DOSA! SUAMIKU MERTUAKU

DOSA! SUAMIKU MERTUAKU
Misteri


__ADS_3

Selvi


Sejak kepergian Abrisyam kembali kerumah Ayah nya Aku seperti memikirkannya tak henti - henti rasa kangen dengan kelakuannya yang lucu.


"Selvi!." teriak Mama memanggilku dari dapur.


Aku segera masuk kedalam rumah dan menghampirinya."Iya, Mah. Ada apa?." tanhaku.


"Eh yang hari itu kata Mu si Amel mau main kesini. Kira-kira hari apa?" tanya Mama.


"Oh itu katanya sih minggu - minggu ini Mah." jawabku sambil mengambil segelas air mineral.


"Andra lagi tidur ya Vi?." tanya Mama lagi.


" Iya, sepertinya Dia lelah bermain dengan Ibu Sumirah tadi. Eh Ibu Sumirahnya mana Mah gak kelihatan?". tanyaku balik.


Mama membawa buah pisang ke meja makan. "Oh, tadi Dia ijin pulang sebentar buat ambil raport Anaknya."


Aku pun menikmati salad buah buatan Mama dan memakan satu buah pisang segar yang baru di letakkan di meja makan. Bersyukur punya beliau yang selalu senantiasa menemaniku.


"Besok Kita belanja ya Vi." ajak Mama lagi.


"Oh iya Ma. Tapi sore ini titip Andra ya soalnya Selvi mau ketemu Klien yang mau kerjasama dengan perusahaan Kita yang baru buka di sini." Jawabku.


Segera Aku siap-siap untuk menemui klien. Tidak lama terlihat Bu Sumirah. "Bu nanti disini temani Mama dan Adrasyam ya. Soalnya Saya belum tahu pulang jam berapa." pintaku ke Bu Sumirah.


Akupun bergegas mengendarai mobjl Ayla merah ku. Karena, mobil ini cukup santai dan tidak ribet saat parkir nanti. Aku janjian di salah satu meating room di Benakutai Hotel.


Saat Aku memasuki ruangan itu sudah terlihat kolega ku di temani beberapa team nya . Kami mulai membahas rencana kerja dan semuanya.


Selesai Kami membahas Kami melanjutkan menikmati hudangan di restaurant hotel tersebut. Aku meminum sedikit minuman yang di berikan kepadaku hanya untuk menghormati sengaja aku hanya pesan orange jus untuk bersulang perayaan kontrak kerjasama Kami.


Saat Aku berdiri tiba - tiba saja badan Ku pusing dan Aku sudah tidak inggat Apa yang terjadi


...****************...


Suasana saat Aku membuka mata sangat berbeda , seperti bukan di rumahku. sengaja Aku ingat lagi kenapa Aku bisa sampai disini . Terakhir Aku makan bersama Klien kepala Ku pusing dan Oh Aku mungkin Pingsan .

__ADS_1


Segera Aku keluar Kamar Hotel itu dan ke Resepsionist mengecek Siapa yang membawa ke kamar hotel.


"Maaf Mba. Saya dari Room 301 bisa beritahu Saya Siapa yang bawa Saya kesana?" tanyaku pada resepsionis.


"Sebentar ya Bu saya cek di buku tamu." jawabnya.


Tetapi saat Dia cek sampai menanyakan ke karyawan yang tugas tidak ada titik terang. hingga Aku menanyakan ke Dia ke bagian restaurant. Karena, terakhir kali Aku berada di Restauran.


Di antarlah Aku oleh salah satu resepsionis untuk ketemu karyawan yang piket di jam Aku pingsan tadi.


Lumayan lama Aku tidak sadarkan diri, Sehingga di restaurant pun sudah pergantian jam tugas.


"Maaf Bu, Karyawan yang piket tadi siang sudah pulang. Tadi Dia sempat cerita kesaya bahwa sempat ada tamu yang pingsan dan di bawa ke room 301 sama koleganya seperti itu saja sih. " Jrlas salah satu karyawan yang kebetulan adalah penganti jam kerja dari yang sebelumnya.


"Oke, Dia tugas lagi besok kan?" tanyaku lagi.


"Maaf Bu mungkin Dia masuk kerja lagi 3 hari lagi Bu shif malam. Karena Dia ijin 3 hari yang 1 hari besok Off nya." Jelasnya lagi.


Aku berfikir kencang apa yang terjadi denganku tadi. Sementara Aku tidak menginggatnya lagi. Hanya saat Aku sadar badan ini terasa lemas dan pakaianku.


