DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Seperti Malaikat.


__ADS_3

Aldo pun makin kritis suaranya lirih sambil mengigau menyebut nama Selvi berulang kali. Tidak ada Nama yang lain terucap dari bibirnya.


Perawat segera memasuki ruangan dan mengambil tindakan. Detak jantung Aldo semakin melemah. Terdengar derap langkah beberapa orang menuju ruangan Aldo dan segera melakukan tindakan.


Perawat " Tadi jam 6.15 denyut jantungnya stabil Dok." ucapnya


"Lalu kenapa bisa menurun?" tanya Dokter.


" Dia sempat tersadar dan mengigau Dokter " ucap Perawat lagi.


"Keluarga Pasien sudah di Kabari?" tanya Dokter lagi.


"Kebetulan tadi Ibu Pasien yang menemani." Jawab perawat.


Setelah di lakukan tindakan yang cukup lama sekali sekitar 2 jam lebih Dokter dan Perawat berusaha memberikan pertolongan.


Akhirnya denyut jantung Aldo pun kembali Stabil. Dokterpun berpesan " Sementara 1 orang peeawat standby di sini . Pasien tidak sapat di jengguk 24 jam hingga besok akan saya Observasi lagi."


" Baik Dokter. " jawab Perawat itu tegas.


...****************...


Aldo


Suasananya benar-benar dingin tampak cahaya terang menghampiriku, Seperti sosok manusia tapi hanya cahaya.


Seakan Dia menyuruhkun untuk pulang karena, waktuku belum tiba. Aku hanya terdiam dan tak dapat berkata - kata.


Aku buingung harus melangkah terus maju kedepan atau memutar balik. Tapi Karena, Sosok itu menyuruhku pulang segera Aku memutar balik berjalan ke belakang.


Saat itu tiba -tiba semua menjadi sunyi kembali, suara Mesin denyut jantung terdengar di telingaku. Berat rasanya membuka mata ini, Ku paksakan petlahan.


Teringat terakhir kali Aku sedang perjalanan pulang lalu setelah itu apa yang terjadi lagi Aku sudah tidak sadar.


Ada sesosok wanita yang tak Asing disampingku. Duduk persis di sebelah tempat tidur


Selvi...


Wajahnya belum jelas hanya menyerupai Selvi Istriku.


Terlihat wanita itu mengangkat wajahnya dan melemparkan senyjman manis. Semakin jelas wajah itu namun di balut jilbab berwarna merah muda. Ternyata Aku salah Wanita itu bukan Selvi Istriku.


Walau wajah itu tidak Asing bagiku tapi Aku tidak inggat siapa Dia.


"Alhamdulilah, Akhirnya Kamu sudah sadar." ucap wanita itu.

__ADS_1


Aku masih seperti tak dapat mengerakkan tubuhku bahkan bibirku. Hanya Nama Selvi yang dapat terucap.


"Sebentar Saya akan panggil Perawat dahulu." ucapnya lagi.


Tidak lama Perawat pun datang bersama Doter untuk memeriksa keadaanku semua di periksa. Aku hanya masih merasa sedikit pusing dan badan terasa lemas.


"Bagaimana Pak Aldo apa yang di rasakan. Karena, hasil pemeriksaan saya sepertinya bekas operasi Bapak berhasil." tanya Dokter.


"Saya masih agak sedikit pusing saja. Dokter bagaimana kondisi Istri Saya." tanyaku.


"Kami mohon maaf Pak Aldo. Istri Bapak meninggal di tempat. Saat kejadian Beliau terjepit dan Bayi Bapak pun tidak dapat di selamatkan. Karena, tergencet juga. Kami turut berduka cita ya Pak semoga Pak Aldo bisa Ikhlas." jelas Dokter kepadaku.


Aku merasa bersalah sekali, Aku menikahinya saat terakhir Aku baru bisa menjadikannya layaknya seorang Istri.


"Terimakasih atas indormasinya Dokter. Maaf bolehkah Saya sendiri." pintaku.


"Baik Pak Aldo. Saya Akan meninggalkan Bapak mungkin ini semua sangat berat buat Bapak. Karena, kondisi Bapak sudah tidak kritis lagi mungkin nanti Bapak akan di pindahkan ke ruangan." jelas Dokter itu dan meninggalkan Ku.


Sekarang Aku benar-benar merasa bersalah dengan semua ini.


...****************...


Zahra


Aldo sudah sadar dan sudah melewati kritisnya. Siapa Selvi yang selalu di sebut - sebutnya. Kenapa bukan Virgin yang di sebutnya . Bahkan saat Dia mengigau dan mengenggam tanganku, Sehingga Aku merasa Baper tapi ntah Nama siapa yang di sebut itu membuatku menyadari Bahwa Dia selama ini tidak mencintai Sepupuku.


Selvi...


Sayang jangan tinggalkan Aku. Aku mohon walaupun Kau memiliki Anak dari Andri, Aku tetap mencintaimu. Ada Abrisyam bersama Kita.


Selvi sayang jangan pergi...


