DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Cinta Lama Bersemi Kembali


__ADS_3

Aldo


Aku terbangun dari tidurku, terlihat selvi sudah tidak berada di sebelahku, Akupun segera mendekati kamar mandi terdengar suara gemericik air.


Awalnya Aku hanya mendengarkan suara itu Namun hati ini tak terbendung. Akhirnya Aku memegang gagang pintu ternyata tidak terkunci, Aku pun melangkahkan kaki ini masuk mendekati ke arah suara gemericik air tersebut terlihat di sebelah wastafel di balik tirai plastik lekuk tubuh Selvi dari belakang.


Aku sempat tercengang dan terdiam inggin mendekat tapi Aku ragu jangan-jangan Selvi sudah menikah sirih dengan Andri walau secara negara masih Istriku, tapi semakin Aku melihat gerakan-gerakan nya saat membasahi tubuhnya kaki ini melangkah mendekati dengan sendirinya.


Ntah rasa apa yang mengendalikan tangan ini untuk melepaskan semua helai kain yang menempel di badan. Ku buka tirainya, dan kupeluk dia dengan perlahan dari belakang hingga Aku membuat dia tersudut tak bis bergerak di dinding yang basah tersebut.


Aku hampir melakukannya dan hampir meluapkan semua rasa rindu ini tapi Aku tersadar saat tangan ini menyentuh bagian bulat di sekitar perutnya.


Aku mundur teratur ada rasa bersalah. Walau Aku Suami sah secara negara tapi, Aku tidak mau berbuat jahat pada janin yang ada di dalam perut itu. Segera ku ambil handuk yang tergantung dan Ku tinggalkan Dia di dalam sana.


Ada rasa menyesal telah melakukan kesalahan lagi. Aku pun menundukkan kepalaku hingga Selvibkeluar dan terjadi percakapan antara Kami. Dia membuka percakapan terlebih dahulu.


Akhirnya Aku dan Dia menghabiskan waktu dengan berbelanja oleh-oleh. Setelah Andri menelpon akan mengajaknya pulang ke Bandung.


Inggin rasanya Aku membawa kabur Selvi. Tapi Aku merasa jahat, cukup Aku membuat Dia terluka dan tidak bahagia kali ini Aku akan belajar Ikhlas jika Selvi bahagia dengan Andri.


Saat mengantarnya ke Hotel perasaan ini benar benar tidak dapat di tahan lagi, Aku mulai melakukan beberapa gerakan pelepas hasrat ke Selvi. Terlihat dan terasa Selvi juga menginginkan hal ini Aku terus melanjutkan hingga mulai Ku buka kancing kemejanya satu demi satu.


Tanganku pun mulai bermain di yubuh bagian atas hingga ke dada. Tapi batin ini makin bergejolak inggin melanjutkan. Ku gerakkan tanggan ini menuju bagian pinggang dengan bibir ini saling beradu. Aku makin tak kuasa menahan semua ini.


Saat Aku mulai mengarah membuka resletingnya, tubuh Kami semakin erat, rasa ini seperti cinta lama bersemi kembali, masih seputar kecjpan dan permainan kecil. Tapi suara desahan nafas yang mengebu semakin membuatku memeluknya erat tidak ada satu hal pun yang terlewat oleh sentuhanku di bagian atas tubuhnya.


Walaupun badannya dan badanku sama-sama memerintahkan untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya. tapi Aku masih berusaha mengontrol. saat Aku sudah melecuti semua benang yang menempel di tubuhnya Dia pun mulai melepaskan semua yang menempel di tubuhku. semakin Aku memeluknya erat seperti ingin menguasai tubuh itu seutuhnya .


Hampir Aku melakukannya , Hingga suara gawainya berbunyi. Sempat Kami abaikan hingga berbunyi lagi. Akhirnya Dia tersadar dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya.


Aku pun tersentak dan menghujat Diri ini. "Aldo sadar Dia bukan milikmu lagi."


Sepertinya Andri yang berbicara di balik telepon itu dan sepertinya Dia di suruh bergegas. Akupun mengenakan kembali pakaianKu.


POV

__ADS_1


Selvi


Dia mulai membuka resleting bagian celana kerjaku, Aku tidak dapat menolaknya karena, tubuh ini seakan tidak dapat di kontrol. Hingga tak ada sehelai benang pun di tubuh ini. Hampir Kami melakukannya. Aku sadar itu haknya karena, Aku masih Istrinya yang sah.


Semakin dalam Kami melakukan kegiatan ini walau belum se extrim biasanya. Terasa bahwa Kami masih sama-sama melawan agar tidak terjadi tapi hasrat dan tubuh tidak dapat di lawan seperti ada maghnet yang mengerakkannya.