Arrrrgghhhh......


Segera langkah Ku ini makin cepat menuju ruangan itu. Mudahan ada jawaban dari semua ini setidaknya Aku tahu apa yang terjadi setelah Aku pingsan.


Akhirnya Kami sampai di depan ruangan itu dan lagi-lagi petugas yang menunggu disana sedang keluar saat itu yang piket jaga di depan pintu ruangan tidak ada jadi Kami tidak bisa masuk. Karena hanya staf jaga dan pemilik hotel yang boleh masuk.


Kesal banget rasanya." Oke Mba next time Saya kesini lagi Saya minta tolong agar Saya bisa dapat informasi yang Akurat atau tempat ini akan Saya laporkan." ancam Ku.


"Baik Bu. Akan segera Saya informasikan. Tapi, dari tadi Kami koperaktif ya Bu hanya saja kebetulan petugasnya tidak ada." jelasnya lagi masih tetap tenang.


Aku menghela nafas tak terasa Air mata menetes di pipiku." Saya tuh panik Mba. Saya takut tadi ada yang mamfaatin saat Saya pingsan tadi." ceritaku lagi.


"Saya paham Bu. Sebab itu dari tadi Ibu selalu di dampingin. Agar Ibu bisa mendapat jawaban yang pasti tanpa ada rasa seperti di abaikan oleh pelayanan Kami." jelasnya lagi.


Aku meninggalkan kontak Ku jika sewaktu - waktu ada hal yang bisa Aku dapatkan mengenai kejadian saat Aku pingsan.


...****************...

__ADS_1


Hujan deras sekali, rasanya malas untuk melakukan kegiatan hari ini. Aku tidak menceritakan kejafian kemaren dengan Mama. Aku takut Mama kepikiran dan Sakit. Tiba-tiba terpikirkan untuk bertanya kepada Klien Ku toh kemaren mereka tidak sendirian.


Segera Aku ambil gawai Ku dan mencari Kontaknya. Ku tekan tonol dial.


Kring.....


Kringggggg.....


Tidak lama ada suara di kejauhan sana."Selamat pagi Ibu Selvi. Bagaimana kabarnya apa Ibu sudah baikan? kemaren Saya mau antar Ibu ke Rumah Sakit. Tetapi ada Seseorang yang mengaku Suami Ibu dan membawa Ibu ke dalam room hotel. Saya bantu hanya sampai di depan pintu Kamar hotel saja."


"Pagi Pak , Alhamdulillah kondisi Saya sudah baikan. Oh, jadi begitu ceritanya soalnya kemaren Saat saya bangun tidak ada Siapapun di room itu. Sebab itu sekarang Saya menghubungi Bapak ingin menanyakan saat Saya pingsan selanjutnya apa yang terjadi." Jawab Ku.


Suara disana seperti kaget dengan jawabanku." *Lalu Suami Ibu kemana? Saya fikir beliau ada disana. Kata beliau Ibu biasa mengalami pingsan seperti itu jika kelelahan. Saya minta maaf Bu seharusnya Saya tidak mempercayai Orang itu."


"Tidak apa-apa Pak. yang penting saat ini kondisi Saya baik-baik saja. Mungkin besok Saya akan kesana lagi untuk melihat CCTV*." jawabku lagi.


Lalu ku sudahi pangilan itu, setidaknya Aku sedikit lega dengan jawaban Klien Ku tersebut. Tetapi, Siapa Lelaki yang mengaku sebagai Suamiku itu. Berarti Orang itu mengikuti dan sudah tahu akan terjadi seperti ini.


Apa tujuan orang itu. Curiga Dia yang membuat Aku pingsan. Karena, kondisiku saat itu benar - benar sehat dan kondisi Fit banget.


Semakin bertanya-tanya. kutengelamkan wajah ini di bantal untuk berusaha mengingat keadaan sekitar setelah Aku pingsan. Tidak ada hal yang mencurigakan Kondisi tempat tidur juga masih rapi dan pakaian masih menempel di badanku.


Mungkin Orang itu memang mengenalku. Apapun yang terjadi ini masih tanda tanya buatku. Suara pintu di ketok.


Tok...


Tok....


Tok....


"Selvi sudah bangun?" Tanya Mama dari balik Pintu.


"Sudah Mah!." sahutku sedikit berteriak.


"Ayo Kita belanja, perlengkapan rumah menipis." jawabnya.


"Baik Mah. Sebentar Selvi keluar." Jawab ku dan segera bersiap untuk menemani Mamah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2