Mata Aldo masih terpejam hanya Nama itu selalu di sebutnya bahkan saat dia tertidur dia mengigau seakan Selvi ini Wanita spesial di dalam hidupnya seperti Malaikat bahkan mungkin Selvi ini Bidadari di hatinya.


Tidak lama Aldo terbangun segera Aku menarik tanganku dari genggamannya.


"Maaf." Ucapnya.


" Kalo boleh tahu Kamu Siapa dan kenap Kamu yang menemaniku." ucapnya saat tersadar dan terbangun.


Ah Dia lupa sama Aku. Bodohnya Aku ya iyalah lupa Aku kan hanya pemilik Cafe dan pastinya gak cuma tempatku saja yang pernah di singahinya.


Kenapa Hati ini merasa sedih saat Dia tidak menginggat Ku. Apakah Aku ini hahahahaha masa iya Aku menyukainya.


Aldo memang Sosok idaman para Wanita. tubuhnya, wajahnya benar benar sesuatu dari fisik yang sangat di Idolakan Kaum hawa. Hanya ke pribadiannya saja Aku belum mengenalinya.

__ADS_1


"Hai, Kenapa Kamu melamun dan tidak menjawab pertanyaanku." tanya nya lagi membuyarkan lamunanku.


Aku pun tergagap dan sedikit terbata. "A-aku Zahra sepupunya almarhum Virgin. Aku disini disuruh menemani Kamu hingga Papi dan Mami mu datang Karena, mereka lagi di panggil pihak kepolisian mengenai kecelakaan Mu saat itu." jelasku sambil mengalihkan pandangan ini ke arah lain. Aku takut memandang Aldo takut jatuh hati.


"Oh terimakasih zahra. Kamu mirip dengan Selvi, hanya saja Kamu lebih terlihat Shalihah dengan jilbab Mu." Ucapan Aldo mebuat wajahku berubah dan merasakan ke baperan yang hakiki.


Oh Tuhan sudah lama Aku tidak merasakan jatuh cinta semenjak di tinggal menikah oleh kekasihku. Masa iya Aku jatuh cinta dengan Suami Sepupuku. Apa kata Aunty dan Paman nantinya .


"Zahra sepertinya Aku pernah bertemu denganmu tapi di mana ya memory ku hanya bisa menginggat sedikit saja." ucapnya lagi seraya memandangiku dengan tatapan mata nya yang bersinar dan tajam.


Aku berusaha menghindari tatapan itu. "emmm, Kamu dulu sering main ke Cafe Ku.Tapi jika tidak inggat tidak perlu di paksa Karena, Kamu baru habis operasi."


Suasana pun kembali sunyi lagi. Aku berusaha menyibukkan Diriku dengan membaca Mushaf yang ada di dalam tas Ku.


Selama Aku sibuk membaca mushaf ternyata Aldo memandangi dan memperhatikan setiap gerak gerikku.Aku baru menyadarinya setelah ku tutup Mushaf Ku.


Secepatnya Aku berdiri dan mencari Alasan. "Aldo, Aku mau keluar sebentar mencari minuman. Kamu ngak apa-apa kan kalo Aku tinggal sebentar."


"Iya." jawabnya singkat.


Alhamdulillah Akhirnya Aku bisa meninggalkan Dia dan pergi dari sini. Karena, perasaan ini benar - benar tak beraturan. Ntah apa yang kurasakan hanya Baper sesaat atau yang sebenarnya.


Akupun segera melangkahkan Kaki ini keluar tetapi terdengar suaranya memanggil Namaku.


"Zahra, Boleh Aku titip sesuatu." panggilnya.


"Oh boleh mau nitip apa?" tanyaku sambil membalikkan badan ini tapi tidak berani menatap wajahnya.


"Jika ada permen. Karena, mulutku terasa masam sekali." pintanya.


"Oke, ada lagi?" tanyaku memastikan.


" Iya itu saja. terimakasih ya Zahra." ucapnya lagi.


Aku hanya melemparkan senyuman dan kubuka pintu berwarna Abu-abu itu dan Akupun segera meninggalkan Aldo diruangan itu.


Saat Aku dalam perjalanan mencari kantin di Rumah Sakit Aku pun berpapasan dengan Aunty dan Maminya Aldo.


"Zahra mau kemana?" tanya Aunty.


"Eh Aunty. Saya mau membeli Air mineral dan permen.O,ia Aldo sudah sadar dan di pindah ke ruang Mawar2." ceritaku.


"Oh iya. Hati-hati ya Zahra." Jawab Aunty yang tidak lama meninggalkan ku.


Aku terus melanjutkan langkah Kaki ini menuju kantin. Ku beli Air mineral dan beberapa biskuit serta permen.Langkah ini pun kembali menuju ruangan Aldo.

__ADS_1


Saat Aku tiba di depan pintu Kamar Aldo. Tidak sengaja Aku mendengar percakapan Aunty dan Maminya. Aku tersentak dengan rencana mereka.


Bersambung......


__ADS_2