Gawaiku berbunyi berulang kali sempat Aku abaikan. Hingga Aku tersadar dan menarik selimut untuk menutup tubuh ini. Ku angkat panggilan tersebut.


" Ya hallo." sapa Ku.


" Vi, sebentar lagi Saya on the way ke Bandara." ucapnya.


Aku segera menjawab walau badan ini hanya tertutup selimut. "Baik, ini Saya lagi bersiap-siap." jawab Ku.


"Kita masih punya waktu 2 jam." jelas Andri lagi.


"Oh, siap Ndri." Sambil ku akhiri panggilan itu.


Ntah perasaan apa yang kurasa, seperti habis ini Aku tidak akan bertemu Aldo lagi. mungkin Aku akan menyerahkan Diriku sekali lagi walau untuk yang terakhir kali ini Aku yang akan melanjutkan dan menyerahkannya.


Terlihat Aldo mengenakan pakaiannya lagi tapi segera Aku mendekatinya saat Dia akan mengancing celananya.


Dia terkaget dan sempat terdiam seperti berfikir panjang tapi, seakan hal yang menganggu pikirannya kalah dengan rasa cinta dan rindu yang terpendam.


Akhirnya Aldo melepaskan kembali semua kain yang menempel di badannya. Dia memperlakukanKu dengan lembut. Step by step di lakukan dengan rasa cinta tanpa ada paksaan. bahkan lama Kami melakukan dengan hati-hati bahkan dengan senyuman.


Hingga Kami sama-sama menatap penuh rasa cinta sepertinya saat ini cinta lama kami yang sempat salah kembali bersemi sesuai dengan prosedurnya dan dengan rasa tanpa paksaan dengan kenikmatan dan kepuasan yang sama.


"Terimakasih. Maafkan Aku telah memperlakukan hal yang salah padaMu. Maafkan Aku yang terlalu lemah. Seandainya saja Virgin tidak memiliki saham terbesar di perusahaan Ayahku. Mungkin Aku akan meninggalkannya untuk Mu. Aku terjebak antara cinta dan bakti kepada Orang Tua." curhatnya setelah Kami sama-sama menyelesaikan hal yang tertahan selama ini.


Kami pun membersihkan Diri, Selesai Aku dan Dia bersiap. Langkah ini begitu nyata ingin Aku menanyakan Anak Ku tapi masih ada rasa takut Dia berubah karakter lagi.


****


Bandara Sepinggan Balikpapan. Aku turun di depan pintu masuk Bandara.

__ADS_1


"Sampai sini saja Do. Aku tidak enak dengan Andri." Ucapku.


Aldo pun berhenti. "Aku paham. Terimakasih untuk hari ini dan semalam. Fii amanillah." ucapnya lagi melepas kepergianKu.


Aku meninggalkan Dia sambil jalan Aku berbisik pada janin di perutKu. "Hai Sayang. Semoga Kamu bahagia ya tadi Aku memberikan Ayahmu kesempatan untuk menengok Mu lagi di usiamu yang sebentar lagi akan melihat Dunia ini."


"Vi... Selvi..." Suara perempuan itu seperti tak Asing bagiku.


Aku menoleh ke belakang. "Amel..."


"Maaf ya Vi waktu Kamu hubungi Aku lagi berjumpa Klien jadi kemaren Aku gak bisa nemeni Kamu.Tapi hari ini Aku akan nemeni perjalanan Mu." ucapnya sambil menunjukkan cover riket di tangannya.


Aku pun teriak kegirangan sambil memeluknya. Oh tuhan bahagia banget Aku hari ini banyak hadiah yang di berikan tak terduga.


Andri terlihat menunggu Kami di ruang tunggu keberangkatan.


"Ndri, Kenalkan ini Amel sahabatKu." Aku duduk memperkenalkan Amel.


" Amel."


"Andri."


Kami pun menaiki pesawat, site Ku yang seharusnya bersebelahan dengan Andri tapi Dia berbaik hati bertukar temat dengan Amel.


" Ndri, terimakasih banyak ya." Ucapku bahagia.


"Asalkan Kamu bahagia." balasnya dengan senyuman dan sedikit lesung di pipinya semakin membuatnya tampak manis.y ur


"Mel, Aku kemarin hingga hari ini bersama Aldo hanya berdua saja bahkan sempat Kami menghabiskan waktu selayaknya Suami Istri seutuhnya." ceritaKu ke Amel.


"what!." segera Aku bungkam mulutnya dengtanganKu.


"Serius, Kok bisa ketemu. Terus Kamu udah ketemu Abrisyam." sejuta pertanyaan keluar dari mulut Amel.


Aku menceritakan semua kejadian ke Amel hingga saat Aku berpisah di depan pintu Bandara.

__ADS_1


Amel sempat tidak habis pikir.


Bersambung......


__ADS_2