onar.


Aku cambak rambutku dan bergumam Ayo Selvi harus kuat karena, Kamu pasti akan menghadapinya setiap hari. Jadi Kau harus Kuat tidak boleh lembek dengan semua bujuk rayunya. Inggat Selvi sekarang Aldo bukan Siapa-siapa Dia yang menyebabkan Kamu tersiksa dan terpisah oleh Abrisyam jadi, Aldo dan Mamanya pantas mendapatkan semua pembalasanmu.


Heehheehehe setan Apa ya kira - kira yang membisiki hati Selvi sehingga jahat dan dendam banget sepertinya.


...----------------...


O,ia jika boleh Author binta keikhlasan star 5 dong dan komen sebanyak banyaknya agar semangat juga buat up sampai end .


Terimakasih ya sahabat pembaca setia semoga kalian sehat selalu sehingga bisa baca semua novel Aku.

__ADS_1


__ADS_2